Published on

Careers

Corporate Adalah: 3 Jenis Status Kepemilikan, Bedanya dengan Startup, dan Kelebihan Beserta Kekurangannya

Tsalis Annisa

corporate_adalah_EKRUT.jpg

Belakangan ini mungkin kamu sering mendengar istilah perbedaan antara startup dengan corporate. Lalu, sebenarnya, apa yang dimaksud dengan corporate itu sendiri? Agar kamu lebih paham, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai corporate, perbedaannya dengan startup, serta kekurangan dan kelebihannya yang menarik untuk kamu ketahui.

Apa itu corporate


Corporate memiliki dasar hukum yang jelas dan mengikat. (Sumber: Pexels)

Mendengar kata corporate bagi sebagian orang mungkin terbayangkan suatu perusahaan yang sudah besar atau berdiri lama dengan peraturan yang kaku. Lalu, apa itu corporate dalam artian yang sebenarnya? Corporate adalah bisnis yang entitasnya dimiliki oleh para stakeholders perusahaan atau sekelompok orang. Operasi dari perusahaan ini umumnya sudah berdasarkan hukum yang jelas dan terikat seperti yang diterapkan oleh peraturan negara.

Oleh karena itu, segala prosedur dan peraturan di dalam perusahaan mungkin nampak kaku. Tetapi, keuntungannya bagi karyawan adalah ketika perusahaan melanggar undang-undang, maka karyawan memiliki hak untuk membawanya ke ranah hukum sesuai undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Modal yang dimiliki oleh corporate umumnya adalah modal yang didapat melalui penjualan saham. Sehingga ketika perusahaan mendapatkan untung, maka perusahaan wajib untuk memberikan dividen sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

Baca juga: Daya tarik startup baru sebagai tempat kerja

3 Jenis status kepemilikan sebuah corporate


BUMN merupakan salah satu jenis corporate berdasarkan kepemilikan. (Sumber: Pexels)

Ada beberapa jenis status corporate. Salah satu penentunya adalah berdasarkan status kepemilikannya. Berikut beberapa diantaranya yang menarik untuk kamu ketahui.

1. Koperasi

Mungkin tidak terbayangkan sebelumnya oleh kamu bahwa koperasi termasuk ke dalam kategori ini. Koperasi sendiri merupakan perusahaan atau organisasi yang didirikan serta mendapatkan modal dari beberapa anggota koperasi tersebut.

2. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Selain koperasi, BUMN juga termasuk ke dalam kategori corporate. Perusahaan ini didirikan dan mendapatkan modal dari negara.

3. Swasta

Jika BUMN didirikan dan modal didapatkan dari negara, maka corporate jenis ini mendapatkannya dari pihak luar negara.

Baca juga: Begini, informasi lengkap tahap pendanaan pada startup

Perbedaan corporate dengan startup


Startup memberikan ruang untuk kreativitas. (Sumber: Pexels)

Jika corporate nampak kaku dengan peraturan dan dasar hukum yang dimilikinya, startup menawarkan budaya kerja yang memberikan kebebasan dalam berkreativitas dan beberapa diantaranya cukup fleksibel mengenai waktu kerja. Agar lebih terbayangkan oleh kamu, berikut adalah informasi selengkapnya mengenai perbedaan bekerja di corporate dan startup.

1. Bekerja di startup

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bekerja di startup memungkinkan kamu untuk berinovasi dan mengasah kreativitas. Pasalnya, sebagian besar startup sangat menjunjung inovasi. Jika kamu ingin mengembangkan kemampuanmu dan menguasai banyak ilmu baru, startup juga bisa menjadi tempat kerja yang tepat. Pasalnya, jika kamu memiliki potensi lebih di bidang lain, kamu mungkin diberikan ruang untuk berganti peran. Misalnya, saat ini kamu adalah seorang content strategist, bukan tidak mungkin kamu bisa pindah menjadi seorang digital strategist di startup tersebut. Menarik, bukan?

Selain itu, startup juga cukup dikenal dengan fleksibilitasnya. Kenapa? Karena startup umumnya terdiri dari tim kecil yang memungkinkan untuk menjalankan pekerjaan lebih dari satu role. Misalnya saja, kamu seorang content writer yang juga memegang peran sebagai social media admin.

Tak hanya itu, sebagian startup juga memungkinkan seseorang untuk mendapatkan posisi senior meski pengalamannya di kantor tersebut masih kurang dari 5 tahun. Kamu juga memiliki kewenangan untuk mengatur sendiri jadwal kerjamu selama kamu dapat menghasilkan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan dan tentunya sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan.

Hal menarik lainnya adalah startup tak hanya memberikan tunjangan berupa uang, tetapi juga ragam tunjangan unik lainnya seperti makan siang gratis, pakaian santai, ruang untuk tidur siang, dan sebagainya. Tujuannya adalah agar karyawan merasa nyaman dan bisa semakin kreatif.

2. Bekerja di corporate

Jika startup menawarkan fleksibilitas dan ruang untuk berinovasi, maka corporate menawarkan stabilitas dan ragam tunjangan pokok seperti kesehatan. Selain itu, jika bekerja di startup memungkinkan kamu untuk berpindah peran atau memiliki lebih dari satu peran di dalam satu perusahaan, maka kamu tidak bisa melakukan hal ini di corporate. Pasalnya, perusahaan jenis ini mewajibkanmu untuk mampu menyelesaikan tanggung jawab dan tidak diharapkan untuk berkontribusi di luar hal tersebut.

Baca juga: Bekerja dan belajar, daya tarik di startup

Kelebihan dan kekurangan bekerja di corporate


Corporate menawarkan stabilitas. (Sumber: Pexels)

Kamu tertarik untuk bekerja di corporate setelah membaca penjelasan di atas? Jika iya, maka kamu juga perlu mengetahui lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangannya jika kamu bekerja di corporate.

1. Kelebihan bekerja di corporate

  • Menawarkan gaji dan bonus yang lebih tinggi dibandingkan startup baru. Corporate umumnya sudah berdiri cukup lama sehingga jika pada satu waktu perusahaan tidak mendapatkan profit, perusahaan masih tetap bisa beroperasi.
  • Karyawan memiliki akses lebih mudah terhadap tools yang dibutuhkan. Tak hanya itu, perusahaan juga umumnya sangat mendukung jika karyawan untuk terus berkembang dengan memberikan training.
  • Menawarkan tunjangan yang beragam. Corporate umumnya menyediakan asuransi dengan cangkupan yang lebih luas sehingga memungkinkan kamu untuk memangkas biaya kesehatan.
  • Memiliki struktur yang jelas. Corporate umumnya memiliki struktur dan prosedur yang jelas dan kondisi ini tentunya cocok untuk kamu yang lebih menyukai hal yang lebih tertata.
  • Perusahaan cenderung stabil. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ini merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh corporate terutama untuk mereka yang sudah besar. Perusahaan ini tidak akan serta-merta bangkrut dalam jangka waktu pendek tanpa memberikan kompensasi apapun kepada karyawannya.

2. Kekurangan bekerja di corporate

  • Tidak memiliki ruang kreativitas yang luas. Jika startup memberikan kamu ruang dalam hal ini, maka corporate sebaliknya. Umumnya, perusahaan jenis ini tidak terlalu menyukai pemikiran out of the box karena segala sesuatunya sudah tertata dengan baik dan banyak pedoman yang bisa didapat dari pengalaman sebelumnya di perusahaan.
  • Adanya jarak dengan pimpinan perusahaan. Jika di startup kamu mungkin bisa berbincang dan berbagi pikiran dengan santai dengan para pimpinan atau CEO, maka tidak begitu di corporate
  • Tingkat kompetisi lebih tinggi. Semakin besar perusahaan, maka semakin banyak karyawan di dalamnya. Itu artinya ada potensi kompetisi di dalamnya.

Baca juga: 8 Cara membuat startup yang sukses dan terus berkembang

Sekarang kamu sudah memiliki gambaran lengkap mengenai corporate bukan? Corporate adalah pilihan yang bisa dikatakan tepat jika kamu menginginkan stabilitas. Meski begitu, jika kamu ingin terus mengembangkan kreativitasmu, maka startup bisa menjadi pilihan. Jadi, apakah kamu masih tertarik bekerja di corporate?

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, jika ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, kamu cukup sekali sign up di EKRUT untuk mendapatkan lebih dari satu kali undangan interview oleh berbagai perusahaan ternama!

Sumber:

  • shopify.co.id
  • online.hbs.edu
  • startuptalky.com
  • smallbusiness.chron.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    shutterstock_1682336344.jpg

    Careers

    9 Tips Menghadapi Interview Kerja Setelah Terkena Layoff

    Fakhrizal Muttaqien

    23 September 2022
    7 min read
    cara-membalas-email-panggilan-interview---EKRUT.jpg

    Careers

    Cara Membalas Email Panggilan Interview beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    23 September 2022
    7 min read
    tujuan-karier-EKRUT.jpg

    Careers

    Simak! 7 Tips Membuat Tujuan Karir Kamu Lebih Terarah

    Nelson Simbolon

    23 September 2022
    4 min read

    Video