Published on

Lainnya

Apa Itu Candlestick? Bagaimana Cara Membaca dan Contoh Polanya?

Algonz D.B. Raharja

H1_Candlestick.jpg

Bagi kamu yang berkecimpung dalam bidang analisa saham, trader, atau analis forex tentunya sudah tidak asing dengan candlestick chart atau grafik lilin. Candlestick secara umum memang digunakan oleh para pegiat saham untuk melakukan analisis teknikal. Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan candlestick ini? Mari kita simak ulasannya berikut ini.

Apa itu candlestick?


Candlestick merupakan pola analisis teknis dalam memprediksi pergerakan harga (Sumber: Pexels)

Secara historis, metode candlestick digagas oleh Munehisa Homma yang hidup di era pemerintahan Keshogunan Tokugawa di Jepang atau sekitar tahun 1724-1803. Homma adalah seorang pedagang beras dari Sakata, Jepang yang mengembangkan penjualan beras dengan kupon pasar berjangka pada tahun 1710-an dan lantas mengembangkan perdagangan beras di Jepang sehingga dipercaya sangat menguntungkan.

Kunci sukses Homma terletak pada pencatatan pergerakan harga dengan rincian harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan setiap harinya berbasis harga di pasar beras. Dengan mencatat setiap hari, Homma lantas menemukan pola harga yang berulang dan kemudian menamainya dengan beberapa nama khusus. Pola ini kemudian diterapkan homma untuk memprediksi harga beras di masa depan dan membuatnya untung.

Metode pencatatan Homma ini berbentuk seperti lilin yang menggambarkan pergerakan harga beras. Ini adalah awal mula metode candlestick digunakan dalam prediksi harga.

Di luar Jepang, metode candlestick mulai populer setelah Steve Nison meringkas metode ini dalam sebuah buku berjudul “Japanese Candlestick Charting Techniques” pada tahun 1991.

Candlestick secara umum berbentuk grafik batang dengan bentuk lilin harian yang menunjukkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan pasar untuk hari itu. Candlestick memiliki bagian lebar yang disebut “batang tubuh” dan bertindak untuk mewakili kisaran harga antara pembukaan dan penutupan di hari itu.

Bagian batang tubuh atau “real body” dapat diisi atau kosong. Jika terisi dengan warna hitam maka berarti harga penutupan lebih rendah daripada pembukaan (bullish). Sedangkan, jika kosong maka harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan (bearish).

Seorang trader dapat mengubah warna candlestick di platform trading seperti arsiran warna merah untuk pengganti hitam atau hijau untuk pengganti putih.

Candlestick umumnya memiliki pola yang bekerja dengan baik berdasarkan popularitas harian. Keberadaan pola dalam pencatatan Candlestick ini bisa memudahkan trader untuk menganalisis harga dan menentukan eksekusi. Analisis teknis terkait hal ini cukup populer untuk penentuan peluang keuntungan jangka pendek dan panjang.

Baca juga: 10 Cara Mengatur Keuangan yang Mudah dan Efektif

Bagaimana cara membaca candlestick?


Contoh bentuk dan pewarnaan candlestick (Sumber: juruscuan.com)

Merujuk pada gambar di atas, kita bisa melihat bahwa tepat di atas dan di bawah batang tubuh (real body) terdapat sumbu atau bayangan. Sumbu ini menunjukkan harga tinggi dan rendah dari suatu perdagangan di hari itu. Jika sumbu atas pada bagian bawah candlestick pendek, maka pembukaan hari itu mendekati harga tertinggi hari itu.

Jika sumbu di bagian atas candlestick pendek, maka penutupan di hari itu mendekati harga tertinggi. Hubungan antara pembukaan, tinggi, rendah, dan penutupan menentukan tampilan candlestick harian. Bentuk batang tubuh candlestick bisa panjang atau pendek dan hitam atau putih sesuai fluktuasi harga hari itu, begitu pula sumbu atau bayangan di bagian atas atau bawah candlestick.

Grafik candlestick bersifat lebih visual karena memiliki kode warna dari bar harga dan batang tubuh yang lebih tebal. Hal ini membuat candlestick lebih baik dalam menyoroti perbedaan harga antara pembukaan dan penutupan.

Baca juga: 12 Cara Mewujudkan Financial Freedom dengan Realistis

Beberapa contoh pola candlestick


Candlestick memiliki beberapa pola yang dapat digunakan untuk mencatat fluktuasi saham (Sumber: Pexels)

Candlestick diciptakan oleh pergerakan naik dan turunnya harga. Sedangkan pergerakan harga ini terkadang amat acak, di lain waktu pergerakan tersebut membentuk suatu pola. Pola ini yang lantas digunakan trader untuk menganalisis sesuatu sebelum melakukan trading.

Pola umum dari candlestick adalah bullish dan bearish. Pola bullish menunjukkan bahwa harga cenderung naik, sedangkan pola bearish menunjukkan bahwa harga cenderung turun. Harus dipahami bahwa tidak ada pola yang bekerja sepanjang waktu, karena pola candlestick mewakili kecenderungan pergerakan harga.

Adapun beberapa pola candlestick yang umum dikenal adalah sebagai berikut:

1. Bearish engulfing pattern


Contoh gambar candlestick dengan pola bearish engulfing pattern (Sumber: Investopedia) 

Pola bearish engulfing merupakan pola candlestick yang berkembang dalam tren naik ketika jumlah penjual melebihi pembeli. Pola ini dicerminkan oleh batang tubuh candlestick hitam panjang yang menekan batang tubuh candlestick berwarna putih. Pola candlestick yang satu ini menunjukkan bahwa penjual kembali memegang kendali dan harga bisa terus turun.

2. Bullish engulfing pattern


Contoh gambar candlestick dengan pola bullish engulfing (Sumber: Investopedia)

Pola candlestick yang satu ini merupakan kebalikan dari pola bearish engulfing karena terjadi ketika pembeli melampaui penjual. Hal ini tercermin dalam grafik dengan batang tubuh berwarna putih menekan batang tubuh candlestick berwarna hitam. Pola candlestick ini mengindikasikan adanya kendali oleh pembeli dan perubahan harga bisa mengarah ke arah yang lebih tinggi. 

Baca juga: Apa Itu Investor? Berikut 2 Jenis Utama dan Panduannya

3. Hammer


Contoh gambar candlestick dengan pola hammer dan inverted hammer (Sumber: juruscuan.com)

Pola candlestick jenis hammer ini digambarkan dengan ciri khasnya dengan adanya satu sumbu di atas atau di bawah batang tubuh. Selain itu, batang tubuh yang digunakan pun hanya satu, yaitu berwarna putih. Bedanya ada di penempatan sumbu panjang di atas atau di bawah, sedangkan batang tubuh berbentuk pendek seperti palu berada di ujung atas atau bawah sumbu.

Jika batang tubuh berada di atas sumbu maka disebut hammer, sedangkan saat batang tubuh candlestick berada di bagian bawah sumbu disebut inverted hammer. Bila terdapat candlestick dengan bentuk hammer maka yang terjadi selanjutnya adalah batang tubuh berwarna hitam atau harga turun. Hal ini berlaku sebaliknya untuk inverted hammer.

4. Doji


Contoh gambar candlestick dengan pola Doji (Sumber: juruscuan.com)

Pola candlestick lainnya adalah doji. Pola ini cukup populer dan sering digunakan untuk menggambar grafik candlestick. Di beberapa kondisi seperti saat harga pembukaan memiliki kesamaan atau mendekati harga penutupan, maka ditempatkan garis tipis di tengah sumbu yang mewakili transisi harga.

Doji digambarkan sebagai garis tipis yang naik turun pada garis sumbu. Jika doji berada di atas maka berarti harga akan naik (bullish), dan sebaliknya jika doji terletak di sumbu bagian bawah maka harga akan turun (bearish). Jika sumbu bagian ekor doji lebih panjang, secara umum potensi reversal cukup tinggi. Doji juga disebut sebagai Harami.

Baca juga: 6 Tips Keuangan untuk Bersiap menghadapi Resesi

5. Bullish rising dan bearish falling three


Contoh gambar candlestick dengan pola bullish rising three (Sumber: Investopedia)

Pola bullish rising dan bearish rising three pada candlestick digunakan dalam pola sesi perdagangan kedua, ketiga, dan keempat. Hal ini terjadi pada kondisi di mana rentang harga akan bertahan pada tiga hari setelah hari pertama dan kemudian berubah pada hari kelima.

Oleh karena itu, jika candlestick menunjukkan bahwa harga turun atau naik selama tiga hari berturut-turut maka titik terendah atau tertinggi tidak terlihat dan para trader harus bersiap untuk kenaikan atau penurunan harga di hari berikutnya. Jika harga akan turun maka disebut bearish falling three, sedangkan jika naik maka bullish rising three.

Baca juga: Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan dan Tugasnya

Itulah tadi berbagai pola candlestick yang umum digunakan dalam analisis teknik saham atau forex oleh para trader. Kamu juga bisa mempelajari tentang candlestick ini untuk memperkaya pengetahuanmu sebelum terjun ke bidang pekerjaan yang terkait trading saham.

Sedangkan bagi kamu yang masih ingin mencari pekerjaan dan meniti karier sebelum berinvestasi di bidang saham, EKRUT bisa menjadi jalan bagi kariermu. EKRUT menyediakan berbagai informasi tentang karier dan kesempatan kerja yang bisa kamu gunakan. Kamu hanya perlu mendaftarkan diri lewat EKRUT untuk mendapatkan potensi positif tersebut.

Caranya mudah, kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini untuk mulai mendaftar lewat EKRUT.

sign up EKRUT

Sumber:

  • juruscuan.com
  • investopedia.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Motif_Ekonomi.jpg

    Lainnya

    Sebutkan 4 Macam Motif Ekonomi? Berikut Informasi Selengkapnya!

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    H1_GMV.jpg

    Lainnya

    GMV (Gross Merchandise Value): Pengertian dan Cara Menghitungnya

    Algonz D.B. Raharja

    06 July 2022
    5 min read
    cover_(11).jpg

    Lainnya

    DP (Down Payment): Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Keuntungannya

    Detty Risetya

    05 July 2022
    5 min read

    Video