Published on

startup

Panduan cara menghitung ROI

Maria Tri Handayani

cara-menghitung-ROI---EKRUT.jpg

Return of Investment atau ROI adalah metrik yang digunakan untuk mengukur pengembalian atau keuntungan dari investasi. 

Dalam praktiknya, ROI akan digunakan tidak hanya oleh pemilik bisnis, melainkan juga investor yang hendak menghitung profit dari setiap investasi yang ia lakukan. 

Agar semakin mengetahui apa itu rumus ROI  dan bagaimana cara menghitung ROI yang tepat, berikut penjelasannya. 

Definisi dan kegunaan rumus ROI 

cara menghitung ROI - EKRUT
ROI dapat digunakan untuk mengukur perkembangan bisnis - EKRUT

Seperti yang dijelaskan di atas, ROI adalah ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang berbeda. 

Efisiensi investasi tersebut ditentukan dengan melihat pengembalian atas jumlah tertentu yang diinvestasikan dalam sebuah proyek bisnis atau dalam investasi umum seperti saham, reksadana dan aset lainnya. 

Bagi pelaku bisnis, ROI akan sangat berguna untuk mengukur kesuksesan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu. 

Pelaku bisnis dapat mengevaluasi apakah selama ini sumber daya dalam bisnis telah digunakan secara optimal atau tidak. Evaluasi ini lah yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis di masa depan. 

Perusahaan juga dapat menggunakan ROI untuk mengukur keberhasilan proyek tertentu.

 Misalnya jika perusahaan menginvestasikan uang dalam kampanye iklan, mereka akan melihat penjualan yang dihasilkan oleh iklan tersebut untuk menentukan ROI.  Jika uang yang dihasilkan melebihi jumlah yang dihabiskan maka perusahaan dapat menganggap ROI proyek tersebut dapat diterima. 

Sementara bagi investor, ROI akan sangat membantu dalam membuat keputusan investasi dan mengevaluasi berbagai peluang investasi yang ada. 

Baca juga: 4 Langkah awal mendapatkan investor untuk startup

Cara menghitung  ROI 

cara menghitung ROI - EKRUT
Rumus ROI pada dasarnya sederhana - EKRUT

Cara menghitung ROI sendiri terbilang relatif mudah. Kamu cukup membagi keuntungan dari investasi dengan biaya investasi dengan hasil berupa persentase atau rasio. Sehingga bisa dipahami bahwa secara sederhana rumus ROI adalah: 

cara menghitung ROI - EKRUT
rumus dasar ROI - EKRUT

Dari rumus ROI ini kamu akan mendapatkan hasil yang bisa dianalisa. Bila hasilnya positif itu berarti kamu memperoleh pengembalian investasi. Begitu pun sebaliknya, jika hasilnya negatif maka sebetulnya investasi tersebut membuat kamu telah kehilangan uang. 

Contohnya bila dalam sebuah investasi bisnis kamu mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000.000. Diketahui ternyata penjualan yang dihasilkan sebesar Rp 25.000.000. 

Maka, bila dihitung menggunakan rumus ROI di atas, angka persentase ROI didapatkan sebesar 20 %. Hasil ROI yang positif tersebut menjadi pertanda bahwa ternyata kamu mendapatkan margin keuntungan dari investasi yang dilakukan.  

Meski begitu perlu dicatat bahwa selain rumus ROI di atas ada berbagai alternatif metode perhitungan ROI lainnya yang bisa digunakan. 

Baca juga: Cara membuat proposal untuk menggaet investor

Kelemahan dan kelebihan ROI

cara menghitung ROI - EKRUT
Rumus ROI mengabaikan faktor waktu yang tak kalah penting dalam memberi dampak pada investasi - EKRUT

Dalam penerapannya, ROI memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. 

Kelebihan dari ROI adalah metrik tersebut sederhana, mudah untuk dihitung dan mudah dipahami. Selain itu ROI juga memiliki banyak manfaat.

Contohnya dapat membantu investor dan profesional keuangan untuk memeriksa prospek investasi, membantu mengukur potensi pengembalian berbagai peluang investasi, membantu pengukuran manfaat investasi di departemen tertentu, dan membantu pengukuran persaingan pasar.

Meski begitu ROI juga memiliki keterbatasan seperti sulitnya membandingkan ROI antar perusahaan karena praktik dan metode  yang digunakan dalam perusahaan dalam menghitung ROI bisa saja berbeda. 

Selain itu rumus ROI tidak memperhitungkan faktor waktu, padahal waktu juga akan memengaruhi nilai laba investasi karena faktor fluktuasi nilai uang. 

Contohnya bisa kamu lihat pada kasus berikut:

A melakukan investasi senilai Rp 10.000.000 di perusahaan X di tahun 2013, lalu menjual investasi tersebut di tahun 2015 dengan nilai Rp 15.000.000 maka nilai ROI investasinya adalah 50 %. 

Sementara di tahun 2013, B juga melakukan investasi dengan nilai yang sama di perusahan Y. Investasi tersebut kemudian dijual dengan nilai Rp 15.000.000 di tahun 2018 maka nilai ROI investasinya sama dengan A, 50%.

Meski nilai ROI sama, namun apabila di analisa tentu keuntungan A dan B sebetulnya beda karena ada faktor inflasi di tahun berbeda. Bila memperhitungkan nilai inflasi, maka sebetulnya keuntungan yang diperoleh B jauh lebih sedikit dibanding A. 

Itu sebabnya untuk mendapatkan evaluasi investasi yang tepat ada baiknya kamu juga memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat memberikan dampak seperti jangka waktu.

Nah, dari penjelasan di atas kamu sudah bisa mengenal lebih dalam tentang manfaat ROI hingga cara menghitung ROI yang tepat untuk bisnis dan investasi, kan? 

Bila sudah, sekarang waktunya menggunakan rumus ROI ke dalam bisnis dan investasi yang sudah kamu lakukan.

Dengan begitu kamu bisa segera mempertimbangkan perbaikan dan strategi apa yang bisa kamu ubah agar bisnis dan investasi yang kamu miliki jadi lebih menguntungkan. 

OYO dikabarkan tutup OYO Life di Indonesia EKRUT

Rekomendasi bacaan: 

Sumber: 

Tags

Share