Published on

Expert's Corner

User Interface (UI): Pengertian, fungsi, dan 8 karakteristik yang disukai user

Algonz D.B. Raharja

User_Interface.jpg

Di tengah perkembangan dunia digital yang saban hari digunakan manusia melalui aplikasi berbasis smartphone atau situs jejaring tentu kita tak asing lagi dengan istilah user interface (UI). User interface umumnya dikenal bersamaan dengan user experience (UX) di dunia pengembangan aplikasi atau perangkat lunak. Peranan user interface kerap diperbincangkan, entah itu saat mengakses tampilan mobile banking, situs marketplace, maupun aplikasi-aplikasi publik yang dirilis pemerintah.

Sebagai pengguna berbagai aplikasi via smartphone, sesungguhnya kita akrab dengan user interface, namun beberapa dari kita mungkin masih belum paham apa yang dimaksud dengan user interface dan apa gunanya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu user interface, simak ulasan berikut ini.

Baca juga: UI UX: Pengertian, perbedaan utama, dan kaitan antara satu sama lain

Apa itu User Interface (UI)?

Apa Itu User Interface
User interface memiliki peran besar terhadap efisiensi pengguna dan akses mereka pada suatu produk berbasis digital. (Sumber: Pexels)

Dalam jurnal ilmiahnya yang dimuat Procedia Computer Science, Gasmi Ines dkk mendefinisikan user interface sebagai tampilan grafis yang umumnya sensitif terhadap sentuhan pada perangkat seluler atau komputer. User interface memungkinkan pengguna smartphone atau tablet dapat berinteraksi dengan aplikasi, fitur, konten, dan fungsi perangkat. Tingkat pengguna user interface mewakili 50% dari seluruh sistem pengodean perangkat lunak yang membuktikan pentingnya user interface dalam efektivitas aplikasi.

Dilansir Digital Technologies Hub Australia, user interface atau antarmuka pengguna adalah cara orang berinteraksi dengan sistem komputer, termasuk bagaimana mereka bertukar informasi dan instruksi dengannya. Ketika pengembang aplikasi atau perangkat lunak membuat sistem informasi, mereka sering mendesainnya dengan mempertimbangkan sudut pandang pengguna. 

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan target audiens untuk sumber daya aplikasi mereka. Proses peninjauan atau evaluasi sistem user interface dilakukan untuk membantu kepastian dan pemenuhan kebutuhan pengguna terhadap sebuah aplikasi. Proses peninjauan ini yang kemudian disebut sebagai user experience (UX).

Dari sudut pandang desain perangkat lunak, user interface dapat diartikan sebagai proses yang digunakan desainer untuk membangun antarmuka dalam perangkat lunak atau perangkat terkomputerisasi, dengan fokus pada tampilan atau gaya. Para pengembang perangkat lunak dan desainer memiliki tujuan untuk membuat antarmuka aplikasi agar mudah digunakan dan menyenangkan. 

Pentingnya User Interface (UI)?

Pentingnya User Interface (UI)?
User interface penting bagi aplikasi bisnis karena dapat menggaet pelanggan dengan kenyamanannya (Sumber: Pexels)

Melihat definisi-definisi yang telah dipaparkan di atas tadi, tentunya sudah tergambar tentang apa pentingnya user interface dalam dunia digital. Secara umum, user interface amat penting karena dapat mengubah calon pengunjung sebuah situs atau aplikasi dapat menjadi pelanggan karena difasilitasi dengan interaksi antara pengguna dan situs web atau aplikasi smartphone itu sendiri. Hampir seluruh lini bisnis yang bergerak secara daring dan berbasis aplikasi amat bergantung dengan user interface ini.

User interface tidak hanya berfokus pada estetika tampilan antarmuka aplikasi tetapi juga memaksimalkan daya tanggap, efisiensi, dan aksesibilitas situs jejaring. Bayangkan jika kamu menemukan sebuah situs jejaring dan tidak mengerti apa yang mereka tawarkan, atau kamu tidak bisa melakukan navigasi terhadap halaman situs tersebut, maka kemungkinan besar kamu akan menutup situs tersebut selekas mungkin. Nah, itu tadi adalah contoh bagaimana situs tidak memiliki user interface yang baik dan kuat.

