Published on

Technology

Apa Itu Statistical Process Control (SPC)? Berikut Manfaat dan 7 Langkah Penerapannya!

Arin Khurota

0-cover-spc-adalah.jpg

SPC (Statistical Process Control) merupakan metode atau konsep statistik yang dikembangkan oleh Dr. Walter Shewhart dari Bell Laboratories. Konsep ini kemudian diperluas oleh Edwards Deming ke industri Jepang setelah Perang Dunia II. Dari waktu ke waktu, praktik SPC serta formula dan tekniknya banyak diterapkan di beberapa bidang operasional industri. Berikut ini informasi, manfaat, serta langkah penerapan yang diperlukan!

Apa itu SPC?


Statistical Process Control adalah teknik yang digunakan untuk mengontrol proses produksi (Sumber: Pexels)

SPC (Statistical Process Control) adalah salah satu teknik statistika yang digunakan untuk mengukur dan mengontrol suatu proses produksi. Alat dan prosedur SPC dapat membantu memantau proses, menemukan masalah dalam sistem internal, serta solusi suatu masalah dalam proses produksi.

Metode Statistical Process Control sering digunakan secara bergantian dengan Statistical Quality Control (SQC). Metodologi ini dapat digunakan untuk mengukur serta mengendalikan kualitas selama proses manufaktur.

Data yang diamati umumnya berupa pengukuran produk atau proses yang diperoleh secara real-time. Data yang didapatkan lalu diolah pada grafik dengan batas kendali yang telah ditentukan sebelumnya. Batas kendali ditentukan oleh kemampuan proses, sedangkan batas spesifikasi ditentukan oleh kebutuhan klien.

SPC dapat membantu perusahaan bergerak menuju kontrol kualitas berbasis pencegahan daripada kontrol kualitas berbasis deteksi. Dengan memantau grafik SPC, organisasi dapat dengan mudah memprediksi perilaku proses.

Baca juga: Near Field Communication (NFC): Pengertian, Fungsi, dan Keamanannya

Sejarah singkat mengenai SPC


Dr. A. Shewhart, pelopor teori SPC (Sumber: Quality)

Konsep Statistical Process Control (SPC) awalnya dikembangkan oleh Dr. Walter Shewhart dari Bell Laboratories pada tahun 1920-an. Kemudian, konsep ini diperluas oleh Dr. W. Edwards Deming setelah Perang Dunia II yang ditandai dengan perkembangan industri Jepang.

Banyak perusahaan Jepang yang sukses mengadopsi konsep ini hingga kemudian organisasi di seluruh dunia menjadikan SPC sebagai alat utama untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengurangi variasi proses. Dr. Shewhart mengidentifikasi dua sumber variasi proses, yaitu variasi peluang serta variasi tidak terkontrol.

Variasi peluang melekat dalam proses, dan stabil dari waktu ke waktu, dan dapat ditetapkan. Sedangkan variasi yang tidak terkontrol umumnya tidak stabil dari waktu ke waktu karena merupakan hasil dari peristiwa tertentu di luar sistem.

Berdasarkan pengalaman dengan banyak jenis data proses, dan didukung oleh hukum statistik dan probabilitas, Dr. Shewhart kemudian merancang diagram kendali. Diagram inilah yang kemudian digunakan untuk memplot data dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi baik variasi penyebab umum maupun variasi penyebab khusus.

Baca juga: Blockchain masuki industri aplikasi informasi

Struktur SPC


Statistical Process Control terdiri atas alat berupa bagan kontrol (Sumber: Pexels)

Struktur SPC terdiri dari alat berupa bagan kontrol yang dikembangkan oleh Walter Shewhart. Bagan kontrol membantu seseorang merekam data dan memungkinkan melihat saat peristiwa yang tidak biasa. Misal, saat harus melakukan pengamatan dengan evaluasi yang sangat rendah atau sangat tinggi, daripada proses yang biasa terjadi.

Dengan menggunakan SPC, kerusakan dapat dideteksi, bahkan pada tingkat struktur. Lebih tepatnya, dengan memodelkan struktur utuh yang diketahui dan menemukan model autoregressive (AR), maka apa yang tidak normal dapat diketahui. Dalam hal ini, statistik digunakan untuk mencari hubungan antara struktur utuh dan rusak.

Variasi proses dibedakan dalam bagan kontrol menjadi dua jenis, yaitu:

  • Variasi penyebab umum, yang melekat pada proses dan akan selalu ada
  • Variasi penyebab khusus, yang berasal dari sumber eksternal dan menunjukkan bahwa prosesnya berada di luar kendali statistik

Berbagai tes dapat membantu menentukan kapan peristiwa di luar kendali telah terjadi. SPC mengaplikasikan dari 14 alat untuk mengontrol proses input (variabel independen). Meskipun kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, SQC mencakup pengambilan sampel penerimaan di mana SPC tidak.

