startup

Teknologi rekayasa genetika yang dilakukan startup Synthego

Published on
Min read
3 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

puzzle-2500333__340.jpg

Synthego, startup penyedia layanan rekayasa genetika untuk riset dan eksperimen, baru saja meluncurkan rangkaian produk baru yang memberikan akses pada para peneliti terhadap materi genetik untuk membuat percobaan dengan mudah. 

Layanan baru Synthego ini akan menyediakan materi genetik bagi para peneliti yang telah disunting dengan proses CRISPR sehingga para ilmuwan dapat menguji hipotesis mereka mengenai penyakit atau sifat-sifat tertentu dalam gen dengan lebih cepat. Seperti apa sih Synthego ini? Teknik apa yang dipakainya?

Teknik CRISPR

CRISPR adalah teknik rekayasa genetik baru yang memungkinkan para ilmuwan membuat perubahan spesifik pada DNA tanaman, hewan, hingga manusia. Karena perangkat lunak ini relatif murah dan gampang digunakan, para ilmuwan mengaku bisa memanfaatkan teknik CRISPR untuk mengobati beragam penyakit, termasuk HIV dan muscular dystrophy.

“Teknologi rekayasa genetika seperti CRISPR telah membuat peneliti mampu membuat modifikasi gen. Dengan semakin banyaknya alat biologis baru, tak semua orang memiliki akses, waktu, dan kemampuan untuk belajar menggunakan CRISPR. Karena itu, ada permintaan yang signifikan untuk membuat CRISPR dapat diakses secara massal sehingga peneliti dapat fokus pada hasil eksperimen mereka,” kata profesor genetik di Harvard Medical School dan profesor ilmu kesehatan dan teknologi di Harvard dan MIT, George Church.

Teknologi CRISPR ini memungkinkan para ilmuwan mampu menyunting materi genetik untuk menekan atau menonjolkan sifat-sifat biologis tertentu yang dapat diterapkan untuk berbagai sektor, mulai dari energi, pertanian, hingga kesehatan.

2 fungsi dasar CRISPR

Ada dua fungsi dasar yang dapat digunakan dengan teknologi CRISPR, yaitu menghapus gen dan menambahkan fungsi ke materi genetik. Kedua proses tersebut melibatkan tiga langkah yang cukup rumit.

Pertama, para ilmuwan harus mengidentifikasi gen yang ingin mereka sunting dan mereka harus memahami materi genetik apa yang terdapat dalam gen dan ingin dibuang. Setelah itu, tim peneliti perlu mengidentifikasi dan mendapatkan reagen serta komponen yang dibutuhkan untuk menyunting gen. Terakhir, tim peneliti perlu mencari tahu keberhasilan rekayasa itu.

Di samping itu, perdebatan juga muncul di kalangan ilmuwan lain mengenai teknologi yang mampu merekayasa gen dalam sel telur, sperma, dan embrio manusia dengan teknologi CRISPR. Pakar etika ikut mewanti-wanti tentang konsekuensi yang muncul bila kita terburu-buru mencoba merekayasa gen manusia. 

CRISPR sangat mudah digunakan. Hal ini menimbulkan kegusaran tersendiri di kalangan ilmuwan. Komunitas intelijen Amerika Serikat pada 2016 memperingatkan, ilmu rekayasa genetik berpotensi menjadi senjata pemusnah massal. 

Namun, beberapa ilmuwan juga merasa sudah terlambat untuk melarang penggunaan teknologi dalam sel reproduksi manusia karena teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan secara luas di banyak laboratorium. 

Masih dalam tahap awal

Terlepas dari ketakutan rekayasa genetik akan memicu upaya rekayasa bayi dan munculnya "gen-gen manusia yang aneh", harus diakui CRISPR masih baru dalam tahap awal sekali. Kemungkinan perangkat lunak ini bahkan memiliki konsekuensi yang tak sepenuhnya kita pahami.

Rekayasa genetik sudah dilarang di banyak negara. Namun, melihat begitu mewabahnya penggunaan CRISPR di laboratorium, sudut pandang dan aturan tentang rekayasa genetik harus segera ditinjau ulang. Awal tahun lalu, US National Academy of Sciences menyatakan rekayasa embrio manusia diperkenankan selama bertujuan untuk menyembuhkan penyakit, tentunya dengan berbagai batasan di sana-sini.

Bagaimana pendapat Anda mengenai Synthego dan rekayasa genetika ini?

 

0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    struktur-organisasi-perusahaan---EKRUT.jpg

    startup

    Struktur Organisasi Perusahaan: Fungsi, Manfaat, Contoh, dan 7 Jenisnya

    Maria Tri Handayani

    02 November 2022
    4 min read
    Daftar-perusahaan-yang-menerapkan-wfh-secara-permanen-setelah-pandemi---EKRUT.jpg

    startup

    Daftar Perusahaan yang Menerapkan Sistem WFH

    Maria Tri Handayani

    12 October 2022
    4 min read
    EKRUT.jpg

    startup

    Raih pendanaan baru, EKRUT akan tingkatkan teknologi data science

    Tsalis Annisa

    06 October 2022
    4 min read

    Video