Careers

PESTLE analysis: Pengertian, tujuan, manfaat, dan contohnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Natasya Primatyassari

Natasya Primatyassari has been dipping her toes into the digital marketing pool since 2018 and has helped numerous companies with their communication needs. Her passion is to make a business sparkle through its useful and engaging content.

PESTLE-analysis-adalah-EKRUT.jpg

Membuat bisnis baru dan memperkenalkannya ke publik tidaklah mudah. Ada berbagai hal yang harus kamu persiapkan termasuk faktor eksternal yang mungkin bisa menjadi masalah di kemudian hari. Untuk membantumu menganalisis faktor eksternal tersebut, kamu bisa mencoba menggunakan PESTLE analysis. Lewat tools ini akan mampu memberikanmu gambaran kemungkinan apa saja yang harus kamu hadapi.

Berkenalan dengan PESTLE analysis

Berkenalan dengan PESTLE analysis adalah EKRUT
Pestle analysis bisa kamu gunakan untuk memantau faktor eksternal yang bisa berdampak bagi perusahaan - EKRUT

PESTLE analysis adalah sebuah akronim dari tools yang digunakan dalam manajemen strategi untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan memantau faktor eksternal apa saja yang bisa berdampak bagi perusahaan di masa depan.

Akronim PESTLE ini terdiri dari enam kata yang mewakili P (Politics), E (Economics), S (Social), T (Technology), L (Legal) dan E (Environment). Apa kira-kira makna dari enam kata ini? Berikut penjelasannya.

1. Politics (Politik)

Maksud kata politik dalam PESTLE analysis adalah untuk mengetahui sejauh mana pemerintah bisa memengaruhi ekonomi atau industri tertentu. Selain itu, bentuk faktor politik biasanya berupa kebijakan fiskal, tarif perdagangan, kebijakan pajak dan lain-lain, di mana semua kebijakan ini dipungut oleh pemerintah dan bisa memengaruhi lingkungan bisnis (ekonomi) secara luas.

Sebagai contoh, ketika pemerintah mengenakan bea atau pajak baru bagi seluruh perusahaan karena menghasilkan pendapatan yang mungkin berubah.

2. Economics (Ekonomi)

PESTLE analysis kedua yakni tentang faktor ekonomi. Banyak dari faktor ini yang berdampak langsung pada perusahaan, seperti nilai tukar mata uang asing, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga, dan sebagainya.

Adapun contoh PESTLE analysis untuk faktor ekonomi adalah saat adanya kenaikan inflasi, perusahaan harus menentukan harga produk atau layanan yang tepat bagi konsumen. Sebab, biasanya kenaikan inflasi membuat daya beli masyarakat menurun.

3. Social (Sosial)

Faktor sosial dalam PESTLE analysis menggambarkan bahwa lingkungan sosial perusahaan bisa mengidentifikasi tren atau strategi bisnis yang terjadi di masyarakat berdasarkan demografi, budaya hingga analisis populasi. Semisal, tren pembelian untuk negara di Amerika umumnya akan mengalami kenaikan bila sudah memasuki musim liburan.

4. Technology (Teknologi)

Siapa yang menyangka bila kemajuan teknologi juga bisa memengaruhi industri bisnis. Salah satu contoh, adanya peran teknologi ini dalam industri adalah ketika mulai banyak perusahaan yang melakukan otomatisasi dalam operasionalnya. Sehingga membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, tetapi juga mengakibatkan hilangnya beberapa fungsi yang berujung PHK.

5. Legal (Hukum)

Perlu kamu tahu bahwa dalam faktor hukum seperti undang-undang yang dibuat oleh pemerintah memberi pengaruh pada lingkungan bisnis di suatu negara. Di sisi lain perusahaan juga memiliki peraturannya tersendiri. Agar ini bisa beriringan maka, analisis hukum harus memetakan kedua hal ini supaya strategi bisnis sesuai undang-undang yang ada.