7 Alat kontrol kualitas (7-QC)


SPC vs SQC yang sering digunakan dalam control proses manufaktur (Sumber: Asq)

Pada tahun 1974,  Dr. Kaoru Ishikawa mengumpulkan berbagai alat perbaikan proses yang disebut sebagai Guide to Quality Control. Alat atau tools ini kemudian dikenal di seluruh dunia sebagai tujuh alat kontrol kualitas (7-QC), yaitu:

  • Diagram sebab-akibat (juga disebut diagram Ishikawa atau diagram tulang ikan)
  • Check sheet
  • Control chart
  • Histogram
  • Diagram pareto
  • Diagram pencar
  • Stratifikasi

7 Alat pelengkap (7-SUPP)

Selain alat 7-QC dasar, ada juga beberapa alat kualitas statistik tambahan yang dikenal sebagai tujuh alat tambahan (7-SUPP):

  • Stratifikasi data
  • Defect maps
  • Log peristiwa
  • Process flowchart
  • progress centers
  • Pengacakan
  • Penentuan ukuran sampel

Baca juga: 8 Cara Screenshot Windows 10 dengan Mudah

Manfaat SPC


Statistical Process Control bermanfaat untuk membuat yang tepat (Sumber: Pexels)

SPC berfokus pada pengoptimalan perbaikan berkelanjutan dengan menggunakan alat statistik untuk menganalisis data, membuat kesimpulan tentang perilaku proses, dan kemudian membuat keputusan yang tepat. Metode statistik ini memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:

  • Mengurangi variabilitas dan memo secara signifikan
  • Secara ilmiah meningkatkan produktivitas
  • Mengurangi biaya sehingga lebih hemat
  • Meningkatkan kualitas secara keseluruhan
  • Dapat terus memantau proses untuk mempertahankan kontrol
  • Menyediakan data untuk mendukung pengambilan keputusan
  • Menemukan proses yang mungkin tersembunyi
  • Bereaksi langsung terhadap perubahan proses
  • Proses yang dibutuhkan dalam operasional dapat menjadi lebih sederhana
  • Peluang untuk peningkatan kualitas di seluruh segmen perusahaan

Baca juga: Cara Membuat QR Code dengan Mudah, Cepat, dan Gratis

Langkah-langkah penerapan SPC


7 Langkah yang diperlukan dalam menerapkan SPC untuk keberhasilan analisis (Sumber: Pexels)

Metode SPC dapat dilakukan melalui beberapa langkah-langkah berikut:

1. Identifikasi proses

Identifikasi proses merupakan kunci utama yang berdampak pada keluaran produk atau proses yang sangat penting bagi pelanggan. Misalnya, ketebalan pelat berdampak pada kinerja produk di perusahaan manufaktur, kemudian hal ini menjadi suatu pertimbangan dalam proses pembuatan pelat.

2. Tentukan atribut yang dapat diukur dari proses

Identifikasi atribut yang perlu diukur selama produksi. Dari contoh di atas, pertimbangkan ketebalan pelat sebagai atribut terukur.

3. Menentukan metode pengukuran dan juga melakukan Gage R&R

Membuat instruksi atau prosedur kerja metode pengukuran termasuk alat ukurnya. Misalnya, pertimbangkan pengukur ketebalan untuk mengukur ketebalan dan buat prosedur pengukuran yang sesuai. Lakukan pengulangan dan reproduksibilitas Gage (Gage R & R) untuk menentukan jumlah variasi dalam data pengukuran karena sistem pengukuran.

4. Kembangkan strategi subkelompok dan rencana pengambilan sampel

Tentukan ukuran subkelompok berdasarkan kekritisan produk dan tentukan ukuran dan frekuensi pengambilan sampel. Misalnya mengumpulkan 20 set ketebalan pelat dalam urutan waktu dengan ukuran subkelompok 4.

5. Kumpulkan data dan plot grafik SPC

Kumpulkan data sesuai ukuran sampel dan pilih grafik SPC yang sesuai berdasarkan tipe data (Kontinu atau Diskrit) dan juga ukuran subkelompok. Misalnya, ketebalan pelat dengan ukuran subkelompok 4, pilih grafik Xbar-R.

6. Jelaskan variasi alami dari atribut

Hitung batas kendali. Dari contoh di atas, hitung batas kendali atas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL) untuk kedua Rentang Xbar.

7. Pantau variasi proses

Interpretasikan dalam diagram kontrol dan periksa apakah ada titik di luar kendali dan polanya. Contohnya, periksa grafik Xbar R jika prosesnya tidak terkendali, maka identifikasi penyebab yang dapat ditentukan dan atasi masalahnya. Proses ini harus berkelanjutan untuk memantau variasi proses.

Itulah beberapa informasi tentang SPC beserta penerapan dan contohnya. SPC pada dasarnya digunakan sebagai kontrol yang banyak diterapkan di berbagai manufaktur untuk mendukung keberhasilan analisis masalah yang mungkin muncul. Oleh karena itu, metode ini banyak diaplikasikan karena memiliki hasil manfaat yang cukup besar sehingga perlu dipahami lebih mendalam.

Selain di EKRUT Media, kamu bisa mendapatkan informasi serta tips menarik dari EKRUT di YouTube EKRUT Official. Yuk, kembangkan kariermu bersama EKRUT! Sign up EKRUT sekarang juga, agar kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang sesuai dengan minat kamu.

Sumber:

  • infinityqs.com
  • sixsigmastudyguide.com
  • asq.org

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cara-interview-kerja-yang-baik-EKRUT.jpg

    Careers

    12 Cara Interview Kerja yang Baik Agar Bisa Diterima

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    cover.jpg

    Careers

    12 Contoh Etos Kerja yang Penting Bagi Perkembangan Karier

    Detty Risetya

    06 July 2022
    5 min read
    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    06 July 2022
    6 min read

    Video