Published on

Careers

Content Moderation: Definisi, Proses, Jenis, dan Contohnya

Alvina Vivian

H1_content_moderation.jpg

Dalam proses membuat konten, tentunya perlu dilakukan proses content moderation untuk memastikan apakah konten tersebut telah tepat dan sesuai panduan. Istilah content moderation adalah istilah yang wajib dikenali terlebih ketika kamu bekerja di bidang content marketing atau kamu adalah seorang content writer. Kegiatan content moderation sendiri merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum konten tersebut diterbitkan. Nah, jika kamu masih asing dengan apa itu content moderation, baca artikel kali ini hingga selesai, ya!

Apa itu content moderation?


Content moderation adalah proses kurasi atau pengecekan konten (sumber: pexels)

Content moderation jika diartikan ke bahasa Indonesia artinya adalah moderasi konten. Atau lengkapnya, content moderation adalah proses kurasi atau pengecekan konten terkait kebenaran informasi yang disampaikan dan kesesuaian konten dengan panduan yang dimiliki perusahaan. Proses content moderation tidak hanya berlaku untuk konten artikel yang diterbitkan di blog saja. Lebih dari itu, content moderation juga termasuk dalam konten yang dibuat untuk kepentingan media sosial, seperti konten untuk TikTok, Instagram, atau bahkan video di YouTube.

Umumnya, proses moderasi konten dilakukan oleh seorang content moderator yang bekerja sama dengan tim kreatif untuk mengawasi apakah konten yang diterbitkan nanti sudah cocok dengan informasi yang ingin perusahaan sampaikan dan tepat untuk diterima di masyarakat.

Dari sini, content moderation sangat berperan penting dalam memastikan bahwa konten yang diterbitkan merupakan konten berkualitas. Peran content moderation juga akan berpengaruh pada bagaimana engagement yang diterima masyarakat pada sebuah perusahaan. Karena seperti yang diketahui bahwa konten menjadi salah satu media yang mencerminkan sebuah perusahaan. Sehingga, menjaga konten yang berkualitas artinya juga menjaga reputasi perusahaan di mata masyarakat.

Baca juga: 5 Langkah Penting dalam Content Marketing

Proses kerja content moderation


Proses content moderation berguna untuk menjaga reputasi perusahaan (sumber: pexels)

Content moderation adalah kegiatan yang bisa dilakukan secara manual dengan tenaga manusia atau menggunakan teknologi artificial intelligence. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kamu ingin proses yang otomatisasi, kamu bisa menggunakan tools content moderation yang ada di internet.

Tiap pengembang aplikasi menyediakan berbagai fitur yang berbeda-beda, di antaranya mengkurasi komentar, memindai foto yang mengandung unsur negatif, dan mengelola berbagai jenis platform marketing. Meski begitu, untuk beberapa hal kamu masih memerlukan ketelitian manusia.

Untuk sebuah perusahaan, ada baiknya untuk memiliki seorang tim content moderator dan dilengkapi tools content moderation agar hasil yang didapatkan lebih optimal dengan proses yang efisien. Proses kerja content moderation dimulai dari ditentukannya pedoman atau kebijakan dalam pembuatan konten di perusahaan, bisa meliputi berbagai hal untuk konten dengan format foto, video, ataupun teks.

Pedoman ini nantinya akan menjadi patokan bagaimana content moderation akan dijalankan dan content moderator meloloskan konten. Kemudian, dari hasil olahan konten yang akan diterbitkan, seorang content moderator akan melakukan pengecekan. Jika ada hal yang perlu diperbaiki atau melanggar pedoman, maka konten tersebut memerlukan revisi dari pembuatnya.

Baca juga: Content Writer: Tugas, kualifikasi, dan proyeksi karier 2022

Kenapa content moderation itu penting?


Content moderation sangat penting bagi bisnis dan perusahaan (sumber: pexels)

Informasi yang dilampirkan pada sebuah konten tentunya akan dilihat oleh banyak orang. Apapun konten yang kamu buat, mulai konten yang bertujuan untuk iklan, promosi campaign, atau konten yang bertujuan untuk mengedukasi. Tentunya, semua itu perlu dilakukan pengecekan ulang agar informasi yang didapatkan masyarakat tidak salah.