6. Environmental (Lingkungan)

Faktor ini berbicara tentang peran lingkungan yang memberikan kesuksesan pada bisnis. Sebagai contoh industri bisnis yang sangat tergantung pada lingkungan adalah sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata.

Baca juga: Analisis SWOT: pengertian, contoh, dan cara menggunakannya

Dengan mempertimbangkan enam faktor PESTLE di atas, kamu bisa menggunakannya untuk menghadapi masalah dalam bisnis serta ketika bisa akan meluncurkan produk atau layanan dengan mempertimbangkan faktor eksternal tersebut.

Hasil dari analisis PESTLE juga bisa digunakan dalam melakukan analisis SWOT, business model canvas, risk assessment, dan analisis SOAR.

Tujuan dan manfaat PESTLE analysis

Tujuan dan manfaat analisis PESTLE adalah EKRUT
PESTLE analysis umumnya digunakan untuk rencana pemasaran - EKRUT

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa tujuan analisis PESTLE adalah untuk mencapai beberapa hal yang meliputi:

  • Memberikan gambaran tentang pengaruh eksternal yang penting bagi organisasi.
  • Merangsang pemimpin untuk membuat keputusan yang lebih berwawasan dan tegas.
  • Membantu mengevaluasi bagaimana agar strategi yang bisnis buat sesuai dengan lingkungan tempat mereka ada.

Tidak hanya sebagai strategi bisnis semata, PESTLE analysis juga bisa perusahaan gunakan untuk beberapa kegiatan ini.

  • Rencana pemasaran. Dengan memprioritaskan aktivitas bisnis untuk membantu mencapai tujuan pemasaran tertentu dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
  • Perencanaan tenaga kerja supaya selaras dengan strategi bisnis. Fungsi PESTLE di sini supaya mengidentifikasi perubahan yang mengganggu pada model bisnis yang bisa berdampak pada lanskap sektor ketenagakerjaan di masa depan.
  • Product development. PESTLE analysis membantu perusahaan untuk memutuskan apakah suatu produk mampu memenuhi kebutuhan pasar? Dan apabila layak, memberikan saran kapan sebaiknya produk tersebut diluncurkan.

Bagaimana cara melakukan PESTLE analysis?


Langkah pertama saat akan melakukan PESTLE analysis adalah brainstorming atau bertukar pikiran - Pexels

Dikutip dari oxfordcollegeofmarketing.com, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui saat melakukan PESTLE analysis. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengumpulkan beberapa orang dari berbagai divisi di perusahaan untuk brainstorming atau bertukar pikiran.

Setelah itu, kamu akan meminta pendapat dan berkonsultasi dengan para ahli yang berada di luar perusahaan. Orang-orang ini bisa jadi pelanggan, distributor, pemasok, atau konsultan yang telah mengenal bisnis kamu dengan baik.

Tahap berikutnya akan melibatkanmu untuk meneliti dan mengumpulkan bukti dari setiap analisis yang telah dilakukan. Dari data tersebut, kamu dapat mengevaluasi, menilai, atau memproyeksikan potensi dan dampak terhadap bisnis yang sedang dijalankan.

Tahapan yang terakhir yaitu menyempurnakan ide-ide yang muncul dan mencoba untuk menerapkannya hingga dapat memenuhi keenam kategori yang telah disebutkan sebelumnya (politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum, dan lingkungan).

Perbedaan PESTLE dengan PEST analysis


Perbedaan PESTLE dengan PEST analysis adalah faktor-faktor yang melingkupinya - Pexels

Perbedaan PESTLE dengan PEST analysis sebenarnya hanya terletak pada faktor-faktor yang melingkupinya. PESTLE analysis merupakan metode yang dapat membantu perusahaan mengidentifikasi faktor eksternal yang dapat memengaruhi operasional bisnis mereka secara langsung.

Seperti akronimnya, PEST analysis berpusat pada keempat area yaitu politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Sedangkan PESTLE analysis melibatkan faktor tambahan yaitu hukum dan lingkungan.

