careers

Syarat dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Maria Tri Handayani

24 May 2020

cara-mencairkan-BPJS-Ketenagakerjaan---EKRUT.jpg

BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk fasilitas jaminan dan perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dapat dicairkan pada saat-saat tertentu sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.  

Lantas, seberapa jauh kamu mengenal apa itu BPJS Ketenagakerjaan dan bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan tersebut? Agar kamu semakin paham, simak informasi berikut ini. 

Apa itu BPJS Ketenagakerjaan?

cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan - EKRUT
BPJS Ketenagakerjaan memberi jaminan perlindungan salah satunya atas risiko kecelakaan di lingkungan kerja - EKRUT

BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya adalah badan hukum publik yang bertugas memberi perlindungan pada seluruh tenaga kerja Indonesia dari risiko sosial ekonomi dengan mekanisme asuransi sosial melalui 4 program, yaitu:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Pemberian perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja. Contohnya kecelakaan selama perjalanan dari rumah ke tempat kerja atau sebaliknya, dan penyakit yang disebabkan lingkungan kerja. 

  •  Jaminan Kematian (JKM)

Pemberian manfaat tunai pada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

  • Jaminan Hari Tua (JHT)

Pemberian uang tunai dari akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya, yang dibayar sekaligus ketika peserta memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap atau meninggal duna karena sesuatu yang berhubungan pekerjaanya ataupun bukan.

Memasuki usia pensiun di sini termasuk pula keadaan ketika peserta berhenti kerja akibat mengundurkan diri, terkena PHK, sedang tidak aktif bekerja atau meninggalkan wilayah Indonesia untuk selamanya. 

  • Jaminan Pensiun

Jaminan sosial untuk mempertahankan kehidupan yang layak bagi peserta atau ahli waris dengan memberikan penghasilan bulanan setelah peserta memasuki usia pensiun maupun mengalami cacat.

Jaminan pensiun dapat diberikan pada peserta atau ahli warisnya bila peserta sudah memenuhi masa iuran minimal 15 tahun, kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang.  

Agar mendapatkan nilai manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, kamu harus membayarkan iuran bulanan secara rutin. Biasanya perusahaan akan otomatis membayarkan iuran bulanan dari upah karyawan dengan memotong gaji karyawan setiap bulan. 

Pada program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, iuran sepenuhnya akan ditanggung oleh perusahaan. Sementara pada BPJS untuk program JHT, pembayaran iuran dikenakan pada perusahaan dan karyawan dengan pembagian 3,7% ditanggung perusahaan dan 2% diambil dari gaji karyawan setiap bulan.  

Begitu pula pada Jaminan Pensiun dimana iuran dikenakan 3% dari upah karyawan dengan pembagian 2% ditanggung perusahaan dan sisanya ditanggung kayawan dari gaji per bulan.  

Jika selama ini kewajiban membayar iuran sudah terlaksana, maka kamu pun dapat melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan di saat membutuhkan. 

Baca juga: Sudah tahu plus minus BPJS Kesehatan?

Syarat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 

cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan - EKRUT
Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa melakukan klaim saldo JHT sebelum memasuki usia pensiun - EKRUT

Perlu dipahami bahwa pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan hanya dapat dilakukan pada program Jaminan Hari Tua (JHT) karena menggunakan skema tabungan, berbeda dengan JKK dan JKM yang lebih bersifat seperti asuransi kecelakaan serta asuransi jiwa. 

Pencairan dana JHT sendiri sekarang tidak hanya dapat dilakukan ketika peserta akan memasuki usia pensiun saja. 

Pasalnya, peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015,  menyatakan bahwa saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan yang kamu miliki bisa dicairkan atau diklaim 10 persen, 30 persen hingga 100 persen tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau minimal usia peserta 56 tahun seperti pada PP No 46 tahun 2015 sebelumnya. 

Tentunya untuk mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan ini kamu harus memenuhi  syarat dan ketentuan tertentu. 

