Published on

Lainnya

Mengenal Apa itu Art Therapy Mulai dari Manfaat Hingga 6 Teknik yang Digunakan

Luqman Hafidz

H1_Mengenal_Apa_itu_Art_Therapy_Mulai_dari_Manfaat_Hingga_5_Teknik_yang_Digunakan.jpg

Mental health atau kesehatan mental akhir-akhir ini menjadi isu yang cukup penting, bahkan sama pentingnya seperti kesehatan fisik. Berbondong-bondong para pekerja mencari cara agar kesehatan mentalnya selalu terjaga dan bisa bekerja secara produktif saat dibutuhkan. Berbagai cara dilakukan mulai dari olahraga, meditasi, healing, weekend getaway, sampai mengikuti sesi terapi bersama psikolog. Jika kesehatan mental merupakan salah satu prioritasmu, mengikuti sesi art therapy dapat menjadi salah satu pilihan.

Apa itu art therapy?


Art therapy merupakan kegiatan yang mengintegrasi kesehatan mental serta pembuatan karya seni secara bersamaan (Sumber: Pexels)

Seni dalam jenis apapun telah lama digunakan manusia sebagai sarana untuk berkomunikasi secara nonverbal, mengekspresikan perasaan, sampai dengan healing. Namun, integrasi antara seni dan terapi untuk kesehatan mental baru mulai dikenal secara luas sejak tahun 1940-an. 

Melansir The American Art Therapy Association, art therapy merupakan kegiatan yang mengintegrasi kesehatan mental serta pembuatan karya seni secara bersamaan. Kemudian, kegiatan ini difasilitasi dan diawasi langsung oleh profesional di bidangnya.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Self Healing Serta Bedanya dengan Self Love, Self Care, dan Self Reward

Manfaat art therapy


Art therapy bermanfaat sebagai sarana Integrasi antara fisik, mental, dan spiritual yang maksimal (Sumber: Pexels)

Art therapy bermanfaat bagi siapapun yang mengikutinya, tak terbatas dari umur maupun kemampuan artistik yang dimiliki. Hal ini berarti kamu tidak perlu menjadi seorang pelukis atau seniman terlebih dahulu untuk bisa mengikuti sesi ini, semua orang dan semua umur bisa mencobanya untuk memaksimalkan kesehatan mental.

Menurut jurnal yang dipublikasikan oleh The American Art Therapy Association, melakukan kegiatan kreatif dapat menurunkan tingkat stres secara signifikan. Meskipun tingkat kemahiran setiap individu berbeda-beda, ditemukan penurunan substansi kimia dalam tubuh yang merangsang stres pada peserta tes setelah melakukan kegiatan kreatif.

Art therapy bermanfaat sebagai sarana integrasi antara fisik, mental, dan spiritual yang maksimal. Seorang psikolog dan psikiater yang memiliki lisensi art therapy dapat menangkap kondisi individu yang mengambil sesi ini melalui komunikasi verbal maupun nonverbal. Setelah melakukan sesi ini, individu akan merasakan lebih tenang dari level kortisol yang menurun.

Baca juga: 12 Cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi dalam bekerja

Masalah yang bisa diatasi


Art therapy bisa mengatasi masalah kesehatan mental baik pada anak-anak, remaja, sampai orang tua. (Sumber: Pexels)

Art therapy bukanlah satu-satunya cara agar kamu terbebas dari stres yang berlebihan, namun jika kamu sedang mengalami salah satu dari masalah yang ada di bawah ini, kamu bisa mulai mencari art therapist profesional dan berlisensi di daerahmu.

1. Trauma

Kejadian traumatis seperti kecelakaan atau bencana alam dapat meninggalkan trauma yang cukup dalam. Contohnya, gempa bumi dan tsunami di Aceh pada tahun 2004 yang meninggalkan luka dan trauma yang mendalam bagi korban yang selamat, ada hal-hal yang sulit untuk diungkapkan secara verbal oleh para penyintas. Art therapy dapat menjadi media untuk mengatasi masalah trauma seperti ini.

2. Stres akan penyakit kritis

Orang-orang yang memiliki penyakit kronis seperti kanker atau penyakit kritis lainnya dapat mengalami masalah mental. Vonis yang diberikan dapat memberikan tekanan secara mental, belum lagi jika tidak memiliki asuransi yang meringankan biaya pengobatan. Selain melakukan pengobatan, sesi art therapy akan bermanfaat agar individu yang mengidap penyakit kritis semakin bersemangat untuk sembuh.

