Media

Terjegal kebijakan imigrasi, Microsoft keluar dari AS?
By Widyanto Gunadi - 13 July 2018
3 min read 232 Views

Microsoft, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, kabarnya akan memindahkan markas utamanya dari Amerika Serikat. Apa alasannya? Berikut ini ulasan lengkapnya untuk Anda! 

 

Kesulitan merekrut pekerja imigran 

Brad Smith, presiden dan chief legal officer Microsoft mengatakan perusahaannya tak berniat merekrut tenaga kerja dari luar Amerika Serikat. Akan tetapi, nampaknya mereka harus terpaksa melakukan hal tersebut. Alasannya sederhana. Microsoft, yang saat ini memiliki markas utama di AS, mengalami kesulitan untuk mendapat karyawan imigran yang berhasal dari luar Amerika.  

Semua ini terjadi karena adanya kebijakan baru dari Presiden AS Donald Trump, yang mempersulit proses perekrutan karyawan asing bagi berbagai perusahaan di negara tersebut. Selain itu, Trump juga menerapkan kebijakan untuk mahasiswa di AS. Kebijakan tersebut menyatakan, setiap lulusan dari universitas setempat di bidang studi sains, teknologi, teknik, dan matematika diwajibkan bekerja di negara tersebut, ketika mendapat visa khusus pekerja.  

 

Relokasi karyawan imigran 

Kebijakan dari Donald Trump tersebut masih akan terus mengalami berbagai pembaruan. Hal ini berarti akan ada banyak karyawan di Microsoft, yang tak lagi dapat bekerja di perusahaan tersebut. Semuanya tak lain karena mayoritas karyawan Microsoft adalah imigran. Untuk menangani persoalan ini, Brad Smith mengatakan bahwa dirinya tak akan langsung memecat, dan mengganti mereka semua, dengan karyawan lokal asal Amerika. 

Microsoft berjanji akan berusaha keras, untuk memindahkan karyawan mereka ke berbagai negara lain, supaya tetap dapat bekerja bagi perusahaan. Ia beranggapan bahwa di dunia teknologi, karyawan berbakat adalah aset perusahaan. Oleh sebab itu, Microsoft akan melindungi hak karyawan mereka untuk tetap bekerja, dan mengembangkan diri di perusahaan besutan Bill Gates tersebut. 

 

Pindah sementara ke Vancouver

Selain itu, untuk saat ini, Microsoft akui bahwa mereka punya tempat ‘aman’ sementara dari kebijakan baru Trump. Microsft mengatakan kalau kantor pusat pengembangan mereka, yang berlokasi di Vancouver, bisa menjadi tempat kepindahan sementara bagi karyawan imigran. Hal ini memungkinkan para karyawan untuk berpindah ke lokasi yang cukup dekat, bahkan saat keadaan di AS menjadi tak aman, bagi keberadaan mereka.  

 

Rekomendasi:
7 persiapan sebelum pindah kerja
Ternyata ada lho, profesi developer blokchain!
AI dan machine learning masuki industri finasial & perbankan

 

Sumber:
fastcompany.com
mspoweruser.com
slashdot.org

Tags: AS, Amerika Serikat, Donald Trump, Microsoft

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang