Published on

Expert's Corner

Panduan membuat customer persona dan 3 template terbaiknya

Dhea Fadhilah Ramadhani

H1_Panduan_membuat_customer_persona_dan_3_template_terbaiknya.jpg

Apakah kamu mengetahui tentang customer persona? Nah, istilah customer persona ini seringkali terdengar pada bidang bisnis yang bertujuan untuk mengetahui demografi konsumennya. Lalu, sebenarnya apa sih, customer persona itu? Mari kita simak ulasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Apa itu customer persona?

Apa itu customer persona?
Customer persona adalah sampel yang digunakan untuk mengetahui demografi audiensnya. (Sumber: Pexels)

Customer persona merupakan sebuah pola yang dibuat untuk mewakili karakteristik audiens atau target market dari sebuah perusahaan atau bisnis. Melansir dari Hootsuite, customer persona adalah deskripsi terperinci mengenai seseorang yang mewakili target audience sesuai dengan hasil riset yang ada. Customer persona ini sifatnya adalah semi-fiktif. Mengapa customer persona bersifat semi-fiktif? Karena tampilan pada customer persona itu sendiri yang bukan merupakan pelanggan yang nyata (fiktif). Pelanggan ini disertai dengan tampilan serta karakteristik yang mewakili potensi-potensi yang ada pada target audience yang ditujukan. Meski begitu, data yang disajikan pada customer persona adalah data yang nyata.
 
Data-data yang ada dalam customer persona merupakan data asli yang meliputi target audience terbesar. Biasanya, customer persona akan berisi tentang nama pelanggan, rincian demografis, minat, dan sifat perilaku atau kebiasaan. Selain itu, customer persona juga berisi mengenai tujuan serta pola pembelian terhadap suatu produk. Customer persona berlandaskan dari sebuah ide untuk memikirkan dan berinteraksi pada pelanggan, yang seolah-olah dibuat menjadi nyata. Dengan menggunakan customer persona, maka kamu dapat membuat target pemasaran yang tepat untuk bisnismu. Sebagai tambahan, kamu juga bisa membuat lebih dari satu customer persona sehingga tidak hanya terfokus pada satu tipe pelanggan.

Baca juga: 10 Contoh soft-skill untuk menunjang karier profesional kamu

Mengapa customer persona begitu penting untuk bisnis?

Mengapa customer persona begitu penting untuk bisnis?
Customer persona memiliki peran yang cukup penting untuk bisnis. (Sumber: Pexels)

Customer persona berperan penting bagi sebuah bisnis. Pada dasarnya, customer persona bertujuan untuk mengetahui lebih baik mengenai pelanggan atau calon pelanggan yang akan dituju. Hal ini dapat membantu proses penyesuaian konten, pesan, pengembangan produk, dan layanan untuk memenuhi kebutuhan, perilaku, dan perhatian khusus anggota target audience-nya. Selain itu, customer persona juga dapat membantu dalam pelayanan yang dapat diberikan terhadap pelanggan. Dengan mengetahui latar belakang audience, maka kamu akan lebih siap untuk melayani pelanggan. Hal ini dapat berdampak pada pengalaman yang akan mereka rasakan, sehingga bisa membuat mereka kembali lagi.

Seperti yang dijelaskan pada laman User Testing, customer persona dapat memberikan wawasan yang luas terhadap organisasi atau bisnis yang kamu miliki, lho. Customer persona dapat memiliki peran penting dalam membantu hal-hal sebagai berikut:

  • Sebagai sarana dalam mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan pelanggan dan bagaimana menyelesaikannya.
  • Membantu pengembangan produk sehingga dapat selesai sesuai dengan hasil yang diinginkan.
  • Dapat bantu mengurutkan skala prioritas mengenai proyek, kampanye, dan inisiatif mana untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya.
  • Membuat keselarasan pada seluruh anggota organisasi, termasuk hubungan antara divisi satu dengan lainnya sehingga dapat berpusat pada pelanggan.

Baca juga: 12 Cara membangun networking untuk menunjang karier

Panduan membuat customer persona

Panduan membuat customer persona
Customer persona dapat dimulai dengan menelusuri database. (Sumber: Pexels)

Umumnya, langkah pertama dalam membuat customer persona adalah dengan melihat database contact mengenai prospek konsumen. Dilansir dari Hubspot, customer persona dapat dibuat dengan mengumpulkan informasi dari hasil riset seperti wawancara, survei, atau penelitian. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi-informasi tersebut, antara lain:

  • Lihat melalui database contact mengenai tren yang ada pada pelanggan pada saat ini.
  • Gunakan bidang formulir yang menangkap informasi persona penting saat membuat formulir untuk digunakan di situs web.
  • Pertimbangkan umpan balik tim penjualan tentang prospek yang dapat didapatkan oleh orang-orang yang sering berinteraksi dengan mereka.
  • Wawancara dapat dilakukan untuk mengetahui prospek serta penilaian pelanggan seperti produk yang mereka sukai, jasa pelayanan, dan lain-lain.

Baca juga: Brand awareness: pengertian, strategi, cara mengukur, dan 3 contoh campaign

Kemudian, kumpulkan informasi-informasi tersebut untuk mengidentifikasi pola dan kesamaan dari jawaban atas pertanyaan wawancara sehingga dapat dikembangkan menjadi satu persona utama. Melansir dari hootsuite, hal ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Riset audiens

Customer persona harus didasarkan pada data-data yang nyata, sehingga bukan hanya sekedar insting atau perkiraan saja. Riset audiens dapat dilakukan dengan penelitian mendalam mengenai data-data audiens tersebut. Nah, beberapa data yang harus dipertimbangkan secara detail antara lain:

  • Usia
  • Lokasi
  • Bahasa
  • Pola belanja
  • Minat
  • Tantangan
  • Ukuran bisnis & siapa yang membuat keputusan pembelian (khusus B2B)

2. Identifikasi poin rasa sakit pelanggan

Dalam membuat customer persona, maka kamu harus memahami rasa sakit pelanggan. Salah satu cara utama untuk mengetahuinya adalah dengan terlibat dalam analisis sentimen media sosial. Kamu dapat mempelajari tentang mengapa mereka menyukai produk dan bagian mana dari pengalaman pelanggan yang masih butuh untuk ditingkatkan. Hal ini dapat kamu lakukan dengan memikirkan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Masalah apa yang coba dipecahkan oleh calon pelanggan?
  • Apa yang menahan mereka dari kesuksesan?
  • Hambatan apa yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan mereka?

 Baca juga: Mengenal brand marketing dan strategi yang bisa digunakan

3. Identifikasi tujuan pelanggan

Tahapan ini lebih mengarah pada cita-cita serta tujuan yang ingin dicapai oleh pelanggan. Pada akhirnya, hal ini akan digunakan sebagai sasaran yang mungkin dapat dikaitkan dengan solusi yang mampu kamu berikan. Proses ini juga bertujuan untuk mencocokkan pelanggan secara tepat dengan fitur atau manfaat dari produk yang dihasilkan. 

4. Kenali dan pahami bahwa kamu bisa membantu pelanggan

Setelah memahami poin dan tujuan pelanggan, maka langkah selanjutnya adalah dengan membuat gambaran mengenai bagaimana produk dan layanan kamu dapat membantu pelanggan. Pada tahap ini, kamu harus lebih fokus pada fitur serta analisis manfaat yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Sehingga, hasil akhirnya adalah bagaimana cara kamu membuat hidup pelanggan menjadi lebih mudah atau lebih baik. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantumu dalam tahap ini, antara lain:

  • Bagaimana kamu bisa membantu pelanggan?
  • Apa hambatan pembelian utama audiens kamu? Bagaimana kamu dapat membantu untuk mengatasinya?
  • Dimana posisi pelanggan kamu? Apakah mereka masih sedang meneliti atau siap membeli?

5. Buatlah customer persona

Tahap paling terakhir adalah pengumpulan hasil semua penelitian kamu dan mulailah mencari karakteristik yang umum. Katakanlah bahwa kamu mengidentifikasi kelompok pelanggan inti para ayah berusia 30-an yang tinggal di kota besar, suka berkemah, dan memiliki sepeda motor.

Berikan customer persona sebuah nama, jabatan, rumah, dan karakteristik lain yang menentukan agar tampak seperti orang yang nyata. Jangan lupa untuk menyertakan poin nyeri dan tujuannya. Misalnya, grup ayah kemah perkotaan pemilik sepeda motor dapat diwakili oleh persona yang diberi nama Moto Mike. Berdasarkan penelitian, kamu akan memberi Mike karakteristik representatif yang menjadikannya orang yang nyata, seperti: 

“Mike berumur 40 tahun. Ia memiliki 2 anak yang berusia 4 dan 1 tahun. Ia tinggal di Boston dan bekerja di sebuah perusahaan teknologi. Ia juga memiliki sepeda motor touring dan suka berkemah di seluruh New England. Tetapi, dia memiliki waktu liburan yang terbatas.”

3 Template untuk membuat customer persona

3 Template untuk membuat customer persona
Nggak perlu ribet, ini template untuk membuat customer persona (Sumber: Pexels)

1. Template layout customer persona

Template layout customer persona
Template layout customer persona. (Sumber: Econsultancy)

Layout di atas adalah contoh bagaimana menata elemen kunci dari customer persona yang mengintegrasikan informasi seperti brands of interest, frustrations, dan motivations. Riset kata kunci adalah salah satu alat yang efektif untuk menghasilkan data, memungkinkan merek menemukan dengan tepat apa yang dicari pelanggan terkait dengan produk atau situs web mereka. 

2. Marketing personas

Marketing personas
Marketing personas untuk pemula. (Sumber: Buffer, User Testing)

Jika kamu belum pernah membuat customer persona, maka salah satu template di atas bisa jadi solusinya. Marketing persona tersebut memiliki informasi yang cukup lengkap dan lebih simple daripada yang sebelumnya.

3. Step-by-step personas

Step-by-step personas
Step-by-step personas memiliki informasi yang lebih detail dan urut. (Sumber: Hubspot, User Testing)

Template customer persona ini disajikan lebih detail dan sangat menyesuaikan urutannya. Template ini memberikan langkah demi langkah tentang melakukan wawancara pelanggan secara langsung untuk riset.

Baca juga: Seperti ini cara meningkatkan user engagement dalam bisnis

Nah, itu dia penjelasan mengenai customer persona. Customer persona memiliki beberapa keuntungan yang dapat memudahkan kita untuk mengenali target utama yang dituju. Setelah mengetahui tentang customer persona, kamu bisa daftar di EKRUT untuk membantu pengembangan karier kamu. Di sini, kamu bisa mendapatkan berbagai peluang kerja yang sesuai dengan minat kamu. Selain itu, ada juga nih tips-tips serta insight menarik yang dapat kamu lihat di YouTube: EKRUT Official. Jangan sampai ketinggalan, ya!

sign up EKRUT

Sumber:

  • Econsultancy.com
  • Blog.hubspot.com
  • Blog.hootsuite.com
  • Usertesting.com

Tags

Share