Published on

Expert's Corner

Segmentasi pasar: Pengertian, manfaat & langkah melakukannya

Natasya Primatyassari

Segmentasi_pasar_adalah.jpg

Saat mencoba menjangkau pelanggan melalui kampanye iklan, sangat penting untuk menargetkan pasar yang tepat agar pesan perusahaan dapat sampai kepada audiens yang dituju. Nah, segmentasi pasar dapat membantu perusahaan untuk menargetkan orang-orang yang paling berpotensi menjadi pelanggan.

Apa itu segmentasi pasar?

https://www.ekrut.com/signup?utm_source=blog&utm_medium=media&utm_campaign=artikel
Segmentasi pasar adalah proses penggabungan pelanggan ke dalam kelompok tertentu. (Sumber: Freepik)

Dilansir dari investopedia.com, segmentasi pasar adalah istilah pemasaran yang mengacu pada proses penggabungan pelanggan ke dalam kelompok atau segmen tertentu berdasarkan pola perilaku dan konsumsi yang sama. Segmentasi pasar dapat dilakukan untuk konsumen yang sudah pernah melakukan pembelian sebelumnya maupun kepada calon konsumen potensial.

Baca juga: Mengenal Segmenting Targeting Positioning (STP) Marketing

Kenapa perlu menentukan segmentasi pasar untuk bisnis?

Kenapa perlu menentukan segmentasi pasar untuk bisnis?
Melalui segmentasi pasar, perusahaan belajar mengenali kebutuhan atau keinginan pelanggan. (Sumber: Freepik)

Bagi perusahaan, segmentasi pasar dapat membantu mereka mengidentifikasi pasar yang tepat untuk produk atau layanan yang dimiliki. Segmentasi pasar juga memungkinkan perusahaan untuk belajar tentang pelanggan mereka. Perusahaan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan atau keinginan pelanggan dan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.

Bagi marketer, segmentasi pasar memudahkan mereka dalam membuat perencanaan kampanye karena perusahaan sudah memfokuskan sasaran pada kelompok pelanggan tertentu. Segmentasi pasar juga membantu marketer lebih efisien dalam penggunaan waktu, uang, dan sumber daya lainnya. 

Baca juga: Marketing mix: Pengertian, konsep 4P dan 7P, beserta contoh template

Manfaat segmentasi pasar

Manfaat segmentasi pasar
Salah satu manfaat segmentasi pasar yaitu mengidentifikasi strategi pemasaran yang lebih efektif. (Sumber: Freepik)

Segmentasi pasar memudahkan tim pemasaran untuk mengembangkan kampanye serta menyusun rencana pemasaran yang tertarget dan efektif. Berikut adalah beberapa manfaat segmentasi pasar dilansir dari imsmarketing.ie dan yieldify.com.

  • Memfokuskan perusahaan pada kelompok pelanggan tertentu.
  • Semakin memahami kebutuhan atau keinginan pelanggan.
  • Peningkatan daya saing pasar.
  • Perluasan jangkauan pasar.
  • Menargetkan pelanggan melalui komunikasi yang spesifik.
  • Mengidentifikasi strategi pemasaran yang lebih efektif.
  • Mengefisienkan anggaran pemasaran.
  • Mendatangkan lebih banyak prospek dari calon pelanggan.
  • Peningkatan retensi pelanggan.
  • Menjadi pembeda dari brand yang lain.

Baca juga: Mengenal pentingnya branding dalam bisnis

Ciri-ciri segmentasi pasar yang efektif

Ciri-ciri segmentasi pasar yang efektif
Salah satu ciri segmentasi pasar yang efektif yaitu dapat diukur. (Sumber: Freepik)

Setelah menentukan segmentasi pasar, kamu pasti juga ingin meyakinkan bahwa hal itu akan berjalan dengan efektif. Analisis segmentasi pasar yang baik setidaknya memenuhi ciri-ciri sebagai berikut.

  • Dapat diukur. Perusahaan harus dapat menghitung atau memperkirakan berapa banyak pelanggan yang akan membelanjakan uangnya pada produk tertentu. Misalnya, salah satu segmentasi pasar yang dituju adalah penggemar sayembara berhadiah, yang kemungkinan besar akan terus berbelanja selama periode promosi.
  • Dapat diakses. Karakteristik dan perilaku segmentasi pasar yang dituju akan membantu perusahaan untuk mengidentifikasi metode yang terbaik untuk menjangkau pelanggan. Misalnya, jika target perusahaanmu merupakan pensiunan, kamu tidak mungkin hanya memasang promo terbaru melalui surel atau aplikasi seluler. Untuk itu, kamu juga perlu menjangkau mereka melalui iklan cetak yang dimuat di surat kabar atau melalui radio.
  • Substansial. Pastikan segmen yang teridentifikasi tidak hanya tertarik pada produkmu, tetapi memiliki kemampuan untuk melakukan pembelian. Misalnya, jika kamu menjual produk ramah lingkungan dengan value yang unik, segmentasi pasar yang dituju adalah pemerhati lingkungan yang bersedia membayar mahal untuk produk ramah lingkungan, pensiunan santai yang sudah tidak memiliki tanggungan, atau pengusaha sukses yang ingin memamerkan kekayaan mereka.
  • Dapat ditindaklanjuti. Segmentasi pasar yang berbeda akan menghasilkan respons yang berbeda pula ketika dihadapkan pada penawaran pasar. Namun, kamu juga dapat mengkategorikan beberapa pelanggan ke dalam segmentasi pasar yang sama karena mereka memiliki karakteristik yang serupa. Misalnya, segmentasi yang dituju merupakan orang-orang yang mencintai hewan peliharaan dan orang-orang yang peduli lingkungan. Mereka memiliki kebiasaan pembelian yang sama. Oleh karena itu, daripada memiliki dua segmen terpisah, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengelompokkan keduanya menjadi satu segmen.

