Published on

Careers

SBN adalah: Jenis, cara kerja, keuntungan, hingga produk SBN 2021

Nur Lella Junaedi

SBN-adalah-EKRUT.jpg

Hampir setiap tahun pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN). Melalui  penerbitan SBN ini, masyarakat yang memiliki modal baik individu maupun perusahaan bisa turut berinvestasi dalam negeri untuk menambah alokasi APBN. 

Dana APBN ini umumnya akan digunakan untuk pembangunan di dalam negeri baik berupa jalan atau fasilitas umum lainnya. 

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi pada negara, produk investasi SBN ini bisa jadi pilihanmu. Tapi, sebelum berinvestasi ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu SBN, jenis dan keuntungannya. 

Pertanyaan umum tentang SBN

Pertanyaan umum tentang SBN
SBN adalah Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). (Gambar: pexels.com)

Merujuk pada peraturan Bank Indonesia Nomor 17/19/PBI/2015, dijelaskan bahwa Surat Berharga Negara atau SBN adalah Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Surat Utang Negara (SUN) merupakan surat berharga berupa surat pengakuan utang baik dalam bentuk mata uang Rupiah atau mata uang asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. 

1. Apa itu SBN?

SBN adalah EKRUT 
SBN merupakan singkatan dari Surat Berharga Negara yang termasuk dalam instrumen investasi - EKRUT

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau disebut juga Sukuk Negara adalah adalah salah satu SBN yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian dari penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. 

Jadi, bila melihat dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa SBN adalah surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah setiap tahunnya. Tujuan dari penerbitan surat ini yaitu untuk membiayai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan menjadikannya sebagai salah satu instrumen investasi bagi individu dalam hal ini sebagai investor karena bisa mendatangkan imbal hasil atau keuntungan. 

SBN kerap dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang aman karena terjamin langsung oleh pemerintah dengan adanya imbal hasil yang dikenal dengan istilah ‘kupon’. Umumnya skema dari kupon ini beragam untuk setiap jenis produk SBN.Ada yang menawarkan fixed rate (bunga tetap) dan ada juga yang menawarkan floating rate (bunga mengambang). Fixed rate merupakan besaran bunga atau kupon yang tetap nilainya hingga jatuh tempo. 

Sementara, floating rate adalah besaran bunga atau kupon yang nilainya dapat berubah  karena menyesuaikan dengan suku bunga dalam kurun waktu tertentu. Namun, kalaupun menurun, tetap tidak akan melewati batas minimum imbal hasil yang sudah ditentukan. 

Nantinya, investor bisa mencairkan kupon ini dalam waktu sebulan sekali, enam bulan sekali atau ketika jatuh tempo, tergantung dari jenis produk SBN sendiri. Untuk membeli produk SBN ini umumnya para investor akan membeli jenis SBN di pasar sekunder.  Kamu bisa membeli jenis produk SBN minimal dengan nilai investasi Rp1 juta untuk satu unit SBN dan maksimal nilai investasi hingga Rp3 miliar untuk 3.000 unit SBN. 

Dari nilai investasi di atas bisa dilihat jika jenis investasi ini memang diperuntukkan bagi investor skala kecil hingga skala besar. 

Baca juga: 6 pekerjaan sampingan untuk menambah pundi-pundi investasi

2. Bagaimana cara menjadi investor SBN?

Jika kamu masih pemula dan baru ingin terjun menjadi investor SBN, berikut ini tahapan membeli SBN ritel dengan mudah:

a) Memilih mitra distribusi

Pilih salah satu mitra distribusi SBN ritel yang ada di situs Kemenkeu, berikut ini beberapa diantaranya:

  • Bank di Indonesia: BCA, BNI, BRI, Mandiri, DBS, Permata Bank, Maybank, dll.
  • Platform P2P lending: Tanam Duit, Koinworks, Modalku, dll.
  • Platform investasi terpercaya: Bareksa, Danareksa dan lainnya

b) Melakukan registrasi

Registrasi ini bisa dilakukan setiap saat, bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Daftarkan diri pada sistem elektronik yang sudah disediakan oleh mitra bisnis yang kamu pilih seperti pada poin pertama. 

c) Melakukan pemesanan

Setelah registrasi berhasil, kamu bisa melakukan pemesanan SBN ritel. Ingat, pemesanan ini dapat dilakukan saat masa penawaran masing-masing SBN dibuka. Untuk mengetahui jadwal penawaran SBN, kamu bisa melihatnya di sini

d) Melakukan pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), kamu akan mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms, tergantung kebijakan dari mitra distribusi yang kamu pilih.
Kode pembayaran dibutuhkan ketika akan melakukan penyetoran dana investasi melalui mobile/internet banking, teller, ATM, dll.

e) Konfirmasi

Setelah pembayaran dilakukan, kamu akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order. Setelah itu kamu akan memperoleh alokasi SBN ritel pada tanggal setelmen/penerbitan, kamu juga bisa meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan di masing-masing SBN kepada mitra distribusi yang kamu pilih. 

