Published on

Careers

5 Cara meningkatkan sense of belonging di tempat kerja

Nur Lella Junaedi

sense-of-belonging-EKRUT.jpg

Rasa memiliki atau sense of belonging penting untuk dipikirkan oleh para pemimpin di perusahaan, sebab perasaan ini akan berhubungan dengan komitmen, motivasi, dan kebanggaan yang dimiliki karyawan. 

Namun, perasaan sense of belonging ini sedikit sulit untuk dibangun tanpa pendekatan yang tepat. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan digambarkan beberapa cara membangun sense of belonging di tempat kerja.

Apa itu sense of belonging di tempat kerja? 

sense of belonging EKRUT 
Sense of belonging adalah merasa menjadi bagian penting dari perusahaan - EKRUT

Rasa memiliki  di tempat kerja atau sense of belonging adalah merasa menjadi bagian penting dari perusahaan. Karyawan yang memiliki sense of belonging biasanya akan merasa aman, diterima, didukung dan dilibatkan oleh perusahaan. 

Perasaan sense of belonging sangat penting dikembangkan oleh perusahaan ketimbang hanya fokus meningkatkan keterlibatan karyawan lewat keberagaman dan inklusivitas. 

Apalagi ketika pandemi saat ini dimana banyak karyawan yang harus bekerja dari rumah, terkena pemotongan gaji atau penundaan THR, sehingga membuat sense of belonging karyawan berkurang dan pada akhirnya mendorong mereka untuk resign.

Tidak hanya itu, sense of belonging juga pada dasarnya dibutuhkan untuk membantu menyatukan karyawan dengan beragam karakteristik yang ada di perusahaan. 

Data yang ditunjukkan oleh Harvard Business Review, menunjukkan bila sense of belonging berkaitan erat dengan hubungan sosial lewat perasaan diterima dan disertakan oleh orang-orang di sekitarnya. 

Menurut situs tersebut, disebutkan bahwa jika karyawan yang merasa diterima, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan substansial. 

Sebab, sense of belonging yang tinggi bisa meningkatkan performa kerja karyawan hingga 50 persen. Selain itu, sense of belonging juga berkontribusi pada penurunan angka sakit karyawan sebanyak 75 persen dan penurunan tingkat turnover hingga 50 persen. 

Tidak hanya itu, untuk perusahaan skala besar yang memiliki jumlah karyawan sekitar 10 ribu orang, lewat sense of belonging yang tinggi juga akan menghasilkan penghematan perusahaan hingga 52 juta USD. 

Baca juga: Intip 6 ide alasan resign yang masuk akal dan kuat berikut ini

Nilai dari sense of belonging karyawan bagi perusahaan

Data yang ditunjukkan oleh Harvard Business Review, menunjukkan bila sense of belonging berkaitan erat dengan hubungan sosial lewat perasaan diterima dan disertakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Menurut situs tersebut, disebutkan bahwa jika karyawan yang merasa diterima, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan substansial.

Sebab, sense of belonging yang tinggi bisa meningkatkan performa kerja karyawan hingga 50 persen. Selain itu, sense of belonging juga berkontribusi pada penurunan angka sakit karyawan sebanyak 75 persen dan penurunan tingkat turnover hingga 50 persen.

Tidak hanya itu, untuk perusahaan skala besar yang memiliki jumlah karyawan sekitar 10 ribu orang, lewat sense of belonging yang tinggi juga akan menghasilkan penghematan perusahaan hingga 52 juta USD. 

daftar EKRUT sekarang

Cara membangun sense of belonging di tempat kerja 

sense of belonging EKRUT 
Memberi pendampingan bisa meningkatkan sense of belonging karyawan - EKRUT

Sebelum mengetahui bagaimana cara membangun sense of belonging yang tepat, sebagai pemimpin kamu sebaiknya mengetahui seberapa besar perasaan memiliki ini hadir di tengah-tengah karyawanmu. 

Oleh karena itu, diperlukan survei untuk menentukan kelemahan dan kekurangan rasa memiliki karyawan atas perusahaan.

Bila hasil dari survei itu tidak memuaskan, maka kamu bisa mengambil langkah selanjutnya untuk meningkatkan sense of belonging di kantor lewat cara-cara berikut. 

1. Bersikap terbuka dan mendorong diskusi 

Cara pertama membangun pendekatan sense of belonging adalah dengan mendorong keterbukaan dan diskusi di tingkat manajemen.

Pendekatan ini dilakukan karena kerap kali hambatan pribadi antar karyawan di tempat kerja sering muncul sebagai bagian dari kurangnya inklusivitas, rasa hormat dan keberagaman. 

Karena atasan tidak mengenal baik karyawannya satu sama lain, maka pada akhirnya atasan tidak mengetahui ambisi, motivasi serta suka dan duka karyawan di tempat kerja.  

Oleh karena itu, keterbukaan antara manajemen dan karyawan sangat penting karena dapat mendorong karyawan untuk berbagi pengalaman khususnya tentang saran mereka dalam meningkatkan bisnis.

2. Memupuk ikatan sosial yang lebih baik 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kerjasama atau kolaborasi dengan kedekatan antar karyawan bahkan ketika sebelumnya mereka tidak saling menyukai satu sama lain.

Saat karyawan merasa dekat dengan orang yang bekerja dengan mereka, maka karyawan merasakan sense of belonging yang lebih besar dalam kaitannya dengan bisnis. 

