Media

Kenali 6 kesalahan besar dalam rekrutmen demi kemajuan perusahaan
By Maria Yuniar - 29 October 2019
4 min read 222 Views

Hampir setiap perusahaan pasti pernah melakukan kesalahan dalam proses rekrutmen karyawan. Bila tidak, mungkin kamu tak akan pernah mendengar karyawan yang mengundurkan diri atau diberhentikan dari perusahaan. Tentu, hal-hal seperti di atas terjadi karena berbagai faktor. 

Mulai dari perekrut yang kurang bisa melihat apa yang dibutuhkan, hingga kurang mampunya melihat karakter kandidat dengan baik dapat menjadi penyebab kesalahan rekrutmen. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan dalam rekrutmen yang sebaiknya kamu hindari demi mendapatkan kandidat yang tepat. 

1. Melakukan rekrutmen tanpa kebutuhan

Kesalahan pertama yang tak jarang dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan rekrutmen tanpa kebutuhan yang jelas. Ada baiknya jika sebelum membuka lowongan, kamu sudah memastikan bahwa perusahaan membutuhkan karyawan baru karena beban pekerjaan yang ada saat ini sudah tak bisa diatasi oleh tim dengan jumlah yang terbatas.

Selain merekrut tanpa kebutuhan, melupakan karakter dan cara berpikir kandidat juga bisa menjadi kesalahan dalam rekrutmen. Karena karakter bukanlah suatu kemampuan yang bisa dilatih, dan jika karyawan tidak memiliki visi serta misi yang sejalan hal ini berpotensi membawa masalah baru.

2. Merekrut tanpa kejelasan tugas

Salah satu langkah untuk melakukan rekrutmen adalah memberikan informasi selengkap mungkin tentang tanggung jawab dalam posisi yang ditawarkan. Dengan demikian, kamu dan kandidat sama-sama bisa melakukan penyaringan secara tidak langsung. 

Sayangnya, banyak petinggi perusahaan dan HRD yang melakukan rekrutmen tanpa menjelaskan dengan rinci tentang pekerjaan yang ditawarkan. Jangan biarkan kandidat menebak-nebak sendiri job description dari posisi yang diminatinya. Akibatnya, banyak karyawan yang akhirnya kebingungan saat melakukan tugas yang sifatnya multitasking.

3. Berimprovisasi

Tak jarang, banyak tim HRD yang mencoba untuk melakukan improvisasi dalam rekrutmen. Padahal, ada hal-hal dasar yang tetap harus diutamakan saat melakukan perekrutan. Misalnya, mencari referensi calon karyawan, mengecek latar belakang, memastikan bahwa kemampuan kandidat sesuai kebutuhan, dan melakukan wawancara dengan detail.

4. Merekrut karyawan untuk dididik serupa atasan

Salah satu keuntungan melakukan perekrutan adalah mendapatkan karyawan yang bertalenta dan berpotensi. Namun bukan dalam hal berpotensi untuk dididik.

Seringkali, karyawan direkrut dan dididik sama persis mengikuti karakter atasannya. Tentunya, hal ini nantinya menyulitkan atasan bila karyawan harus bekerja dalam lingkungan yang membutuhkan inovasi dan kreativitas. 

5. Jarang melakukan rekrutmen

Meski akan lebih baik jika kamu melakukan rekrutmen pada saat kamu benar-benar membutuhkan posisi tersebut, terlalu menunda perekrutan juga bisa mengganggu kinerja tim. 

Karena terlalu kekurangan karyawan dapat berdampak pada produk atau jasa mereka serta kultur di kantor. Karyawan baru pun tak diberi cukup waktu untuk berlatih sebelum benar-benar bisa bekerja.

6. Tidak mengantisipasi perubahan kultur

Karyawan berkualitas tinggi pun tetap bisa meninggalkan perusahaan dalam hitungan bulan. Kamu jangan kaget dengan hal ini. Sebab, saat perusahaan merekrut puluhan karyawan, bisa jadi kemudian muncul perubahan budaya kerja di kantor. 

Terlebih di perusahaan startup yang sedang berkembang. Jika hal seperti ini terjadi, karyawan bisa saja mencari kenyamanan bekerja di perusahaan lain. 

Selain menghindari beberapa hal di atas, kamu juga bisa mengantisipasi adanya kesalahan dalam rekrutmen dengan mencari kandidat-kandidat terbaik di talent marketplace EKRUT. Di sana, ada lebih dari seribu kandidat berkualitas yang bisa kamu temukan.

Rekomendasi bacaan:

Sumber:

Tags:

  • perusahaan
  • karyawan
  • kandidat
  • HRD
  • perekrutan
  • rekrutmen
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang