Published on

Careers

6 Cara diversifikasi usaha dan pentingnya untuk perusahaan

Anisa Sekarningrum

1._6_Cara_diversifikasi_usaha_dan_pentingnya_untuk_perusahaan.jpg

Apakah kamu pernah mendengar ungkapan “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”? Ungkapan yang satu ini cocok sekali untuk mendeskripsikan mengenai diversifikasi usaha. Simak informasi lengkapnya mengenai diversifikasi di artikel ini!

Apa itu diversifikasi?

Apa itu diversifikasi?
Diversifikasi adalah teknik alokasi sumber daya portofolio untuk campuran investasi berbeda - EKRUT

Sebelumnya, apa itu diversifikasi? Secara harfiah diversifikasi adalah usaha menganekaragamkan suatu hal untuk memperoleh keuntungan yang maksimal atau melakukan usaha penyebaran. Menurut Philip Kotler, diversifikasi adalah salah satu teknik untuk menambah kinerja bisnis yang terdapat dengan jalan mengidentifikasikan kesempatan untuk meningkatkan bisnis unik yang tidak sehubungan dengan bisnis perusahaan ketika ini.

Diversifikasi adalah teknik mengalokasikan sumber daya portofolio atau modal untuk campuran investasi yang berbeda. Sehingga ungkapan “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang” cocok digunakan untuk menggambarkan situasi untuk tidak menanamkan investasi pada satu sumber daya, untuk mengurangi risiko “satu telur pecah maka semua pecah”, yang berarti kehilangan seluruh dana investasi. Tujuan akhir dari diversifikasi adalah untuk mengurangi volatilitas portofolio dengan mengimbangi kerugian di satu kelas aset dengan keuntungan di kelas aset lain. 

Baca juga: 6 Cara menabung saham bagi pekerja kantoran

Jenis-jenis diversifikasi 

Jenis-jenis diversifikasi
Ikea adalah salah satu contoh perusahaan yang melakukan diversifikasi vertikal - EKRUT

Ada dua jenis diversifikasi yaitu diversifikasi vertikal dan horizontal. Berikut penjelasannya:

Diversifikasi vertikal Diversifikasi horizontal
Menambahkan produk atau jasa baru yang melengkapi produk yang sudah ada menggunakan strategi backward integration dan forward integration. Menambahkan produk atau layanan paralel ke lini produk/layanan yang sudah ada menggunakan strategi diversifikasi konsentris dan konglomerasi.
Menggunakan backward integration di mana perusahaan berintegrasi ke belakang untuk menghasilkan input atau bahan baku. Daripada membeli input dari luar, perusahaan memproduksi input mereka sendiri. Contohnya jika pabrik gula memiliki perkebunan tebu, mereka dikatakan telah melakukan diversifikasi melalui integrasi ke belakang. Ini membantu dalam mengurangi harga jual dan meningkatkan omset dan keuntungan. Menggunakan strategi diversifikasi konsentris yaitu dengan menambahkan jenis produk baru ke dalam produk yang sudah ada untuk melayani pelanggan serupa di pasar yang sama melalui sistem distribusi serupa. Atau menambahkan produk baru ke produk yang sudah ada dengan menggunakan teknologi serupa. 
Menggunakan forward integration dengan melibatkan masuknya perusahaan ke outlet distribusi untuk mempertahankan kontak langsung dengan konsumen. Daripada menjual melalui perantara, perusahaan yang melakukan diversifikasi melalui integrasi ke depan dengan mempertahankan outlet penjualan mereka sendiri. Menggunakan strategi diversifikasi konglomerasi yaitu dengan menambahkan produk atau layanan yang berbeda ke produk yang sudah ada, yang berarti produk baru, pasar baru, teknologi baru atau fungsi pasar baru yang tidak terkait dengan bisnis yang ada.
Memiliki manfaat :
  • Meningkatkan penjualan dan mempercepat proses transformasi dan memastikan pasokan output yang memadai dan teratur di pasar. 
  • Kontrol lebih baik atas volume produksi sehingga biaya produksi lebih rendah.
  • Memungkinkan perusahaan untuk mengontrol harga output melalui kontrol atas saluran distribusi.
  • Penghapusan perantara mengurangi biaya dan harga produk, serta memperluas basis pasar perusahaan dan meningkatkan profitabilitas mereka.
Memiliki manfaat :
  • Penurunan penjualan dalam satu produk dapat diimbangi dengan peningkatan penjualan pada produk lainnya. 
  • Meningkatkan arus kas dan keuntungan.
  • Membuka kesempatan untuk tumbuh pada tingkat yang lebih cepat dari yang telah dicapai saat ini melalui ekspansi/agregasi.
  • Kompetitor berkurang
  • Mengurangi biaya produksi.
  • Basis konsumen menjadi lebih besar.
Memiliki kekurangan :
  • Mengkonsentrasikan sumber daya dan prospek dalam satu pendekatan.
  • Biaya organisasi dan koordinasi yang tinggi.
Memiliki kekurangan :
  • Menciptakan monopoli. 
  • Harga yang lebih tinggi untuk konsumen.
  • Pilihan untuk konsumen lebih sedikit.
  • Mengurangi fleksibilitas untuk perusahaan baru yang lebih besar.
  • Kurangnya keselarasan antara nilai-nilai perusahan yang menghancurkan nilai perusahaan secara keseluruhan.
Contohnya perusahaan IKEA yang membeli hutan seluas 83.000 hektar di timur laut Rumania pada tahun 2015. Ini adalah upaya pertama yang dilakukan perusahaan dalam mengelola operasi hutannya sendiri. IKEA membeli hutan untuk mengelola kayu secara berkelanjutan dengan harga terjangkau.