3. Apa saja dokumen yang perlu dipersiapkan untuk pendaftaran SBN?

Saat kamu mendaftarkan diri pada sistem elektronik salah satu mitra distribusi, kamu perlu menginput data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan/atau nomor Rekening Surat Berharga.

Namun, jika kamu masih pemula dan belum memiliki yang dibutuhkan di atas, kamu perlu melakukan tahapan pembukaan rekening efek terlebih dahulu, beberapa dokumen yang perlu kamu persiapkan adalah sebagai berikut:

  • KTP
  • NPWP
  • Buku tabungan (norek)
  • Foto diri
  • Foto tanda tangan.

Jenis produk SBN 

SBN adalah EKRUT 
Ada dua jenis SBN yakni SBN lelang dan SBN non lelang - EKRUT

Dilihat dari cara penawarannya, SBN untuk mata uang rupiah dapat dibagi ke dalam dua jenis yakni: 

1. SBN lelang 

Sistem SBN lelang umumnya diperuntukkan bagi kalangan investor lembaga atau perusahaan seperti manajer investasi atau lembaga asuransi karena jumlah investasinya yang besar. Nah, produk dari SBN lelang sendiri terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dan Sukuk Negara. Dua tipe SBN lelang ini kemudian memiliki jenisnya masing-masing. Seperti Surat Utang negara (SUN) biasanya terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara. 

Hal yang membedakan keduanya bisa dilihat dari tenor dan imbal hasilnya.SPN memiliki tenornya sampai dengan 12 bulan dengan sistem kupon diskonto, sementara   Obligasi Negara memiliki tenor lebih dari 12 bulan dengan kupon atau tanpa kupon. Sementara itu, untuk Sukuk Negara sendiri terdiri dari Islamic Fixed Rate (IFR), Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan sukuk berbasis proyek atau PBS. 

2. SBN non lelang 

Jenis lain dari Surat berharga negara adalah dengan sistem non lelang. Biasanya penawaran ini ditujukan bagi investor individu karena bisa turut berinvestasi dengan nilai yang lebih terjangkau. 

Adapun produk dari SBN non lelang sendiri sedikit lebih banyak dari SBN lelang, di antaranya: 

  • Saving Bond Ritel (SBR). Karakteristik dari SBR ini yaitu skema kupon floating rate, tenor 2 tahun, minimal investasi Rp1 juta maksimal dan kupon bisa dicairkan lebih awal. 
  • Obligasi Negara Ritel (ORI) dengan karakteristik skema kupon fixed rate, tenor selama 3 tahun, minimal investasi Rp1 juta dan kupon hanya bisa dicairkan saat jatuh tempo. 
  • Sukuk Tabungan (ST) memiliki karakteristik skema floating rate, nilai investasi minimal Rp1 juta, tenor 2 tahun dan kupon bisa dicairkan lebih awal. 
  • Sukuk Ritel (SR). Jenis sukuk ritel ini memiliki karakteristik nilai investasi minimal Rp1 juta, tenor 3 tahun, kupon hanya bisa dicairkan ketika jatuh tempo dan skema kupon fixed rate. 

Agar lebih jelas melihat perbandingan keempat SBN non lelang di atas, kamu bisa melihat tabel berikut ini:

Perbandingan: SBR (Savings Bond Ritel) ST (Sukuk Tabungan) ORI (Obligasi Negara Ritel) SR (Sukuk Ritel)
Tingkat imbal hasil Mengambang dengan tingkat minimum. Mengambang dengan tingkat minimum. Tetap (fixed rate). Tetap (fixed rate).
Waktu pencairan Dapat dicairkan lebih awal (early redemption). 

*Maksimal 50% nilai investasi, kelipatan Rp1 juta.

Dapat dicairkan lebih awal (early redemption).

*Syarat minimal kepemilikan Rp2 juta, maksimal 50% nilai investasi.

Sesuai jatuh tempo. Sesuai jatuh tempo.
Kepemilikan Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable).
Jangka waktu (tahun) 2 2 3 3
Minimum pembelian (rupiah) 1 juta 1 juta 1 juta 1 juta

Sumber: www.kemenkeu.go.id

Cara kerja SBN

Cara kerja SBN
Waktu yang tepat melakukan pembelian SBN adalah selama periode penawaran dibuka. (Gambar: pexels.com)

Setelah melakukan pembelian terhadap SBN, kamu perlu tahu bagaimana mekanisme atau cara kerja dari SBN ini. Berikut ini adalah cara kerja SBN:
Pembelian oleh calon investor dilakukan selama masa penawaran. Selama periode penawaran, calon investor dapat melakukan pembelian produk SBN. Setiap produk SBN memiliki jadwal periode penawarannya masing-masing. 

