Published on

Lainnya

Pahami Apa itu Deregulasi? Pahami Kelemahan dan Kelebihannya Hingga 6 Contohnya Di Sini!

Anisa Sekarningrum

H1_1._Pahami_Apa_itu_Deregulasi__Pahami_Kelemahan_dan_Kelebihannya_Hingga_Contohnya_Di_Sini!.jpg

Deregulasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi krisis dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi. Simak definisi, kelebihan, kekurangan, contoh, hingga alasan dilakukannya deregulasi berikut ini.

Pengertian deregulasi


Fungsi deregulasi adalah mengatasi kerugian ekonomi - Pexels

Deregulasi adalah penghapusan kebijakan pemerintah yang biasanya diberlakukan untuk menciptakan lebih banyak persaingan di pasar bebas. Saat pengamat ekonomi melihat regulasi yang dibuat pemerintah merugikan konsumen dan perekonomian secara luas yang dilihat dari alokasi sumber daya ekonomi tidak efisien karena rendahnya persaingan.

Deregulasi dipilih sebagai jalan untuk mempromosikan persaingan dan memperbaiki efisiensi dalam perekonomian nasional. Namun, deregulasi yang berlebihan tetap akan memunculkan masalah bukan menyelesaikannya.

Fungsi deregulasi adalah untuk mengatasi kerugian ekonomi hingga berbagai gangguan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Namun, deregulasi sebaiknya tidak dilakukan secara tumpang tindih karena dapat melahirkan persaingan ekonomi yang tidak sehat dalam sistem ekonomi liberal.

Deregulasi adalah pengaturan kembali kebijakan ekonomi untuk melancarkan dan membangkitkan kembali aktivitas ekonomi. Diharapkan efek dari deregulasi adalah meningkatkan peluang investasi dengan menghilangkan pembatasan bagi bisnis baru untuk memasuki pasar dan meningkatkan persaingan.

Persaingan diharapkan akan meningkatkan inovasi sehingga ketika perusahaan memasuki pasar dan bersaing satu sama lain, konsumen dapat membeli produk dengan harga yang lebih rendah.

Dampak lain dari deregulasi adalah agar bisnis dapat mengembangkan produk baru, menetapkan harga yang kompetitif, mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja, bertumbuh dan masuk ke negara lain, membeli aset baru hingga berinteraksi dengan konsumen.

Deregulasi diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu pertumbuhan dan mengembangkan ekonomi karena perusahaan diizinkan untuk menjalankan bisnis sesuai keinginan mereka dan diharapkan hal tersebut akan memicu operasional mereka menjadi lebih efisien karena tidak ada penentuan waktu operasional pabrik atau penggunaan bahan tertentu untuk produksi.

Deregulasi juga membuat perusahaan tidak perlu membayar biaya hukum untuk memastikan kepatuhan mereka sehingga akan tersedia lebih banyak modal untuk berinvestasi pada tenaga kerja, peralatan baru, serta menurunkan harga untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Baca juga: 6 Tips keuangan untuk bersiap menghadapi resesi

Alasan deregulasi


Salah satu alasan deregulasi adalah untuk menekan efisiensi biaya - Pexels

Beberapa alasan dilakukannya deregulasi adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan kompetisi bisnis

Deregulasi dilakukan pemerintah untuk menghilangkan hambatan persaingan dan menciptakan kompetisi yang adil. Kompetisi diharapkan akan memicu inovasi bisnis agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan membuat roda ekonomi berputar.

2. Efisiensi biaya

Sebuah bisnis membutuhkan biaya yang besar untuk menjalankan operasional sehari-hari sehingga deregulasi adalah alasan tepat yang dilakukan pemerintah untuk membantu menekan biaya-biaya yang tidak diperlukan agar anggaran bisnis menjadi lebih efisien.

Reformasi peraturan dan birokrasi membuat pebisnis semakin tertarik untuk terjun ke pasar yang tentunya akan meningkatkan persaingan. Persaingan yang ketat dan adil akan mendorong produktivitas dan efisiensi sehingga produksi produk lebih beragam dan harganya lebih murah.

3. Kesejahteraan masyarakat

Deregulasi adalah salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk dapat menyederhanakan kebijakan ekonomi yang menjadi penghambat kesejahteraan masyarakat. Contohnya regulasi menjadi kontrol harga yang berakhir memunculkan kerugian bobot mati, yaitu kesejahteraan ekonomi yang hilang akibat pasar tidak beroperasi secara kompetitif.

4. Alasan regulasi tidak lagi relevan

Deregulasi dilakukan karena regulasi yang sedang diterapkan dirasa tidak lagi relevan. Contohnya saat pemerintah mengizinkan beberapa industri untuk melakukan monopoli agar dapat menghasilkan harga yang lebih rendah seperti listrik yang memiliki proporsi biaya tetap.