User interface dibuat dan amat penting untuk menyesuaikan gagasan pemilik usaha atau pembuat aplikasi agar koheren dengan keinginan pengguna. Jika seseorang memiliki bisnis yang bergantung pada lalu lintas internet atau aplikasi, maka ia perlu memastikan bahwa situs dan aplikasi bisnisnya memiliki user interface dengan standar baik. Beberapa perusahaan entah itu perbankan, marketplace, maupun layanan kesehatan kini mulai mengerti betapa pentingnya user interface untuk semakin dekat dengan pelanggan dan memudahkan akses kepada mereka.

Baca juga: Mengupas peran dan tugas UI/UX Designer lebih dalam

Fungsi User Interface (UI)?

Fungsi User Interface (UI)?
User interface diharapkan mampu membuat pelanggan mengakses produk atau layanan dengan mudah (Sumber: Pexels)

Penjelasan tentang pentingnya user interface tentunya telah memberi gambaran bahwa user interface memiliki fungsi terkait aksesibilitas dan kenyamanan pengguna, khususnya dalam bidang bisnis berbasis aplikasi atau situs jejaring. Adapun 4 fungsi user interface itu adalah sebagai berikut,

1. Mempermudah akses dan interaksi terhadap produk

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, setiap sektor bisnis yang menggantungkan pemasaran atau penjualan produk maupun jasanya dengan basis aplikasi atau situs perlu mengembangkan user interface aplikasinya dengan baik. Hal ini dikarenakan user interface berfungsi sebagai jembatan akses antara produk bisnis dengan pengguna atau konsumen. 

User interface memastikan pengguna dapat mengenal produk dan berinteraksi dengan pemilik bisnis atau penjual yang menawarkan produknya lewat aplikasi tertentu. Adanya akses dan interaksi ini akan memotong jalur dan jarak penjualan konvensional menjadi lebih mudah tanpa tatap muka. Keberadaan user interface amat memudahkan pengguna atau konsumen untuk semakin dekat dengan suatu produk hanya dengan menggunakan sentuhan layar atau beberapa klik pada situs produk terkait. 

2. Menunjang perkembangan bisnis

Menunjang perkembangan bisnis
Sebuah bisnis yang berbasis aplikasi digital akan berkembang seiring kualitas user interface aplikasinya (Sumber: Pexels)

Dikarenakan mudahnya akses dan interaksi dengan pelanggan, bisa dipastikan bahwa user interface akan berperan besar dalam berkembang dan bertumbuhnya bisnis. Setiap produk baik barang maupun jasa yang ditawarkan akan mudah disebar lewat aplikasi smartphone, dan tentunya jika aplikasi tersebut memiliki user interface yang nyaman dan efisien maka pelanggan akan lebih loyal pada layanan produk tersebut.

Meningkatnya pengguna aplikasi akan berbanding lurus dengan perkembangan bisnis. Hal ini dapat dicontohkan dengan bagaimana sebuah perusahaan ojek daring memulai aplikasinya dengan layanan ojek berbasis aplikasi dan kemudian berkembang dengan layanan makanan pesan antar hingga pijat berbasis aplikasi. Pembangunan user interface aplikasi yang mencakup beberapa produk akan mengembangkan bisnis karena hal itu juga berarti mewadahi berbagai kepentingan pelanggan.

3. Mendorong tingkat penjualan

Mendorong tingkat penjualan
Tingkat penjualan bisnis berbasis aplikasi dapat meningkat ketika pelanggan nyaman dengan user interface aplikasi itu (Sumber: Pexels)

Berbanding lurus dengan perkembangan bisnis tadi, user interface juga akan mendorong tingkat penjualan untuk terus naik seiring kenyamanan dan loyalitas pengguna aplikasi bisnis. Jika suatu perusahaan memaksimalkan aplikasi penjualan produknya dengan user interface mumpuni dan tidak susah digunakan, maka bukan tidak mungkin hal ini menjadi nilai tambah yang dapat memenangi kompetisi dari perusahaan lain dengan produk serupa.

