Published on

Technology

9 Aplikasi cek plagiarisme untuk cek keaslian konten

Nur Lella Junaedi

Aplikasi_cek_plagiarisme_-_EKRUT.jpg

Plagiarisme atau penjiplakan konten tidak hanya dapat membuat konten yang kamu buat tidak kredibel, tapi juga bisa memengaruhi penilaian Google terhadap konten tersebut. 

Pentingnya menjaga kredibilitas dan keaslian konten

Seorang creator harus memutar otak untuk membuat konten yang tidak hanya unik tetapi juga berkualitas. Dengan meningkatnya jumlah konten di internet, cukup banyak ditemukan duplikasi baik disengaja maupun tidak.

Untuk menghindari hal tersebut creator harus melakukan pengecekan keaslian konten yang dibuat sebelum mengunggahnya. Content original yang disuguhkan oleh creator membuat penikmatnya lebih tertarik dan percaya, sehingga kredibilitas sebagai content creator tetap terjaga.

Apabila pada website mengandung banyak konten plagiarisme maka akan ditinggalkan pengguna yang akan berpengaruh pada SEO. Selain itu, Google tidak akan memberikan toleransi pada kasus automatically generated content.

Merupakan sebuah tantangan bagi content creator untuk menciptakan konten yang menarik dan original, akan tetapi hal ini harus dilakukan agar pengguna lebih percaya dan menjadikannya sebagai referensi utama.

Baca juga: 7 Langkah cara menjadi Content Creator yang andal di startup

7 aplikasi cek plagiarisme online

Macam-macam aplikasi cek plagiarisme - EKRUT 
Untuk mendeteksi tulisan plagiat kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi ini - EKRUT

Guna memudahkan kamu untuk melakukan pengecekan plagiarisme, ada beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan. Berikut di antaranya. 

1. Plagiarisma 

Daftar pertama aplikasi cek plagiarisme yang bisa kamu gunakan yakni Plagiarisma. Alat ini berfungsi dengan baik bisa digunakan mengecek praktik plagiat oleh guru, penulis atau pelaku di industri sastra. 

Beberapa kelebihan tool Plagiarisma ini adalah dapat mendukung 190 bahasa sekaligus. Terlebih di sini juga kamu bisa memeriksa konten baik dengan menyalin teks yang ingin diperiksa, menggunakan URL hingga mengunggah file dari perangkatmu. 

Adapun jenis file yang didukung oleh tools Plagiarisma ini adalah HTML, TXT, DOC, DOCX, PDF, PDB, RTF, EPUB, FB2, XLSX dan PDB. Kamu bisa menggunakan tools ini secara gratis namun kapasitas pakainya dibatasi secara harian. 

Bila ingin akses yang lebih leluasa, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan premium dengan membayar sekitar 25 hingga 30 dollar AS untuk 3 hingga 6 bulan dengan pemakaian tak terbatas. 

2. Plagiarism checker 

Jika kamu mencari aplikasi cek plagiat online yang gratis, kamu bisa mencoba mempertimbangkan plagiarism checker. Tools ini user friendly dan juga tidak memiliki batas pemakaian meski gratis. 

Kamu bisa menggunakan plagiarism checker dengan menyalin dokumen atau dengan memasukkan alamat situs yang ingin di cek apakah melakukan plagiat atau tidak. 

Sayangnya tools plagiarism checker ini hanya mendukung pengecekan plagiat untuk peramban Google dan Yahoo! Saja.

3. Grammarly 

Grammarly merupakan tools yang bisa kamu gunakan untuk memeriksa konten plagiat sekaligus mengoreksi tata bahasa yang belum benar sesuai dengan kaidah penulisan. 

Cara Grammarly memberi tahu penggunanya bila terdapat konten plagiat adalah dengan memberikan peringatan ketika teks yang kamu tulis cocok dengan teks yang ada di online halaman lain. 

Setidaknya grammarly bisa menjangkau pendeteksian sebanyak 8000 halaman website bila kamu mencoba mengecek plagiarisme. 

