Media

Apa saja yang harus diperhatikan dalam UX writing?
By Maria Yuniar - 12 June 2018
68 Views

Saat Anda ‘menjual’ suatu produk, yang mesti diperhatikan bukan hanya user interface (UI). User experience (UX) pun menjadi sesuatu yang penting, termasuk soal penuliran di dalamnya. Sekilas, pekerjaan menulis informasi mengenai fitur, harga, manfaat, serta proses pembelian sebuah produk layanan dan jasa, tampak sederhana. 

 

 

Namun ternyata, dibutuhkan keterampilan khusus untuk bisa menuliskan hal-hal tersebut. Nah, jika Anda bekerja di bidang UX, sebaiknya pelajari juga writing skills. Apa saja sih, yang harus diperhatikan? 

 

Pastikan semua orang mengerti

Menulis untuk UX sebenarnya kurang lebih sama dengan menulis iklan. Perbedaannya adalah, di iklan, Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengeksplorasi gaya penulisan, cara penyampaian, penggunaan metafora, dan lain-lain.

Namun untuk UX, Anda harus bisa memilih padanan kata yang paling jelas, mudah dimengerti, dan umum dipakai oleh pengguna dari berbagai kalangan. Informasi yang Anda sampaikan harus dapat dimengerti dengan gampang, semudah membedakan toilet pria dan toilet wanita.

Dalam menulis untuk UX, Anda harus memastikan semua bentuk informasi yang Anda sampaikan di aplikasi — mulai dari halaman registrasi sampai berhasil melakukan pemesanan misalnya — dapat dengan mudah dimengerti dan dipakai oleh pengguna, layaknya air yang mengalir. Jika pengguna perlu waktu untuk mencerna informasi yang disampaikan, tandanya tulisan Anda butuh perbaikan.

 

Persingkat tulisan

Ketika menulis untuk UX, Anda sering berhadapan dengan masalah terbatasnya ruang untuk menulis. Ketika terlalu panjang, tulisan Anda bisa terpotong ketika muncul di aplikasi. Itu sebabnya, Anda harus sering melatih kemampuan untuk merangkai pesan dengan sederhana, singkat, efektif, dan efisien. Setiap selesai menulis, cobalah untuk mempersingkatnya lagi.

 

 

Pesan pas di waktu yang tepat

Sering kali ketika menggunakan aplikasi, Anda menemukan adanya error message. Jadi, pastikan Anda bisa memberikan pesan yang tepat dan waktu yang tepat. Tentunya,  Anda harus memikirkan konten yang mampu mengetahui situasi dan kondisi serta perasaan user.

Seorang UX writer harus berempati dengan perasaan pengguna di setiap keadaan. Berikan mereka respons yang tepat, sama seperti yang akan dilakukan oleh customer service. Nah, yuk lebih banyak mempelajari writing skills agar kemampuan kita bertambah.

 

Rekomendasi bacaan:
Cryptocurrency resmi jadi komoditas di Indonesia
Coinrail diduga kena hack, Rp 558 miliar lenyap
Profesi ini ga libur waktu Lebaran, Anda juga?

 

Sumber:
uxdesign.cc
indosmartdigital.com
medium.com
 

Tags:

  • UX writing
  • user experience
  • UX
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang