Published on

Technology

Cloud Computing: Cara Kerja, Fungsi, dan benefit, hingga 5 Tipenya

Algonz D.B. Raharja

H1_Cloud_Computing.jpg

Pernahkah kamu mendengar istilah cloud computing? Nah, istilah ini memang cukup populer dan berkembang seiring dengan pengembangan komputasi berbasis awan lewat internet. Ketersediaan basis data internet membuat cloud computing menjadi amat potensial untuk diterapkan dalam bisnis maupun kegiatan lain di berbagai bidang. Lantas, apa yang dimaksud dengan cloud computing? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu cloud computing?


Cloud computing merupakan layanan yang berbasis internet, baik dalam pengelolaan maupun penyimpanan (Sumber: Pexels)

Dilansir Techtarget, cloud computing atau komputasi awan merupakan segala sesuatu yang melibatkan internet dalam pengiriman layanan dengan bantuan hosting. Layanan cloud computing secara umum dibagi menjadi tiga kategori yaitu sebagai berikut.

  • Infrastructure as a service (IaaS), infrastruktur sebagai layanan yaitu server fisik dan virtual server
  • Platform as a service (PaaS), platform sebagai layanan yaitu lewat platform atau framework yang dapat dibangun atau digunakan dalam pembuatan aplikasi
  • Software as a service (SaaS), perangkat lunak sebagai layanan yaitu aplikasi yang dapat digunakan secara daring dan berbasis cloud lewat internet

Menurut AWS, cloud computing diartikan juga sebagai pengiriman sumber daya teknologi informasi berdasarkan permintaan melalui internet dengan harga bayar sesuai pemakaian. Umumnya, cloud computing memungkinkan pengguna untuk dapat mengakses layanan teknologi seperti daya komputasi, penyimpanan, dan basis data sesuai kebutuhan.

Jika merujuk pada Microsoft, penjelasan mengenai cloud computing adalah pengiriman layanan komputasi termasuk server, penyimpanan, basis data, jaringan, perangkat lunak, analitik, dan kecerdasaan buatan melalui internet. Cloud computing secara teknis menawarkan inovasi lebih cepat yang diselaraskan dengan sumber daya fleksibel serta skala ekonomi tertentu. Layanan cloud computing sendiri ada yang berbayar maupun gratis akses.

Baca juga: Mengulik Industri Bisnis SaaS yang Berkembang Pesat

Cara kerja cloud computing


Cloud computing bekerja dengan basis protokol yang menghubungkan front end dan back end (Sumber: Pexels)

Cloud computing secara teknis memiliki cara kerja utama untuk memungkinkan perangkat klien mengakses data dan aplikasi cloud melalui internet. Akses ini diperkuat oleh server fisik jarak jauh, basis data, dan juga komputer. Koneksi jaringan internet menjadi penghubung antara front end --mencakup perangkat klien, akses situs jejaring, dan aplikasi perangkat lunak berbasis cloud-- dengan back end --mencakup basis data, server, dan komputer.

Secara fungsi, back end berperan sebagai repositori dan menyimpan data yang diakses oleh front end. Umumnya akan ada sebuah server khusus untuk setiap aplikasi untuk memfokuskan beban kerja individu cloud dalam menghubungkan kedua hal di atas. Komunikasi yang terjadi antara front end dan back end dikelola sepenuhnya oleh server pusat. Sedangkan, server pusat bergantung pada protokol untuk memfasilitasi pertukaran data. Server pusat menggunakan perangkat lunak dan middleware untuk mengelola konektivitas antara perangkat klien dengan server cloud computing.

Cloud computing secara teknis amat bergantung pada teknologi virtualisasi dan otomatisasi. Virtualisasi dalam cloud computing memungkinkan proses abstraksi dan penyediaan layanan mudah serta entitas logis dari sistem cloud sesuai apa yang diminta atau digunakan pengguna. Sedangkan, otomatisasi merupakan kemampuan orkestrasi yang memberikan layanan mandiri bagi pengguna agar tersedia sumber daya serta proses penghubungan layanan tanpa intervensi langsung dari staf penyedia cloud computing secara fisik.

Baca juga: 5 Keuntungan Cloud Computing Buat Fintech

Fungsi dan benefit cloud computing


Cloud computing memiliki fungsi dan manfaat dalam memudahkan pengguna untuk berkolaborasi data (Sumber: Pexels)

Cloud computing secara garis besar memiliki manfaat utama bagi instansi maupun perusahaan yaitu memudahkan proses pengelolaan infrastruktur komputasi mereka. Jika sebuah perusahaan menggunakan cloud computing, maka perusahaan tersebut tidak harus membeli dan memelihara infrastruktur komputasi mereka secara mandiri. Perusahaan dan instansi tersebut juga tidak perlu membeli server dan memperbarui aplikasi atau sistem operasi.

Cloud computing secara umum ditangani oleh penyedia layanan atau penyedia cloud. Perusahaan atau instansi yang menggunakan cloud computing hanya perlu menjalankan dan mengamankan layanan dengan efisien. Selain itu, penggunaan cloud computing memberi keuntungan bagi perusahaan atau instansi untuk dapat bergerak lebih cepat dalam pengerjaan proyek atau pengujian konsep.