Menariknya tools ini juga memberikan laporan apakah teks itu plagiat, kesalahan penulisan, penyusunan kata, konsistensi dan sebagainya. Ini juga memberikan skor tingkat plagiarisme dilakukan. 

4. Copyleaks 

Copyleaks jadi salah satu aplikasi cek plagiat online yang cukup populer. Tools ini mampu mendeteksi konten plagiat dalam 100 bahasa. 

Kelebihan lainnya tools ini juga menawarkan laporan plagiat, memberikan penilaian otomatis, terintegrasi dengan Ms Word dan Google Doc serta mampu membandingkan dua konten tulisan sekaligus. 

5. Plagscan 

Plagscan cocok digunakan untuk mengetahui konten online yang diduplikat, jurnal ilmiah hingga dokumen. 

Untuk menggunakan alat ini kamu bisa memakainya dengan menyalin teks di kotak pengecekan yang tersedia, mengunggah file dari dekstop atau menempelkan URL web dari konten yang ingin di cek. 

Sayangnya user interface Plagscan masih cukup rumit dan untuk menggunakannya hanya tersedia paket premium dengan membayar sekitar 6 dollar AS. 

6. Duplichecker

Duplichecker merupakan salah satu alat untuk mendeteksi plagiarisme online yang bisa kamu gunakan secara gratis. Kamu hanya perlu untuk memasukan teks dalam kotak pencarian, dengan maksimum 1000 kata per pencarian. Jika terdapat kecocokan duplikat, maka alat akan menampilkan hasil dalam persentase dari penjiplakan beserta teks yang relevan dan sumber asalnya.

Tools ini juga menjamin privasi dari tiap penggunanya dengan menghapus setiap konten dari database setelah selesai memindai. Terdapat 7 pilihan dokumen yang dapat diunggah di situs ini, yaitu .tex, .txt, .doc, .docx, .odt, .pdf, dan .rtf.

Kelebihan lain dari situs ini selain bisa memeriksa tata bahasa juga dapat mengecek plagiarisme dalam berbagai bahasa, seperti Spanyol, Rusia, Portugis, Belanda, Indonesia, Italia, dan Arab. 

7. Search Engine Reports

Selain sebagai alat pendeteksi plagiarisme secara online, Search Engine Reports juga memiliki banyak program lainnya. Situs ini juga dapat digunakan secara gratis, kamu bisa menyalin hingga 1500 kata dalam kotak pengecekan. Kamu akan mendapatkan hasil yang akurat secara instan.

Dalam situs ini kamu bisa menikmati tools lainnya seperti paraphrasing tool, dimana kamu bisa menulis ulang konten dengan limit 2000 kata. Selain itu, juga terdapat grammar checker yang dapat digunakan untuk membenahi tata bahasa, pengejaan, dan tanda baca.

Dokumen dapat di unggah dengan menggunakan format txt, doc, docx, odt, pdf, rtf, tex.

8. Plagiarism Detector

Website lain yang dapat membantu untuk mengecek plagiarisme adalah plagiarism detector. Tools ini akan menganalisis frekuensi leksikal, pemilihan kata, frasa yang cocok, dan lainnya. Tentunya alat ini dapat digunakan secara gratis  dengan  limit 1000 kata per pengecekan. 

Namun, kamu bisa mengecek hingga 25000 kata jika kamu memiliki akun premium. Situs ini juga menawarkan grammar check dan paraphrasing tool.

9. Small SEO Tools

Small SEO Tools merupakan salah satu situs pengecekan plagiarisme yang paling populer. Kamu bisa langsung melakukan copy paste dokumen di kotak yang telah disediakan, dengan limit 1000 kata per pencarian.

Kamu bisa mengunggah data dari dokumen, dropbox, maupun google drive dengan format .tex,.txt, .doc, .docx, .odt, .pdf, dan .rtf. Selain itu, pengecekan juga dapat dilakukan dengan memasukkan URL.

