Published on

startup

Daftar perusahaan yang menutup bisnisnya karena Covid-19

Nur Lella Junaedi

perusahaan-yang-menutup-bisnisnya-karena-covid-19-EKRUT.jpg

Covid-19 telah benar-benar berdampak bagi kehidupan bisnis perusahaan. Pasalnya sejak pandemi ini merebak banyak perusahaan kesulitan untuk mendapatkan keuntungan. 

Keadaan ini pada akhirnya memaksa banyak perusahaan melakukan PHK hingga menutup bisnis karena gulung tikar. Contohnya seperti beberapa daftar perusahaan yang menutup bisnisnya karena Covid-19 berikut ini.

1. STOQO 

perusahaan yang menutup bisnisnya karena covid-19 EKRUT 
Perusahaan STOQO menutup bisnis karena Covid-19- EKRUT

Daftar pertama perusahaan yang menutup bisnisnya karena Covid-19 adalah STOQO. Perusahaan startup lokal ini terpaksa menghentikan kegiatan bisnis dan operasionalnya karena terdampak Covid-19. 

Berdiri sejak 2016, STOQO adalah platform yang membantu restoran, kafe, warung makan hingga katering untuk menyuplai bahan baku secara online.

Berdasarkan situs resminya, STOQO menyediakan berbagai macam produk seperti sayuran, daging segar, bahan pokok (dry good), keperluan kemasan dan perlengkapan penunjang kebersihan bagi konsumen mereka. 

Bisnis yang berfokus pada segmentasi B2B kuliner ini, memberikan kemudahan bagi konsumennya untuk berbelanja bahan pokok melalui aplikasi mereka, yang nantinya produk tersebut akan diantarkan langsung kepada konsumen. 

Sayangnya sejak Corona merebak, banyak bisnis kuliner yang harus menutup operasional termasuk bisnis kuliner yang berada di mall-mall besar karena aturan PSBB. 

Keadaan inilah yang membuat STOQO mengalami kesulitan keuangan, hingga di penghujung April lalu perusahaan resmi berhenti beroperasi.

Baca juga: Sederet dampak corona bagi negara-negara di dunia

2. Eatsy 

perusahaan yang menutup bisnisnya karena covid-19 EKRUT 
Perusahaan asal Singapura Eatsy juga tutup pada 1 April 2020- EKRUT

Selain STOQO, perusahaan yang menutup bisnisnya karena Covid-19 adalah Eatsy. Perusahaan yang berasal dari Singapura ini memang terbilang sangat baru di Indonesia. 

Baru berdiri di tanah air pada November 2019 lalu, perusahaan akhirnya harus menutup bisnisnya pada 1 April 2020 karena pengaruh pandemi yang memburuk.

Eatsy sendiri adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan makanan dan pembayaran restoran lebih awal tanpa harus mengantri. 

Selama beroperasi di Indonesia, Eatsy sudah didukung oleh OVO sebagai alat pembayarannya. 

Didirikan pada 2016 oleh Shau Heng, perusahaan ini telah mengumpulkan dana sebanyak USD 1 juta dari investor seperti East Ventures dan Quest Ventures. 

Baca juga: Waste4Change raih pendanaan dari East Ventures dan investor lainnya

3. HOOQ

perusahaan yang menutup bisnisnya karena covid-19 EKRUT
 HOOQ juga telah menghentikan kegiatan operasional di tengah Covid-19-EKRUT

Bila dua perusahaan di atas kebanyakan bergerak dalam bidang kuliner. Kini perusahaan lain yang menutup usahanya saat pandemi bergerak dalam bisnis video streaming yaitu HOOQ

HOOQ resmi tidak beroperasi lagi di Indonesia pada 30 April lalu. Akan tetapi, keputusan perusahaan yang berasal dari Singapura ini tidak sepenuhnya karena Covid-19. 

Hal ini karena ada juga penyebab lain yang menyertainya seperti tidak adanya investor baru, serta kekurangan finansial untuk menanggulangi operasional yang terus membengkak. 

HOOQ sendiri didirikan pada 2015 silam oleh perusahaan besar mulai dari Singapore Telecommunication LTD, Sony Pictures dan Warner Bros Entertainment.

4. Airy

perusahaan yang menutup bisnisnya karena covid-19 EKRUT 
Airy juga rencana akan menutup perusahaan pada 31 Mei 2020-EKRUT

Airy jadi perusahaan terakhir yang kabarnya akan segera menutup kegiatan operasional di tanah air. Jaringan penyedia hotel murah lokal ini rencananya akan resmi menghentikan kegiatan bisnis pada 31 Mei 2020 nanti. 

Berita ini mencuat saat ditemukannya email dari Airy untuk mitra properti yang mengabarkan bila perusahaan akan segera menutup bisnis. 

Penyebab utamanya karena perusahaan mengalami pengurangan SDM dan penurunan bisnis yang signifikan akibat bencana internasional ini. 

Rumor pun diperkuat karena pengguna sudah tidak bisa memesan hotel Airy untuk diperiode booking 1 Juni ke atas. 

Sebelumnya di April lalu, perusahaan juga sempat melakukan PHK terhadap 70 karyawannya. 

Sebagai salah satu mitra kerja sama Traveloka, Airy tak dapat menahan dampak Corona yang besar ini. Padahal perusahaan telah memiliki sekitar 30.000 kamar di 2.000 properti di seluruh Indonesia. 

Baca juga: Airy akan tutup permanen akhir Mei

Nyatanya tak hanya perusahaan startup di atas saja yang tak bisa menahan imbas akibat Corona. Beberapa perusahaan besar juga ikut terdampak dan mengalami kesulitan yang sama, seperti: 

  • Grup Ismaya yang harus menghentikan segala bentuk operasional perusahaan yang banyak bergerak di bidang kuliner seperti restoran Dapur Kecil, Mesiu, Manarai, Pizza e Birra, Djournal Coffee dll 
  • Gramedia, mulai menutup beberapa toko di wilayah Jabodetabek mengikuti penutupan beberapa mall juga yang terjadi di wilayah tersebut
  • Matahari Departemen Store juga telah menutup semua toko yang banyak berada di mall-mall hingga waktu yang belum ditentukan

Dari beberapa contoh daftar perusahaan yang menutup bisnisnya karena Covid-19 di atas, kita bisa melihat banyak perusahaan nyatanya tidak bisa mengelak dari imbas pandemi Corona.

Baca juga: 5 Cara jitu agar perusahaan bisa bertahan di tengah pandemi Corona

Akibatnya para pekerja pun terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Meski demikian mari berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga roda bisnis pun bisa pulih seperti sedia kala. 

perusahaan yang menutup bisnisnya karena covid 19 EKRUT

Sumber: 

  • DealstreetAsia
  • Kr-Asia
  • Thejakartapost.com

Tags

Share