Produk dan layanan yang ditampilkan lewat aplikasi dengan user interface mumpuni akan lebih mudah diminati oleh pelanggan karena aksesnya. Sedangkan, akses sendiri adalah langkah awal datangnya konsumen untuk melihat atau sekadar mengenal produk. Dari akses yang mudah ini nantinya pelanggan atau konsumen akan bertumbuh seiring kualitas layanan aplikasi dan kualitas produk yang mereka nikmati.

4. Memperkuat branding 

Memperkuat branding
Branding sebuah merek dagang atau usaha berbasis digital dapat diperkuat dengan user interface yang mumpuni (Sumber: Pexels)

Dengan adanya user interface yang mumpuni dalam sebuah aplikasi produk, maka proses branding akan berjalan lebih cepat daripada berjualan produk secara konvensional. Adanya desain gambar, hingga tautan video interaktif melalui pemesanan daring dan akses customer service dalam satu aplikasi akan meningkatkan paradigma konsumen terhadap brand suatu produk.

Belakangan, produk-produk layanan jasa berbasis aplikasi, entah itu bersih-bersih, pijat, ojek, hingga marketplace pun berlomba-lomba membuat aplikasi dengan user interface yang mudah digunakan. Tak hanya itu, layanan perbankan juga semakin mengembangkan aplikasi mobile banking mereka lewat aplikasi dengan user interface semenarik mungkin. Hal ini dilakukan untuk membentuk branding dengan cara mempermudah transaksi pengguna.

Baca Juga: 11 Skills yang kamu butuhkan untuk menjadi UX Designer andal

8 Karakteristik User Interface (UI)

8 Karakteristik User Interface
Kualitas aplikasi dengan user interface yang baik dituntut untuk mudah digunakan pengguna. (Sumber: Pexels)

Sebuah mobile application perlu dibuat semenarik mungkin sehingga pelanggan tergugah untuk mengunduh aplikasi tersebut dan merasakan bagaimana kualitas user interface dari aplikasi tersebut. Untuk mencapai kualitas yang baik, user interface suatu aplikasi maupun situs jejaring setidaknya perlu memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut,

1. Lugas

user interface lugas
Contoh user interface Windows yang lugas dengan ikon gambar (Sumber: OmniSci)

User interface yang baik memiliki karakter lugas dan tidak membuat pengguna melakukan dua langkah atau lebih untuk mengakses sesuatu dalam aplikasi. Hal ini bisa dicontohkan dengan penempatan ikon-ikon gambar atau tombol yang umumnya mencakup Menu, pengaturan, dan beberapa langkah lain dengan penempatan dan petunjuk sejelas mungkin. Jika suatu aplikasi memiliki user interface yang bertele-tele dengan langkah yang bertumpuk, bukan tak mungkin pengguna akan merasa tidak nyaman dan menutup aplikasi atau situs itu begitu saja. Hal ini tentu saja akan mengurangi manfaat user interface yang semestinya berperan dalam akses pengguna terhadap produk.

2. Ringkas

user interface ringkas
Contoh user interface singkat untuk mengubah fitur dark mode (Sumber: Slashgear,com)

Karakter selanjutnya dari user interface adalah singkat atau ringkas. Selain harus lugas dan tidak bertele-tele, user interface yang mumpuni harus menjamin pengguna dapat melakukan langkah-langkah dengan singkat, entah itu dalam sebuah aplikasi maupun situs. Menyingkat command adalah cara utama dalam membangun user interface yang mumpuni. Hal ini dapat dilakukan dengan mengganti sistem penjelasan berbasis kalimat menjadi sebuah bentuk gambar yang dapat digerakkan seperti kontrol volume atau kursor dark mode dalam sebuah situs atau aplikasi.