Kamu sebagai pemimpin bisa mengembangkan kolaborasi ini dengan berbagai cara seperti membentuk kelompok kerja atau membuat tata letak kantor yang tepat. 

3. Menetapkan visi misi bersama 

Pemimpin bisnis harus menjadi komunikator yang ulung agar bisa menyampaikan tujuan dan visi misi perusahaan dengan baik. 

Dalam membangun dan mengomunikasikan visi misi ini, sebaiknya setiap karyawan diajak untuk berbagi ide dan saran mereka, supaya merasa menjadi bagian dari perusahaan. 

Kamu dapat menyampaikan visi misi perusahaan ini dengan cara storytelling untuk meningkatkan pemahaman karyawan tentang bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri dengan visi tersebut. 

Selain itu, perusahaan juga bisa mendorong karyawan membuat visi misi bersama dalam rangka meninjau nilai dan budaya perusahaan secara berkala agar karyawan bisa tetap berkontribusi pada bisnis. 

Baca juga: Begini cara membuat visi misi perusahaan dan contohnya

4. Membangun budaya inklusivitas di perusahaan secara proaktif

Manajemen perusahaan yang baik adalah mereka yang membudayakan inklusivitas dalam perusahaan secara proaktif. Kata inklusivitas sendiri merupakan lawan dari kata eksklusif. 

Ini adalah suatu sikap dimana manajemen memposisikan diri sama dengan karyawannya dan membuat manajemen mampu memahami perspektif karyawan dengan baik. 

Titik penting dari inklusivitas adalah memandang karyawan secara sama dengan tidak membedakan suku, ras, agama dan golongan. 

5. Menyiapkan pendampingan 

Cara selanjutnya yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan sense of belonging adalah dengan menyiapkan pendampingan seperti adanya mentor.

Dengan cara ini, kamu bisa menciptakan rasa memiliki karyawan di tempat kerja. Adapun nantinya bentuk dari pendampingan ini bisa formal atau informal.  

3 Usaha untuk meningkatkan sense of belonging karyawan 


Perusahaan harus meminimalisir perasaan terasing yang dapat terjadi pada karyawan - EKRUT

Karyawan akan merasakan sense of belonging apabila mereka merasa yakin perusahaan benar-benar peduli. Kamu bisa lho bekerja di perusahaan yang dapat membuat kamu merasa nyaman, dengan mendaftarkan diri di EKRUT kamu bisa bekerja di perusahaan yang cocok dan pastinya mendapatkan karier yang lebih baik.

Kamu dapat menggunakan 3 langkah ini pada perusahaanmu untuk mendapatkan rasa percaya dari karyawan, sehingga dapat menciptakan sense of belonging.

Minimalisir anggapan "outsiderness"

Terlepas dari progres perusahaan untuk meningkatkan sense of belonging, beberapa karyawan masih merasa sebagai outsider di tempat kerja. Hal ini menyebabkan beberapa karyawan menahan untuk mengekspresikan dirinya atau mengutarakan pendapat.

Merasa sebagai outsider merupakan pengalaman negatif yang menyakitkan, juga memicu gangguan kognitif yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dalam hal ini kamu dapat mengupayakan perusahaan untuk memiliki budaya dimana setiap individu diperhatikan dan dihargai.

Tunjukkan kepedulian bagi tiap karyawan dengan memberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan menyampaikan pendapat. Dukungan, kepedulian, dan kepercayaan perusahaan akan mengurangi risiko karyawan untuk merasa sebagai outsider.

Libatkan semua pihak

7 dari 10 karyawan mengatakan perusahaan mereka gagal untuk memberitahu peluang untuk mendorong keikutsertaan atau partisipasi dalam bekerja.

Untuk mengkomunikasikan dukungan terhadap sense of belonging dengan baik, buatlah setiap karyawan turut bertanggung jawab akan hal tersebut. Mendorong karyawan agar lebih menghargai satu sama lain dengan saling memperhatikan, mendengarkan, juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan satu sama lain.

Menggabungkan pendapat dari karyawan ke dalam nilai-nilai perusahaan, juga dapat menunjukkan bahwa tiap individu memiliki peran yang setara dalam membangun perusahaan.

Berikan benefits and initiatives kepada karyawan

Memberikan benefit kepada karyawanmu dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti jadwal kerja yang fleksibel, program kesehatan, bonus, dan lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan peduli dengan kebutuhan karyawan.

Penghargaan yang diberikan kepada kantor untuk tiap karyawan termasuk salah satu faktor pendorong rasa memiliki.

Selain itu, melakukan initiatives seperti mendukung perbedaan dalam perencanaan dan mengadakan acara perayaan yang jarang disoroti seperti Hari Wanita Internasional. Melakukan inisiatif tersebut sangat efektif untuk menciptakan sense of belonging pada karyawan.

Benefits dan initiatives merupakan bentuk penghargaan untuk kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Dengan begitu perusahaan juga menunjukkan bahwa tiap karyawan berperan dalam kesuksesan bisnis.

Baca juga: Cari tahu pentingnya mentor bagi perkembangan karier, yuk!

Melalui lima langkah tersebut maka kamu dapat meningkatkan sense of belonging di antara para karyawan. Dengan begitu diharapkan motivasi dan produktivitas karyawan pun dapat terus ditingkatkan. 

daftar EKRUT
Last update: 10 May 2021

Sumber: 

  • thebigpicturepeople
  • cultureamp
  • hbr.org

Tags

Share