Selain dari sisi informasi yang disampaikan, content moderation juga mencakup bagaimana tampilan konten tersebut. Misalnya, jika perusahaan memiliki kebijakan untuk menggunakan kata “Anda” sebagai sebutan untuk pembacanya. Tentu setiap pembuat konten perlu memperhatikan hal tersebut. Dan jika ada penggunaan kata “Kamu” pastinya hal tersebut harus diubah. Hal ini juga berlaku pada kebijakan lain dalam pembuatan konten. Seperti kebijakan gaya bahasa, tone warna, palet warna, dan komponen gambar apa saja yang perlu ditampilkan.

Terlebih dari menjaga standar konten sesuai panduan yang dimiliki perusahaan, content moderation juga bisa membantu mengawasi apakah konten yang terbit sudah sesuai dengan target pasar bisnis perusahaan. Setiap bisnis memiliki user behaviour dan demografi pengguna yang berbeda-beda. Hal inilah yang nantinya berpengaruh pada bagaimana penyampaian pada konten yang dibuat.

Terakhir, content moderation pada beberapa perusahaan juga mencakup dengan perkembangan konten setelah diterbitkan. Misalnya, ada komen yang spam dan berpotensi kejahatan pada kontenmu. Di sini content moderator akan mengkurasi komen yang tampil.

Baca juga: Content Strategist: Tugas, skillset, tools yang digunakan, dan proyeksi karier 2022

Jenis-jenis content moderation


Content moderation terbagi dalam beberapa jenis (sumber: pexels)

Ada beberapa jenis content moderation yang perlu dikenali. Tidak jarang content moderator akan bertanggung jawab dalam beberapa jenis sekaligus.

1. Moderasi otomatis

Jenis content moderation yang pertama ini dilakukan secara otomatis oleh aplikasi. Aplikasi tersebut akan membaca kalimat yang melanggar, mengecek tampilan gambar yang mengandung unsur negatif, atau bahkan melacak alamat IP yang terlacak sebagai spamming.

2. Pre-moderation

Pada jenis ini, content moderation bertugas untuk mengecek konten sebelum dibagikan ke publik. Misalnya, ketika dalam sebuah forum terdapat salah satu anggota yang mengirimkan gambar atau teks, sebelum hal tersebut dibagikan ke semua anggota, maka konten perlu mendapatkan izin terlebih dahulu dari content moderator. Jika terbaca tidak mengandung hal yang negatif atau mengancam bisnis, maka konten tersebut dapat diterbitkan.

3. Post-moderation

Berbeda dengan jenis sebelumnya, post-moderation dilakukan setelah konten diterbitkan di platform. Mereka akan melakukan pengecekan dan jika ada yang melanggar maka konten tersebut harus segera di take down. Platform yang diperhatikan biasanya berupa media sosial, website resmi perusahaan, dan forum dengan konsumen.

Baca juga: Ini Perbedaan Social Media Marketing vs Content Marketing

Itu tadi penjelasan mengenai apa itu content moderation secara lengkap. Setiap perusahaan penting untuk memiliki content moderator terlebih jika platform yang digunakan sudah cukup beragam. Hal ini bertujuan untuk menjaga reputasi dan memastikan konten yang diterbitkan sudah tepat.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, berbagai informasi dan tips menarik tersedia pula di YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • basedo.com
  • oneservices.com
  • newmediaservices.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    10_Tips_mendapatkan_first_impression_yang_positif_di_tempat_kerja.jpg

    Careers

    10 Tips mendapatkan first impression yang positif di tempat kerja

    Ningtyas Dewanasari Kinasih

    05 October 2022
    6 min read
    cover_(9).jpg

    Careers

    SPPKP: Pengertian, Fungsi, Persyaratan, dan Cara Mendapatkannya

    Detty Risetya

    05 October 2022
    5 min read
    h1.jpg

    Lainnya

    Goodwill: Definisi, Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Tio Derma

    05 October 2022
    6 min read

    Video