Published on

Careers

8 Tips jitu membuat portofolio desain grafis

Maria Tri Handayani

portofolio-desain-grafis---EKRUT.jpg

Seorang desainer grafis harus memiliki portofolio yang menarik. Alasannya, portofolio tidak hanya menunjang keperluan melamar kerja, namun juga dapat membantumu mendapatkan klien atau proyek baru di kemudian hari. 

Lantas bagaimana cara membuat portofolio desain grafis dengan tepat? Berikut beberapa tips yang bisa kamu simak. 

1. Tentukan tujuan portofolio 

portofolio desain grafis - EKRUT
Sesuaikan isi portofolio dengan tujuan dibuatnya portofolio tersebut - EKRUT

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum membuat portofolio desain grafis adalah menentukan tujuan yang jelas, untuk apakah portofolio tersebut. Dengan menentukan tujuan kamu dapat menyesuaikan isi portofolio desain grafis yang harus kamu buat. 

Jika kamu ingin mencari pekerjaan, mungkin akan lebih baik bila kamu membuat portofolio desain grafis yang menampilkan proyek-proyek yang terkait dengan pekerjaan yang kamu lamar. Dengan begitu portofolio kamu akan menyoroti keunggulan kamu sebagai kandidat. 

Namun jika kamu hendak membuat portofolio desain grafis untuk menarik calon klien, maka kamu harus menampilkan contoh proyek-proyek yang berhasil kamu tangani yang dapat menunjukkan bagaimana hasil kerjamu bermanfaat bagi klien-klien yang pernah bekerja sama. 

2. Pilihlah hasil karya terbaik 

portofolio desain grafis - EKRUT
Fokuslah pada kualitas portofolio desain grafis yang kamu punya - EKRUT

Dalam cara membuat portofolio desain grafis,  yang paling penting adalah fokus pada kualitas dibanding kuantitas. 

Pilihlah hasil karya dari proyek- proyek terbaik kamu dan jadikan itu sebagai fokus utama dari portfolio desain grafis kamu. Tampilkan setidaknya 10 hinggga 20 hasil karya desain terbaik kamu  yang paling mengesankan. 

Kenapa hanya memilih hasil karya terbaik dan menampilkan dalam jumlah yang terbatas? 

Tentu alasannya karena orang pada umumnya hanya punya rentang perhatian yang pendek, terutama bila melihat portofolio yang diunggah di situs.

Alih-alih membuat mereka sibuk melihat semua hasil karya yang kamu miliki, berikanlah pada mereka hanya yang terbaik saja. 

Dengan menampilkan desain logo, atau animasi dari proyek terbaik kamu tetap bisa menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang penuh potensial. 

Baca juga: 6 Cara membuat portofolio yang mengesankan

3. Tunjukkan proyek yang beragam

portofolio desain grafis - EKRUT
Tampilkan proyek yang beragam di portofolio kamu - EKRUT

Mungkin kamu akan khawatir jika portofolio yang terbatas tidak dapat menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang serba bisa menangani beragam proyek. 
Jangan khawatir. Ketika memilih proyek dan hasil karya yang ingin kamu tampilkan di portofolio, kamu dapat menampilkan proyek yang lebih bervariasi. 

Dengan begitu portofolio kamu dapat memberikan pandangan penuh tentang kemampuan yang kamu miliki dan pekerjaan yang telah kamu lakukan selama ini. Namun tetap ingat, tampilkan karya dan proyek-proyek yang terbaik saja. 

4. Pilih platform yang tepat untuk portofolio desain grafis kamu 

portofolio desain grafis - EKRUT
Manfaatkan platform portofolio yang sesuai dengan kebutuhan - EKRUT

Cara membuat portofolio desain grafis lainnya yang harus kamu perhatikan adalah memilih platform yang tepat untuk menampilkan hasil karyamu tersebut. 

