Published on

Careers

11 Cara menggali potensi diri untuk menunjang perkembangan karier

Algonz D.B. Raharja

H1_Potensi_Diri.jpg

Baik dalam kehidupan maupun dunia kerja, potensi diri amat penting untuk diketahui oleh tiap individu. Secara psikologis, mengenali potensi diri dapat mempermudah seseorang dalam mengatur atau mengelola kepribadian terhadap berbagai hal di luar dirinya. Potensi diri diperlukan pula di dunia kerja karena setiap individu dituntut untuk terus berkembang dan mampu mengembangkan potensinya dari waktu ke waktu.

Meski begitu, mengenali potensi diri juga bukanlah hal yang mudah. Tak semua orang dapat mengenali potensi diri mereka sendiri meski telah berusia dewasa sekalipun. Tak jarang, mereka justru butuh orang lain untuk menemukan potensi-potensi diri mereka. Beberapa hal ini bisa saja terjadi karena faktor-faktor seperti kurangnya kepercayaan diri dan keragu-raguan terhadap diri sendiri.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa dan bagaimana cara menggali potensi diri untuk menunjang karier, mari simak ulasan berikut ini.

Apa itu potensi diri?

apa itu potensi diri
Membuat rencana dan tujuan hidup merupakan salah satu segi utama dalam diri seseorang (Sumber: Pexels)

Doktor Psikologi dari University of New Hampshire, Durham, Bonnie A. Barlow dalam disertasinya tentang potensi diri dan personal intelegensia mendefinisikan potensi diri sebagai proses kreatif untuk memahami pengalaman, menemukan arah, tujuan hidup, menetapkan tujuan, dan membuat rencana berdasarkan tujuan hidup. Potensi diri terkait erat dengan istilah pengembangan diri seperti yang akrab dipakai dalam psikologi kepribadian. 

Dalam disertasinya, Barlow menjelaskan bahwa potensi diri mencakup empat segi utama dalam diri seseorang. Keempat hal ini antara lain adalah:

  • Mengidentifikasi jati diri seseorang
  • Mengintegrasikan berbagai aspek diri, seperti aspek kognitif, emosi, dan motivasi
  • Proses penciptaan makna pribadi
  • Membuat rencana dan tujuan hidup

Sepintas, memang potensi diri nampak serupa dengan Teori Aktualisasi Diri yang dibuat psikolog Carl Rogers yang memakai metode pemecahan pengalaman diri menjadi kongruensi dan inkongruensi. Di mana dalam kedua hal itu terdapat gambaran diri dan proyeksi ideal diri individu. Dengan memakai piramida kebutuhan individu yang dibuat Abraham Maslow, Rogers mencoba mengembangkan apa yang kemudian disebut sebagai aktualisasi diri. 

Secara umum, potensi diri dapat ditemukan atau digali melalui metode aktualisasi diri, Rogers meyakini bahwa seseorang dapat bertumbuh dengan memperhatikan lingkungan yang memberikan keterbukaan atas pengungkapan diri. Seseorang memerlukan penerimaan, empati, penghargaan positif, dan pemahaman dari orang lain. Tanpa hal ini relasi eksternal dan kepribadian yang sehat akan sulit berkembang.

Baca juga: Cara mengembangkan potensi diri demi kesuksesan karier

Rogers meyakini bahwa setiap orang dapat mencapai tujuan, keinginan, dan tujuan hidup dengan mengenal dirinya sendiri. Melakukan aktualisasi diri untuk menemukan potensi diri adalah hal yang penting dilakukan oleh setiap individu. Empat komponen yang ditawarkan Barlow di atas tadi dapat menjadi salah satu fokus identifikasi potensi diri, yaitu di mana seseorang dapat menemukan dirinya sendiri.

Selaras dengan Rogers, Barlow juga meyakini bahwa potensi diri amat penting digali untuk mengembangkan rencana dan tujuan hidup bagi seseorang. Sebab, jati diri yang menjadi titik utama potensi diri adalah skema kognitif yang berisi pengetahuan tentang apa yang bermakna secara personal. Memiliki akses ke jati diri penting bagi identifikasi pengalaman dan kesadaran terhadap diri sendiri.

Bagaimana cara tahu dan menggali potensi diri?

bagaimana cara tahu dan menggali potensi diri?
Mengetahui potensi diri dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal kecil dan evaluasi terhadap kemampuan personal (Sumber: Pexels)

Memahami potensi diri amat penting bagi siapapun yang ingin melamar kuliah, memilih jalur karier, bahkan saat mengalami midlife-crisis. Mungkin, dunia nampak telah memberi sebuah harapan yang tak realistis sejak semula, hal itu secara tidak langsung akan membuat seseorang tidak memahami potensi dirinya.

Beberapa orang meyakini bahwa setiap orang memang diciptakan dengan beberapa kemampuan atau bakat terpendam. Namun, beberapa orang pula justru habis-habisan terjerumus pada proses untuk menemukan bakat itu, alih-alih membangun potensi yang ada, mereka justru tak menemukan apa-apa.

Seseorang dapat memahami potensi diri untuk dapat membantu dirinya menjadi pribadi yang progresif dan sukses. Potensi diri dapat diketahui dari hal-hal kecil yang membuat seseorang mampu dan meyakini bahwa sesuatu akan berjalan baik jika ia kerjakan. Potensi diri dapat digali dengan introspeksi batin mengenai motivasi apa yang membuat diri seseorang mampu terdorong untuk suatu hal secara berulang dan terus berjalan baik.

Selain introspeksi dan mendengar suara batin, potensi diri juga bisa diketahui dengan menanyakan kembali pada diri seseorang apakah suatu hal yang ia kerjakan telah sesuai dengan kesadarannya atau belum. Tingkat kepuasan seseorang dalam melakukan sesuatu yang positif bisa menentukan potensi dirinya. Potensi diri adalah suatu hal yangseringkali muncul meski secara tidak sadar hal itu terus dikembangkan dan dilakukan oleh seseorang.

Baca juga: Kunci menjawab pertanyaan kelemahan dan kelebihan saat interview 

11 Cara menggali potensi diri agar berprestasi

11 cara menggali potensi diri agar berprestasi
Kenali cara-cara menggali potensi diri agar berprestasi (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah dibahas tadi, menggali potensi diri adalah suatu keniscayaan bagi seseorang karena ia dapat mengembangkan dirinya lebih baik lagi. Menggali potensi diri untuk urusan apapun, terlebih karier, dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi seseorang. Berikut ini adalah 11 cara menggali potensi diri untuk menjemput prestasi seseorang.

1. Cari tahu apa impian Anda

cari tahu apa impian anda
Kenali diri anda untuk dapat menggali potensi diri anda (Sumber: Pexels)

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menggali potensi diri adalah mencari tahu apa impian anda. Impian dalam hal ini bisa jadi sebuah hasrat yang ingin dicapai dengan kemampuan anda sekarang. Dengan begitu, tanpa disadari anda akan mengenali potensi diri anda dengan mengandalkan kemampuan yang menonjol dalam diri anda.

Mengetahui impian dan harapan personal dapat menjadi tolok ukur dalam memahami diri sendiri. Mungkin bagi sebagian orang hal ini nampak tidak realistis karena sekadar berangan-angan, tapi bagi seorang yang ingin menemukan potensi diri, hal ini penting dilakukan. Sebabnya, melalui proyeksi masa depan ini nantinya potensi diri akan keluar dan dapat terlihat saat proses meraih impian tersebut.

2. Kenali kelebihan dan kekurangan diri Anda

Selain mencari tahu impian anda, langkah lain yang bisa digunakan untuk menggali potensi diri adalah mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Beberapa orang mungkin akan berpikir bahwa setiap potensi diri adalah kelebihan diri yang tampak. Hal itu tak salah, tetapi juga tak sepenuhnya benar. Belum tentu suatu kekurangan bukan termasuk potensi diri.

Kita perlu memahami apakah kelebihan dan kekurangan ini relevan dengan personalitas kita atau tidak. Itulah mengapa tidak setiap kelebihan akan menjadi potensi diri yang mumpuni. Kelebihan mungkin lebih cenderung berkorelasi dengan bakat, tapi belum tentu juga hal itu berarti potensi diri. Beberapa kekurangan justru kadang kala dapat menjadi potensi diri jika hal itu menunjukkan relevansi secara simultan bagi seorang individu.