Cloud computing mendukung proses kelincahan bisnis berbasis kecepatan dan ketepatan waktu. Salah satu hal penting dari keuntungan cloud computing adalah elastisitas. Adapun beberapa fungsi utama dari cloud computing dapat dirinci sebagai berikut:

  • Membuat aplikasi berbasis cloud dengan penerapan dan skala aplikasi lebih cepat
  • Pemanfaatan teknologi dan pendekatan cloud-native, arsitektur layanan mikro, komunikasi berbasis API dan DevOps
  • Membangun dan menguji aplikasi dengan infrastruktur cloud yang dapat dengan mudah ditingkatkan atau diturunkan
  • Menyimpan, mencadangkan, dan memulihkan data dengan hemat biaya
  • Dapat mengakses dan mentransfer data lewat internet ke sistem penyimpanan cloud di mana pun dan di perangkat apa pun
  • Menganalisis data lewat machine learning dan kecerdasan buatan untuk mengungkap wawasan dalam pengambilan keputusan
  • Konferensi streaming audio dan video dengan perangkat apa pun berbasis cloud
  • Membuka kesempatan pelibatan pelanggan untuk memberikan wawasan atau input dari data yang diambil
  • Cloud computing berbasis layanan (SaaS) dapat memungkinkan pengguna menawarkan versi pembaruan dari perangkat lunak kepada pelanggan kapan pun dan di mana pun mereka berada

Baca juga: Cara Mudah dapatkan Kuota Tambahan di Cloud

5 Tipe cloud computing


Cloud computing memiliki lima tipe atau jenis berdasarkan penerapannya (Sumber: Pexels)

Cloud computing secara teknis memberikan tingkat kontrol, fleksibilitas, dan manajemen yang berbeda pada pelanggan sehingga mereka dapat memilih rangkaian layanan sesuai preferensi dan kebutuhan masing-masing. Jika merujuk pada jenisnya, cloud computing memiliki empat jenis infrastruktur yaitu sebagai layanan (IaaS), platform sebagai Layanan (PaaS), perangkat lunak sebagai layanan (SaaS), dan komputasi serverless. Namun jika merujuk pada penerapannya, cloud computing dibedakan menjadi lima jenis sebagai berikut.

1. Public cloud

Public cloud merupakan jenis computing cloud yang dijalankan oleh penyedia cloud pihak ketiga. Penyedia ini akan memberikan layanan cloud kepada klien lewat internet publik. Penyedia cloud juga memberi layanan menjaga kepemilikan, kontrol penyimpanan cloud, perangkat keras, infrastruktur, dan sumber daya. Tak hanya itu, penyedia cloud juga memberi penanganan masalah dan pembaruan secara berkala.

2. Private cloud

Berbeda dengan public cloud, private cloud merupakan layanan yang digunakan oleh satu individu atau bisnis dengan sumber daya dan penyimpanan cloud pribadi. Pengguna private cloud dapat mengakses layanan melalui jaringan pribadi dan tidak dapat diakses orang lain dengan internet publik. Opsi private cloud umum ditawarkan oleh penyedia cloud pihak ketiga karena lebih aman, tetapi lebih mahal.

3. Hybrid cloud

Secara teknis hybrid cloud merupakan perpaduan antara layanan privat dan publik dengan tujuan memberi fleksibilitas kepada klien untuk mengelola infrastruktur dan operasi mereka. Untuk dapat menjaga keamanan data dan bisnis misalnya sebuah instansi bisa menggunakan elemen private cloud. Namun, untuk berbagi dokumen atau kolaborasi maka instansi bisa menggunakan public cloud.

5. Multi-cloud

Multi-cloud secara teknis dilakukan oleh instansi yang mengacu pada penggunaan beberapa penyedia cloud pihak ketiga. Jenis cloud computing ini umumnya dilakukan untuk meningkatkan sistem keamanan siber dan membantu mempertahankan cloud secara terpisah. Hal ini umum dilakukan untuk mempermudah alur kerja, departemen, atau cabang yang berbeda di dalam satu instansi. Berbagi sumber daya antar cloud akan lebih sulit dilakukan dalam sistem cloud computing jenis ini.

5. High-performance computing cloud (HPC)

HPC cloud merupakan jenis cloud computing yang menyediakan layanan cloud untuk aplikasi dan perangkat komputer berperforma tinggi atau disebut super komputer. Beberapa instansi menggunakan cloud computing jenis ini untuk melakukan tugas-tugas komputasi kompleks dan rumit. HPC menawarkan ruang data dan kekuatan server yang cukup kuat untuk membantu dan memastikan bahwa layanan terus berjalan secara efisien meski dalam tugas komputasi kompleks sekalipun.

Baca juga: Google Cloud Platform VS AWS, Manakah yang Lebih Baik?

Nah, itulah tadi ulasan mengenai cloud computing yang perlu kamu ketahui. Beberapa perusahaan atau individu menggunakan cloud computing untuk mempermudah proses kolaborasi atau produksi perangkat lunak. Namun, tak jarang pula yang menggunakan cloud computing untuk mempermudah pekerjaan standar di bidang teknologi dan informasi.

Bagi kamu yang telah mengenal dan menguasai cloud computing dalam pekerjaan, maka kamu bisa menerapkannya dalam karier ke depan. Jika kamu tengah mencari karier yang tepat buat masa depanmu, maka EKRUT bisa menjadi rekan profesional buat kamu.

Kamu bisa mendaftar lewat EKRUT untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai karier dan juga kesempatan kerja di berbagai perusahaan di Indonesia. Caranya mudah, kamu hanya perlu menyiapkan CV dan portofolio terbaik yang kamu punya lalu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • techtarget.com
  • aws.amazon.com
  • azure.microsoft.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    0-youtube-dashboard.jpg

    Technology

    Apa Itu YouTube Dashboard? Berikut Penjelasan dan Cara Menggunakannya

    Arin Khurota

    21 September 2022
    5 min read
    H1.PNG

    Technology

    Apa Itu Twibbonize? Berikut Fungsi dan Panduan Membuatnya 2022

    Mentari Nurmalia

    20 September 2022
    5 min read

    Video