Published on

Technology

Bytedance segera luncurkan aplikasi musik di Indonesia

Nur Lella Junaedi

bytedance-luncurkan-aplikasi-musik-di-indonesia-EKRUT.jpg

Perusahaan Bytedance yang berpusat di Beijing akan segera meluncurkan aplikasi streaming musik terbaru bulan depan.

Induk dari perusahaan TikTok ini rencananya akan meluncurkan layanan itu di beberapa negara seperti India, Brasil, Indonesia, dan baru kemudian di Amerika.

Meski sudah dikabarkan akan diluncurkan, tapi belum ada nama pasti untuk aplikasi ini.

Diprediksi, aplikasi streaming musik dari Bytedance ini bisa menyalip aplikasi streaming musik yang telah ada seperti Spotify, Apple Music, Joox dan lain-lain.

Tetapi aplikasi ini mungkin akan memiliki sedikit perbedaaan fitur mulai dari,

  • Fitur musik berdasarkan permintaan daftar pengguna
  • Adanya video klip pendek pada setiap lagu
  • Mengirimkan video klip atau lagu kepada sesama pengguna 

Aplikasi streaming ini tidak akan sepenuhnya gratis. Untuk menggunakannya pengguna bisa membayar kurang dari USD10 per bulan, lebih murah dari Apple Music dan Spotify.

Baca juga: Butuh semangat kerja? Ini ide playlist Spotify untuk kamu

Sebagai bentuk keseriusannya menggarap aplikasi ini, Bytedance saat ini sedang mengumpulkan izin lisensi dari berbagai perusahaan musik dunia semisal Sony Music, Universal Music dan Warner Music.

Sementara di India, perusahaan telah mendapatkan lisensi dari dua perusahaan musik terbesar di negara tersebut, yakni T-Series dan Times Music.

Fenomena keberadaan streaming musik serupa
Di Beijing perusahaan Bytedance menjadi perusahaan yang paling cemerlang karena nilai valuasinya telah mencapai USD75 milyar menjadikannya sebagai decacorn.

Baca juga: Semakin maju, Gojek kini jadi Decacorn

Akan tetapi langkah Bytedance membuat aplikasi streaming musik ini harus perlu diperhatikan. Pasalnya di negara Asia layanan streaming berbayar ini tidak mendapatkan banyak profit.

Di Timur Tengah dan Afrika saja, Spotify hanya mendapatkan sekitar 10 persen laba dari streaming berbayar.

Sementara layanan streaming musik lain dari Tencent China yang memiliki 800 juta pengguna, kurang dari 5 persen saja yang membayar.

Baca juga: Ini yang akan dilakukan Menkeu agar Netflix dan Spotify bayar pajak

Saat ini, layanan musik online paling populer di Asia adalah Tencent’s QQ Music dan Google YouTube yang tersedia secara gratis. 

Rekomendasi Bacaan: 

Sumber: 

Tags

Share