Baca juga: 9 Etos kerja yang penting bagi perkembangan karier

3. Ketahui apa yang Anda sukai

Cara yang cukup mudah untuk mengetahui relevansi suatu hal terhadap potensi diri adalah tentang suka atau tidak suka. Seperti yang sudah dibahas di atas, setiap kekurangan belum tentu bukan potensi diri, seseorang bisa saja tidak bisa bermain basket di usia 7 tahun, tapi ia terus menyukai olahraga itu hingga ia berkembang menjadi atlet di usia 20 tahun.

Potensi diri adalah menyoal apa yang disukai dan secara terus-menerus dikembangkan. Kekurangan tentu saja bukan hambatan bagi seseorang yang menyukai sesuatu hal. Potensi diri tidak mengenal lemah atau kuat, tetapi bagaimana ia suka untuk terus mengembangkan sesuatu secara terus-menerus.

4. Berani untuk berbeda

berani untuk berbeda
Menjadi berbeda penting dilakukan untuk memahami kehendak batin pribadi (Sumber: Pexels)

Beberapa individu seringkali menyukai hal-hal yang nyaman dan mengikuti arus. Jika kawan-kawannya menggemari kopi, maka ia terpaksa mengikutinya. Atau jika kawan-kawan di lingkungannya menyukai genre musik tertentu, ia pun mengikuti hal tersebut. Hal-hal semacam ini akan membuat seseorang sulit untuk menemukan potensi dirinya.

Potensi diri adalah hal yang unik, sehingga tidak masalah dengan perbedaan. Oleh karena itu, menjadi berbeda bukanlah suatu hal yang buruk. Sebabnya, melalui keberanian untuk menjadi berbeda inilah seseorang akan menjadi yakin tentang hal apa yang ia sukai dan ingin dikembangkan. Meskipun tak ada seorang pun di lingkungannya yang tertarik dengan hal itu.

5. Berani menghadapi kegagalan

Seperti halnya perbedaan, kegagalan seringkali amat dihindari oleh beberapa orang. Kemauan untuk senantiasa berhasil memang baik, namun jika tak pernah gagal maka seseorang itu sebenarnya belum siap untuk berhasil. Kegagalan dapat menunjukkan potensi diri karena hal ini akan menimbulkan evaluasi dan introspeksi diri. 

Melalui kedua hal inilah potensi diri dapat tergambar, entah itu gagal karena tidak berbakat atau gagal karena hanya belum pmengasah potensi saja. Justru, dengan merasakan kegagalan inilah seseorang akan diuji, sebab jika memang itu adalah potensi dirinya, ia akan senantiasa mencoba sembari mengembangkan dirinya untuk lebih baik lagi.

6. Motivasi yang kuat

motivasi yang kuat
Motivasi yang kuat dapat menuntun seseorang menemukan potensi dirinya (Sumber: Pexels)

Setiap individu membutuhkan dorongan atau motivasi dalam menggali potensi diri. Kekuatan motivasi ini bisa datang dari faktor internal maupun eksternal. Meski keduanya sama-sama penting, namun motivasi internal akan lebih berguna untuk menemukan potensi diri seseorang.

Melalui motivasi internal yang kuat, potensi diri pun akan mulai tergambar meski samar-samar sekalipun. Motivasi dapat membuat seseorang yang gagal sekalipun dapat bangkit dan mengembangkan dirinya. Pengembangan dirinya untuk mampu bangkit lagi inilah yang nantinya akan menunjukkan potensi diri seseorang.

7. Tentukan tujuan Anda

Selain memotivasi diri, seseorang juga perlu menentukan tujuan diri dengan seksama. Tujuan diri berbeda dengan impian, sebab tujuan memiliki titik yang jelas dalam suatu interval atau proses hidup seseorang. Misalnya, dalam suatu pekerjaan seorang karyawan junior memiliki tujuan untuk menjadi seorang manajer pada tahun ke-empat bekerja di perusahaan itu.

Impian lebih bersifat tidak pasti dan merangsang impuls sugesti terhadap kemauan diri. Sedangkan tujuan lebih riil dan memungkinkan untuk dikejar dalam suatu waktu. Menentukan tujuan diri dapat menumbuhkan potensi diri agar lebih tampak karena adanya dorongan untuk mencapai tujuan diri tertentu tadi.

8. Buat daftar achievement

buat daftar achievement
Analisis potensi diri anda melalui daftar pencapaian pribadi (Sumber: Pexels)

Achievement atau pencapaian penting untuk diapresiasi, salah satunya adalah dengan membuat daftar pencapaian itu. Hal ini akan memudahkan seseorang untuk melakukan evaluasi terhadap hal-hal apa saja yang koheren dan relevan dengan keinginan diri sesungguhnya. Tiap pencapaian belum tentu terkait dengan potensi diri, karena hal ini bisa saja hal apapun dalam perjalanan hidup seseorang.

Melalui daftar pencapaian ini seseorang akan melihat kecenderungan mana yang ia lakukan atau telah ia capai dan hal itu membuatnya puas. Sekali lagi, kepuasan dan keselarasan hati dengan pencapaian diri merupakan salah satu hal yang hadir karena adanya potensi diri. Dari sanalah kemudian dapat dilihat bagaimana potensi diri seseorang tanpa sadar telah menuntunnya untuk mencapai berbagai hal dengan baik.

Baca juga: Cari tahu pentingnya mentor bagi perkembangan karier

9. Hindari membandingkan diri dengan orang lain

Cara ini masih berhubungan dengan keunikan dan berani berbeda. Seseorang tak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain karena setiap orang memiliki latar belakang dan kemampuan masing-masing. Begitu pula dengan potensi diri, tiap orang memilikinya secara unik dan berbeda-beda.

Dengan mempercayai diri sendiri dan tidak terpengaruh perbandingan terhadap pencapaian orang lain akan menunjang seorang individu untuk fokus pada potensi diri sendiri.

10. Memperluas wawasan

memperluas wawasan
Perluas wawasan untuk dapat melakukan observasi dan evaluasi terhadap diri sendiri (Sumber: Pexels)

Memperluas wawasan dapat menunjang individu untuk menemukan potensi dirinya dengan bantuan faktor eksternal. Wawasan bisa datang dari berbagai macam aspek, baik itu aspek pasif seperti internet, buku, maupun pengetahuan umum yang diterima dari berbagai sumber fisik. Sedangkan aspek aktif adalah wawasan yang didapat dari orang lain.

Melalui wawasan inilah nantinya seorang individu akan sedikit demi sedikit mengenal dirinya dan menemukan potensi diri. Sebabnya, wawasan akan mengajak seseorang untuk berpikir, melakukan observasi, dan menganalisis keterkaitan antara diri sendiri dan setiap subjek di luar dirinya. Dari sini, seseorang akan perlahan menemui apa yang unik dari darinya dan tanpa disadari hal itu adalah potensi diri yang baik untuk dikembangkan.

11. Bergabung dengan komunitas

bergabung dengan komunitas
Komunitas merupakan ruang eksternal yang dapat membantu individu menemukan potensi diri (Sumber: Pexels)

Cara ini juga berhubungan dengan faktor eksternal dari individu. Untuk menggali potensi diri, beberapa individu dengan sikap terbuka akan lebih senang berkecimpung dalam suatu komunitas yang selaras dengan kesukaannya. Komunitas ini bisa saja perkumpulan orang-orang dengan hobi sama, atau kegiatan sosial tertentu, dan berbagai hal lain.

Setiap orang yang ingin mencari potensi diri perlu mengimplementasikan diri untuk keluar dari zona nyamannya. Ia perlu berbaur dan menempatkan dirinya secara praktikal untuk hal-hal yang menurutnya tepat dengan kehendak hatinya. Melalui komunitas tertentu seseorang akan lebih mudah menganalisis dirinya terhadap apa yang ia kerjakan di dalam komunitas tersebut. Dari sanalah potensi diri dapat digali.

Baca Juga: 6 Tips untuk meningkatkan produktivitas kerja

Itulah tadi apa dan bagaimana potensi diri menjadi hal subtil yang penting untuk digali oleh seseorang. Potensi diri dapat membuat orang terus berkembang dan percaya pada kehidupan. Potensi diri dalam dunia kerja juga akan membuat seseorang lebih percaya diri dalam mengembangkan karier ke depan. Mengetahui potensi diri dapat digunakan untuk seseorang yang yakin dengan masa depan kariernya dan ingin terus berkembang.

SIGN UP EKRUT

Sumber:

  • lifehack.org
  • simplypschology.org
  • scholars.unh.edu

Tags

Share