Untuk menurunkan biaya rata-rata, industri membutuhkan sedikit pemain dengan begitu pemegang kendali dapat meraih skala ekonomi yang lebih tinggi untuk dapat menurunkan biaya dan harga jual. Pemerintah akhirnya meregulasi beberapa industri untuk membatasi potensi penyalahgunaan pasar oleh pemegang kendali monopoli.

Sayangnya transformasi pasar membuat regulasi dirasa tidak efektif, contohnya kemajuan teknologi dan teknis untuk menurunkan biaya di beberapa industri di bawah monopoli alami seperti listrik dan telekomunikasi. Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah meski dengan skala ekonomi yang jauh lebih rendah, yang akhirnya membuat alasan awal dari monopoli alami tidak berlaku lagi.

Baca juga: Mengenal Sociopreneur, Pebisnis yang Memberikan Dampak Kepada Ekonomi Masyarakat

Kelebihan dan kekurangan deregulasi


Salah satu keuntungan deregulasi adalah mengurangi biaya operasional bisnis - Pexels

Deregulasi memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa hal tersebut.

  • Keuntungan deregulasi

Beberapa kelebihan deregulasi adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan inovasi, persaingan, dan efisiensi

Eliminasi intervensi pemerintah akan mendorong persaingan yang lebih sehat dan adil bagi perusahaan karena persaingan akan mendorong efisiensi, inovasi produk, serta harga jual yang lebih rendah. Penurunan hambatan yang masuk akan membuat perusahaan baru lebih berani untuk masuk ke pasar dan ikut bersaing. Hal ini akan mengurangi kekuatan monopoli karena persaingan baru dapat menurunkan harga konsumen dengan memaksa perusahaan yang tidak efisien untuk keluar dari pasar. 

Deregulasi dapat membantu meningkatkan inovasi, persaingan, kewirausahaan, dan efisiensi karena dapat merangsang kegiatan ekonomi karena menghilangkan pembatasan bagi bisnis baru untuk masuk pasar yang juga akan meningkatkan persaingan, inovasi, dan pertumbuhan bisnis. Deregulasi juga dapat membantu menurunkan harga untuk pelanggan dan meningkatkan kualitas produk.

2. Biaya operasional bisnis berkurang

Deregulasi akan membantu pengusaha lebih independen dalam menentukan biaya operasional dan kepentingan strategis mereka. Pengusaha dapat meluncurkan produk baru, menetapkan harga, memperluas pasar, mengakuisisi aset modal tanpa harus mengikuti perizinan yang rumit. Sehingga perusahaan dapat menggunakan uang untuk investasi modal daripada mengeluarkan biaya untuk peraturan yang tidak penting.

3. Perilaku koruptif pejabat berkurang

Deregulasi dapat membantu mengurangi perilaku koruptif yang kerap dilakukan oleh beberapa oknum di pemerintahan karena distorsi kebijakan memiliki korelasi yang kuat dengan korupsi. Contohnya saat salah satu perusahaan berusaha menjadi yang terkuat dalam monopoli dan menyuap pejabat agar meluncurkan kebijakan yang dapat menguntungkan posisi mereka. Beberapa oknum pejabat bahkan menggunakan regulasi untuk kepentingan diri mereka sendiri terkait pemilihan umum nasional.

4. Ada lebih banyak pilihan untuk konsumen

Deregulasi dapat mendorong produktivitas pasar karena kebijakan ekonomi akan membuat persaingan sehat lebih sehat karena produsen kurang memiliki kendali atas pesaing. Deregulasi ekonomi membantu meningkatkan pilihan dan menurunkan harga bagi konsumen karena bisnis dapat merumuskan strategi tanpa ada campur tangan pemerintah.

5. Kesejahteraan ekonomi jangka panjang meningkat

Selain meningkatkan pilihan konsumen, deregulasi juga akan mengembalikan kesejahteraan ekonomi yang hilang akibat peraturan pemerintah, seperti kontrol harga. Peraturan tersebut dapat menghilangkan kesejahteraan ekonomi atau kerugian bobot mati. Deregulasi ekonomi dapat menguatkan pasar untuk mengontrol industri karena pelanggan adalah raja dalam ekonomi pasar.

  • Kekurangan deregulasi

Beberapa kekurangan deregulasi adalah sebagai berikut.

1. Penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang

Mereka yang memiliki modal yang dapat menjadi penguasa perekonomian dan mengontrol kekuatan pasar. Akhirnya mereka bertindak untuk kepentingan mereka sendiri seperti memaksimalkan keuntungan dengan menaikkan harga atau menurunkan kualitas produk.

2. Kualitas produk menurun

Pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan terkait perlindungan konsumen, standar kesehatan, keamanan produk, dan proteksi privasi konsumen. Deregulasi dapat menghasilkan standar layanan yang lebih rendah karena peraturan dibuat longgar dan bisnis berusaha memotong biaya bahkan menghapus fitur esensial untuk meraih untung yang maksimal tapi berujung merugikan konsumen.