Dikutip dari investopedia.com, PEST analysis pertama kali diperkenalkan dengan nama ETPS oleh profesor Harvard Francis J. Aguilar. Dalam publikasinya di tahun 1967 "Memindai Lingkungan Bisnis", Aguilar menyajikan faktor ekonomi, teknologi, politik, dan sosial sebagai pengaruh utama pada lingkungan bisnis. Kemudian, huruf-huruf tersebut disusun ulang agar menciptakan akronim yang nyaman dan unik yang masih digunakan hingga saat ini.
 
PESTLE atau PEST analysis umumnya digunakan bersama dengan analisis SWOT, yang merupakan singkatan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Thread (ancaman).

Keuntungan dan kekurangan PESTLE analysis


Keuntungan PESTLE analysis dapat digunakan untuk memproyeksikan peluang maupun ancaman bisnis - Freepik

PESTLE analysis adalah metode penting yang digunakan perusahaan untuk menentukan strategi bisnisnya agar dapat lebih kompetitif di pasar. Meskipun begitu, metode ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti dikutip dari oxfordcollegeofmarketing.com sebagai berikut.

1. Keuntungan menggunakan PESTLE analysis

  • Analisis ini dapat digunakan untuk memproyeksikan peluang maupun ancaman yang di masa depan
  • Mendorong bisnis untuk turut mempertimbangkan lingkungan eksternal di mana perusahaan beroperasi
  • Analisis ini dapat membantu perusahaan memahami tren pasar yang sedang terjadi

2. Kekurangan menggunakan PESTLE analysis

  • Banyak peneliti berpendapat bahwa analisis yang sederhana ini kurang menggambarkan kondisi perusahaan secara komprehensif
  • Kelemahan paling signifikan dari analisis ini karena hanya didasarkan pada penilaian faktor eksternal

Contoh PESTLE analysis dalam brand yang kamu kenal

contoh pestle analysis adalah EKRUT
Kamu bisa melihat contoh PESTLE analysis ini di perusahaan UBER - EKRUT

Untuk membantumu memahami lebih jelas tentang PESTLE analysis ini sekaligus praktiknya dalam bisnis perusahaan, kamu bisa melihat contoh analisis PESTLE perusahaan Uber.

Uber "Leading share taxi service provider"

  • Politics: Perlu menjelaskan tentang asuransi pengemudi, harus mengikuti aturan upah minimum dan harus berurusan dengan banyak larangan di banyak negara.
  • Economics: Mudah diakses, menawarkan kesempatan kerja tetapi dengan bayaran kurang meyakinkan serta biaya tarif yang terjangkau.
  • Social: Penjemputan yang cepat, ramah pengguna, dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik dari pada taxi.
  • Technology: Menggunakan media sosial atau media elektronik lain untuk melakukan promosi dan aplikasi seluler yang sangat baik bagi pengguna.
  • Legal: Perlu untuk mengikuti Undang-undang Ketenagakerjaan dan keselamatan karyawan dengan baik, memerhatikan Undang-undang hak cipta, dan perlu mencegah pelarangan di banyak negara.
  • Environmental: Pemakaian BBM yang bisa makin meningkat serta kemacetan lalu lintas juga harus jadi perhatian perusahaan.

Baca juga: Uber melakukan IPO, ini kabar terbarunya

Dengan memahami contoh di atas, mulai sekarang kamu sudah bisa mencoba untuk membuat analisis yang sama seperti itu. Hal ini yang pada akhirnya dapat membantumu menghindari permasalahan bisnis yang mungkin muncul saat produk atau layananmu dikenalkan pada masyarakat.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT OfficialNah, kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

Sumber:

  • groupmap
  • pestleanalysis
  • edrawmax
  • cipd
  • oxfordcollegeofmarketing.com
  • investopedia.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read
    5.Bagaimana_cara_Anda_untuk_menciptakan_lingkungan_kerja_yang_kondusif__(1).jpg

    Careers

    8 Pertanyaan Tentang Kepemimpinan Saat Interview Kerja beserta Jawaban Terbaiknya

    Gloria Renatha

    16 December 2022
    5 min read

    Video