Published on

Technology

Apa itu scam? Kenali jenis penipuan berbahaya di era digital saat ini!

Ningtyas Dewanasari Kinasih

Apa_itu_scam-Kenali_jenis_penipuan_berbahaya_di_era_digital_saat_ini.jpg

Melakukan berbagai macam aktivitas secara online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang mana aktivitas belajar, bekerja, belanja, hingga perbankan dilakukan secara digital. Era digital yang kian berkembang membuat informasi lebih mudah didapatkan khususnya di internet. Pengguna pun harus berhati-hati saat mengakses situs di internet, pastikan bahwa situs yang dikunjungi aman dan terpercaya.

Sayangnya, kejahatan siber pun semakin banyak dan menjadi ancaman bagi pengguna internet. Salah satu ancaman siber yang kerap ditemui jenis scam yang termasuk dalam kejahatan penipuan. Untuk dapat menghindarinya, perhatikan tips dan cara kerja pelaku berikut ini.

Apa itu scam?


Apa itu scam? Scam adalah bentuk penipuan yang harus dihindari. (Sumber: Pexels)

Lalu, apa itu scam? Scam adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan skema penipuan bisnis untuk mengambil uang atau barang lainnya dari korban, seperti yang dilansir dari computerhope.com. Semakin berkembangnya teknologi internet, kejahatan scam pun meningkat. Nah, sebagai pengguna, kamu harus lebih waspada terhadap penipuan tersebut.

Pelaku dari kejahatan scam biasanya menggunakan website palsu untuk mencuri informasi pribadi dan menyalahgunakannya untuk mendapatkan keuntungan finansial. Banyaknya pengguna media sosial yang lengah, memberikan scammer celah untuk untuk melancarkan aksinya. Scammer (sebutan untuk pelaku scam) bisa bekerja secara individual maupun kelompok dan kejahatan ini juga tersebar di seluruh dunia. Beberapa bagian dari kejahatan scam yaitu, phising, penipuan donasi, catfish, penipuan berhadiah, dan lainnya.

Baca juga: Fraud adalah: Pengertian, 3 faktor pendorong, jenis, dan cara mencegahnya

Cara kerja pelaku pencuri data


Selain mengetahui apa itu scam, pahami cara kerjanya yang kerap terjadi. (Sumber: Pexels)

Scammer akan melakukan berbagai cara untuk menjalankan aksinya. Pelaku scam biasanya akan mencuri data atau informasi pribadi korbannya melalui internet. Cara kerja scammer sendiri terbilang cukup cepat, saldo e-commerce hilang dan saldo rekening atau kartu kredit tersedot bisa terjadi dalam hitungan menit. Untuk dapat menghindarinya, kamu perlu mengetahui cara kerja pelaku penipuan tersebut. Berikut ini beberapa cara yang biasanya dilakukan oleh scammer: 

  • Scammer akan bekerja untuk mendapatkan username dan password kamu. Korban yang lengah bisa saja memberikannya tanpa sengaja.
  • Scammer mengirimkan tautan email berupa website tiruan yang mirip, sehingga korban terkecoh dan login ke situs tersebut.
  • Tanpa disadari kamu akan login dengan username dan password.
  • Dengan mudah scammer akan mendapatkan data pribadi kamu. Data tersebut akan disalahgunakan untuk melakukan tindak kejahatan.

7 Tips menghindari scam


Berhati-hati dalam merespon email yang mencurigakan. (Sumber: Pexels)

Pelaku scam akan melakukan berbagai cara untuk dapat menjalankan aksi kejahatannya. Sebagai pengguna aktif internet, kamu harus mewaspadai situs yang mencurigakan. Jangan khawatir, kamu tetap bisa mengakses internet dengan nyaman dan aman apabila mengetahui tips menghindari scam berikut ini:

1. Jangan pernah merespon email yang meminta data pribadi anda

Email merupakan salah satu sarana pelaku scam untuk melancarkan tindak kejahatannya, biasanya mereka akan menipu dengan berpura-pura menjadi pihak bank atau lainnya. Kamu perlu mewaspadai email tersebut dengan cara membukanya dan membacanya dengan hati-hati. Apabila kamu diminta untuk memberikan data pribadi, Pin ATM, Pin Kartu Kredit, atau password akunmu, bisa dipastikan bahwa email tersebut merupakan penipuan. Terutama jika terdapat link yang memunculkan situs lain di browser-mu yang berupa Pop Up. Untuk lebih memastikan keasliannya, kamu bisa menghubungi pihak bank atau perusahaan lainnya yang tercantum dalam email tersebut. Perlu kamu ingat bahwa pihak bank atau perusahaan manapun tidak akan pernah meminta pin atau password akunmu.

2. Selalu perhatikan mengakses halaman website yang benar


Mengakses situs yang kredibel untuk browsing yang lebih aman. (Sumber: Pexels)

Sebagai pengguna internet, tentunya kamu mengunjungi banyak situs. Untuk lebih mewaspadai situs yang dikunjungi, kamu harus mengetahui ciri dari website resmi. Terdapat banyak penipuan yang menggunakan situs gratis, seperti blogspot atau wordpress. Kamu perlu memperhatikan URL yang kamu akses, situs akan menggunakan https:// atau http, nama domain, dan top-level domain seperti .com, .co.id, .net, dan lainnya. Website yang menggunakan tag HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure), biasanya lebih aman jika dibandingkan dengan tag HTTP.

Selain itu, kamu juga harus mengecek nama domain dengan hati-hati, apabila menggunakan simbol yang tidak umum atau tanda hubung, hal itu merupakan petunjuk bahwa situs tidak kredibel. Ditambah lagi banyak situ scam yang meniru nama domain situs resmi, misalnya Ek-rut.

Baca juga: Investasi bodong dan cara menghindarinya

3. Amankan gadget anda dari phising

Bagi kamu yang sering transaksi secara online melalui e-wallet, e-banking atau mbanking, kamu harus mengamankan perangkatmu. Hal tersebut karena, transaksi online sering menjadi sasaran pelaku phising. Kamu bisa menggunakan perangkat anti virus berkualitas untuk melindungi komputer, laptop, atau perangkat lainnya. Sehingga saat hacker ingin meretas data pribadi kamu, perangkatmu memiliki perlindungan. Jangan lupa untuk melakukan Log Out akun setelah selesai melakukan transaksi online pada perangkatmu. Sedangkan untuk ponsel, jangan pernah memberikan pin atau password yang kamu gunakan untuk transaksi online kepada orang lain. Kamu juga bisa mengganti pin e-wallet secara berkala.

4. Jangan pernah membagikan kode OTP


Kode OTP bersifat rahasia, jangan sampai orang lain mengetahuinya.  (Sumber: Pexels)

Saat kamu melakukan transaksi online, baik saat  menggunakan e-banking, kartu kredit, atau lainnya, kamu akan menerima kode OTP yang dikirimkan oleh bank terkait ke ponselmu. Kode OTP ini sering digunakan oleh scammer untuk melakukan penipuan. Kamu akan dihubungi oleh pihak yang mengaku dari bank atau pihak lainnya dan akan diminta untuk memberikan kode OTP yang telah dikirimkan. Pihak yang meminta kode OTP tersebut sudah dipastikan adalah penipuan karena pihak bank tidak pernah meminta kode tersebut

5. Ubahlah kata sandi secara berkala

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu harus mengamankan gadget yang digunakan untuk melakukan transaksi online. Selain gadget, kamu juga harus mengamankan akun atau aplikasi yang digunakan untuk transaksi online. Mengubah kata sandi secara berkala merupakan salah satu cara untuk mengamankan akunmu. Kamu bisa melakukannya tiga bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhanmu. Hal ini untuk menghindari kemungkinan pelaku scam menggunakan sandi atau password-mu.

6. Melihat tanda gembok pada akun


Tanda gembok pada situs menjadi penanda keamanan.  (Sumber: Pexels)

Ketika kamu mengakses sebuah website, selain URL yang digunakan, kamu juga harus melihat status keamanannya. Kamu bisa mengeceknya dengan melihat ikon gembok di sebelah kiri alamat URL situs. Jika kamu klik ikon gembok tersebut, akan menampilkan keterangan "connection is secure", "secure connection", atau keterangan lainnya yang menunjukkan bahwa situs yang kamu kunjungi aman. Ikon gembok tersebut juga akan menampilkan keterangan tambahan, seperti detail sertifikat, cookies yang digunakan, juga pengaturan website.

7. Cek kredibilitas situs

Untuk mengecek kredibilitas website, kamu bisa melihat siapa yang mendaftarkan nama domain website. Setiap pendaftar harus mencantumkan informasi, baik perorangan atau atas nama perusahaan. Nah, informasi mengenai pendaftar nama domain serta kontaknya bisa kamu ketahui melalui whois.net. Kamu bisa melihat apa kontak yang terdaftar mencurigakan atau tidak. Scam juga kerap menimpa pelamar kerja, lho. Pastikan kamu mendaftarkan diri ke situs yang kredibel dan pastinya aman, seperti EKRUT saat melamar pekerjaan.

Baca juga: 8 Langkah menjaga jejak digital di internet agar tetap bersih

Setelah mengetahui apa itu scam dan tips untuk menghindarinya, diharapkan kamu bisa lebih berhati-hati lagi dalam melakukan aktivitas online. Cyber crime yang semakin marak terjadi membuat semua pengguna harus lebih waspada dalam mengakses internet. Menerapkan tips di atas, kamu bisa berselancar di internet dengan lebih nyaman dan aman.

sign up EKRUT

Sumber:

  • computerhope.com
  • idxchannel.com
  • kompas.com

Tags

Share