3. Risiko sistemik sistem keuangan meningkat

Beberapa institusi memilih untuk tidak memedulikan risiko selagi masih meraih keuntungan. Mereka mengambil risiko yang berlebihan untuk menciptakan instrumen dan praktik keuangan yang inovatif. Peningkatan eksposur terhadap instrumen keuangan lain yang tidak diatur, contohnya bank yang mengemas ulang pinjaman dan hipotik sebagai sekuritas atau derivatif. Kurangnya regulasi yang efektif dan spekulasi yang berujung krisis keuangan seperti depresi hebat tahun 2007-2008.

3. Biaya eksternalitas negatif meningkat

Regulasi dapat membantu membatasi eksternalitas negatif saat bisnis berlomba-lomba meraih keuntungan. Regulasi yang lemah membuat mereka tidak terlalu peduli dengan eksternalitas negatif yang dihasilkan oleh operasional bisnis contohnya polusi, limbah, dan eksploitasi terhadap sumber daya alam.

4. Layanan esensial menjadi eksklusif

Layanan esensial seperti kesehatan dan utilitas ditetapkan dengan harga yang mahal. Walaupun pemerintah membuka persaingan di sektor tersebut, tapi hanya beberapa perusahaan baru yang bersedia bergabung karena investasi modal yang dibutuhkan besar dan sektor tersebut memiliki risiko tinggi.

Sedikitnya perusahaan yang bergabung di pasar ini dapat mengarah kepada oligopoli bukan persaingan sempurna (monopolistik), karena motif utamanya adalah meraih keuntungan. Maka kekuatan monopoli dimanfaatkan untuk menetapkan harga yang tinggi untuk layanan mereka yang berujung eksklusivitas untuk sebagian kecil masyarakat yang mampu membayar layanan tersebut.

Baca juga: 5 Fungsi manajemen sebagai dasar membangun perusahaan

6 Contoh deregulasi


Salah satu contoh deregulasi adalah mengubah sistem nilai tukar uang - Pexels

Beberapa contoh dari deregulasi adalah sebagai berikut.

1. Eliminasi kebijakan kontrol harga

Contoh deregulasi yang pertama adalah menghilangkan kebijakan kontrol harga yang berfungsi untuk menghasilkan kerugian bobot mati di dalam perekonomian.

2. Eliminasi hambatan perdagangan

Contoh deregulasi berikutnya adalah mengeliminasi hambatan perdagangan seperti tarif dan kuota untuk membuka lebih banyak persaingan asing.

3. Mengurangi hambatan aliran modal

Contoh selanjutnya dari deregulasi adalah dengan mengurangi hambatan aliran modal supaya investasi asing dapat lebih mudah masuk untuk mendorong persaingan, inovasi, transfer teknologi dan pengetahuan di dalam perekonomian.

4. Mengubah sistem nilai tukar uang

Berikutnya dari contoh deregulasi adalah mengubah sistem nilai tukar tetap menjadi nilai tukar mengambang. Dalam nilai tukar tetap, pemerintah mendevaluasi nilai tukar mata uang domestik untuk membuat produk ekspor lebih murah karena memiliki keunggulan tidak merangsang produsen domestik untuk lebih efisien dan menurunkan biaya produksi.

5. Memotong subsidi untuk perusahaan

Subsidi dapat menjadi keuntungan bagi beberapa perusahaan yang akan menempatkan perusahaan lain pada posisi yang tidak menguntungkan yang akhirnya menghasilkan persaingan yang tidak adil.

6. Mengurangi hambatan untuk menjalankan bisnis

Contoh deregulasi yang terakhir adalah mengurangi hambatan untuk menjalankan bisnis seperti mengurangi peraturan dan persyaratan perizinan. Kompleksitas peraturan dan birokrasi membuat pengusaha merasa ragu untuk mendirikan perusahaan baru.

Baca juga: Entrepreneur: Pengertian, Tugas, 4 Tipe, dan Karakteristik

Itu tadi informasi mengenai deregulasi, sehingga untuk kamu yang memiliki bisnis, kamu dapat lebih memahami keuntungan dan kekurangan deregulasi agar bisnis kamu lebih untung.

Jika kamu saat ini masih belum memiliki pekerjaan, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Sumber:

  • cerdasco.com
  • investopedia.com
  • harmony.co.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Biaya_Implisit_Adalah.jpg

    Lainnya

    Mengenal Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit beserta Contohnya

    Mauditalani

    20 September 2022
    7 min read
    Mengenal_Apa_Saja_Kelebihan_dan_Kekurangan_Kartu_Debit_dan_Cara_Menjaga_Keamanannya.jpg

    Lainnya

    Debit Adalah : Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menjaga Keamanannya

    Sylvia Rheny

    14 September 2022
    5 min read
    H1_fintech_indonesia.jpg

    Technology

    10 Aplikasi Fintech Indonesia Lengkap dengan Ruang Lingkup Bisnisnya

    Alvina Vivian

    12 September 2022
    6 min read

    Video