Careers

Mengenal Six Thinking Hats, Metode Pengambilan Keputusan

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Cover_(1)_(2).jpg

Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan adalah dua hal yang senantiasa dijumpai di dunia kerja. Baik sebagai atasan atau karyawan biasa, kemampuan decision making dan problem solving wajib dimiliki untuk memudahkan alur pekerjaan. Kendati demikian, menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan bukan perkara mudah, terlebih ketika ada banyak mulut yang menyuarakan perbedaan pendapat.

Untuk mengatasi kebingungan jika hal tersebut terjadi, kamu bisa menggunakan salah satu metode pengambilan keputusan bernama Six Thinking Hats. Sesuai namanya, metode tersebut mengajak penggunanya untuk melihat dari enam perspektif berbeda yang diibaratkan dengan topi berbagai warna. Penasaran dengan penjelasan lengkapnya? Simak artikel ini sampai tuntas, ya!

Baca juga: Mengenal Design Thinking: 4 Elemen dan Cara Mengaplikasikan

Apa itu Six Thinking Hats?


Six Thinking Hats adalah metode pengambilan keputusan yang diperkenalkan oleh Edward de Bono (sumber: Vector Stock)

Melansir dari laman TSW Training, Six Thinking Hats adalah teknik yang dapat membantu individu maupun tim untuk melihat suatu masalah dari berbagai perspektif. Secara garis besar, Six Thinking Hats memberi arahan supaya penggunanya menjawab pertanyaan “Bagaimana caranya memikirkan masalah tersebut?” alih-alih “Apa yang harus dipikirkan?”.

Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter, psikolog, sekaligus filsuf asal Maltese bernama Edward de Bono. De Bono menggunakan teknik pengambilan keputusan ini untuk menyelesaikan masalah di instansi pemerintahan. Akan tetapi, ketika melihat potensi dan manfaatnya, de Bono melakukan simplifikasi dan membuat metode Six Thinking Hats lebih pragmatis sehingga bisa digunakan oleh siapa pun. Ia pun merumuskannya ke dalam buku terbitan 1985 yang berjudul sama dengan nama metode temuannya.

Salah satu ciri khas yang menjadikan metode pengambilan keputusan ini cukup populer dan banyak digunakan adalah rendahnya potensi konflik yang ditimbulkan, terlebih ketika masalah harus diselesaikan oleh tim. Six Thinking Hats mengajak penggunanya untuk fokus pada satu hal dalam satu waktu, mencoba berbagai pendekatan, dan berpikir secara konstruktif untuk melangkah maju. Dengan demikian, perbedaan pendapat bukan lagi halangan yang tidak bisa dilewati.

Apa saja komponen yang ada dalam metode Six Thinking Hats?


Metode ini melihat masalah dengan fakta, perasaan, kreativitas, positivitas, pertimbangan, dan analisis (sumber: Adobe Stock)

Sesuai namanya, metode ini mempunyai enam perspektif berbeda yang bisa sangat membantu proses pengambilan keputusan. Kamu bisa “menggunakan” semua topi ini secara bergantian supaya hasil yang didapatkan memuaskan. Sebelum memutuskan akan melihat masalah dari perspektif mana, ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu karakteristik masing-masing topi pada teori Six Thinking Hats ini.

1. White hat (topi putih)

White hat biasanya digunakan di awal dan akhir sesi diskusi. Ketika kamu menggunakan topi ini, kamu bisa fokus pada fakta dan data yang tersedia. Selain itu, kamu juga bisa berdiskusi tentang informasi apa saja yang belum berhasil kamu dapatkan dan mencari tahu di mana informasi tersebut bisa diperoleh.

2. Red hat (topi merah)

Jika white hat berfokus pada fakta dan data, red hat berfokus pada hal yang menjadi kebalikannya, yaitu perasaan. Ketika kamu sedang menggunakan topi ini untuk mengidentifikasi masalah, kamu atau rekan kerjamu bisa mengemukakan perasaan, seperti rasa takut, ragu, tidak suka, atau keberatan. Perasaan tersebut tidak harus diikuti (pengambilan keputusan didasarkan pada firasat buruk atau baik seseorang, misalnya) karena yang paling penting adalah setiap anggota tim menyadari bahwa perasaannya didengar.

3. Green hat (topi hijau)

Sesuai nuansa warnanya, ketika kamu atau rekan kerjamu sepakat untuk menggunakan green hat, tandanya kamu bersedia untuk menggali ide baru yang inovatif. Kamu bisa memberanikan diri untuk think outside the box dan membiarkan ide fantastis tercetus. Supaya proses berpikir bisa berjalan dengan kondusif, pastikan tidak ada yang berkomentar atau memberikan pandangan pesimis pada setiap masukan yang diberikan.

Baca juga: Inovatif: Manfaat, ciri, bedanya dengan kreatif, dan 4 contohnya

4. Yellow hat (topi kuning)

Sejalan dengan green hat, perspektif yellow hat mengajakmu untuk berpikir optimistis. Dari banyaknya ide yang dilontarkan, kamu dan rekan kerjamu bisa memilih beberapa ide dan menunjukkan sikap positif dengan memikirkan posibilitas realisasinya. 

