Published on

Careers

Demosi pekerjaan: Aturan hukum, penyebab, dan 6 solusi mengatasinya

Nur Lella Junaedi

Demosi_pekerjaan-Aturan_hukum__penyebab__6_solusi_mengatasinya.jpg

Demosi adalah suatu keadaan dimana terjadi pengalihan permanen ke posisi yang lebih rendah dari yang dialami karyawan sebelumnya. Dengan kata lain, demosi karyawan merupakan kebalikan dari promosi jabatan. 

Pasti tidak ada karyawan yang menginginkan terkena demosi. Pasalnya kamu akan dirugikan karena harus menerima gaji lebih rendah dari posisi  sebelumnya.  Agar ini tidak terjadi padamu, perhatikan beberapa hal terkait demosi karyawan berikut.

Apa itu demosi pekerjaan?

Apa itu demosi pekerjaan?
Demosi adalah proses penugasan kembali karyawan ke posisi lain dengan tanggung jawab yang lebih rendah. (Sumber: Pexels).

Dilansir dari, davidsonmorris.com demosi adalah proses dimana perusahaan akan menugaskan kembali karyawan ke status dan tanggung jawab yang lebih rendah dari posisi sekarang. Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan karyawan dapat di demosi oleh perusahaan secara hukum. Akan tetapi karyawan yang bersangkutan juga dilindungi oleh UU Ketenagakerjaan. Sehingga karyawan yang didemosi tanpa alasan yang jelas atau diperlakukan dengan tidak benar dapat menuntut haknya.

Aturan hukum perihal demosi

Aturan hukum perihal demosi
Salah satu bagian dari demosi adalah pengurangan upah yang diatur oleh UU Ketenagakerjaan. (Sumber: Pexels).

Demosi adalah hal yang ingin dihindari oleh setiap karyawan, apalagi jika dilakukan dengan tidak adil. Menurut hukumonline.com, tidak ada peraturan yang melarang penurunan jabatan. Namun, dengan berubahnya status pekerja ke posisi yang lebih rendah, maka secara otomatis gaji atau upah juga mengalami penurunan.

Hal tersebut telah sesuai dengan Pasal 92 ayat (1) UU Ketenagakerjaan:

“Pengusaha menyusun struktur dan skala upah dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi”

Dari pasal tersebut juga dikatakan bahwa pengusaha akan melakukan peninjauan terhadap upah secara berkala dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas. Proses pengurangan upah ini juga tidak melanggar hukum apabila disebutkan dalam kesepakatan atau perjanjian kerja antara karyawan dengan perusahaan. Dalam praktiknya, perusahaan harus tetap memiliki bukti kuat untuk melakukan demosi terhadap karyawannya. Sehingga dapat disimpulkan salah satu dampak dari demosi adalah penurunan gaji atau upah yang mana berkaitan dengan berubahnya jabatan. 

Penyebab terjadinya demosi karyawan  

Penyebab terjadinya demosi karyawan
 
Alasan perusahaan melakukan demosi karyawan salah satunya tidak memenuhi keterampilan yang dibutuhkan-EKRUT

Keputusan melakukan demosi karyawan, tentu dilatarbelakangi oleh beberapa sebab yang memaksa perusahaan harus melakukan hal tersebut. Adapun penyebab dari demosi adalah : 

  • Karyawan tidak memenuhi keterampilan yang dibutuhkan untuk posisinya saat ini
  • Karyawan menunjukan kinerja yang buruk 
  • Bentuk upaya mendisiplinkan karyawan karena melakukan pelanggaran 
  • Pengurangan staff karena kondisi bisnis tengah merugi
  • Adanya perubahan teknologi, teknik dan metode dimana karyawan lama tidak dapat melakukan adaptasi dengan sistem yang baru dalam perusahaan

Baca juga: Tips menguasai soft skill yang paling dicari perusahaan di 2020

Jenis demosi karyawan 

Jenis demosi karyawan 
Ada jenis demosi karyawan yang terpaksa, dimana sebagai konsekuensi dari disiplin perusahaan-EKRUT

Dalam praktiknya demosi dapat dibagi jenisnya berdasarkan dua keadaan, yakni:

1. Demosi karyawan terpaksa

Jenis demosi ini terjadi karena keadaan tidak disengaja yang menimpa karyawan. Biasanya penyebab dari demosi terpaksa ini adalah sebagai bentuk dari tindakan disipliner perusahaan atas pelanggaran yang telah dilakukan 

2. Demosi suka rela

Adapun jenis demosi sukarela terjadi saat  karyawan tetap yang meminta sendiri penurunan pangkat dan tanggung jawab untuk mengelola bagian yang kosong dalam perusahaan dan mau menanggung gaji yang lebih rendah dengan tanggung jawab yang lebih sedikit tentunya. Ada beberapa alasan yang bisa memicu karyawan ingin melakukan demosi secara sukarela seperti: 

  • Karyawan sedang melakukan transisi untuk keluar dari bisnis perusahaan
  • Ingin mengubah posisi dan pengalaman mereka
  • Ingin mengurangi tanggung jawab dan beban kerja 
  • Mencari keseimbangan antara karier dan kehidupan

Baca juga: 8 Contoh etos kerja yang penting bagi perkembangan karier 

Keuntungan dan kerugian demosi karyawan 

Keuntungan dan kerugian demosi karyawan
 Kerugian dari adanya demosi karyawan ini yakni menurunkan motivasi karyawan untuk bekerja-EKRUT

Di beberapa kasus, terutama bagi pihak manajemen melakukan demosi membawa beberapa keuntungan seperti: 

  • Dapat menghemat pengeluaran perusahaan karena dengan demosi karyawan tersebut dibayar lebih rendah.
  • Menghindari resiko tuntutan hukum dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.
  • Beberapa perusahaan terkadang tidak bisa tegas untuk memecat seseorang, maka dari itu demosi bisa jadi salah satu cara memaksa mereka untuk resign dengan sendirinya.

Demosi adalah hal yang tentunya ingin dihindari oleh karyawan, akan tetapi proses tersebut juga memiliki keuntungan. Berikut ini keuntungan dan kerugian demosi bagi karyawan:

Keuntungan Kerugian
Perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawan dalam banyak pelatihan dan pengembangan selama mereka mengalami demosi. Dengan penurunan pangkat juga akan membuat mereka menjadi tidak jenuh serta apabila mereka berkembang, karyawan itu bisa kembali pada jabatan semua yang ditempati. Berkurangnya motivasi karyawan dalam bekerja sehingga perusahaan tidak dapat menahan saat dirinya mengajukan resign.
Pilihan terbaik untuk mempertahankan karyawan yang memiliki potensi namun membutuhkan banyak latihan dan pengalaman. Terdapat kemungkinan alasan demosi tidak memadai sesuai kontrak yang berlaku.
Keadaan demosi kadang dipengaruhi karena departemen dihapus hingga pembentukan divisi yang lebih tinggi. Di situasi ini demosi akan membawa pengaruh bagi karyawan untuk memiliki tanggung jawab yang baru untuk membawa perusahaan ke arah yang berbeda. Dengan diturunkannya jabatan dan tanggung jawab maka secara otomatis gaji pun turut mengalami penurunan.                                                                                                                                                                                                                                                                                             

6 Solusi saat kamu menerima demosi pekerjaan

6 Solusi saat kamu menerima demosi pekerjaan
Demosi adalah hal yang ingin dihindari, jika terjadi kamu bisa mencari cara untuk memperbaiki diri. (Sumber: Pexels).

Walaupun demosi adalah suatu hal yang tidak diinginkan oleh, terkadang karyawan tidak bisa menghindarinya karena berbagai alasan. Nah, saat kamu menerimanya berikut ini beberapa solusi yang bisa kamu lakukan:

1. Terbuka terhadap feedback

Pertimbangkan kemungkinan bahwa perusahaan menganggap kamu karyawan yang valuable dan menginginkan kamu untuk sukses di jabatan atau posisi yang lebih sesuai dengan skillmu. Kamu juga bisa menanyakan performa kamu kepada manajer atau jika ada yang harus ditingkatkan dari dirimu yang bisa meningkatkan kemampuanmu dalam bekerja. Dengarkanlah saran dan kritik secara terbuka.

2. Menghubungi support system

Menghubungi support system
Mencari dukungan orang terdekat memotivasimu. (Sumber: Pexels).

Demosi adalah salah satu momen yang bisa membuat kamu kehilangan motivasi. Mungkin kamu akan merasa ditolak atau tidak dihargai, sehingga sangat penting untuk mencari dukungan dari orang terdekat, seperti keluarga atau teman. Kamu juga bisa bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional di luar kantor. 

3. Mengontrol emosi

Demosi adalah situasi yang bisa membuat emosi menjadi tidak stabil. Kamu mungkin akan merasa marah dan diperlakukan secara tidak adil. Akan tetapi jangan berlarut-larut membiarkan kemarahan menguasaimu. Walaupun sulit diterima, sifat dari demosi adalah sementara. Tidak menutup kemungkinan kamu akan dipromosikan kembali oleh perusahaan. Kamu bisa lebih fokus untuk meningkatkan keahlianmu dan menunjukkan perubahan yang baik.