3. Umum dikenal

user interface umum dikenal
Contoh user interface yang familiar dengan warna gelap terang sesuai opsi (Sumber: Careerfoundry.com)

Karakter lain user interface agar nyaman digunakan pengguna adalah umum dikenal atau familiar. Pengembang aplikasi dan user interface memang berhak mendesain user interface semenarik mungkin, namun kembali lagi pada pengguna, apakah desain itu umum dikenal atau justru asing dan tak dikenal. Hal ini nantinya berpengaruh pada tingkat kerumitan penggunaan aplikasi oleh pengguna.

Desain user interface yang umum dikenal tetap dapat menarik jika didukung dengan tampilan warna atau ikon-ikon unik lainnya. Meski di sisi lain, penempatan dan bentuk-bentuk tombol akses dalam aplikasi sebisa mungkin dibuat dengan preferensi umum yang familiar dengan pengguna. Penggunaan warna dapat menjadi contoh desain user interface yang umum dikenal.

4. Responsif

Karakter user interface yang satu ini amat penting bagi pengembangan aplikasi. Pasalnya, setiap aplikasi dan user interface dituntut untuk dapat digunakan atau dioperasikan dengan cepat dan lugas. Oleh karena itu, user interface harus responsif terhadap tindakan pengguna. Aplikasi dengan user interface yang sering buffer, loading, atau lagging akan membuat pengguna merasa malas untuk menggunakannya secara tergesa.

5. Konsisten


Contoh konsistensi user interface pada Microsoft Word (Sumber: usabilitypost.com)

User interface yang mumpuni juga diharapkan memiliki karakter konsistensi yang kuat. Setiap pengembangan aplikasi tentunya menghadirkan pembaharuan, dan pembaharuan ini sebisa mungkin tidak membuat pengguna merasa asing karena perlu mempelajari ulang tombol navigasi, ikon, atau langkah-langkah penggunaan secara umum dari awal. Hal ini akan mendorong pengguna untuk enggan menggunakan versi pembaharuan dari aplikasi.

Aplikasi dengan user interface yang konsisten akan lebih berguna bagi pengguna karena mereka tak perlu repot dan susah-susah lagi mempelajari segalanya dari awal.

6. Efisien

user interface efisien
Contoh user interface mobile banking yang efisien (Sumber: dribble.com/Olena Kychun)

Karakter user interface yang satu ini amat selaras dengan pentingnya user interface bagi pengguna aplikasi. Hal ini dikarenakan efisiensi adalah aspek yang penting, baik bagi pengguna maupun pemilik bisnis atau aplikasi. Efisiensi dapat mempercepat akses pengguna pada tujuannya saat menggunakan aplikasi tertentu. 

Misalnya, jika seorang nasabah bank A membuka aplikasi mobile banking untuk melakukan transfer uang, maka user interface aplikasi tersebut harus memastikan bahwa tombol atau ikon transfer harus mudah dijangkau dan dapat diselesaikan dalam langkah seminimal mungkin. Atau semisal nasabah bank A ingin melakukan transaksi pembelian makanan atau cicilan rumah lewat mobile banking, maka user interface harus siap dengan segala keperluan itu secara efisien.

7. User forgiving

user forgiving
Contoh command untuk user forgiving dalam user interface Google Chrome (Sumber: uxplanet.org)

Pernahkah kamu salah memencet tombol atau klik pada ikon aplikasi secara tidak sengaja? Seperti misalnya saat melakukan konfirmasi transfer, pembelian makanan, dan menghapus pesan. Nah, langkah-langkah tidak sengaja yang berpotensi merugikan pengguna aplikasi seperti ini dapat membuat pengguna frustrasi. Sebabnya, hal-hal seperti ini akan secara otomatis dijalankan oleh aplikasi tanpa bisa dibatalkan.

User interface yang baik harus peka terhadap kejadian-kejadian semacam ini. Karakter yang diharapkan ada dalam user interface ini disebut user forgiving. User forgiving dapat berupa kolom pertanyaan dengan command “Undo” atau “Batalkan” untuk memastikan sebuah langkah keliru dari pengguna. Hal-hal semacam ini dapat membuat pengguna lebih awas terhadap konfirmasi-konfirmasi penting yang mereka ambil dalam aplikasi.

