Careers

CMS Adalah: Pengertian, Benefit, Tipe, dan 6 Rekomendasi Terbaiknya untuk Bisnismu

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Tsalis Annisa

Content Editor who eager to learn more about Marketing

CMS_adalah_ekrut.jpg

Dalam membuat suatu website, konten adalah hal yang penting untuk mencapai tujuan dari dibuatnya website tersebut. Halaman website dapat dibuat dengan menggunakan beragam bahasa pemrograman. Akan dibutuhkan banyak kode untuk menulis bahasa pemrograman ini dan guna memudahkan seorang content creator dalam menayangkan konten dengan mudah maka platform CMS dibuat. Lalu, apa itu CMS? Apa saja tipenya dan manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dalam menggunakan CMS? Berikut adalah penjelasan lengkapnya yang perlu kamu ketahui.

Apa itu CMS (content management system)?


CMS adalah teknologi yang membantu kamu dalam mengolah content digital. (Sumber: Pexels)

Content management system atau CMS adalah salah satu teknologi yang membantu perusahaan untuk mengolah serta mengatur content digital. Dengan memiliki CMS, kamu dapat mengatur, menyunting, dan menayangkan konten yang diinginkan. CMS bertindak sebagai satu tempat penyimpanan konten dan menyediakan teknologi automasi untuk menggabungkan pembuatan dan pengaturan konten.

Pengaturan pengguna di dalam CMS memungkinkan setiap orang mendapatkan akses yang berbeda. Misalnya, penulis diberikan akses untuk menayangkan dan menyimpan hasil kerja mereka. Sedangkan untuk editor, selain dapat menayangkan suatu konten, ia juga dapat menyunting dan memiliki akses pada bagian pengaturan lainnya.

Baca juga: Artikel Adalah: Definisi, Tujuan, Ciri, Jenis-jenis, Struktur, dan 3 Contohnya

Tipe CMS


Ada beragam jenis tipe CMS. (Sumber: Pexels)

Ada beberapa tipe CMS yang perlu kamu ketahui, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. SaaS CMS

CMS berdasarkan SaaS dapat dikatakan sebagai solusi yang tepat untuk suatu perusahaan yang membutuhkan tampilan website yang mudah. Pasalnya, CMS jenis ini menyediakan semua fasilitas tanpa biaya tambahan server atau web hosting. Selain itu, CMS ini juga memungkinkan semua pengguna mengatur konten dan mendistribusikannya melalui kanal digital. Meski nampak merupakan solusi yang tepat, CMS berbasis SaaS ini menggunakan sistem cloud dalam penyimpanan. Berarti, CMS ini tidak membutuhkan pengaturan yang tepat dan hosting web yang telah dikonfigurasi sebelumnya.

2. Coupled CMS

Berbeda dengan CMS berbasis SaaS, Coupled CMS membutuhkan web hosting untuk dapat dijalankan. Meski web hosting cenderung relatif murah, namun kamu perlu melakukan instalasi serta memelihara teknologi spesifik untuk membuat software berfungsi dengan baik.

Meski begitu, Coupled CMS dapat menjadi solusi lengkap dan menyediakan akses penuh terhadap back-end yang menghubungkan serta memodifikasi database website. Salah satu contoh dari Coupled CMS adalah WordPress. WordPress menawarkan paket komplit yang kamu butuhkan untuk membuat suatu website dan menayangkan konten.

3. Headless CMS

Headless CMS adalah solusi yang tepat jika kamu membutuhkan kontrol penuh namun tetap fleksibel dalam mengakses konten. Pasalnya, Headless CMS tak hanya menyediakan tempat penyimpanan konten tapi juga memungkinkan kamu untuk mengaplikasikan front-end yang telah dikostumisasi. Selain itu, Headless CMS umumnya juga masih membutuhkan developer untuk membuat desain dan menghubungkan aplikasi front-end.

4. Decoupled CMS

Tipe CMS selanjutnya adalah Decoupled CMS. CMS ini memberikan solusi yang cukup menarik karena mendukung ragam aplikasi yang mudah diadaptasikan pada bagian front-end sementara tetap menjaga konten serta informasi pada website konsisten pada back-end.