5. Black hat (topi hitam)

Black hat disebut sebagai salah satu perspektif paling kuat dan paling banyak digunakan dalam pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, meskipun perspektif ini paling umum dipakai dan memberikan gambaran yang jelas, jangan sampai black hat mendominasi caramu mengambil keputusan karena masih ada topi lain yang bisa digunakan.

Secara garis besar, prinsip black hat bertentangan dengan yellow hat. Ketika ada ide yang dimunculkan, orang dengan perspektif yellow hat akan menyambutnya dengan positif sedangkan orang dengan perspektif black hat memberikan respons sebaliknya. Respons yang diberikan bukannya tanpa alasan. Ada logika, fakta, dan pendapat realistis yang melatarbelakanginya.

6. Blue hat (topi biru)

Blue hat biasanya digunakan oleh pemimpin dalam kelompok. Ketika sedang “menggunakan” topi ini, individu tersebut bisa mengarahkan tim, mengatur suasana tetap kondusif, dan menjelaskan ground rules dalam diskusi yang meliputi proses diskusi, tujuan, dan cakupan pembicaraan.

Mengutip dari laman TSW Training, sebenarnya penerapan Six Thinking Hats tidak mempunyai urutan pasti yang wajib diikuti. Akan tetapi, supaya diskusi bisa berjalan dengan lebih maksimal dan penggunaan logika lebih dikedepankan, kamu bisa mencoba urutan blue hat - white hat - green hat - yellow hat - red hat - black hat.

Apa saja manfaat menggunakan Six Thinking Hats?


Salah satu manfaat Six Thinking Hats adalah adanya kesempatan untuk berpikir menggunakan beragam perspektif (sumber: Freepik)

Melansir dari laman Mind Tools, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika menerapkan metode penyelesaian masalah Six Thinking Hats. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

  • Adanya pemikiran yang lebih terorganisasi — Kamu bisa lebih yakin karena sudah melihat pokok masalah dari berbagai perspektif sekaligus sudah mempertimbangkan beragam sudut pandang. Selain itu, kamu juga mempunyai data dan fakta yang mendukung sehingga keputusan yang kamu ambil bisa lebih akurat.
  • Meningkatkan kreativitas — Dengan Six Thinking Hats, kamu bisa keluar dari zona nyaman dan mencoba topi yang lain untuk memandang masalah. Lagipula, menggabungkan dan membandingkan berbagai perspektif bisa membuatmu lebih semangat bekerja.
  • Mempertajam thinking skills — Selama berdiskusi dengan metode pengambilan keputusan ini, kamu bisa membiarkan rasa penasaranmu berkembang yang berujung pada terasahnya daya berpikir kritis.
  • Meningkatkan kemampuan interpersonal — Selama proses pengambilan keputusan menggunakan metode Six Thinking Hats, kamu diajak untuk mendengarkan, bertanya, dan menjawab pertanyaan rekan kerja. Hal ini bisa membawamu menjadi sosok yang mudah menyesuaikan diri, persuasif, dan percaya diri dalam menyelesaikan masalah.
  • Mengembangkan inklusivitas dalam tim Six Thinking Hats mengajak penggunanya untuk berpikir tentang hal yang sama dalam satu waktu sehingga membuat mereka bisa menghilangkan prasangka atau stigma tertentu. Selain itu, semua aspek, mulai dari perasaan, logika, fakta, sampai pandangan negatif tercakup dalam metode pengambilan keputusan ini sehingga tidak ada yang merasa dikucilkan.

Baca juga: 15 Keahlian teamwork yang harus dikuasai dalam dunia kerja saat ini

Sekarang kamu sudah lebih paham tentang Six Thinking Hats, kan? Ketika ada masalah dan pengambilan keputusan harus segera dilakukan, kamu bisa menggunakan metode ini, terlebih saat rekan kerjamu mempunyai pendapat yang berbeda-beda.

Selain artikel tentang Six Thinking Hats, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya melalui artikel yang dimuat di EKRUT Media. Jangan lupa juga untuk mengunjungi kanal YouTube EKRUT Official untuk mendapatkan tips karier dan pekerjaan, ya! Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • tsw.co.uk
  • mindtools.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    Contoh Proposal Usaha Pengajuan Dana Investor Beserta Panduan Menyusunnya

    Felixitas Yolanda

    28 November 2022
    6 min read
    H1_Surat_Dinas.jpg

    Careers

    10 Contoh Surat Dinas dari Berbagai Instansi Beserta Struktur Penulisannya

    Algonz D.B. Raharja

    25 November 2022
    5 min read
    support_system.jpeg

    Careers

    Memahami Pentingnya Support System di Dunia Kerja Beserta Tips Membangunnya

    Yohanna Valerie Immanuella

    25 November 2022
    7 min read

    Video