Contohnya akuisisi 21st Century Fox oleh Walt Disney Company pada Maret 2019. Tujuan dari merger ini adalah untuk meningkatkan pilihan konten dan hiburan Disney untuk memenuhi permintaan konsumen, memperluas ke pasar internasional, dan memperluas penawaran langsung ke konsumen, termasuk ESPN+, Disney+, dan kepemilikan gabungan kedua perusahaan di Hulu. Akuisisi juga termasuk Twentieth Century Fox, Fox Searchlight Pictures, Fox 2000 Pictures, Fox Family and Fox Animation, Twentieth Century Fox Television, FX Productions and Fox21, FX Networks, National Geographic Partners, Fox Networks Group International, Star India, dan kepentingan Fox di Hulu, Tata Sky dan Endemol Shine Group.

Baca juga: Google membeli Fitbit seharga Rp29 triliun 

Apa itu diversifikasi usaha?

Apa itu diversifikasi usaha?
Diversifikasi usaha dapat dilakukan pengusaha dengan membuat produk baru dari bahan baku yang sama - EKRUT

Diversifikasi usaha adalah salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan jumlah penjualan dengan membuat produk baru dan jaringan target market yang baru juga. Dengan ini, pengusaha dapat mengembangkan dan memperluas usahanya, bahkan juga masuk ke segmentasi pasar yang baru dari industri bisnis yang saat ini dimiliki. 

Strategi diversifikasi usaha ini dapat dilakukan pengusaha dengan membuat produk baru dari bahan baku yang sama atau bahkan membuat produk baru dari bahan baku yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan produk sebelumnya.

Baca juga: Apa itu marketplace? Berikut penjelasan lengkap dan 5 contohnya 

Mengapa perusahaan perlu strategi diversifikasi usaha?

Mengapa perusahaan perlu strategi diversifikasi usaha?
Apple adalah salah satu contoh bisnis yang melakukan strategi diversifikasi usaha untuk meningkatkan volume penjualan  - EKRUT

Strategi diversifikasi usaha perlu dilakukan oleh seorang pengusaha bisnis karena memiliki berbagai manfaat, seperti:

1. Meningkatkan volume penjualan

Diversifikasi usaha memberikan manfaat dalam meningkatkan volume penjualan sebuah bisnis. Contohnya adalah menjual berbagai jenis varian roti, dibandingkan hanya menjual satu jenis roti saja. Contoh lainnya seperti bisnis yang menjual barang di toko offline, mereka bisa meningkatkan penjualan dengan membuka toko secara online yang juga dapat memperluas target pasar mereka.

2. Memperluas jaringan dan target pasar

Seperti contoh yang disebutkan di atas, dengan melakukan diversifikasi produk, pengusaha dapat memperluas jaringan bahkan target pasar mereka. Contohnya ketika pembeli yang biasanya hanya membeli roti tawar, akhirnya membeli roti stroberi yang merupakan varian baru. Bahkan pembeli ini merekomendasikan kepada temannya yang suka dengan roti stroberi. Dari contoh di atas, pengusaha roti tidak hanya mengalami peningkatan penjualan tapi juga mendapat konsumen baru dari diversifikasi produk yang dibuatnya. 

3. Arus kas perusahaan semakin stabil

Diversifikasi usaha juga membantu arus kas dari bisnis yang dimiliki menjadi semakin stabil. Sebagai contoh, ketika produk baju yang dijual tidak mengalami peningkatan pesanan, sementara produk celana mendapat pesanan yang jauh berlipat. Kesempatan ini dapat membantu pengusaha menutupi kerugian dengan keuntungan dari produk lain sehingga bisnis tetap dapat berjalan normal.

4. Mengetahui produk yang lebih laku

Diversifikasi usaha juga bisa membantu pengusaha untuk lebih paham mengenai produk yang lebih banyak dipesan orang. Sehingga pengusaha dapat meningkatkan produksi untuk barang tersebut dan melakukan eliminasi terhadap produk yang kurang laku, yang mungkin bisa menghemat biaya produksi.

Baca juga: Potensi pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara 

6 Cara melakukan diversifikasi 

6 Cara melakukan diversifikasi
Akuisisi Facebook terhadap Instagram dan WhatsApp adalah salah satu contoh strategi konglomerasi - EKRUT

Perusahaan perlu melakukan strategi diversifikasi bisnis, baik itu membuat bisnis baru yang berkaitan dengan usaha saat ini atau bisnis yang tidak berkaitan sama sekali. Berikut adalah 6 cara untuk melakukan diversifikasi.

1. Strategi konsentris

Strategi konsentris adalah strategi menambah produk baru yang memiliki hubungan dengan bisnis yang sudah dimiliki saat ini. Baik dalam hal memiliki fasilitas bersama, teknologi yang sama atau jaringan pemasaran yang sama dengan bisnis yang sudah dimiliki sebelumnya sehingga proses akan menjadi lebih mudah. Contohnya adalah perusahaan Cimory yang awalnya hanya menjual yogurt, namun kini menambah olahan produk lainnya seperti susu dan keju, yang masih menggunakan bahan baku yang sama yaitu susu sapi. 

2. Strategi konglomerasi

Strategi konglomerasi adalah strategi menambah jenis produk yang baru, di jaringan pemasaran baru, yang tidak memiliki hubungan atau kaitan sama sekali dengan bisnis yang sudah dimiliki sekarang. Contohnya adalah PT Wings yang awalnya hanya menjual produk sabun, namun kini juga menjual berbagai produk kuliner seperti mie instan, kecap, dan lainnya. Ada empat strategi konglomerasi yaitu akuisisi, pengembangan internal, joint venture, dan masuk ke jenis bisnis baru.

3. Akuisisi

Akuisisi adalah strategi menambah usaha baru pada jenis industri berbeda yaitu dengan membeli perusahaan lain atau membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran. Cara ini dianggap cara yang lebih cepat dibandingkan dengan membuat usaha baru dari nol.

4. Pengembangan internal

Pengembangan internal adalah strategi yang dapat dilakukan untuk memulai jenis bisnis baru dari waktu ke waktu. Pengembangan internal perlu dilakukan perusahaan karena melibatkan pengembangan bisnis yang baru dan pembuatan dari nol.

5. Joint venture

Joint venture atau bergabung kongsi atau kemitraan, adalah strategi perusahaan untuk memiliki perusahaan bersama-sama (co-ownership) dengan perusahaan lain, tentunya dengan bisnis yang dioperasikan bersama-sama juga.

6. Masuk ke jenis bisnis baru

Strategi yang terakhir ini bukan strategi yang mudah karena memiliki berbagai hambatan seperti sulitnya menjalin hubungan dengan pemasok, menangani biaya iklan dan promosi yang besar, masuk ke jaringan pemasaran dan market baru, dan sebagainya.

Baca juga: Shopee diguyur investasi Rp 8 triliun 

Itulah informasi untuk membantu kamu lebih paham mengenai diversifikasi. Untuk kamu yang bukan seorang pengusaha, namun ingin bekerja untuk mereka, kamu bisa coba daftarkan diri kamu untuk menjadi professional talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. 

Berikut sebuah video mengenai formula untuk membuat produk yang market fit, yang mungkin bisa membantu kamu para pengusaha yang ingin melakukan diversifikasi produk. Semoga berhasil! 

sign up EKRUT

Sumber: 

  • investopedia
  • corporatefinanceinstitute
  • accurate
  • lifepal
  • business management ideas

Tags

Share