  1. Pencatatan SBN atas nama investor. Satu minggu setelah masa penawaran berakhir, Kemenkeu akan melakukan pencatatan surat berharga atas nama investor.
  2. Pengiriman surat kepemilikan. Paling lambat tujuh hari kerja setelah pencatatan, surat kepemilikan akan diterima oleh investor di halaman portofolio SBN.
  3. Pembagian imbal hasil rutin. Imbal hasil yang sudah dipotong pajak akan langsung dikirimkan ke rekening investor rutin tiap bulannya hingga jatuh tempo.
  4. Pencairan awal. Setelah setahun, jika ingin melakukan early redemption, investor memiliki pilihan untuk mencairkan maksimal 50% dari total pembelian.
  5. Jatuh tempo. Pada tanggal jatuh tempo, sisa kepemilikan dan imbal hasil yang tersisa otomatis dikirimkan ke rekening investor.

Baca juga: Kenali kelebihan dan kekurangan deposito

Keuntungan berinvestasi dalam Surat Berharga Negara (SBN)

SBN adalah EKRUT 
Keuntungan mengikuti SBN adalah tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar - EKRUT

Selain adanya jaminan keamanan dari pemerintah, ada beberapa hal yang menjadikan produk investasi SBN lebih unggul dari pada produk investasi lainnya. Beberapa keuntungan lainnya dari berinvestasi dalam produk SBN adalah

  • Tidak terpengaruh fluktuasi pasar 
  • SBN dapat digadaikan di kantor pegadaian 
  • Pajak yang dibebankan pada produk SBN lebih rendah dari pajak produk investasi lain 
  • Investor memiliki kesempatan akan bunga yang kompetitif 
  • Berkontribusi pada negara lewat investasi 

Dengan mengetahui keuntungan dari surat berharga negara ini, kini kamu bisa mempertimbangkan SBN sebagai jenis investasi yang patut dipilih. Kamu dapat membeli produk investasi SBN ini di mitra distribusi yang telah disediakan. Beberapa mitra distribusi SBN tersebut seperti di perbankan umum, perusahaan efek, perusahaan efek khusus dan perusahaan financial technology seperti P2P Lending.

Produk SBN 2021

Produk SBN 2021
Pemerintah akan menerbitkan 6 SBN ritel pada tahun 2021. (Gambar: pexels.com)

Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Deni Ridwan, menginformasikan jadwal rencana pemerintah akan menerbitkan enam surat Surat Berharga Negara Ritel (SBN) Ritel pada tahun 2021, yakni sebagai berikut: 

1. Tabel Jadwal Penerbitan SBN Ritel Konvensional (SUN) 

No Seri Masa Penawaran Setelmen
1 ORI019 26 Januari - 18 Februari 2021 24 Februari 2021
2 SBR010 21 Juni - 15 Juli 2021 22 Juli 2021
3 ORI020 27 September - 20 Oktober 2021 27 Oktober 2021

Sumber: DJPPR Kemenkeu

2. Tabel Jadwal Penerbitan SBN Ritel Syariah (SBSN) 

No Seri Masa Penawaran Setelmen
1 SR-014 26 Februari - 17 Maret 2021 24 Maret 2021
2 SR-015 27 Agustus - 15 September 2021 22 September 2021
3 ST008 1 - 17 November 2021 24 November 2021

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Setelah mengetahui apa itu SBN, cara kerja SBN, dan apa saja produk SBN yang akan diterbitkan pada tahun 2021 ini, apakah kamu sudah tertarik berinvestasi SBN sekaligus membantu negara? Atau jika kamu masih berfokus mengembangkan karier dan tertarik untuk membuka kesempatan kerja di perusahaan baru impianmu, kamu bisa mendaftarkan diri melalui EKRUT. Di EKRUT terdapat berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu. 

Dapatkan juga berbagai tips & insight menarik untuk pengembangan karier kamu melalui YouTube EKRUTtv, salah satunya “Kesalahan yang sebaiknya dihindari dalam karier” di bawah ini.

https://www.ekrut.com/signup?utm_source=blog&utm_medium=media&utm_campaign=artikel

Sumber: 

  • Bareksa
  • Tanamduit
  • Most
  • DJPPR
  • Kemenkeu

Tags

Share