Tidak ada salahnya bila kamu menggunakan situs dengan membeli domain URL khusus. Ini akan menunjukkan profesionalisme kamu sebagai seorang desain grafis di mata klien. Memiliki situs sendiri juga membantumu lebih mudah mengatur portofolio sesuai dengan kebutuhan. 

Namun jika kamu tidak ingin membeli domain, kamu juga tetap bisa memanfaatkan beragam platform gratis untuk portofolio desain grafis di luar sana lalu pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan yang kamu cari. 

5. Jangan desain berlebihan 

portofolio desain grafis - EKRUT
Jagalah jangan sampai desain portofolio kamu terlalu berlebihan - EKRUT

Ketika ingin membuat portofolio desain grafis yang menarik mungkin kamu akan tergoda untuk mendesain portofolio dengan berlebihan. Hindari hal ini.

Dengan desain yang berlebihan calon klien atau perekrut bisa jadi akan dibuat bingung saat melihat portofoliomu. 

Jadi pastikan desain kamu tetap minimal, bersih dan mudah dimengerti.

Baca juga: Kesalahan membuat portofolio yang harus dihindari

6. Ceritakan kisah di balik karya kamu

portofolio desain grafis - EKRUT
Sertakan ringkasan proses kreatif kamu di portofolio agar lebih menarik - EKRUT

Jangan hanya fokus mengunggah gambar, ceritakan pula kisah di balik desain atau karya yang kamu hasilkan. 

Dengan melakukan ini kamu dapat menjadikan hasil karya tersebut sebagai sebuah studi kasus yang dapat menjelaskan proses kreatif yang kamu lewati.

Beberapa hal yang bisa kamu ceritakan misalnya adalah tujuan klien dan bagaimana desain kamu menjawab tujuan tersebut.  Atau jelaskan apa kendala dan tantangan yang kamu hadapi beserta cara kamu mengatasinya.

Berikan pula gambaran apakah seluruh proyek adalah tanggung jawab kamu atau kamu hanya menjadi bagian dari tim yang lebih besar. Jelaskan bagaimana kamu sampai pada desain final dan bagaimana kesuksesan yang kamu hasilkan dari desain tersebut. 

Ringkasan kisah di balik desain ini akan mengontekstualisasikan pekerjaan kamu sehingga klien atau perekrut dapat memiliki alasan terukur untuk mempekerjakan kamu atau tidak. 

7. Tunjukan kepribadian kamu 

portofolio desain grafis - EKRUT
Buatlah portofolio yang mencerminkan kepribadianmu - EKRUT

Setiap portofolio desain grafis tentu akan menunjukan gaya unik dari masing-masing pemiliknya. 

Itu sebabnya jangan lupakan untuk memberi sentuhan dan cerminan kepribadian kepada portofolio kamu agar lebih personal. Bagaimanapun klien atau perekrut tentu ingin tahu tentang kamu, bukan

8. Sertakan rekomendasi klien bila ada 

portofolio desain grafis - EKRUT
Rekomendasi dari klien akan membuat kamu terlihat semakin profesional - EKRUT

Untuk memberi kesan pada calon klien atau perekrut atas hasil kerja yang selama ini telah kamu lakukan, ada baiknya kamu memasukkan rekomendasi dari perusahaan atau klien kamu sebelumnya. 

Dengan menambahkan rekomendasi atau review dari mereka  di dalam portofolio desain grafis  kamu dapat meningkatkan profesionalisme kamu sendiri.

Itulah beberapa tips cara membuat portofolio desain grafis yang bisa kamu praktikan. Untuk membuat portofolio desain grafis ini kamu bisa memanfaatkan beberapa platform online seperti yang dijelaskan di artikel berikut

Selamat membuat portofolio desain grafis yang menarik ya. 

portofolio desain grafis - EKRUT

Sumber: 

  • hubspot.com
  • graphicdesignjunction.com
  • aiga.org
     

Tags

Share