Published on

Technology

Subway di Shanghai akan gunakan pengenalan wajah dan suara

Widyanto Gunadi

subway.jpg

Beberapa waktu yang lalu, Alibaba mengumumkan kerja sama dengan Ant Financial untuk meluncurkan teknologi Smile to Pay. Tujuannya, untuk memudahkan pelanggan gerai makanan siap saji KFC di Hanzhou, Tiongkok bagian timur dalam membayar pesanan hanya dengan senyuman.

Nah selanjutnya, Alibaba dan Ant Financial pun menelurkan teknologi pengenalan suara serta ekspresi wajah untuk subway di Shanghai Railway. Seperti apa teknologi tersebut? Berikut ulasannya untuk Anda.

 

Sensor AI untuk kenali suara dan wajah

Ant Financial berkolaborasi dengan Shendong Metro Group, operator Shanghai Metro, yang merupakan salah satu stasiun kereta tersibuk di dunia. Mereka mengaplikasikan sensor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengenali suara dan wajah.

Sensor ini akan dipasang di seluruh mesin tiket pada setiap stasiun di kota Shanghai. Meski demikian, teknologi baru tersebut masih dalam tahap pengembangan awal. Belum diketahui rencana uji cobanya untuk kalangan masyarakat Tiongkok. 

 

Pertimbangkan penumpang prioritas

Seorang insinyur yang terlibat dalam proyek ini, yaitu Huang Yingon menjelaskan, timnya masih mempertimbangkan faktor kenyamanan pada fitur pengenalan wajah. Sehingga, para penumpang yang masuk golongan prioritas, termasuk lansia, wanita hamil, dan penumpang difabel bisa diutamakan.

Secara keseluruhan, sistem pengenalan suara dan wajah ini sudah matang. Namun, ada sejumlah detil yang masih harus didiskusikan dengan Shanghai Metro sebagai operator. 

 

Tanpa password

Direktur program pengenalan suara cerdas di Institute of Data and Science Technology Alibaba, Yan Zhijie mengungkapkan, penumpang tidak perlu menyebutkan kata kunci tertentu pada mesin tiket. Penumpang hanya diminta menyebutkan tujuan. Selanjutnya, mesin tiket akan memberikan respons.

Untuk dapat menikmati teknologi ini, penumpang kereta di Tiongkok harus memberikan foto untuk dimasukkan dalam database. Selanjutnya, mesin tiket berteknologi AI akan mengenali wajah penumpang. 

Alibaba menghadirkan teknologi ini, seiring dengan tren penggunaan teknologi pengenal wajah pada ruang publik lainnya di Tiongkok. Alibaba pun berharap teknologi serupa bisa diterapkan di bandara, restoran, bahkan meja-meja resepsionis.

 

Rekomendasi bacaan:
Benarkah Facebook tertarik masuki blockchain?
Teknologi AI ini dipakai untuk kenali tamu di Royal Wedding
Berhati-hatilah dalam menggunakan cryptocurrency, ini alasannya
 

Sumber:
scmp.com
findbiometrics.com
timeoutshanghai.com
medium.com
i-scmp.com

Tags

Share