Media

6 kesalahan besar dalam rekrutmen
By Maria Yuniar - 1 October 2018
4 min read 95 Views

Hampir setiap perusahaan pasti pernah melakukan kesalahan dalam proses rekrutmen karyawan. Bila tidak, mungkin kamu tak akan pernah mendengar karyawan yang mengundurkan diri atau diberhentikan dari perusahaan.Tentu, hal-hal seperti di atas terjadi karena berbagai faktor. 

Namun, faktor utama yang harus diperhatikan adalah rekrutmen. Pada saat rekrutmen, seharusnya perusahaan dapat mengetahui karakter karyawan secara menyeluruh dan menilai kecocokannya untuk bekerja di perusahaan tersebut. Karena itu, bagi kamu yang bekerja di HRD perusahaan, ada beberapa kesalahan besar yang harus kamu hindari. Apa saja kesalahan tersebut? (Baca juga: 5 cara melamar kerja ini bisa bikin HRD terkesan)

 

Melakukan rekrutmen tanpa kebutuhan

Pastikan bahwa perusahaan membutuhkan karyawan baru karena beban pekerjaan yang ada saat ini sudah tak bisa diatasi oleh tim dengan jumlah yang terbatas. Seorang konsultan HR, Heidi Lynne mengatakan, “Kesalahan yang paling sering saya temukan adalah merekrut tanpa kebutuhan dan melupakan soal karakter."

Ia menjelaskan, yang menjadi masalah, karakter tidaklah seperti kemampuan seseorang yang bisa dilatih. Hal ini tentu akan membawa masalah baru. Terlebih bila karyawan ini tidak memiliki visi dan misi yang sejalan dengan perusahaan. (Baca juga: 8 hal dari kandidat yang disukai HRD)

 

Merekrut tanpa kejelasan tugas

Salah satu langkah untuk melakukan rekrutmen adalah memberikan informasi selengkap mungkin tentang tanggung jawab dalam posisi yang ditawarkan. Dengan demikian, kamu dan kandidat sama-sama bisa melakukan penyaringan secara tidak langsung. (Baca juga: Kenapa sih karyawan biasanya benci HRD?)

Sayangnya, banyak petinggi perusahaan dan HRD yang melakukan rekrutmen tanpa menjelaskan dengan rinci tentang pekerjaan yang ditawarkan. Jangan biarkan kandidat menebak-nebak sendiri job description dari posisi yang diminatinya. Akibatnya, banyak karyawan yang akhirnya kebingungan saat melakukan tugas yang sifatnya multi-tasking.

 

Berimprovisasi

Tak jarang, banyak tim HRD yang mencoba untuk melakukan improvisasi dalam rekrutmen. Padahal, ada hal-hal dasar yang tetap harus diutamakan saat melakukan perekrutan. Misalnya, mencari referensi calon karyawan, mengecek latar belakang, dan melakukan wawancara dengan detail.


Sumber: sysgen.com.ph

 

Merekrut karyawan untuk dididik serupa atasan

Salah satu keuntungan melakukan perekrutan adalah mendapatkan karyawan yang bertalenta dan berpotensi. Namun bukan dalam hal berpotensi untuk dididik. Seringkali, karyawan direkrut dan dididik sama persis mengikuti karakter atasannya. Tentunya, hal ini nantinya menyulitkan atasan bila karyawan harus bekerja dalam lingkungan yang membutuhkan inovasi dan kreativitas. 

 

Jarang melakukan rekrutmen

Seringkali atasan menunda perekrutan karena ingin mencari karyawan tetap terlebih dahulu sampai mereka terlalu sibuk untuk jangka panjang. Kemudian, karena mereka kekurangan karyawan, hal ini dapat berdampak pada produk atau jasa mereka serta kultur di kantor. Karyawan baru pun tak diberi cukup waktu untuk berlatih sebelum benar-benar bisa bekerja.

 

Tidak mengantisipasi perubahan kultur

Karyawan berkualitas tinggi pun tetap bisa meninggalkan perusahaan dalam hitungan bulan. Kamu jangan kaget dengan hal ini. Sebab, saat perusahaan merekrut puluhan karyawan, bisa jadi kemudian muncul perubahan budaya kerja di kantor. 

Terlebih di perusahaan rintisan atau startup yang sedang berkembang. Jika hal seperti ini terjadi, karyawan bisa saja menjadi kenyamanan bekerja di perusahaan lain. 

Bagaimana pendapatmu mengenai enam kesalahan tersebut? Apakah kamu juga pernah mengalaminya? Untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam rekrutmen, kamu bisa mencari kandidat-kandidat terbaik di talent marketplace EKRUT. Di sana, ada lebih dari seribu kandidat berkualitas yang bisa kamu temukan.

 

Rekomendasi bacaan:
Jen Fitzpatrick, dari magang hingga jadi petinggi Google
Hacker ambil alih puluhan juta akun Facebook
Bagaimana sih sejarah Apple, perusahaan yang kini bernilai triliunan dolar?

 

Sumber:
fastcompany.com
techinasia.com
dailysocial.id

Tags:

  • perusahaan
  • karyawan
  • kandidat
  • HRD
  • perekrutan
  • rekrutmen
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang