Published on

Careers

PESTLE Analysis: Pengertian, tujuan, manfaat, dan contohnya

Nur Lella Junaedi

PESTLE-analysis-adalah-EKRUT.jpg

Membuat bisnis baru dan memperkenalkannya ke publik tidaklah mudah. Ada berbagai hal yang harus kamu persiapkan termasuk faktor eksternal yang mungkin bisa menjadi masalah di kemudian hari. 

Untuk membantumu menganalisis faktor eksternal tersebut, kamu bisa mencoba menggunakan PESTLE Analysis. Lewat tools ini akan mampu memberikanmu gambaran kemungkinan apa saja yang harus kamu hadapi. 

Berkenalan dengan PESTLE analysis 

Berkenalan dengan PESTLE analysis adalah EKRUT 
Pestle analysis bisa kamu gunakan untuk memantau faktor eksternal yang bisa berdampak bagi perusahaan - EKRUT

PESTLE analysis adalah sebuah akronim dari tools yang digunakan dalam manajemen strategi untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan memantau faktor eksternal apa saja yang bisa berdampak bagi perusahaan di masa depan. 

Akronim PESTLE ini terdiri dari enam kata yang mewakili P (Politic),  E (Economics), S (Social), T (Technology), L (Legal) dan E (Environment). Apa kira-kira makna dari enam kata ini? Berikut penjelasannya. 

Politics (politik) 

Maksud kata politik dalam PESTLE analysis adalah untuk mengetahui sejauh mana pemerintah bisa memengaruhi ekonomi atau industri tertentu. 

Selain itu, bentuk faktor politik biasanya berupa kebijakan fiskal, tarif perdagangan, kebijakan pajak dan lain-lain, di mana semua kebijakan ini dipungut oleh pemerintah dan bisa memengaruhi lingkungan bisnis (ekonomi) secara luas. 

Sebagai contoh, ketika pemerintah mengenakan bea atau pajak baru bagi seluruh perusahaan karena menghasilkan pendapatan yang mungkin berubah. 

Economics (Ekonomi) 

PESTLE analysis kedua yakni tentang faktor ekonomi. Banyak dari faktor ini yang berdampak langsung pada perusahan, seperti nilai tukar mata uang asing, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga dan sebagainya.

Adapun contoh PESTLE Analysis untuk faktor ekonomi adalah saat adanya kenaikan inflasi, perusahaan harus menentukan harga produk atau layanan yang tepat bagi konsumen. Sebab, biasanya kenaikan inflasi membuat daya beli masyarakat menurun. 

Social (Sosial) 

Faktor sosial dalam PESTLE analysis menggambarkan bahwa lingkungan sosial perusahaan bisa mengidentifikasi tren atau strategi bisnis yang terjadi di masyarakat berdasarkan demografi, budaya hingga analisis populasi. 

Semisal, tren pembelian untuk negara di Amerika umumnya akan mengalami kenaikan bila sudah memasuki musim liburan. 

Technology (Teknologi) 

Siapa yang menyangka bila kemajuan teknologi juga bisa memengaruhi industri bisnis. 

Salah satu contoh adanya peran teknologi ini dalam industri adalah ketika mulai banyak perusahaan yang melakukan otomatisasi dalam operasionalnya. 

Sehingga membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, tetapi juga mengakibatkan hilangnya beberapa fungsi yang berujung PHK. 

Legal (Hukum)

Perlu kamu tahu bahwa dalam faktor hukum seperti undang-undang yang dibuat oleh pemerintah memberi pengaruh pada lingkungan bisnis di suatu negara. Di sisi lain perusahaan juga memiliki peraturannya tersendiri. 

Agar ini bisa beriringan maka, analisis hukum harus memetakan kedua hal ini supaya strategi bisnis sesuai undang-undang yang ada. 

Environmental (Lingkungan)

Faktor ini berbicara tentang peran lingkungan yang memberikan kesuksesan pada bisnis. Sebagai contoh industri bisnis yang sangat tergantung pada lingkungan adalah sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata. 

