Published on

startup

Apa itu marketplace? Berikut penjelasan lengkap dan 5 contohnya

Maria Tri Handayani

apa-itu-marketplace---EKRUT.jpg

Keberadaan marketplace telah berkontribusi pada pertumbuhan industri jual-beli di Indonesia yang diprediksi terus akan berkembang selama beberapa tahun ke depan. Tapi, sejauh mana sebenarnya kamu mengenal apa itu marketplace dan bagaimana perkembangannya di Indonesia selama ini? Untuk lebih jelas simak penjelasan berikut.

Baca juga: Outsourcing dan talent marketplace, apa bedanya?

Apa itu marketplace

apa itu marketplace - EKRUT
Marketplace berperan layaknya pihak ketiga yang menghubungkan penjual dan pembeli - EKRUT

Marketplace telah ada sejak tahun 1995 ketika eBay dan Craigslist didirikan. Ketika itu perusahaan menggunakan marketplace untuk menjangkau pelanggan yang ingin membeli produk dan layanan mereka.

Bila melihat dari asal katanya, marketplace bisa dimaknai sebagai tempat berlangsungnya kegiatan jual beli. Namun, dalam industri e-commerce, marketplace adalah platform yang menghubungkan pembeli dan penjual barang atau jasa dengan menyediakan infrastruktur seperti pengiriman dan fasilitas pembayaran untuk memfasilitasi transaksi. Saat ini, ada banyak sekali marketplace yang tersebar di seluruh dunia seperti Amazon, Etsy, dan Alibaba.

Baca juga: Bagaimana blockchain untungkan platform e-commerce?

5 Jenis marketplace 

apa itu marketplace - EKRUT
Marketplace di Indonesia didominasi oleh jenis marketplace horisontal - EKRUT

Pada umumnya terdapat beberapa jenis dari marketplace yang bisa dilihat dari: 

1. Traditional marketplace

Traditional marketplace adalah tempat dimana pembeli dan penjual berkumpul untuk melakukan transaksi. Kegiatan tersebut dapat berlangsung di toko retail, gerai, gudang, pasar tradisional, maupun pasar loak. Pembeli dan penjual bertemu secara langsung untuk mendiskusikan produk, harga, dan dalam beberapa kasus mengatur pengiriman.

2. Online marketplace

Online marketplace adalah platform daring dan/atau aplikasi seluler yang berperan sebagai toko virtual dan menciptakan lingkungan yang dapat menghubungkan penawaran barang atau jasa dengan konsumen yang membutuhkan layanan ini. Online marketplace menghilangkan hambatan waktu dan tempat agar penjual maupun pembeli dapat bertransaksi secara daring dengan aman.

3. Jenis marketplace berdasarkan target audiens

Berdasarkan target pelanggannya, marketplace dapat dibedakan menjadi:

  • B2B Marketplace 
    B2B marketplace adalah platform di mana brand dapat menjual produk dan layanan mereka dalam jumlah besar ke pelaku bisnis lain. Keuntungan dari marketplace jenis ini seperti kemampuan untuk mendistribusikan produk dan layanan ke lebih banyak pelanggan, dapat menjual dengan cepat, saluran penjualan lebih luas. 
     
  • B2C Marketplace 
    Jenis marketplace ini melibatkan pelaku bisnis dan pelanggan. Pelaku bisnis akan menjual produk atau layanan langsung ke pelanggan. Marketplace jenis ini adalah yang paling umum dan mudah untuk kamu temukan. 
     
  • P2P atau C2C Marketplace 
    Marketplace jenis ini akan menghubungkan individu dengan kebutuhan, selera dan pendapatan yang sama untuk berbagi produk dan layanan satu sama lain. Dalam marketplace jenis ini, seseorang dapat menjadi konsumen dan menjadi penyedia layanan. 

Baca juga: Talent marketplace: apa itu dan bagaimana cara kerjanya?

4. Jenis marketplace berdasarkan fokusnya

Jenis marketplace juga dapat dibedakan berdasarkan fokus utamanya, seperti:

  • Marketplace vertikal 
    Marketplace vertikal adalah jenis marketplace yang ditargetkan untuk industri, produk, dan target pelanggan tertentu dengan kebutuhan yang spesifik. Marketplace jenis ini akan menawarkan pengalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan unik dari kelompok pengguna tertentu. Contohnya seperti marketplace yang khusus menjual produk-produk bayi. 
     
  • Marketplace horisontal 
    Sebaliknya, marketplace horisontal adalah jenis marketplace yang menawarkan produk dan layanan di berbagai industri kepada beragam pelanggan. Jenis marketplace seperti ini dianggap sebagai toko serba ada yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan di satu tempat.

5. Jenis marketplace berdasarkan pendekatan manajemen

Sementara dari pendekatan manajemen, marketplace dapat dibedakan menjadi:

  • Dikelola sepenuhnya 
    Marketplace jenis ini melakukan pengelolaan penuh terhadap keseluruhan proses penjualan. Biasanya biaya yang akan dikeluarkan pada marketplace jenis ini akan besar karena memastikan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan lebih baik. 
     
  • Sedikit dikelola 
    Marketplace jenis ini akan menginvestasikan sedikit waktu dan biaya untuk mengontrol kualitas dan pemeriksaan latar belakang. Contohnya Airbnb yang tetap memberikan perhatian lebih pada layanan pelanggan dan verifikasi pengguna. 
     
  • Tidak dikelola 
    Jenis marketplace tidak dikelola biasanya berupa transaksi peer to peer dimana pemilik marketplace tidak melakukan pemeriksaan latar belakang, jaminan kualitas atau analisis umpan balik agar  biaya yang dikeluarkan semakin rendah. Biasanya kepercayaan pembeli akan berasal dari ulasan dan peringkat yang ditulis oleh sesama pembeli.  

Baca juga: Jangan salah, ini perbedaan marketplace dan ecommerce

3 Fitur unggulan online marketplace

3 Fitur unggulan online marketplace
Perusahaan yang bergerak di bidang marketplace tidak perlu memiliki gudang persediaan barang - Unsplash

Ada beberapa fitur marketplace yang membuatnya berbeda dari online store dan hal ini yang membuat para pengusaha digital tertarik. Berikut gambaran yang lebih rinci dikutip dari insights.shopery.com

1. Tidak perlu menghitung persediaan barang

Meskipun marketplace merupakan bisnis besar yang berurusan dengan banyak vendor, pengelolaannya belum tentu lebih kompleks jika dibandingkan dengan e-commerce. Hal tersebut dikarenakan katalog yang ditawarkan di marketplace sudah dikelola oleh masing-masing vendor atau penjual sehingga marketplace tidak perlu mengeluarkan investasi untuk menyediakan gudang persediaan barang maupun melakukan penghitungan stok barang. Perusahaan marketplace hanya perlu memastikan bahwa vendor mereka mematuhi peraturan dan pedoman kualitas yang telah ditentukan.

2. Fokus pada kepuasan pelanggan

Ketika menjalankan marketplace, fokus utama perusahaan adalah menawarkan platform terbaik bagi pengguna, baik itu untuk vendor atau penjual maupun pelanggan. Dengan banyaknya vendor yang berjualan di bawah satu atap, marketplace menjadi tempat yang sangat menarik bagi konsumen untuk mencari pilihan yang lebih murah dan alternatif baru. Jika marketplace dijalankan dengan benar dan mendatangkan kepuasan pembeli akan menciptakan komunitas pelanggan yang semakin besar.

3. Model bisnis yang berkembang pesat

Marketplace menawarkan model bisnis yang ramping dan terukur kepada pemiliknya. Beberapa perusahaan terbesar di dunia sudah membuktikannya. Grab, misalnya, tidak memiliki mobil sendiri, Airbnb tidak memiliki apartemen, dan Amazon tidak memiliki sebagian besar barang dan jasa yang mereka jual. Artinya, berbeda dengan bisnis digital lainnya, pengusaha marketplace mungkin akan terkejut juga melihat hasil yang dapat dicapai dengan tim yang relatif kecil. Seiring dengan berkembangnya industri digital, pendapatan online marketplace diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2022.

Baca juga: Potensi pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara

Perbedaan marketplace dengan e-commerce

Perbedaan marketplace dengan e-commerce
Marketplace menjual banyak barang sedangkan e-commerce hanya menjual barang dari situs itu sendiri - Pexels

Meskipun terlihat serupa, marketplace dan e-commerce memiliki beberapa perbedaan yang mendasar dalam menjalankan bisnisnya, mulai dari cara kerja hingga bagaimana mereka mendapatkan keuntungan. Berikut penjelasannya seperti dirangkum dari kreezalid.com.

Marketplace E-commerce
Marketplace menjual barang dari beragam vendor atau penjual. E-commerce hanya menjual barang dari situs itu sendiri.
Pendekatan pemasaran yang digunakan tidak hanya fokus menarik pembeli tetapi juga harus menarik vendor yang ikut berjualan. Pendekatan pemasaran lebih simpel karena hanya fokus untuk menarik pembeli.
Risiko bisnis dapat diminimalisir karena tidak perlu memiliki persediaan barang. Hal ini memungkinkan marketplace berkembang lebih cepat daripada e-commerce. Risiko bisnis lebih besar karena harus mengalokasikan modal terlebih dahulu untuk persediaan barang.
Bagi penjual, bergabung di marketplace tidak membutuhkan banyak biaya bahkan gratis. Penjual tinggal membuat akun, memasukkan persediaan barang, dan dapat langsung berjualan. Bagi penjual, membangun situs web untuk e-commerce akan membutuhkan banyak investasi di awal.

5 Contoh marketplace di Indonesia

apa itu marketplace - EKRUT
Saat ini Tokopedia menjadi marketplace yang paling banyak dikunjungi pembeli di Indonesia - EKRUT

Indonesia bisa dibilang menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara dalam industri marketplace. Beberapa contoh marketplace yang menjadi pemain terbesar di Indonesia seperti:

1. Tokopedia 

Siapa yang tidak tahu Tokopedia. Startup unicorn yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison sejak tahun 2009, Tokopedia terus tumbuh menjadi marketplace terbesar di Indonesia. Kini marketplace yang satu ini memiliki jumlah kunjungan rata-rata mencapai lebih dari 65 juta pengunjung per bulan berdasarkan data kuartal ketiga tahun 2019 lalu. 

2. Shopee 

Shopee merupakan marketplace asal Singapura yang berhasil mendulang kesuksesan di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, marketplace yang didirkan sejak tahun 2015 ini juga sempat menjadi e-commerce terpopuler di kawasan Asia Tenggara pada periode kuartal II tahun 2019 kemarin. Pada kuartal ketiga tahun 2019 lalu, Shopee berhasil menarik sekitar 55 juta kunjungan per bulan ke situsnya.

3. Bukalapak 

Didirikan sejak tahun 2010, Bukalapak telah tumbuh menjadi salah satu marketplace karya anak bangsa yang besar di Indonesia. Hingga kini Bukalapak sudah memiliki lebih dari 4 juta pelapak dan lebih dari 500 ribu mitra. Pada kuartal ketiga 2019 kemarin, Bukalapak berhasil menarik lebih dari 42 juta kunjungan rata-rata per bulan ke situsnya. 

Baca juga: Bukalapak luncurkan fitur kartu kredit online

4. Lazada 

Marketplace yang dimiliki oleh Alibaba Group ini juga menjadi salah satu yang populer di Indonesia.  Pada kuartal ketiga tahun 2019 kemarin, Lazada menarik lebih dari 27 juta jumlah kunjungan ke situsnya per bulan. 

5. Blibli

Marketplace yang merupakan anak usaha grup Djaum ini bisa dibilang juga menjadi salah satu pemain terbesar e-commerce di Indonesia. Pada kuartal tiga 2019 kemarin, Blibli berhasil menarik lebih dari 21 juta jumlah kunjungan per bulan ke situsnya. 

Potensi industri jual-beli Indonesia diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Lantas marketplace manakah yang dapat mempertahankan kualitas dan popularitasnya di tahun-tahun yang akan datang? 

sign up EKRUT
Last update: 6 Juli 2021

Sumber:

  • rubygarage.org
  • a16z.com
  • iprice.co.id
  • sana-commerce.com
  • kreezalid.com
  • insights.shopery.com

Tags

Share