Baca juga: 10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

Benefit menggunakan CMS (content management system)


CMS mempermudah dalam mengatur content digital. (Sumber: Pexels)

Ada beragam manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan CMS dalam pengaturan konten website. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Mempermudah pencarian informasi. CMS memiliki fitur "search" yang memudahkan kamu dalam mencari suatu informasi.
  • Mudah untuk digunakan. Tanpa CMS, sebagai content creator kamu mungkin perlu menuliskan bahasa pemrograman atau coding. Namun dengan CMS, kamu tidak perlu lagi repot-repot.
  • Dapat diakses di mana pun. Penggunaan CMS memungkinkan pengguna untuk mengakses konten dari mana pun selama gawai yang digunakan tersambung dengan internet.
  • Melakukan pembaruan konten dengan mudah. Dengan menggunakan CMS dapat membantu kamu dalam memperbarui dan mengatur konten secara real time tanpa membutuhkan bantuan developer.
  • Mempermudah perhitungan skala. Penggunaan CMS juga dapat memudahkan kamu dalam menambahkan halaman web baru seiring dengan pertumbuhan bisnis tanpa memerlukan bantuan dari tim developer.

Baca juga: 7 Cara menulis artikel SEO friendly dengan tepat

6 Rekomendasi CMS (content management system)


WordPress merupakan salah satu CMS yang cukup populer. (Sumber: Pexels)

Ada beberapa rekomendasi CMS yang bisa menjadi pertimbanganmu dalam memilih CMS yang tepat untuk bisnismu.

1. WIX

CMS yang satu ini menawarkan paket berbayar dan gratis yang bisa kamu gunakan. WIX juga memiliki beberapa fitur yang memungkinkan tim untuk berkolaborasi, beragam design templates, dan dapat diintegrasikan dengan tools lain. Jika kamu tidak ingin menggunakan template desain yang disediakan, kamu juga bisa memasukan kode yang sudah disesuaikan.

2. HubSpot

Seperti WIX, HubSpot juga memiliki CMS berbayar dan gratis yang ditawarkan. Pada CMS berbayar, HubSpot menawarkan fitur rekomendasi SEO, pilihan tema website, dan fitur pembuat laman drag-and-drop.

3. WordPress

CMS yang satu ini tentu sudah pernah kamu dengar sebelumnya. WordPress termasuk software yang sangat customizable atau bisa untuk disesuaikan dengan beragam fitur plugins dan tema yang dimiliki WordPress.

4. Joomla

Joomla merupakan CMS yang bahasa pemrograman PHP dan memiliki fitur RSS feed, caching, pencarian, mendukung penerjemahan bahasa, dan penayangan blog. Joomla merupakan CMS gratis uang dibangun di atas kerangka kerja MVC.

5. Backdrop

Seperti Joomla, Backdrop juga gratis dan merupakan CMS open-source. Meski begitu, Backdrop hanya menawarkan fitur content management system yang dasar dan memerlukan beragam modul untuk dapat diperluas lagi.

6. Magnolia

CMS ini memudahkan proses integrasi dengan beragam teknologi marketing, termasuk tools automation serta analisis marketing, dan sistem CRM. Selain itu, Magnolia juga menawarkan fitur pengaturan aset digital, optimisasi, dan personalisasi.

Baca juga: 5 Struktur Artikel yang Fundamental dan Membantu Penulisanmu Semakin Terarah

Itulah beberapa hal mengenai CMS yang perlu kamu ketahui. Untuk dapat memudahkan kamu dalam mengatur dan menayangkan konten pada website maka memiliki CMS adalah solusi yang tepat. Pastikan kamu memilih CMS sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang kamu miliki. Selamat mencoba, ya!

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, jika ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, kamu cukup sekali sign up di EKRUT untuk mendapatkan lebih dari satu kali undangan interview oleh berbagai perusahaan ternama!

Sumber:

  • kinsta.com
  • oracle.com
  • themeisle.com
  • techtarget.com
  • blog.hubspot.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    Contoh Proposal Usaha Pengajuan Dana Investor Beserta Panduan Menyusunnya

    Felixitas Yolanda

    28 November 2022
    6 min read
    H1_Surat_Dinas.jpg

    Careers

    10 Contoh Surat Dinas dari Berbagai Instansi Beserta Struktur Penulisannya

    Algonz D.B. Raharja

    25 November 2022
    5 min read
    H1_1._Panduan_Menggunakan_YouTube_Dashboard_Monetisasi_Terlengkap_2022.jpg

    Technology

    Panduan Menggunakan YouTube Dashboard Monetisasi Terlengkap 2022

    Anisa Sekarningrum

    25 November 2022
    5 min read

    Video