Published on

Technology

Disclaimer Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Disclaimer

Fakhrizal Muttaqien

shutterstock_572032351_(1).jpg

Ketika kamu mengunjungi suatu website atau blog, mungkin kamu akan melihat page berjudul “disclaimer” di bagian footer-nya. Meskipun keberadaannya jarang ter-notice oleh pengunjung web, tetapi disclaimer adalah komponen yang penting untuk sebuah web atau blog.

Disclaimer adalah sebuah pernyataan yang dapat melindungi diri, website, blog, atau bisnis yang kamu miliki dari tindakan hukum. Maka dari itu, mau website atau blog yang membahas traveling, kecantikan, atau me-review film, harus memiliki disclaimer. Apalagi jika website yang kamu miliki bertujuan untuk bisnis, keberadaan disclaimer menjadi sebuah keharusan.

Namun, bagaimana cara membuat disclaimer? Pada artikel kali ini akan dibahas secara lengkap tentang disclaimer, dari mulai pengertian disclaimer, fungsinya, cara membuatnya, hingga contoh disclaimer. Jadi, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Blog: Pengertian, Manfaat, Struktur dan Cara Membuatnya

Pengertian disclaimer


Disclaimer adalah pernyataan formal yang berisi penyanggahan terhadap sesuatu. (Sumber: Shutterstock)

Disclaimer adalah pernyataan formal yang menyatakan bahwa kamu tidak bertanggung jawab terhadap sesuatu. Menurut Cambridge dictionary, disclaimer adalah pernyataan formal yang menyatakan bahwa kamu tidak memiliki keterlibatan langsung dan tidak bertanggung jawab atas suatu hal.

Disclaimer juga merupakan pernyataan yang memperingatkan pengunjung website atau blog tentang informasi penting, seperti afiliasi website atau blog dengan institusi lain. Pada produk, disclaimer juga dimaksudkan untuk memperingatkan sesuatu yang di luar tanggung jawab pemilik produk. Misalnya, pada sebuah produk pembersih wajah, mungkin di dalamnya ada bahan-bahan yang tidak cocok untuk beberapa kondisi kulit. Maka dari itu perlu dicantumkan disclaimer untuk memperingati konsumen.

Selain itu, disclaimer adalah pernyataan yang dapat membantumu mencegah perselisihan atau tuntutan hukum yang mungkin terjadi di masa mendatang. Pada website atau blog, disclaimer ini bertujuan sebagai hak cipta bahwa tulisan-tulisan yang dipublikasikan itu adalah milik penulis.

Baca juga: 5 Cara Membuat Website Pribadi untuk Personal Branding

Fungsi disclaimer


Disclaimer dapat membantumu untuk terbebas dari tuntutan hukum. (Sumber: Pexels)

Misalnya, kamu memiliki sebuah produk kecantikan, lalu kamu mengulas tentang produkmu di website yang kamu miliki. Di dalam ulasanmu, kamu memberitahu kelebihan-kelebihan dari produkmu, seperti dapat mencerahkan kulit dan menghilangkan jerawat. Namun, produkmu tersebut tidak cocok digunakan oleh orang yang memiliki kulit sensitif. Sehingga kamu mencantumkan disclaimer tentang itu.

Jika suatu hari ada konsumen dengan kulit sensitif yang menggunakan produkmu, kemudian ingin meminta ganti rugi kepadamu, disclaimer dapat mencegahnya. Meskipun konsumen tersebut ingin membawanya ke jalur hukum, keberadaan disclaimer dapat menjadi alat bukti untuk membantumu terbebas dari tuntutan.

Meskipun disclaimer tidak sepenuhnya dapat melindungi produkmu dari tuntutan konsumen, tetapi setidaknya keberadaan disclaimer dapat mengurangi tanggung jawabmu untuk mengganti rugi kepada konsumen yang komplain. Selain itu, fungsi lainnya dari disclaimer adalah membuat website dan blog menjadi terlihat lebih profesional dan patuh pada hukum.

