Published on

Technology

SafeSearch dari Google ternyata belum hilangkan konten pornografi 100%

Maria Yuniar

google-76522__340.png

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan konten pornografi tak akan bisa diakses lagi dengan adanya fitur SafeSearch pada mesin pencari seperti Google. Dengan metode ini, konten semacam itu tak akan lagi muncul di mesin pencari, meski pengguna sudah mengetik kata kunci yang berkaitan dengan pornografi. Apakah fitur ini efektif menghapuskan konten pornografi di Internet?

25 ISP gunakan SafeSearch

Google telah melakukan aktivasi untuk fitur SafeSearch di Amerika Serikat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara pun mengatakan akan ada 25 layanan penyedia Internet atau Internet Service Provider (ISP) yang akan menghadirkan SafeSearch dalam pengaturan utama.

Rudiantara memperkirakan pengaturan ini akan berdampak terhadap 95 persen traffic Internet di Indonesia. Sementara itu, sejumlah operator seluler, termasuk Telkomsel, Indosat, XL, dan Bolt sudah mengaplikasikan fitur tersebut. Meski demikian, kompas.com masih menemukan "kebocoran" melalui kata kunci tertentu.

Tidak akurat 100%

Peneliti dari University of California, Philip B. Stark mengatakan, tak mungkin untuk menyaring konten negtif di Internet dengan akurasi seratus persen. Sebab, ada dua kemungkinan yang bakal terjadi. Pertama, pemblokiran konten yang semestinya tidak kena cekal. Kedua, gagal memblokir konten yang menjadi sasaran.

Peneliti dari Harvard University, Benjamin Edelmen mengungkapkan, SafeSearch memang pernah melakukan kesalahan. Fitur ini mencatat sejumlah situs, yaitu thomas.loc.gov (situs milik pemerintah Amerika Serikat), pmo.gov.il (situs perdana menteri Israel), dan nmsa.org (situs asosiasi sekolah menengah) terkena blokir. Padahal konten mereka tak mungkin berbau pornografi. Situs-situs tersebut pun akhirnya dikeluarkan dari hasil pencarian Google melalui fitur SafeSearch.

Menanggapi hal tersebut, Google menyadari bahwa fitur SafeSearch tidak seratus persen akurat. Dalam situsnya, Google menulis, “...bisa membantu Anda menyaring konten tak pantas. Ketika diaktifkan, SafeSearch akan memblokir gambar, video, dan situs bermuatan negatif dari hasil pencarian Google.” Fitur ini memang membantu, tapi tak menjamin penyaringan seratus persen.

VPN jadi celah

Di samping itu, Rudiantara juga mengakui bahwa tetap ada celah untuk mengakses konten pornografi. Ia mengatakan pasti masih ada masyarakat yang bandel menggunakan aplikasi Virtual Private Network (VPN) demi mengakses konten-konten yang diblokir.

“Tidak akan pernah bisa steril seratus persen. Di Tiongkok saja orang pakai VPN untuk akses Whatsapp yang diblokir di sana,” katanya.

 

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    0-rdp-adalah.jpg

    Technology

    Mengenal RDP: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Panduan Menghubungkannya

    Arin Khurota

    01 July 2022
    6 min read
    H1_1._Impression_Definisi__Jenis_dan_8_Tips_Untuk_Meningkatkan_Impression.jpg

    Technology

    Impression: Definisi, Jenis, dan 8 Tips untuk Meningkatkan Impression

    Anisa Sekarningrum

    30 June 2022
    5 min read
    Slack_Technologies-Logo.wine.png

    Technology

    Slack: Aplikasi Chat yang Memudahkan Komunikasi Antar Tim

    Algonz D.B. Raharja

    30 June 2022
    5 min read

    Video