Situs ini juga memiliki fitur penulisan ulang secara otomatis yang disebut paraphrasing tool. Setelah selesai melakukan proses pengecekan juga terdapat laporan yang bisa kamu unduh. Program lain yang ditawarkan adalah grammar check, reverse image search, logo maker, SEO checker, keyword position, dan masih banyak lagi.

Keunikan lain dari situs ini yaitu memiliki Wordpress plugin, dimana kamu tidak perlu melakukan copy paste. Kamu hanya perlu menginstal plugin, dengan begitu setiap membuat konten kamu tinggal mengklik "check plagiarism" dan plugin tersebut akan mengecek semua konten secara keseluruhan.

Baca juga: Ini 8 skill yang dibutuhkan untuk menjadi content writer handal

Jenis-jenis plagiarisme 

Jenis-jenis plagiarisme - EKRUT 
Selain dari bentuk aktivitasnya, ternyata ada beberapa jenis plagiarisme yang perlu kamu tahu - EKRUT

Selain dilihat dari bentuk aktivitas plagiat yang beragam seperti penduplikatan konten, foto, atau video. Ternyata di luar itu plagiarisme juga memiliki jenis-jenisnya tersendiri. Untuk membahasnya kamu bisa menemukannya di sini. 

Plagiarisme Mozaik 

Plagiarisme mozaik adalah aktivitas duplikasi yang mana pelaku mungkin telah menyebutkan sumber konten yang dimaksud akan tetapi tidak menyebutkan bagian mana saja yang dikutip dari penulis aslinya. 

Penting untuk diketahui bila kamu telah menggunakan kata-kata yang sama dalam tulisanmu, maka sebaiknya menggunakan tanda kutip (“) untuk memberi tanda bila kata-kata tersebut berasal dari orang lain.

Bentuk dari plagiarisme mozaik juga bisa berupa aktivitas dimana seseorang memparafrasekan kata-kata yang ditemukan melalui karya orang lain. Seolah kata-kata tersebut berasal darinya. 

Plagiarisme diri 

Plagiarisme diri merupakan praktik membuat ulang konten atau menggunakan kembali karya atau sebagian dari karya pemilik asli untuk akhirnya dijadikan karya baru. 

Karya ini bisa berupa buku, makalah, teks dan sebagainya yang apabila dibiarkan bisa menyebabkan masalah pada penerbitan di kemudian hari. 

Oleh sebab itu, tidak heran bila penerbit banyak menggunakan aplikasi cek plagiat untuk mengetahui jenis tulisan penulis memang original.

Plagiarisme langsung

Plagiarisme langsung sering terjadi bentuknya berupa pemakaian dari konten baik seluruh maupun sebagian tanpa menyebutkan sumbernya dengan benar. 

Ini merupakan praktik plagiarisme paling berbahaya dan serius. Sebab konten terlihat sengaja dijiplak sebagaimana aslinya tanpa mempertimbangkan untuk memberikan kredit. 

Dengan mengetahui beberapa jenis plagiarisme dan aplikasi cek plagiarisme, kini kamu bisa tahu bagaimana saja aktivitas ini bekerja. Sehingga kamu bisa terhindar dari tuntutan serius saat harus mengutip karya orang lain. 

Beberapa cara menghindari aktivitas plagiarisme yang serius bisa dilakukan dengan lebih banyak mengembangkan ide yang kamu miliki dan mengerjakanya dengan antusias.

Baca juga: 7 Cara menulis artikel SEO friendly dengan tepat

Di samping itu, coba saring juga agar kamu lebih banyak menggunakan gaya pemikiran bahasamu sendiri agar lebih mengalir dan mudah dimengerti. 

Terakhir jika memang harus menggunakan kata-kata dari orang lain jangan lupa sematkan tanda kutip dan kreditnya. Ini akan membantumu menghindari praktik plagiat.

Aplikasi cek plagiarisme - EKRUT
Last update: 8 April 2021

Tags

Share