4. Pelajari alasan demosi

Pelajari alasan demosi
Demosi adalah proses yang dilakukan karena berbagai alasan. (Sumber: Pexels).

Penting untuk kamu mengetahui alasan kenapa demosi bisa terjadi dan melakukan refleksi diri dengan tenang atas kejadian tersebut. Alasan tersebut dapat berupa sanksi indisipliner, masalah performa, atau jabatan yang ditiadakan.

Kamu bisa menanyakan beberapa hal seperti:

  • "Bisakah Anda menjelaskan posisi baru saya?"
  • "Bisakah kamu memberikan gambaran terhadap rencana transisi?"
  • "Bagaimana jika saya tidak mau menerima posisi tersebut?"

5. Membuat action plan

Buatlah rencana untuk menjadikan demosi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan atau performa. Rencanakan juga strategi apa yang akan kamu lakukan dengan karirmu yang baru. Fokuslah untuk mengidentifikasi langkah yang akan kamu ambil untuk mendapatkan kepercayaan dirimu lagi. Carilah peluang untuk invest kepada diri kamu dengan proses pengembangan diri.

6. Putuskan untuk tinggal atau resign

Putuskan untuk tinggal atau resign
Kamu juga bisa memilih untuk resign atau tetap bekerja. (Sumber: Pexels).

Apabila kamu ingin tetap bekerja di perusahaan tersebut maka kamu harus menunjukkan perbaikan diri. Kamu juga bisa menganggap demosi adalah peluang baru untuk mencari pekerjaan lain. Jika kamu memutuskan untuk resign, maka kamu harus memperbarui CV, resume, cover letter, dan dokumen pendukung lainnya. Kamu juga bisa meminta surat referensi dari kantor. 

Proses perusahaan melakukan demosi terhadap karyawan

demosi adalah EKRUT 
Cara melakukan demosi yang benar adalah memberi tahu alasan kenapa perusahaan perlu melakukan demosi kepada karyawan-EKRUT

Tidak mudah bagi perusahaan ataupun karyawan untuk melakukan demosi. Meski begitu, bila tata cara ini dilakukan dengan benar demosi karyawan bisa berjalan dengan baik. 

1. Beritahu karyawan tentang demosi yang dilakukan perusahaan 

Ketika kamu akan melakukan penurunan pangkat, kamu bisa mengabarkan berita ini dengan cara bertemu langsung dengan karyawan. Berita tentang demosi adalah sepenuhnya wewenang manajemen untuk dapat meyakinkan karyawan terkait alasan dan kebenaran kenapa mereka harus diturunkan jabatannya. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan sifat positif terhadap karyawan setelah melakukan demosi tersebut. 

2. Jelaskan posisi dan tanggung jawab yang baru

Manajemen juga memiliki kewajiban untuk menjelaskan tanggung jawab dan pekerjaan baru karyawan tersebut serta harapan yang ingin dicapai dengan posisi itu. Bila posisi ini membuat karyawan harus menerima upah yang lebih rendah, manajemen juga perlu memberikan penjelasan terkait keadaan ini. 

Baca juga: 7 Cara efektif mengatasi demotivasi kerja

3. Buat transisi 

Pikirkan rencana transisi yang jelas bagi karyawan. Tetapkan tanggal kapan karyawan dapat bekerja secara penuh di posisi tersebut serta penyerahan tanggung jawab yang mungkin diperlukan. 

4. Beri tahu orang-orang tertentu 

Cara terakhir melakukan demosi adalah dengan memberitahukan penanggung jawab atau atasan baru dari karyawan yang mengalami demosi tersebut. Nantinya ini akan bermanfaat ketika karyawan itu memerlukan bantuan dan menyerahkan tugas-tugasnya kepada atasan. 

Dengan mengetahui tentang demosi, kini kamu paham bahwa dalam perjalanan karier selain ada promosi juga ada demosi yang bisa menimpa siapa saja. Bila tidak ingin terkena demosi karyawan maka, berikanlah performa kerja yang terbaik. Namun jika demosi karyawan tidak dapat dihindarkan, cobalah untuk belajar lebih banyak selama mengemban posisi baru tersebut. 

demosi adalah EKRUT
Last update: 15 Juni 2021

Sumber: 

  • patriotsoftware.com
  • davidsonmorris.com
  •  hukumonline.com

Tags

Share