Baca juga: Analisis SWOT: pengertian, contoh, dan cara menggunakannya

Dengan mempertimbangkan enam faktor PESTLE di atas, kamu bisa menggunakannya untuk menghadapi masalah dalam bisnis serta ketika bisa akan meluncurkan produk atau layanan dengan mempertimbangkan faktor eksternal tersebut. 

Hasil dari analisis PESTLE juga bisa digunakan dalam melakukan analisis SWOT, business model canvas, risk assessment dan analisis SOAR.

Tujuan dan manfaat analisis PESTLE

Tujuan dan manfaat analisis PESTLE adalah EKRUT 
|PESTLE Analysis umumnya digunakan untuk rencana pemasaran - EKRUT

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa tujuan analisis PESTLE adalah untuk mencapai beberapa hal yang meliputi: 

  • Memberikan gambaran tentang pengaruh eksternal yang penting bagi organisasi. 
  • Merangsang pemimpin untuk membuat keputusan yang lebih berwawasan dan tegas. 
  • Membantu mengevaluasi bagaimana agar strategi yang bisnis buat sesuai dengan lingkungan tempat mereka ada. 

Tidak hanya sebagai strategi bisnis semata, PESTLE analysis juga bisa perusahaan gunakan untuk beberapa kegiatan ini. 

  • Rencana pemasaran. Dengan memprioritaskan aktivitas bisnis untuk membantu mencapai tujuan pemasaran tertentu dalam jangka waktu yang telah ditentukan. 
  • Perencanaan tenaga kerja supaya selaras dengan strategi bisnis. Fungsi PESTLE di sini supaya mengidentifikasi perubahan yang mengganggu pada model bisnis yang bisa berdampak pada lanskap sektor ketenagakerjaan di masa depan. 
  • Product development. PESTLE  analysis membantu perusahaan untuk memutuskan apakah suatu produk mampu memenuhi kebutuhan pasar? Dan apabila layak, memberikan saran kapan sebaiknya produk tersebut diluncurkan. 

Contoh PESTLE analysis dalam brand yang kamu kenal

contoh pestle analysis adalah EKRUT 
Kamu bisa melihat contoh PESTLE analysis ini di perusahaan UBER - EKRUT

Untuk membantumu memahami lebih jelas tentang PESTLE analysis ini sekaligus praktiknya dalam bisnis perusahaan, kamu bisa melihat contoh analisis PESTLE perusahaan Uber.

Uber ‘Leading share taxi service provider’.

  • Politic:  Perlu menjelaskan tentang asuransi pengemudi, harus mengikuti aturan upah minimum dan harus berurusan dengan banyak larangan di banyak negara. 
  • Economics: Mudah diakses, menawarkan kesempatan kerja tetapi dengan bayaran kurang meyakinkan serta biaya tarif yang terjangkau. 
  • Social: Penjemputan yang cepat, ramah pengguna dan  memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik dari pada taxi.
  • Technology: Menggunakan media sosial atau media elektronik lain untuk melakukan promosi dan aplikasi seluler yang sangat baik bagi pengguna.
  • Legal: Perlu untuk mengikuti Undang-undang Ketenagakerjaan dan keselamatan karyawan dengan baik, Memerhatikan Undang-undang hak cipta dan perlu mencegah pelarangan di banyak negara. 
  • Environmental: Pemakaian BBM yang bisa makin meningkat serta kemacetan lalu lintas juga harus jadi perhatian perusahaan. 

Baca juga: Uber melakukan IPO, ini kabar terbarunya

Dengan memahami contoh PESTLE analysis di atas, mulai dari sekarang kamu bisa mencoba untuk membuat analisis yang sama seperti itu. 

Hal ini yang pada akhirnya bisa membantumu menghindari permasalahan bisnis yang mungkin muncul saat produk atau layananmu dikenalkan pada masyarakat. 

pestle analysis EKRUT

Sumber: 

Tags

Share