8. Menarik

user interface menarik
Contoh user interface dari aplikasi musik yang dibuat menarik dan elegan (Sumber: LaptrinhX.com)

Karakter terakhir dari sebuah user interface yang baik adalah seberapa menarik hal itu didesain. Ribuan aplikasi tersebar di Play Store atau App Store, namun tidak semua aplikasi memiliki user interface yang menarik. Begitu pula dengan aplikasi komputer atau situs jejaring. Hal ini berpengaruh pada bagaimana pengguna menilai segala sesuatunya dari tampilan. 

Semakin menarik tampilan user interface maka bukan tidak mungkin pengguna juga akan suka menggunakannya. User interface yang menarik akan memberi keuntungan bagi aplikasi atau bisnis berbasis digital. Namun tentu saja hal ini juga harus didukung dengan pelaku desain user interface yang kreatif dan elegan.

Baca Juga: Mengenal design thinking: 4 Elemen, tahapan, dan contoh implementasinya

Cara kerja User Interface (UI)

Cara kerja User Interface (UI)
Pembuatan prototipe adalah salah satu cara kerja user interface (Sumber: Pexels)

Dilansir dari IdCloudhost, user interface memiliki cara kerja bertahap untuk setiap produk digital yang akan dijalankan. Adapun cara kerja user interface ini meliputi beberapa hal sebagai berikut:

  1. Persiapan, user interface perlu dipersiapkan sebelum dibuat atau dikembangkan. Persiapan ini meliputi penentuan masalah yang akan dicarikan solusi, mengenal perilaku pengguna, melihat kompetitor, dan mengumpulkan semua persyaratan produk.
  2. Wireframe, hal ini adalah sebuah sketsa kasar dari tampilan situs jejaring atau aplikasi. Wireframe umumnya dipakai untuk menyusun tata letak awal pada sebuah desain user interface. Wireframe dilakukan untuk menentukan tools atau tombol-tombol navigasi pada aplikasi sebelum dirancang secara digital.
  3. Mockup, sering disebut juga sebagai maket atau gambaran detail sebelum sebuah produk dibuat. Mockup dalam pembuatan user interface dilakukan dengan menggambarkan aspek desain visual, pewarnaan, gambar, hingga bentuk font yang akan dipakai. 
  4. Prototipe, user interface yang telah siap dengan desain dan segala persyaratannya akan dicoba dengan sebuah bentuk awalnya. Melalui prototipe ini nantinya sebuah aplikasi dengan user interface tertentu akan diuji coba dengan pengguna untuk melihat proses interaksi. Melalui prototipe ini nantinya sebuah produk user interface dapat dilihat secara utuh meski belum menjadi produk akhir.

Baca Juga: Apa itu prototype? Kenali tujuan, manfaat, dan 3 contohnya

Setelah memahami pentingnya user interface dan bagaimana karakteristiknya, setidaknya kita telah memahami peran user interface dalam urusan bisnis berbasis digital. Berbagai bisnis di segala sektor juga kini tengah berlomba-lomba membuat aplikasi yang mudah diunduh untuk semakin dekat dengan calon pelanggan. Tapi tentu saja, tidak semua aplikasi dibangun dengan user interface yang mumpuni. 

Untuk itu, diperlukan basis pemahaman kuat bagi seorang pemilik bisnis untuk merekrut pengembang aplikasi atau perangkat lunak yang mumpuni untuk mendukung bisnisnya di era digital. Bagi kalian yang memiliki kemampuan di bidang ini tentu kesempatan terbuka lebar di tengah pasar digital yang makin berkembang ini. Kamu bisa memulai kariermu di bidang pengembangan perangkat lunak dengan mendaftarkan dirimu lewat EKRUT

sign up EKRUT

Sumber:

  • pdf.sciencedirectassets.com/280203/1-s2.0-S1877050917X00112/
  • User interface
  • How Important is User Interface Design?

Tags

Share