Published on

Lainnya

5 Aplikasi atau Situs Trading Crypto dengan Fee Murah

Natasya Primatyassari

H1_Aplikasi_atau_Situs_Trading_Crypto.jpg

Semakin banyak orang yang tertarik dengan crypto akhir-akhir ini, mulai dari pebisnis, karyawan swasta hingga mahasiswa. Untuk ikut serta dalam investasi tersebut, kamu memerlukan akun di cryptocurrency exchange atau aplikasi crypto untuk membeli dan menjual mata uang digital, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin.

Apa itu crypto?


Crypto berada di luar kendali pemerintah dan otoritas pusat (sumber: unsplash)

Dikutip dari investopedia.com, cryptocurrency atau yang disebut juga dengan crypto adalah mata uang digital atau virtual yang dijamin dengan kriptografi, yang membuatnya hampir tidak mungkin untuk dipalsukan atau digunakan lebih dari satu kali. Mayoritas cryptocurrency menggunakan teknologi blockchain atau buku besar terdistribusi yang ditegakkan oleh jaringan komputer yang berbeda.

Fitur yang membedakan cryptocurrency dengan mata uang lainnya adalah bahwa crypto tidak dikeluarkan oleh otoritas pusat di mana pun dan menjadikannya secara teoritis kebal terhadap campur tangan atau manipulasi pemerintah.

Baca juga: Cryptocurrency Adalah: Fungsi, Cara Kerja, Plus-Minus, Jenis

Pentingnya menggunakan aplikasi crypto yang terpercaya


Aplikasi crypto yang terpercaya dapat menghindarkan dari risiko peretasan (sumber: unsplash)

Seperti aktivitas digital lainnya, masalah keamanan terbesar bagi banyak orang yang berinvestasi melalui crypto adalah risiko peretasan dan penipuan. Terlebih lagi, saat ini crypto telah tumbuh menjadi investasi yang populer dan berharga. Menurut data dari Federal Trade Commission yang dikutip dari time.com, kejahatan crypto sudah mengakibatkan kerugian rata-rata $1.900 per laporan dalam rentang waktu antara Oktober 2020 hingga Maret 2021.

Seringkali, kejahatan crypto yang dilaporkan melibatkan scammer yang meminta pembayaran dalam cryptocurrency atau mengirim penawaran yang tidak diminta untuk membantumu menghasilkan uang atau meningkatkan kepemilikanmu. Oleh karena itu, selain faktor biaya, kamu juga perlu mempertimbangkan beberapa hal saat memilih aplikasi crypto, seperti aspek keamanan, volume perdagangan, dan jenis crypto yang ditawarkan.

Penting juga untuk memahami bagaimana cryptocurrency kamu disimpan dan apakah kamu dapat menyimpan cryptocurrency tersebut dengan mentransfernya ke dompet digital milikmu sendiri.

Baca juga: Kenali 3 Tipe Trader Ini di Pasar Cryptocurrency

5 Rekomendasi aplikasi crypto yang dapat digunakan


Transaksi aset crypto sudah legal dan diawasi oleh Bappebti (sumber: unsplash)

Dikutip dari bigalpha.id, transaksi aset crypto di Indonesia memang legal dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sebuah lembaga khusus yang berada di bawah Kementerian Perdagangan.

Untuk kamu yang ingin mencoba investasi crypto, mekanisme penjualan dan pembelian akan dilakukan melalui platform cryptocurrency exchange atau yang kerap disebut sebagai aplikasi crypto. Platform ini memiliki fungsi menyerupai marketplace untuk memfasilitasi transaksi crypto. Platform ini juga yang akan mempertemukan pedagang dan pembeli serta dapat digunakan untuk memindahkan dan menyimpan aset crypto.

Hingga awal 2021, terdapat 13 perusahaan aset crypto di Indonesia yang telah mendapat izin Bappebti, yaitu PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto), PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku), PT Pintu Kemana Saja (Pintu), PT Luno Indonesia Ltd (Luno), PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex), PT Indonesia Digital Exchange (Idex), PT Cipta Koin Digital (Koinku), PT Tiga Inti Utama (Triv), PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit), PT Bursa Cripto Prima (Bechipin), PT Triniti Investama Berkat (Bitocto), PT Plutonext Digital Aset. Perusahaan-perusahaan tersebut yang menyediakan aplikasi crypto.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan singkat mengenai 5 aplikasi di antaranya yang populer digunakan.

1. Indodax

Indodax adalah platform jual beli aset crypto pertama di Indonesia. Dengan lebih dari 3 juta member terverifikasi per April 2021, aplikasi crypto ini diperkirakan yang terbesar di Indonesia sampai saat ini. Indodax dapat diakses melalui gawai maupun website dan dapat diunduh secara gratis di Google Play Store dan App Store.

Kelebihan lain dari Indodax adalah minimal depositnya. Dengan menyetor uang sebesar Rp10.000,00 melalui transfer bank atau virtual account, kamu sudah dapat bertransaksi. Pilihan pembayaran lain juga bisa dilakukan melalui Alfamart, ShopeePay, Dana, LinkAja, OVO maupun voucher. Aplikasi crypto ini memungut fee sebesar 0,3% dalam setiap transaksi penjualan atau pembelian.

2. Tokocrypto

Tokocrypto didirikan sejak Juni 2017 dan pada Mei 2020 sempat menerima investasi dari Binance, salah satu aplikasi crypto terbesar di dunia. Aplikasi crypto ini dapat diunduh secara gratis melalui PlayStore dan App Store. Selain dapat diakses melalui aplikasi, Tokocrypto juga dapat diakses melalui website.

Untuk dapat mulai berinvestasi, Tokocrypto mensyaratkan minimal deposit sebesar Rp50.000,00 dengan pembayaran melalui transfer bank atau dompet digital. Untuk biaya transaksi di Tokocrypto menyesuaikan dengan jenis transaksi yang kamu lakukan. Misalnya, penarikan dana akan dikenai biaya sebesar Rp5.500,00, sedangkan untuk pembelian dan penjualan aset digital Rupiah akan dikenai biaya sejumlah 0,1% dari total aset tersebut.

Baca juga: Apa Itu Candlestick? Bagaimana Cara Membaca dan Contoh Polanya?

3. Rekeningku.com

Aplikasi Rekeningku.com sudah tersedia dalam versi website dan aplikasi mobile baik bagi pengguna Android maupun iOS. Untuk mulai bertransaksi, setoran minimum yang diperlukan sebesar Rp50.000,00. Aplikasi crypto ini juga menerima deposit dengan berbagai cara, antara lain melalui transfer bank, virtual account, dan e-wallet (Dana, LinkAja, OVO).

Aplikasi Rekeningku.com saat ini menyediakan 44 token aset crypto yang bisa diperdagangkan. Berbagai biaya penyerta lain yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

  • Penjualan atau pembelian aset digital Rupiah: 0,1% (taker)
  • Penarikan: 0,75% dari jumlah penarikan, dengan biaya minimal Rp15.000,00.
  • Biaya deposit: transfer bank gratis, virtual account Rp1.000,00 flat dan 1,65% dari jumlah deposit.

4. Pintu

Pintu adalah aplikasi untuk membeli, menjual, menyimpan, dan mengirim mata uang crypto berbasis aplikasi di smartphone. Meski terbilang baru, fitur Pintu yang fokus di mobile app membuatnya mudah digunakan.

Sama seperti aplikasi crypto yang lain, syarat mendaftar di Pintu cukup dengan mengisi data diri dan verifikasi menggunakan prinsip KYC (Know Your Customer). Tidak ada batas jumlah minimum dan maksimum deposit Rupiah di Pintu. Namun, terdapat minimum transfer yang dikenakan masing-masing layanan pembayaran, seperti jumlah minimum transfer bank atau jumlah minimum transfer antar e-wallet. Jumlah minimum transfer tersebut disesuaikan dengan kebijakan masing-masing layanan pembayaran.

Transaksi jual beli aset cryptocurrency melalui aplikasi ini juga tidak dikenakan biaya komisi karena sudah dibebankan ke harga final. Harga yang ditunjukkan di halaman beranda dan halaman pembelian/penjualan adalah harga tengah antara harga jual dan beli market crypto, sedangkan harga final terdapat pada halaman checkout pembelian/penjualan aset cryptocurrency. Untuk biaya penyerta lain yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

  • Biaya transaksi penarikan Rupiah sebesar Rp4.500,00 per transaksi.
  • Biaya yang dibebankan untuk transaksi deposit bervariasi berdasarkan metode yang digunakan. Untuk deposit menggunakan metode transfer bank, tidak ada biaya yang dibebankan ke pengguna. Namun, untuk deposit menggunakan e-wallet, biaya bergantung pada masing-masing e-wallet (GoPay 2%, OVO 1,65%, DANA 1,65%, LinkAja 1,65%, ShopeePay 1,5%).

5. Luno

Luno adalah aplikasi crypto asal Inggris yang sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2014. Aplikasi ini sudah tersedia di Google PlayStore bagi pengguna Android dan App Store bagi pengguna iOS

Hingga saat ini, Luno memiliki 6 jenis koin yang terdiri dari lima cryptocurrency, yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Bitcoin Cash (BCH), Litecoin (LTC), serta satu stablecoin bernama USD Coin (USDC). Jumlah koin yang dimiliki Luno memang lebih sedikit karena mereka mengklaim telah menyeleksi koin yang dapat bertahan dari serangan 51%, double spending, pembobolan keamanan, gangguan teknis, dan lain sebagainya sehingga pengguna dapat bertransaksi dengan aman.

Deposit awal yang diperlukan untuk memulai investasi di aplikasi ini juga cukup terjangkau, yaitu sebesar Rp25.000,00. Untuk biaya penarikan dana dikenakan biaya flat Rp15.000,00 berapapun nominalnya dan untuk biaya transaksi jual beli (order taker) dikenakan 0,2% dari nilai transaksi.

Baca juga: Cryptocurrency Resmi jadi Komoditas di Indonesia

Nah, itu tadi pembahasan mengenai 5 aplikasi crypto dengan biaya yang terjangkau. Apakah kamu sudah mulai menyisihkan uang untuk berinvestasi? Investasi memang sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Namun, kamu juga perlu mengetahui jenis investasi yang sesuai dengan profil risikomu.

Kamu bisa mendapatkan berbagai info lengkap mengenai investasi, pengembangan karier, dan teknologi melalui artikel-artikel yang ada di EKRUT Media. Tak hanya itu, jika kamu tertarik untuk mengembangkan potensimu dalam pekerjaan yang sesuai, kamu bisa mendaftarkan dirimu di EKRUT dan sambut kesempatan tersebut sekarang juga!

Sumber:

  • investopedia.com
  • time.com
  • bigalpha.id
  • indodax.com
  • tokocrypto.com 
  • rekeningku.com
  • pintu.co.id
  • luno.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cryptocurrency.jpg

    Technology

    Apakah Mata Uang Digital dapat Mengatasi Inflasi?

    Widyanto Gunadi

    06 October 2022
    0 min read
    H1-8_Pinjaman_Syariah_Online_yang_Terpercaya_dan_Resmi_Terdaftar_di_OJK.jpg

    Lainnya

    8 Pinjaman Syariah Online yang Terpercaya dan Resmi Terdaftar di OJK

    Lita Lia

    05 October 2022
    5 min read
    H1_ewallet.jpg

    Technology

    Apa Itu E-Wallet? Berikut Cara Kerja, Fitur, Kegunaan, dan 8 Contohnya di Indonesia!

    Nurina Ulfah

    05 October 2022
    5 min read

    Video