Lainnya

Sebutkan 4 Macam Motif Ekonomi? Berikut Informasi Selengkapnya!

Published on
Min read
6 min read
time-icon
H1_Motif_Ekonomi.jpg

Dalam setiap tindakan ekonomi, setiap orang memiliki dorongan atau motif untuk melakukan tindakan tersebut. Setiap aksi yang terkait tindakan ekonomi dipengaruhi oleh motivasi atau motif ekonomi, yaitu ketika seseorang memiliki alasan tertentu untuk melakukan tindakan ekonomi. Setiap orang memiliki motif ekonominya sendiri, entah untuk bekerja demi menghasilkan uang atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Untuk mengetahui apa dan bagaimana tujuan motif ekonomi, berikut adalah simak ulasan singkatnya.

Baca juga: Pahami Perilaku Konsumen dan 4 Contoh Mempengaruhi Penjualan

Apa itu motif ekonomi?

Apa itu motif ekonomi?
Motif ekonomi berperan penting dalam sebuah penentuan perilaku individu atau kelompok terhadap aktivitas ekonomi. (Sumber: Pexels)

Pengertian tentang apa itu motif ekonomi merupakan salah satu materi dasar dalam ilmu ekonomi. Untuk mengetahui apa itu motif ekonomi, terlebih dahulu kamu harus memahami apa itu tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi adalah tindakan manusia yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam perkembangannya, tindakan ekonomi ini makin beragam tak terbatas pada hal dasar pemenuhan kebutuhan, tetapi lebih beragam tergantung alasan kenapa tindakan ekonomi itu dilakukan.

Alasan mengapa tindakan ekonomi dilakukan oleh seseorang disebut motif ekonomi. Secara umum, motif ekonomi merupakan alasan-alasan yang mendorong perilaku atau tindakan manusia untuk melakukan aktivitas ekonomi dan memaksimalkan kepentingan pribadinya. Motif ekonomi terjadi sebagai proses yang menjelaskan bagaimana seseorang bersedia untuk mencapai tujuan ekonomi dengan menyelaraskan kemampuan dan intensitasnya dalam proses pemenuhan kebutuhan ekonominya.

Ahli politik ekonomi klasik populer, Adam Smith, dalam bukunya “A Theory of Moral Sentiment” mengungkapkan bahwa secara mendasar manusia memiliki dua sentimen moral utama dalam melakukan tindakan terkait ekonomi. Pertama, manusia memiliki keinginan luas atau universal untuk menjunjung harga diri dan pengakuan dari orang lain. Kedua, manusia baik secara individu maupun kelompok merasa positif untuk berusaha sedemikian rupa untuk merasakan keuntungan maksimal.

Berdasarkan sentimen moral itulah kemudian motif ekonomi paling mendasar terbentuk dalam diri manusia. Hal ini lantas menimbulkan sebuah aksioma dalam ilmu ekonomi yang meyakini bahwa manusia yang rasional memiliki kecenderungan untuk memaksimalkan kepuasannya terhadap suatu peluang keuntungan tertentu.

Melalui kecenderungan ini, kemudian manusia mulai membagi motif ekonominya yang berdasar pada dua prinsip moral, yaitu untuk kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain.

Dua dasar motif ekonomi dalam sosial-ekonomi ini nantinya membuat manusia memiliki dua sudut pandang dalam melakukan tindakan ekonomi. Sebab, tidak semua tindakan ekonomi didasari atau didorong oleh motif ekonomi individual, melainkan pula ada dorongan umum yang menurut Adam Smith dipengaruhi oleh apa yang disebut dengan pleasure of mutual sympathy. Hal ini yang kemudian membuat seorang individu dapat melakukan tindakan ekonomi demi memperkaya diri dan di satu sisi memiliki simpati terhadap orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Prospek Kerja Ekonomi Pembangunan dengan Gaji Tertinggi Tahun 2021

Tujuan motif ekonomi


Pemenuhan kebutuhan primer adalah tujuan motif ekonomi yang paling pokok (Sumber: Pexels)

Merujuk pada pengertian motif ekonomi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa motif ekonomi bertujuan untuk memberikan dorongan kepada manusia, baik individu maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya secara umum. Meski begitu, tujuan ekonomi ini tetap dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kebutuhan-kebutuhan dan juga kepentingan lain. Berikut adalah tujuan motif ekonomi berdasarkan pemenuhan kebutuhan manusia.

1. Pemenuhan kebutuhan dasar

Tujuan dari motif ekonomi ini adalah hal pokok yang menjadi motif ekonomi seseorang. Setiap individu akan berusaha melakukan tindakan ekonomi untuk dapat memenuhi tiga kebutuhan pokok yang meliputi pangan, sandang, dan papan. Motif ekonomi paling tradisional dari manusia adalah ketika ia bertindak ekonomis dalam menyediakan ketiga hal ini bagi dirinya sendiri maupun keluarganya. Belakangan, pendidikan menjadi prioritas kebutuhan yang hampir setara dengan ketiga hal ini.

2. Pemenuhan kebutuhan sekunder

Motif ekonomi juga bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan sekunder manusia yang meliputi hal-hal pendukung kebutuhan dasar bagi manusia. Hal ini meliputi hal-hal seperti kendaraan, gawai, dan berbagai hal pendukung kebutuhan dasar lainnya. Motif ekonomi yang mendorong pemenuhan kebutuhan sekunder tentunya muncul ketika kebutuhan dasar telah dipenuhi.

3. Pemenuhan kebutuhan nonesensial (tersier)

Tujuan motif ekonomi untuk kebutuhan non-esensial atau kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang bersifat tidak memiliki urgensi tinggi untuk tersedia. Hal ini meliputi hal-hal yang menunjang status seseorang di kalangan sosial-ekonomi masyarakat seperti rumah mewah, kendaraan mewah, dan sebagainya. Tujuan ini merupakan tingkatan paling rendah dari ketiga tujuan lain karena tidak memiliki urgensi tertentu.

Selain berdasarkan pada kebutuhan manusia, motif ekonomi juga dapat muncul karena tuntutan-tuntutan lain seperti dalam pekerjaan atau dunia usaha. Di mana seseorang akan lebih memakai sudut pandang kepentingan umum dalam menentukan motif ekonomi. Dalam kasus ini motif ekonomi tak hanya menyoal keuntungan, tetapi juga kepentingan pegawai, hingga konsumen.

Baca juga: Kenali Perbedaan Generasi Milenial dan Generasi Z dalam Dunia Kerja

4 Macam motif ekonomi

4 Macam motif ekonomi
Salah satu motif ekonomi jenis profit bertujuan untuk mendulang keuntungan sebesar-besarnya (Sumber: Pexels)

Berdasarkan tujuannya, motif ekonomi terbagi atas beberapa jenis yang ditentukan oleh tujuan akhir yang hendak dicari seseorang dari suatu tindakan ekonomisnya. Adapun beberapa jenis motif ekonomi adalah sebagai berikut.

1. Motif personal

Motif ekonomi personal merupakan motif ekonomi yang didasari oleh dorongan dalam diri seseorang atau individu yang bertujuan untuk memperbaiki tingkat ekonomi maupun memenuhi kesejahteraan pribadi. Motif ekonomi ini juga terkait dengan relasi keluarga yang masih masuk dalam ranah personal.

Motif ekonomi personal ini muncul sebagai pengejawantahan kemakmuran dari sudut pandang individu. Seorang individu memiliki dorongan dan batasannya masing-masing dalam menempuh suatu tujuan ekonomi. Seorang individu juga akan bekerja keras untuk mendapatkan uang dalam jumlah tertentu agar dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Motif ekonomi jenis ini dapat dicontohkan dari seorang individu yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia melakukan pekerjaan dan menabung dari hari ke hari untuk dapat menyekolahkan anaknya dan memenuhi kebutuhan dasarnya seperti membeli bahan makanan, membayar cicilan rumah, serta membeli pakaian.

2. Motif profit

Motif ekonomi jenis ini merupakan motif ekonomi yang didasari oleh dorongan memperoleh keuntungan dari suatu usaha atau tindakan ekonomi. Motif ekonomi profit ini tidak membicarakan tentang keuntungan berupa uang, tetapi juga berupa keuntungan lain seperti relasi sosial dan hal-hal fisik yang dapat menguntungkan seseorang atau kelompok.

Contoh dari motif ekonomi profit adalah ketika seseorang menyewakan tanahnya kepada sebuah usaha dalam jangka waktu tertentu. Dalam jangka waktu ini, biaya sewa yang ditetapkan secara akumulatif akan menutup biaya pembelian tanah di masa lampau beserta pajaknya. Selain itu, biaya sewa yang terakumulasi juga masih menyisakan besaran uang tertentu sebagai profit bagi orang tersebut.

3. Motif kekuasaan

Motif ekonomi jenis ini mendorong individu atau suatu kelompok tertentu untuk melakukan tindakan ekonomi demi mendapat kekuasaan tertentu. Kekuasaan dalam hal ini tidak selalu berhubungan dengan politik tetapi juga kuasa secara sosial. Contoh dari motif ekonomi ini adalah ketika seorang manajer di salah satu divisi dalam perusahaan membelikan oleh-oleh pada karyawan di divisinya setelah pulang dari luar negeri. Secara fisik, hal ini hanya berupa hadiah, tetapi manajer tersebut hendak memberikan tendensi bahwa tindakan ekonomi macam itu dibuat untuk menguasai para karyawannya atas kuasa sosial yang ia pegang.

4. Motif organisasional

Motif organisasional adalah motif ekonomi yang terbentuk secara konsensus dalam suatu organisasi tertentu seperti perusahaan. Setiap perusahaan atau organisasi dalam bentuk lain memiliki tujuan ekonomi tersendiri dan untuk mencapainya memerlukan tindakan ekonomi yang selaras. Oleh karena itu, motif organisasional ini menjadi dorongan bagi organisasi untuk berkembang maupun memproduksi barang atau jasa dengan berkualitas.

Selain untuk meraih keuntungan dari proses produksi, motif ekonomi organisasional ini dipakai suatu perusahaan untuk menjaga eksistensinya dalam dunia bisnis. Motif ekonomi ini lebih kompleks karena tidak hanya bergantung pada capaian keuntungan berupa uang tetapi juga untuk meraih keuntungan lain seperti kepercayaan investor dan kepercayaan konsumen.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia: 7 Fungsi, Tujuan, dan Ruang Lingkup

Faktor pendorong motif ekonomi


Motif ekonomi didorong oleh faktor internal dan eksternal (Sumber: Pexels)

Motif ekonomi tidak terjadi begitu saja. Ada faktor yang jadi pendorong motif ekonomi yaitu faktor internal dan eksternal.

1. Faktor internal

Faktor pendorong motif ekonomi yang pertama berasal dari internal seseorang. Seperti namanya, faktor internal berarti sesuatu yang berasal dari dalam diri sendiri, misalnya saja keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Contohnya, seseorang memiliki target untuk mendapatkan rumah baru dengan harga Rp200 juta. Tentu hal ini menjadi alasan baginya untuk bekerja lebih giat agar bisa memenuhi target tersebut.

2. Faktor eksternal

Kebalikan dari faktor internal, faktor eksternal dipicu dari lingkungan sekitar, bukan dorongan dari diri sendiri. Misalnya, tetangga kedapatan membeli sepeda motor baru, kemudian muncul dorongan untuk membelinya juga. Contoh lainnya, saat terus mendapat gangguan dari saudara pasca menikah karena masih tinggal satu rumah. Seseorang kemudian tergerak untuk membeli rumah baru.

