Published on

Expert's Corner

UX Writer: Tugas, skill-set yang perlu dimiliki, dan proyeksi karier 2021

Maria Yuniar

tips-UX-writing-EKRUT.jpg

Saat kamu ‘menjual’ suatu produk, yang harus diperhatikan bukan hanya user interface (UI). User experience (UX) pun menjadi sesuatu yang penting, termasuk soal penulisan di dalamnya. Meski nampak sederhana, nyatanya dibutuhkan keterampilan khusus untuk bisa menuliskan hal-hal tersebut. Jiika kamu  bekerja di bidang UX, sebaiknya pelajari mengenai kemampuan UX writing

Pekerjaan sebagai UX Writer banyak dicari oleh perusahaan saat ini. Mungkin kamu sudah merasa tertarik, tapi ragu untuk mencobanya karena belum paham apa pekerjaan sebagai UX Writer sebenarnya? Yuk, pahami ulasan berikut ini!

Baca juga: Pekerjaan UX Researcher dan tips menjadi andal di bidangnya

Apa itu UX Writer?

Apa itu UX Writer?
Tanggung jawab UX Writer bukan hanya sekadar menulis (sumber gambar: Shutterstock)

Dengan menjamurnya berbagai aplikasi digital saat ini, kamu mungkin semakin sering melihat banyak perusahaan yang mencari talent sebagai ux writer. UX Writer sendiri merupakan pekerjaan dimana kamu akan menuliskan copy untuk product berbasis digital dan website. Saat melakukan pekerjaan ini, kamu akan bekerjasama dengan tim desain dan tim produk. Tidak hanya sembarang menulis copy, tapi, kamu akan bertanggung jawab pada beberapa hal seperti;

  • Menuliskan copy untuk produk dan website dengan memerhatikan alurnya.
  • Mengikuti guideline dan gaya penulisan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
  • Membuat strategi jangka panjang untuk konten.
  • Membaca data dan menggunakannya untuk merencanakan strategi konten.
  • Bekerjasama dengan berbagai divisi untuk memastikan copy yang kamu buat sudah sesuai dengan keseluruhan tujuan perusahaan.
  • Memahami strategi kunci pada produk dan menerjemahkannya pada copy yang kamu buat.

Sehingga, pekerjaan UX Writer bukan hanya menulis tapi juga menjadi content strategist. Dengan cukup banyaknya tugas dari seorang UX Writer dan melihat trend saat ini, dapat dibilang UX Writer merupakan penulis masa depan.

Baca juga: Pekerjaan UX Researcher dan tips menjadi andal di bidangnya

Skill-set untuk menjadi UX Writer

Skill-set untuk menjadi UX Writer
UX Writer juga harus mampu menganalisis data (sumber gambar: Shutterstock)

Untuk kamu yang memiliki background di bidang content atau copywriting, kamu dapat mencoba menjadi UX Writer jika ingin mencoba hal baru. Namun, pastikan kamu melengkapi kemampuanmu dengan beberapa skill-set ini.

  • Dapat menulis copy dengan berbagai format, mulai dari microcopy yang singkat sampai copy yang cukup panjang.
  • Memahami tentang desain produk dan bagaimana hubungannya dengan keseluruhan tujuan bisnis.
  • Berpengalaman dengan data: menelusuri data, menganalisis data, mengambil insight dari data yang ada dan tentunya bisa memutuskan strategi apa yang cocok setelahnya.
  • Berpengalaman dalam menulis komponen UX baik untuk produk maupun website. Kamu juga bisa mencari pengalaman dengan menulis copy untuk halaman website.
  • Kemampuan interpersonal. Pasalnya, kamu akan banyak berhubungan dengan berbagai bidang kerja yaitu UX Designers, Product Manager, Developer dan stakeholder lainnya.
  • Peka terhadap trend. Trend digital tentunya akan terus berkembang, maka kamu harus peka terhadap trend ini sehingga konten dan copy yang kamu hasilkan tidak ketinggalan zaman.

Baca juga: Ini skills yang kamu butuhkan untuk menjadi UX Designer mahir

4 Hal penting dalam UX writing

4 Hal penting dalam UX writing
Pastikan tulisanmu mudah dimengerti (sumber gambar: Shutterstock)

Karena perannya yang cukup penting pada sebuah produk, maka seorang UX Writer harus memerhatikan tulisan yang dibuat, jangan sampai justru membuat user kebingungan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulisnya.

1. Pastikan semua orang mengerti

Menulis untuk UX sebenarnya kurang lebih sama dengan menulis iklan. Perbedaannya adalah, di iklan kamu memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengeksplorasi gaya penulisan, cara penyampaian, penggunaan metafora, dan lain-lain. Namun untuk UX, kamu harus bisa memilih padanan kata yang paling jelas, mudah dimengerti, dan umum dipakai oleh pengguna dari berbagai kalangan. Informasi yang kamu  sampaikan juga harus dapat dimengerti dengan mudah,

Dalam menulis untuk UX, Kamu  harus memastikan semua bentuk informasi yang kamu sampaikan di aplikasi mulai dari halaman registrasi sampai berhasil melakukan pemesanan. Misalnya, dapat dengan mudah dimengerti dan dipakai oleh pengguna. Jika pengguna perlu waktu untuk mencerna informasi yang disampaikan, tandanya tulisan kamu butuh perbaikan.

Baca juga: Apa saja yang dikerjakan UX Writer?

2. Persingkat tulisan

Ketika menulis untuk UX, kamu sering berhadapan dengan masalah terbatasnya ruang untuk menulis. Ketika terlalu panjang, tulisanmu bisa terpotong saat muncul di aplikasi. Itu sebabnya, kamu harus sering melatih kemampuan untuk merangkai pesan dengan sederhana, singkat, efektif, dan efisien. Setiap selesai menulis, cobalah untuk mempersingkatnya lagi.

3. Pesan pas di waktu yang tepat

Sering kali ketika menggunakan aplikasi, kamu menemukan adanya error message. Jadi, pastikan kamu bisa memberikan pesan yang tepat dan waktu yang tepat. Tentunya, kamu harus memikirkan konten yang mampu mengetahui situasi dan kondisi user. Seorang UX Writer harus mampu memahami perilaku pengguna dan kebutuhannya. Berikan mereka respons yang tepat, sama seperti yang akan dilakukan oleh customer service

4. Gunakan kalimat yang mendorong pengguna

Melalui kata-kata yang kamu letakan di dalam situs atau aplikasimu, kamu dapat mendorong pengguna untuk lebih mengerti produkmu dan terus menggunakannya. Begitu pun sebaliknya, jika kamu menggunakan kata yang salah, kamu akan berpotensi kehilangan mereka. 

Baca juga: Catat, ini 10 tips desain UI/UX yang ‘menjual’

Proyeksi karier UX Writer 2021 

Proyeksi karier UX Writer 2021​​​​​​​
UX Writer memiliki prospek karier yang cemerlang (sumber gambar: Shutterstock)

Seperti yang sudah kamu pahami, pekerjaan sebagai UX Writer sedang diburu perusahaan saat ini. Sebut saja perusahaan internasional ternama seperti Google, Booking.com dan Wix yang paham betul nilai seorang UX Writer yang berharga. Sehingga Booking.com contohnya memiliki 1 UX Writer untuk setiap 5 sampai 6 desainer. Booking.com juga menambah jumlah UX Writer mereka sebanyak 40 orang hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Dilansir dari Careerfoundry, penghasilan junior UX Writer di US mencapai $75.000 dan untuk level senior mencapai $125.000 dalam satu tahun. Rata-rata gaji yang diterima oleh UX Writer menurut Glassdoor sekitar $90.600. Cukup menjanjikan, bukan?

Baca juga: Bagaimana cara mendapatkan UI UX Designer terbaik?​​​​​​​

Melihat banyak perusahaan yang semakin sadar akan pentingnya peran seorang UX Writer, maka, bisa dapat disimpulkan bahwa pekerjaan ini akan tetap banyak dicari di tahun 2021. Jadi, persiapkan dirimu matang-matang supaya mampu bersaing, ya.


Last update: 7 September 2021

Sumber:

  • uxdesign.cc
  • medium.com
  • invisionapp.com
  • careerfoundry.com

Tags

Share