1. Syarat pencairan 10 hingga 30 persen dana  JHT BPJS Ketenagakerjaan:

  • Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun dan peserta masih aktif bekerja di perusahaan 
  • Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli
  • Fotokopi KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli. 
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan. 

2. Syarat pencairan 100% dana JHT BPJS ketenagakerjaan

  • Peserta sudah tidak lagi bekerja dengan alasan PHK, resign, atau keputusan sendiri. 
  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan
  • Parklaring
  • KTP atau SIM
  • KK 
  • Buku tabungan untuk proses pencairan dana JHT
  • Fotokopi minimal 1 lembar untuk setiap dokumen di atas 
  • Pas foto ukuran 3x4 dan 4x6 masing-masing 4 rangkap

Selain syarat-syarat di atas perlu diketahui beberapa ketentuan tambahan terkait klaim dana JHT, yakni: 

  • Untuk klaim manfaat JHT dengan saldo lebih dari RP 50 juta dan pengambilan JHT 10% perlu menyertakan NPWP asli dan 1 lembar fotokopi
  • Peserta yang masih aktif dapat mengajukan klaim manfaat JHT sebagian dengan ketentuan yaitu dapat diambil maksimal 10% dari total saldo untuk persiapan usia pensiun dan diambil maksimal 30% dari total saldo untuk uang perumahan. 
  • Peserta tidak memiliki tunggakan iuran JHT
  • Data seperti nama, tanggal lahir, serta alamat peserta pada masing-masing dokumen tidak boleh berbeda. Jika terdapat perbedaan peserta wajib menyertakkan surat keterangan dari perusahaan atau kelurahan tempat domisili
  • Pengajuan klaim JHT 30% untuk pencairan dana perumahan wajib menyertakan dokumen seperti bukti pembayaran jadi, Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K), Standing Instructions (Surat Perintah Penyaluran Dana Realisasi KPR), serta akad kredit yang dikeluarkan bank.
  • Sebagai catatan, dana JHT baru bisa dicairkan 100% setelah karyawan menunggu minimal 1 bulan sejak meninggalkan perusahaan. 

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 

cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan - EKRUT
Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan secara online - EKRUT

Untuk melakukan klaim atau mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan baik secara offline maupun online.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara offline

Untuk mencairkan BPJS Ketengagakerjaan secara manual ikuti prosedur berikut:

  1. Kunjungi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat 
  2. Ambil nomor antrian
  3. Isi formulir pengajuan kalim JHT
  4. Serahkan dokumen dan berkas yang dibutuhkan
  5. Ikuti proses wawancara dan pengambilan foto
  6. Proses pencairan dana 

Selain mengambil antrian lansung di tempat, kamu juga dapat mengambil nomor antrian secara online sebelumnya dengan mengakses aplikasi BPJSTKU atau situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. 

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online

Kamu juga dapat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online melalui sistem e-klaim dengan mengikuti prosedur berikut: 

  1. Buka situs resmi https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ atau gunakan aplikasi BPJSTKU
  2. Login ke akun BPJS Ketenagakerjaan dan pilih menu ‘Klaim Saldo JHT’
  3. Masukkan nomor kartu BPJS dan pilh pengajuan klaim pada kolom keperluan
  4. Pada jenis klaim terdapat pilihan mencapai usia pensiun mengundurkan diri, PHK. Pilih opsi yang sesuai dengan kondisi kamu 
  5. Lengkapi semua kolom informasi, lalu klik Kirim
  6. Siapkan dokumen persyaratan klaim JHT 
  7. Unggah dokumen tersebut secara online, lalu tunggu konfirmasi email dari BPJS Ketenagakerjaan
  8. Jika proses klaim secara online berhasil, kamu akan mendapatkan email resmi BPJS Ketenagakerjaan yang isinya memuat informasi berupa tanggal dan kantor cabang yang harus didatangi untuk melanjutkan proses klaim saldo JHT 
  9. Pastikan datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan sesuai instruksi yang diberikan dengan memawa kelengkapan dokumen. Jika semua lengkap maka kamu tinggal menunggu pencairan saldo JHT. 

Cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan selama pandemi Covid-19 

Selama pandemi virus Corona masih berlangsung, BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek memberikan alternatif pelayanan klaim BPJS Ketenagakerjaan.  Peserta dapat melakukan proses klaim dengan mengikuti beberapa cara berikut: 

  1. Pendaftaran antrean melalui situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id.  atau aplikasi BPJSTKU. Isi data dengan valid, lala kirimkan email ke alamat yang sudah ditentukan. 
  2. Dalam badan email lampirkan dokumen yang dibutuhkan seperti scan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, salinan KTP, KK, salinan verklaring, salinan buku rekening, foto peserta, serta formulir permohonan pencairan JHT BP Jamsostek yang sudah diisi dan ditandatangani. Formulir dapat diunduh di  https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/Formulir
  3. Petugas akan melakukan verifikasi dan hasilnya akan diberitahu melalui Whatsapp, email, SMS atau telepon.
  4.  Peserta akan menerima pencairan uang JHT sesuai tanggal yang diberitahukan petugas 
  5. Selain cara di atas, peserta juga tetap dapat melakukan klaim JHT selama pandemi dengan datang ke kantor BP Jamsostek. Namun pastikan kamu sudah mengambil nomor antrian online terlebih dahulu, ya. 

Baca juga: Lagi, tarif iuran BPJS Kesehatan naik

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan 

cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan - EKRUT
Kamu dapat mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan secara online - EKRUT

Sebelum mengajukan klaim kamu juga dapat memeriksa saldo JHT terlebih dahulu dengan tiga cara yakni melalui aplikasi BPJSTKU, situs resmi BPJS Ketenagakerjaan atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Berikut cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan yang bisa kamu simak. 

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan secara online

Berikut cara melihat saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui situs online resmi BPJS: 

  1. Kunjungi situs https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Bila belum pernah mendaftar, maka pilih opsi daftar pengguna terlebih dahulu. 
  3. Isilah form pendaftaran dengan mengisi data yang dibutuhkan seperti Nama, Nomor KTP, Nomor Kartu peserta Jamsostek / BPJSTK
  4. Klik setuju pada kolom ketentuan penggunaan layanan
  5. Bila data sudah terisi lengkap, klik daftarkan atau submit data.
  6. Lakukan aktivasi akun dengan memasukkan kode aktivasi yang dikirim lewat email atau pesan singkat. 
  7. Setelah memiliki akun, kamu hanya perlu masuk/log in dengan memasukkan email dan kata sandi
  8. Pilih menu Lihat Saldo JHT
  9. Pilih KPJ BPJS Ketenagakerjaan, lalu klik submit. Jumlah saldo akan muncul di layar 

 

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi BPJSTKU

Kamu dapat mengunduh aplikasi BPJSTKU di perangkat Android dan iOS. Aplikasi ini memiliki beragam fitur seperti perhitungan jaminan hari tua, informasi kantor cabang, layanan pelaporan, pelaporan kecelakaan kerja real-time, kartu digital, pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan . Untuk mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan via BPJSTKU ikuti langkah berikut: 

  1. Login ke aplikasi BPJSTKU dengan memasukkan alamat email dan kata sandi yang telah dibuat pada proses sebelumnya 
  2. Pilih menu "Lihat Saldo" di laman depan aplikasi BPJSTKU 
  3. Jumlah saldo yang dimiliki akan muncul. Kamu dapat melihat rinciannya dengan melakukan tap pada jumlah saldo tersebut.

Itulah beberapa informasi terkait cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang bisa kamu simak.

Meskipun bisa dicairkan sewaktu-waktu, namun ingat bahwa tujuan dari BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk memberi perlindungan dan jaminan di hari tua. 

Jadi, pastikan keputusan untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan sudah kamu pikirkan dengan bijaksana, ya. 

cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan - EKRUT

Last update: 24 Mei 2020 

Sumber: 

Tags

Share