Baca juga: Segmentasi Pasar: Pengertian, Manfaat, dan Langkah Melakukannya

Hubungan motif ekonomi dengan prinsip ekonomi


Motif ekonomi punya hubungan erat dengan prinsip ekonomi (Sumber: Pexels)

Hubungan antara motif dan prinsip ekonomi bisa dikatakan saling berkaitan. Kegiatan ekonomi sehari-hari sangat dipengaruhi oleh prinsip, motif, hingga tindakan ekonomi. Berbagai aspek tersebut saling memengaruhi, karena hubungannya yang erat.

Selain motif dan prinsip ekonomi, sebenarnya ada satu lagi yang juga harus dibahas, yakni tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi berarti sebuah kegiatan sekelompok orang atau individu untuk mempertimbangkan sesuatu, agar nantinya bisa memperoleh hal yang diinginkan. Sedangkan motif ekonomi berarti alasan seseorang, untuk melakukan hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Dalam melakukan motif dan tindakan, tentu harus ada sebuah pedoman yang disebut sebagai prinsip ekonomi.

Dari beberapa keterangan antara motif, prinsip, hingga tindakan ekonomi di atas, tentu saja erat kaitannya satu sama lain. Untuk mendapatkan hal yang diinginkan, seseorang harus memperhatikan bagaimana prinsip ekonominya terlebih dahulu, sebelum akhirnya melakukan tindakan ekonomi.

Misalnya, Salma memiliki uang tabungan sebesar Rp10.000.000. Rencananya akan dipakai untuk membeli sepeda motor baru. Setelah itu, ia tertarik mencari tahu tentang keunggulan merk sepeda motor yang harga cash-nya Rp15.000.000 (prinsip ekonomi). Setelah tahu keunggulan merk tersebut, Salma kemudian menilai apakah uang Rp15.000.000 memang layak untuk dikeluarkan. Tindakan ini bisa dikatakan sebagai motif ekonomi. Pasca mempertimbangkan berbagai aspek, seperti harga jual second, biaya turunan, dan berbagai hal lain, akhirnya Salma membeli sepeda motor bekas dengan harga Rp10.000.000.

Baca juga: 5 Faktor Produksi yang Berpengaruh pada Pengembangan Bisnis

Prinsip ekonomi dalam kegiatan ekonomi


Dalam berbagai berbagai kegiatan ekonomi, prinsip ekonomi selalu mempengaruhi (Sumber: Pexels)

Prinsip ekonomi berarti sebuah panduan atau dasar dalam kegiatan ekonomi yang tujuannya untuk memperkecil risiko kerugian. Prinsip ekonomi ini bisa juga diartikan sebagai perbandingan rasional. Adanya perbandingan ini agar nantinya mendapatkan keuntungan maksimal dan kerugian seminimal mungkin. Dalam kegiatan ekonomi, prinsip yang dipakai bisa diterapkan dalam beberapa bidang kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi, sampai konsumsi.

Baca juga: Tindakan Ekonomi: Definisi, Tujuan, Jenis, dan 4 Contohnya

Itulah pembahasan lengkap soal macam motif ekonomi dan hal-hal yang masih berkaitan. Kamu juga bisa temukan berbagai artikel menarik lainnya di EKRUT Media. Informasi dan tips menarik tersedia pula di YouTube EKRUT Official. Jika tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • kompas.com
  • gramedia.com
  • adamsmith.org
  • cdn-gbelajar.simpkb.id
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Cost_Structure_Definisi__Fungsi__Jenis__Elemen_dan_Contohnya.jpg

    Expert's Corner

    Cost Structure: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    18 November 2022
    5 min read
    pexels-thibault-luycx-3975062.jpg

    Lainnya

    Economies of Scale: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Keuntungan Melakukannya

    Fakhrizal Muttaqien

    17 November 2022
    5 min read
    H1_Laporan_Keuangan.jpg

    Lainnya

    6 Contoh Laporan Keuangan Beserta Panduan dalam Penyusunannya

    Algonz D.B. Raharja

    17 November 2022
    5 min read

    Video