Baca juga: Panduan membuat marketing plan beserta contohnya

4 Jenis segmentasi pasar

4 Jenis segmentasi pasar
Pelanggan dapat dikategorikan berdasarkan segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku. (Sumber: Unsplash)

Sebagian besar pelanggan dikategorikan berdasarkan kesamaan geografis, demografis, psikografis, dan perilaku. Keempat jenis segmentasi pasar ini kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa subkategori untuk mengoptimalkan strategi pemasaran.

1. Segmentasi geografis

Segmentasi geografis adalah jenis segmentasi pasar yang paling sederhana. Segmentasi ini mengkategorikan pelanggan berdasarkan batas-batas wilayah, misalnya radius sekitar lokasi tertentu, kode pos, kota/kabupaten, negara, atau lingkungan pedesaan/perkotaan.

2. Segmentasi demografis

Segmentasi demografis adalah salah satu jenis segmentasi pasar yang paling populer dan umum digunakan. Segmentasi ini mengacu pada data statistik tentang sekelompok orang, misalnya berdasarkan umur, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, domisili, atau tingkat pendapatan.

3. Segmentasi psikografis

Segmentasi psikografis mengkategorikan pelanggan berdasarkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepribadian dan karakteristik mereka, misalnya melalui sifat, nilai, sikap, ketertarikan, gaya hidup, pengaruh psikologis, keyakinan bawah sadar dan sadar, motivasi, atau skala prioritas. Faktor segmentasi psikografis sedikit lebih sulit diidentifikasi daripada demografi karena bersifat subjektif.

4. Segmentasi perilaku 

Jika segmentasi demografis dan psikografis menaruh perhatian pada latar belakang konsumen atau pelanggan, segmentasi perilaku berfokus pada bagaimana pelanggan bertindak. Segmentasi ini mengkategorikan pelanggan berdasarkan pola konsumsi, status pengguna, dan interaksi mereka terhadap brand.

5 Langkah melakukan segmentasi pasar

5 Langkah melakukan segmentasi pasar
Analisis pelanggan terlebih dahulu sebelum merencanakan segmentasi pasar. (Sumber: Unsplash)

Tidak perlu langkah yang rumit untuk merencanakan segmentasi pasar yang efektif. Ada lima langkah utama yang harus dilakukan menurut useinsider.com.

1. Analisis pelanggan yang sudah ada

Hal ini akan membantu departemen pemasaran memahami perilaku pelanggan mereka. Berikut adalah beberapa teknik pemasaran untuk terlibat dengan pelanggan:

  • Dapatkan tanggapan atau masukan dari pelanggan. Tanyakan kepada mereka tentang pengalaman menggunakan produk atau layanan perusahaan.
  • Lakukan curah pendapat dengan tim penjualan karena mereka menghabiskan waktu paling banyak untuk berinteraksi dengan pelanggan dan mengenal pelanggan dengan baik.
  • Analisis data di situs web perusahaan, misalnya, berapa banyak waktu yang dihabiskan pelanggan menjelajah situs web, berapa rasio pantulan, atau di halaman mana pelanggan menghabiskan waktu maksimum. Gunakan metrik ini untuk memahami pelanggan dan tingkat keterlibatan perusahaan.
  • Analisis minat audiens. Jika konsumen mengunjungi situs web perusahaan untuk menjelajahi kategori produk tertentu, kamu bisa memposisikan mereka di segmen psikografis yang bersangkutan.

2. Kategorikan pelanggan sesuai produk perusahaan 

Setelah memahami siapa konsumenmu, kamu akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai sasaran atau target pasar yang akan dituju. Hal ini juga akan membantumu mendapatkan pemahaman keseluruhan tentang konsumen dan menciptakan strategi pemasaran yang tepat untuk menargetkan pelanggan.

3. Lakukan brand positioning atau penempatan merek untuk produk perusahaan 

Ketika tim pemasaran mengerti dengan jelas siapa calon pelanggannya, mereka akan lebih mudah untuk memposisikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

4. Temukan segmentasi pasar yang tepat

Di sinilah kamu dapat menghubungkan antara pemosisian produk perusahaan dengan kebutuhan pelanggan. Apakah produk yang diciptakan sudah menjawab kebutuhan pelanggan? Apakah ada segmen pelanggan yang saat ini belum terakomodasi dengan solusi seperti itu? Tautkan keduanya dan temukan segmen pengguna yang tepat untuk produkmu.

5. Luncurkan kampanye perusahaan 

Tahapan awal sudah dilalui dan sekarang saatnya meluncurkan kampanye perusahaan. Kamu dapat mengujinya terlebih dahulu agar hasil yang didapatkan optimal. Evaluasi juga selama dan setelah pelaksanaan untuk memastikan segmen tersebut sudah sesuai. Jika tidak, coba cari segmentasi pasar berdasarkan kriteria yang lain.

Baca juga: Apa itu AIDA Marketing? Pahami selengkapnya di sini!

Setelah mengetahui seluk beluk mengenai segmentasi pasar, apakah kamu tertarik untuk menekuni karier di bidang pemasaran? Daftarkan dirimu di EKRUT dan cari tahu berbagai peluang menjanjikan untuk meniti karier di bidang tersebut. Jika kamu terdorong untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai tren pemasaran digital di tahun 2021, simak video di bawah ini, ya!

sign up EKRUT

Sumber:

  • blog.alexa.com 
  • imsmarketing.ie
  • lotame.com
  • investopedia.com
  • yieldify.com
  • qualtrics.com 
  • useinsider.com

Tags

Share