Baca juga: Mengupas Aturan Copyright di Indonesia

Cara membuat disclaimer


Disclaimer yang baik harus mencantumkan akurasi informasi yang terdapat pada konten-konten website atau blogmu. (Sumber: Pexels)

Pada disclaimer, kamu harus memberikan informasi yang sejelas mungkin dan tidak ambigu. Di dalamnya juga harus disebutkan bahwa pengunjung website atau blog tidak bergantung pada konten website atau blogmu saja. Selain itu, kamu juga harus menjamin keakuratan informasi yang diberikan atau menjamin kelengkapan informasi yang ditemukan di dalam website dan blogmu. Maka dari itu, kamu harus mencantumkan beberapa hal berikut pada disclaimer.

1. Sifat website-mu

Pada disclaimer, kamu harus mencantumkan sifat website-mu agar lebih jelas dan membedakannya dengan blog. Website memiliki konten-konten yang lebih permanen, sedangkan pada blog, informasi yang disediakan bisa berubah-ubah, dan pertumbuhannya pun cepat. Selain itu, pada blog juga sering dijumpai komentar-komentar pembaca yang tidak kompatibel satu sama lain.

2. Sifat blogmu

Kamu juga harus mencantumkan bahwa tulisan-tulisan pada blogmu adalah berbasis opinimu sendiri atau penulis blog itu sendiri. Hal itu akan mengingatkan pembaca bahwa opini yang dituliskan tidak mencerminkan ide, ideologi, atau sudut pandang dari organisasi mana pun yang berpotensi untuk berafiliasi denganmu. Sehingga, jika kamu berkolaborasi dengan bisnis lain, kamu tidak akan dituduh membuat klaim atas nama mereka.

3. Akurasi informasi

Pada disclaimer, cantumkan bahwa informasi yang kamu tulis di website atau blog adalah asli sejauh pengetahuanmu. Maka dari itu, rentan terhadap kesalahan dan ketidaklengkapan pada beberapa informasi penting.

4. Keberadaan otoritasmu

Ingatkan kepada pembaca bahwa otoritasmu adalah sebagai penyedia konten yang sifatnya informatif atau hiburan. Sehingga tidak dianggap sebagai nasihat profesional. Bahkan jika kamu seorang profesional atau ahli pun kamu harus menegaskan kepada pembaca untuk tidak meminta pertanggungjawaban atas tindakan yang mereka lakukan.

Pada disclaimer juga menegaskan kembali bahwa pembaca yang melakukan hal sebagaimana tertulis di blogmu adalah dengan risiko mereka masing-masing. Dengan begitu, kamu juga memperingatkan bahwa kamu tidak bertanggung jawab atas risiko yang mereka alami.

5. Reservasi hak

Reservasi hak maksudnya menyatakan bahwa kamu berhak melakukan apapun untuk mengelola website atau blog milikmu, termasuk untuk mengubah atau memutuskan informasi yang ada di dalamnya. Hal itu dilakukan karena seiring berjalan waktu, mungkin ada informasi-informasi yang dapat berubah, maka dari itu penting untuk menyertakan reservasi hak ini di disclaimer.

Baca juga: Lisensi Adalah: Pengertian, Tujuan, 5 Jenis, Kelebihan, Kekurangan hingga Contohnya

Contoh disclaimer


Salah satu contoh disclaimer adalah copyright disclaimer. (Sumber: Shutterstock)

Ada banyak jenis disclaimer yang disertakan di dalam website dan blog. Keberadaan disclaimer ini bergantung pada konten yang dimuat oleh website atau blog. Misalnya, kamu perlu menambahkan disclaimer untuk konten yang berisi tautan afiliasi atau disclaimer hukum yang disimpan di footer website kamu. Berikut ini adalah 4 contoh disclaimer yang umum digunakan.

1. Affiliate and advertising disclaimer

Federal Trade Commission (FTC) mewajibkan blog yang menyertakan link afiliasi atau konten bersponsor untuk memposting disclaimer afiliasi yang jelas. Pedoman FTC mengharuskan pemilik blog untuk mengungkapkan apakah mereka menerima kompensasi untuk menggunakan link afiliasi, review, testimoni, atau memberi peringkat produk.

Ketika kamu menulis affiliate and advertising disclaimer, kamu harus menyertakan beberapa hal berikut ini:

  • Pengingat bahwa kamu dapat menggunakan link afiliasi atau menerima kompensasi produk.
  • Penjelasan tentang apa itu link afiliasi dan jenis kompensasi lainnya yang mungkin kamu terima.
  • Pernyataan bahwa, meskipun kamu menerima kompensasi apapun, kamu hanya akan merekomendasikan produk yang kamu dukung dan dianggap layak untuk digunakan.

2. Medical disclaimer

Medical disclaimer memberi tahu bahwa blogmu tidak memberikan saran medis secara resmi dan jika pembaca menggunakan informasi apapun dari blog, mereka melakukannya dengan risiko mereka sendiri. Medical disclaimer dapat membantu dan melindungimu dari tanggung jawab atas klaim bahwa saran atau produk yang diberikan menyebabkan masalah bagi mereka.

Ketika menulis medical disclaimer, kamu memerlukan 2 elemen kunci, yaitu:

  • Beri tahu pembaca bahwa jika mereka menggunakan informasi, konten, atau produk apapun di website-mu, mereka menggunakannya dengan risiko mereka sendiri.
  • Buat pernyataan bahwa pembaca menanggung risiko cedera atau kerusakan akibat penggunaan saran atau produk di blogmu dan bahwa kamu tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

3. Health blog disclaimer

Mirip dengan medical disclaimer, health blog disclaimer juga menyarankan pembaca yang melakukan sesuatu berdasarkan tulisan di website atau blogmu akan menanggung risikonya sendiri. Meskipun disclaimer tidak akan melindungi kamu jika kamu terlibat dalam tindakan yang memungkinkan kamu dituntut, disclaimer dapat memberitahu pembaca bahwa kamu sepenuhnya menyadari hak dan kewajibanmu, serta mendorong mereka untuk tetap berhati-hari.

4. Copyright disclaimer

Copyright disclaimer merupakan disclaimer untuk menunjukkan kepemilikan atas hak cipta. Terdapat dua jenis copyright disclaimer, yaitu disclaimer yang mengumumkan kepemilikanmu atas konten yang di-post dan disclaimer penggunaan wajar atas karya berhak cipta orang lain.

Kebanyakan yang disertakan dalam website atau blog adalah copyright disclaimer yang pertama. Meskipun kamu tidak memerlukan copyright disclaimer untuk melindungi diri sendiri dari pelanggaran hak cipta, tetapi menyertakan disclaimer dapat mencegah pencurian hak cipta atas karya kamu.

Ada dua jenis copyright disclaimer pada website atau blog yang dapat kamu tulis, yaitu:

  • Pernyataan bahwa konten di website adalah milikmu dan dilindungi oleh undang-undang hak cipta.
  • Pernyataan bahwa pengunjung website tidak boleh menyalin, memproduksi, mengirimkan, mendistribusikan, mengunduh, atau mentransfer konten di website (kecuali dengan ketentuan sendiri yang kamu buat).

Selain itu, kamu juga dapat menyertakan informasi kontak yang bisa dihubungi jika pengunjung website atau blog memiliki pertanyaan tentang hak cipta blogmu. Sehingga apabila ada pengunjung yang mungkin membutuhkan kontenmu, dia dapat menghubungimu dengan mudah.

Baca juga: Apa itu HaKI? Berikut Pengertian, Macam, Fungsi, dan Prosedur Pendaftarannya!

Itulah pembahasan tentang disclaimer, dari mulai pengertian, fungsi, cara membuat, hingga contoh dari disclaimer. Meskipun jarang diperhatikan, tetapi keberadaan disclaimer ini sangat penting buat kamu yang akan membuat website atau blog. Jadi, jangan diabaikan, ya!

Temukan berbagai informasi dan tips menarik seputar karier lainnya melalui artikel di EKRUT Media atau melalui YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • termly.io
  • websitepolicies.com
  • disclaimergenerator.net
  • dictionary.cambridge.org

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    0-youtube-dashboard.jpg

    Technology

    Apa Itu YouTube Dashboard? Berikut Penjelasan dan Cara Menggunakannya

    Arin Khurota

    21 September 2022
    5 min read
    H1.PNG

    Technology

    Apa Itu Twibbonize? Berikut Fungsi dan Panduan Membuatnya 2022

    Mentari Nurmalia

    20 September 2022
    5 min read

    Video