Published on

Technology

Otak manusia berubah fokus 4 kali per detik, benarkah?

Maria Yuniar

mindmap-2123973__340.jpg

Mungkin ketika membaca artikel ini, otak kamu akan dengan cepat memikirkan hal lain selama 14 kali, untuk melihat apakah kamu harus fokus pada persoalan lain yang muncul dalam pikiran atau tidak. Hal ini ternyata wajar adanya. Bisa jadi dalam hitungan detik, kita memikirkan masalah yang beragam. Mulai dari pekerjaan, keluarga hingga masalah yang terjadi baru saja. Lalu, benarkah otak manusia berubah fokus hingga empat kali per detik? Bagaimana menurut hasil penelitian?

 

Neuron menjadi kurang aktif 4 kali/detik

Sejumlah penelitian dari berbagai ilmuwan dunia menunjukkan, neuron menjadi kurang aktif empat kali per detik. Selama rentang waktu yang kecil itu, para peneliti mengatakan, otak manusia secara visual memeriksa sekeliling dan mencari sesuatu yang lebih penting untuk diperhatikan. Misalnya, untuk mencari hal yang menarik atau bahkan sifatnya mengancam.

Peneliti sekalligus ahli syaraf kognitif di Princeton University, Ian Fiebelkorn mengungkapkan, otak manusia memeriksa lingkungan sekitar untuk mencari fokus. Bukan berarti otak kita tidak fokus. Namun, otak senantiasa mencari hal lain yang bisa mengalahkan perhatian kita saat ini.

 

Penelitian pada manusia dan primata

Para peneliti mengukur ritme otak tersembunyi ini pada manusia dan kera, dengan meminta dua subyek penelitian ini duduk di depan layar komputer. Mereka diminta fokus pada satu titik di tengah layar. Sebuah kamera melakukan pantauan untuk menemukan fokus mata.

Setelah menganalisis data tentang kinerja neuron otak saat manusia atau kera berfokus pada satu hal, para peneliti melihat kemerosotan yang hampir identik. Ditemukan penurunan aktivitas neuron empat kali per detik, baik pada manusia maupun primata. Peneliti pun menemukan adanya elektroda di dalam otak manusia dan kera. 

 

Pelajari gangguan perhatian

Penelitian untuk memahami ritme otak ini berguna untuk mempelajari gangguan defisit perhatian. Tim peneliti berspekulasi, bahwa seseorang yang fokusnya sangat mudah terganggu atau mengalami attention-deficit/hyperactivity (ADHD), mungkin akan terjebak di salah satu dari dua aktivitas neuron.

Dalam kasus ADHD, ritme otak dapat terganggu dalam sejumlah kondisi. Meski demikian, hal ini masih merupakan hipotesis para peneliti, tapi tetap bisa dilakukan percobaan pada subyek yang diduga mengalami defisit perhatian.

Apakah kamu pernah mengalami sulitnya berkonsentrasi saat bekerja? Apakah fokusmu mudah terdistraksi? Bagaimana pendapatmu tentang hasil penelitian tersebut?

 

Rekomendasi bacaan:
3 cara membela diri di kantor
Tidak ada turnover dalam 2 tahun? Kok bisa?
NotPetya, serangan siber terparah sepanjang sejarah

 

Sumber:
gizmodo.com
archyworldys.com
sciencealert.com

Tags

Share