3. Depresi

Depresi dapat terjadi pada siapa saja, tua maupun muda, pekerja maupun pengusaha, anak-anak maupun orangtua. Menjadi fase lanjutan setelah stres, depresi akan menghambat seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Art therapy untuk memperbaiki mood dapat dilakukan untuk meringankan beban yang ada melalui sesi kreatif.

4. Autis dan demensia

Autis biasa ditemukan pada anak-anak, namun demensia biasa baru dapat terdiagnosis setelah umur 60 tahun. Meskipun cukup berbeda, art therapy dapat membantu memperlambat laju dari autisme dan demensia bagi penderitanya.

Baca juga: Ini pentingnya kesehatan mental karyawan bagi perusahaan

6 Teknik yang digunakan


Visual art therapy merupakan salah teknik yang paling banyak dilakukan oleh para profesional. (Sumber: Pexels)

Teknik yang digunakan dalam art therapy tidak selalu berpatok pada visual art therapy yang dibayangkan, karena ada berbagai macam seni untuk menyalurkan energi pada hal yang lebih produktif.

1. Visual art

Visual art merupakan payung yang luas untuk seni, termasuk menggambar, melukis, mewarnai, menggunakan tanah liat, memahat, sampai mencoret-coret atau doodling. Teknik ini merupakan salah satu yang paling banyak dilakukan oleh para profesional. Jika kamu menikmati sensasi bahagia setelah mewarnai, mungkin art therapy dengan jenis ini akan bermanfaat bagi perkembangan kesehatan mental.

2. Musik

Terapi dengan jenis ini tidak hanya terpaku pada mendengarkan musik, namun bisa juga dipadukan dengan menulis lirik, membuat aransemen, hingga melakukan performance dari musik yang telah dibuat.

3. Dansa

Terapi menggunakan dansa mengungkap komunikasi nonverbal yang terkadang tidak dapat diungkapkan. Terapi ini bisa dilakukan pada siapapun yang senang dengan aktivitas menggerakan badan.

4. Drama

Drama merupakan proses yang aktif dan eksperimental. Pendekatan ini memungkinkan orang yang mengambil sesi terapi drama menggapai ruang yang lebih luas untuk menjadi lebih ekspresif, hingga dapat menceritakan kehidupannya untuk mencari jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi.

5. Puisi

Bila merangkai kata merupakan salah satu keahlianmu, mengikuti art therapy dalam bentuk puisi juga dapat membuat perasaan lebih lega. Selain memiliki karya yang dapat kamu publikasikan, hormon kortisol pun akan berkurang setelahnya.

6. Terapi ekspresif

Terapi ekspresif merupakan gabungan dari teknik terapi yang telah disebutkan sebelumnya. Dilansir dari Medical News Today, gabungan dari beberapa teknik art therapy yang diberikan kepada pasien demensia memperbaiki kemampuan berkomunikasi, berpartisipasi, sampai menambah mood yang positif.

Nah, sekarang kamu sudah tahu manfaat seni dalam memperbaiki mood, kan? Meskipun art therapy hanya dapat difasilitasi oleh profesional, bukan berarti kamu tidak dapat mencobanya sendiri untuk sekadar menghibur diri atau mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Tanamkan juga bahwa kamu tidak perlu menjadi ahli dalam kegiatan seni yang ingin kamu coba, sebab yang terpenting adalah kamu bisa bahagia karena telah produktif secara artistik. Semoga kesehatan mentalmu selalu baik, ya!

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • arttherapy.org
  • verywellmind.com
  • medicalnewstoday.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    10_Aplikasi_Kesehatan_Mental_Terbaik_Beserta_Daftar_Harga_Layanannya.jpg

    Lainnya

    10 Aplikasi Kesehatan Mental Terbaik beserta Daftar Harga Layanannya

    Ningtyas Dewanasari Kinasih

    30 September 2022
    8 min read
    H1_1._Cara_Cepat_Tidur_dalam_30_Detik_yang_Patut_untuk_Kamu_Praktikkan!.jpg

    Lainnya

    6 Cara Cepat Tidur dalam 30 Detik yang Patut untuk Kamu Praktikkan!

    Anisa Sekarningrum

    30 September 2022
    5 min read
    paternity-leave-EKRUT.jpg

    Careers

    6 Manfaat paternity leave untuk membantu istri setelah melahirkan

    Tsalis Annisa

    29 September 2022
    8 min read

    Video