Media

Mengapa karyawan terbaik akhirnya resign?
By Widyanto Gunadi - 11 July 2018
4 min read 578 Views

Perusahaan pasti memberikan penilaian terhadap performa setiap karyawannya. Dari penilaian ini, perusahaan bisa melihat karyawan yang paling potensial dan produktif. Selanjutnya, perusahaan biasanya ingin mengoptimalkan peran karyawan berprestasi. Namun pada akhirnya, para karyawan potensial ini malah memilih resign. Lho, kenapa ya? Berikut ini alasannya.

 

Terlalu banyak tanggung jawab 

Karyawan yang rajin bekerja, sangat mungkin akan dipercayakan tanggung jawab lebih dari manager mereka. Akan tetapi, jika tanggung jawab yang dibebankan pada mereka terlalu banyak, karyawan terbaik pun tetap akan berpikir untuk resign. Berdasarkan riset dari Stanford, seseorang yang bekerja lebih dari 50 jam dalam seminggu, tingkat produktivitasnya justru menurun. Anda tentu tak mau karyawan terbaik justru berperforma buruk akibat kelelahan bekerja, bukan? 

 

Kontribusinya kurang diakui atasan 

Karyawan terbaik biasanya juga memiliki motivasi kuat dari dalam diri mereka untuk berperforma maksimal. Namun, banyak manager menganggap remeh kekuatan pujian untuk performa baik karyawan. Manager yang jarang memuji performa baik karyawan, akan dianggap kurang menghargai hasil kerja mereka. Hal ini dapat membuat mereka tak lagi nyaman bekerja, dan akhirnya memutuskan untuk resign. 

 

Jenjang karier stagnan 

Tak ada seorang karyawan yang ingin hidupnya hanya dihabiskan melakukan hal monoton selama beberapa tahun mendatang. Para karyawan ingin karier mereka terus berkembang. Oleh sebab itu, jika perusahaan menjadi tak peduli, dan menelantarkan perkembangan karier karyawan terbaiknya, jangan heran bila suatu saat mereka resign. Karier yang stagnan justru membuat seorang karyawan akhirnya malas bekerja, dan produktivitasnya menurun. 

 

Tidak dipercaya atasan 

Hubungan profesional membutuhkan kepercayaan untuk dapat bertahan lama. Jika Anda adalah manager yang sering melakukan micromanagement pada karyawan, maka perlu berhati-hati. Karyawan terbaik ingin mendapatkan kepercayaan, dan otonomi dalam melakukan pekerjaan mereka. Kontrol atasan yang terlalu ketat justru membuat seorang karyawan merasa kurang dipercaya, karena terus diawasi. Akibatnya, karyawan terbaik tak betah bekerja di perusahaan Anda, dan akhirnya resign. 

 

Hierarki perusahaan terlalu rumit 

Sebuah perusahaan yang baik tentu perlu aturan. Anda juga perlu membuat susunan hierarki dalam kantor. Akan tetapi, jika hierarki tersebut justru dirasa terlalu rumit, karyawan terbaik juga bisa merasa kesulitan mendekati atasan mereka. Padahal, kedekatan karyawan dengan atasan juga penting untuk membangun kepercayaan. Hindari membuat struktur hierarki perusahaan yang terlalu rumit seperti di korporat, ya! 

Sebagai atasan, mungkin Anda kurang menyadari penyebab karyawan terbaik Anda mengundurkan diri. Nah, Anda bisa mencermati alasan-alasan di atas dan melakukan perbaikan agar para talenta berprestasi tetap setia di perusahaan.

 

Rekomendasi bacaan:
Go-Jek diundang berkompetisi di Filipina
Waspadai malware baru, yang serang Windows demi crypto
Twitter klaim blokir70 juta akun bermasalah

 

Sumber:
talentsmart.com
inc.com
linkedin.com

Tags:

  • perusahaan
  • karyawan
  • resign
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang