Published on

Technology

Mengenal bahaya doxing, istilah yang sedang ramai di media sosial

Sylvia Rheny

Mengenal_bahaya_Doxing__istilah_yang_sedang_ramai_di_Media_Sosial.png

Istilah doxing sempat ramai di sosial media oleh seorang publik figur yang melakukan sayembara untuk memberikan informasi pribadi seseorang di media sosial demi kepentingan pribadinya. Lalu, apa itu doxingYuk, ketahui penjelasan detail mengenai doxing, metode yang digunakan untuk doxing, cara menghindari doxing, hingga apa yang perlu dilakukan jika menjadi korban doxing melalui penjelasan di bawah ini!

Apa itu doxing?


Doxing adalah menyebarkan informasi pribadi seseorang di internet tanpa izin. (Sumber: Pexels)

Dropping dox (documents) atau doxing adalah serangan online di mana peretas menggali informasi dan dokumen pribadi untuk mengungkap identitas asli orang-orang yang berharap untuk tetap anonim. Dulunya, istilah ini hanya ramai di komunitas dunia peretas, namun sekarang istilah doxing sudah dikenal secara umum dan mengacu pada paparan informasi pribadi.

Secara sederhana, doxing adalah perbuatan menyebarkan informasi pribadi seseorang di internet tanpa izin. Informasi pribadi tersebut bentuknya bisa berupa foto, alamat rumah, nomor ponsel sampai data personal lainnya. Seringkali tujuan doxing adalah untuk mempermalukan, melecehkan, atau meneror korban.

Salah satu cara yang umum dilakukan saat doxing adalah dengan mengekspos identitas korban melalui media online. Cara ini biasanya dilakukan oleh debt collector yang sengaja mempermalukan nasabahnya dengan menyebarkan data pribadinya di internet.

Baca juga: Begini tren media sosial 2021 yang berpengaruh pada merek

Apa saja yang dicari oleh pelaku doxing?


Hal yang dicari oleh pelaku doxing adalah informasi pribadi. (Sumber: Pexels)

Informasi yang dicari oleh pelaku doxing adalah informasi apapun yang dapat membantu mereka untuk mengungkap identitas seseorang. Berikut ini adalah deretan informasi yang biasanya dicari oleh pelaku doxing:

  1. Nama asli
  2. Nomor telepon
  3. Nomor KTP
  4. Alamat rumah
  5. Pemberi pekerjaan
  6. Nomor kartu kredit
  7. Nomor rekening bank
  8. Foto pribadi
  9. Profil media sosial

Baca juga: 7 medsos pilihan digital marketer, nomor 6 bisa bikin kamu kaya

Metode yang digunakan oleh pelaku doxing


Contoh metode doxing adalah phising. (Sumber: Pexels)

Terdapat lautan luas informasi pribadi di internet di mana orang-orang seringkali memiliki kendali yang lebih kecil terhadapnya daripada yang mereka yakini terhadap informasi tersebut. Artinya, siapa pun yang memiliki waktu, motivasi, dan minat untuk melakukannya, dapat mengubah data tersebut menjadi senjata.

Beberapa metode yang digunakan untuk melakukan doxing antara lain:

1. Melacak nama pengguna

Metode pertama yang digunakan oleh pelaku doxing adalah melacak nama pengguna. Banyak orang menggunakan nama pengguna yang sama di berbagai layanan. Hal ini memungkinkan calon pelaku untuk membangun gambaran tentang minat target dan bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka di internet.

2. Menjalankan pencarian WHOIS pada nama domain

Metode kedua yang digunakan oleh pelaku doxing adalah menjalankan pencarian WHOIS pada nama domain. Siapa pun yang memiliki nama domain, memiliki informasi yang disimpan dalam registrasi yang sering kali tersedia untuk umum melalui pencarian WHOIS.

Misalnya, orang yang membeli nama domain tidak mengaburkan informasi pribadi mereka pada saat pembelian. Dalam hal ini, informasi pengenal pribadi (seperti nama, alamat, nomor telepon, bisnis, dan alamat email) akan tersedia secara online untuk ditemukan siapa saja.

3. Pengelabuan (phishing)

Metode ketiga yang digunakan oleh pelaku doxing adalah phising. Jika seseorang menggunakan akun email yang tidak aman atau menjadi korban penipuan phishing, peretas dapat mengungkap email yang bersifat sensitif dan mem-posting-nya secara online.

4. Menguntit media sosial

Metode keempat yang digunakan oleh pelaku doxing adalah stalking. Jika akun media sosial kamu bersifat publik, siapa pun dapat mengetahui informasi tentangmu dengan melakukan cyberstalking.

Mereka dapat mengetahui di mana lokasimu, tempat kerja, teman, foto, apa yang kamu suka dan tidak suka, tempat yang pernah kamu kunjungi, nama anggota keluargamu, nama hewan peliharaanmu, dan sebagainya.

Dengan menggunakan informasi ini, seorang doxer bahkan dapat menemukan jawaban atas pertanyaan keamanan akunmu, yang akan membantu mereka membobol akun online lainnya.

5. Melacak alamat IP

Metode kelima yang digunakan oleh pelaku doxing adalah tracking atau pelacakan alamat IP. Doxer dapat menggunakan berbagai metode untuk menemukan alamat IP, yang terkait dengan lokasi fisik keberadaanmu.

Setelah mereka mengetahuinya, mereka kemudian dapat menggunakan trik rekayasa sosial di penyedia layanan internet (ISP) untuk menemukan informasi lebih lanjut tentangmu. Misalnya, mereka dapat mengajukan keluhan tentang pemilik alamat IP atau mencoba meretas ke dalam jaringan.

Baca juga: Kelebihan social media marketing dan tips menerapkannya

Cara menghindari doxing


Cara menghindari doxing adalah menggunakan VPN. (Sumber: Pexels)

Dengan beragam alat pencarian dan informasi yang tersedia secara online, hampir semua orang bisa menjadi korban doxing. Jika kamu pernah mem-posting di forum online, berpartisipasi dalam situs media sosial, menandatangani petisi online, atau membeli properti, maka informasi kamu menjadi tersedia untuk umum.

Untuk itu, beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk melindungi informasi yang kamu miliki dari doxing adalah sebagai berikut:

1. Melindungi alamat IP dengan menggunakan VPN

Pertama, cara menghindari doxing adalah dengan menggunakan VPN. VPN atau Virtual Private Network menawarkan perlindungan yang sangat baik terhadap pengungkapan alamat IP. VPN mengambil lalu lintas internet pengguna, mengenkripsinya, dan mengirimkannya melalui salah satu server layanan sebelum menuju ke internet publik. Ini memungkinkanmu menjelajahi internet secara anonim.

2. Gunakan perangkat lunak pendeteksi anti-virus dan malware

Kedua, cara menghindari doxing adalah dengan memasang anti-virus dan malware. Perangkat lunak pendeteksi anti-virus dan malware dapat menghentikan pelaku pencurian informasi melalui aplikasi jahat. Perangkat lunak yang diperbarui secara berkala membantu mencegah "lubang" keamanan apa pun yang dapat menyebabkan informasimu diretas dan di-doxing.

3. Gunakan kata sandi yang kuat

Ketiga, cara menghindari doxing adalah dengan menggunakan kata sandi yang kuat. Kata sandi yang kuat biasanya mencakup kombinasi huruf besar dan kecil, ditambah angka dan simbol. Hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun, dan pastikan untuk mengubah kata sandi secara teratur. Jika kamu mengalami masalah dalam mengingat kata sandi, coba gunakan pengelola kata sandi.

4. Gunakan nama pengguna berbeda untuk setiap platform

Keempat, cara menghindari doxing adalah penggunaan nama pengguna yang berbeda untuk setiap platform. Jika kamu menggunakan forum online seperti Reddit, Discord, YouTube, atau lainnya, pastikan kamu menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan.

Dengan menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang sama, doxer dapat menelusuri komentarmu pada platform yang berbeda dan menggunakan informasi tersebut untuk menyusun gambaran rinci tentangmu. Membedakan nama pengguna pada tiap akun akan mempersulit orang untuk melacak jejakmu di beberapa situs berbeda.

5. Jangan overshare

Kelima, cara menghindari doxing adalah menghindari overshare di sosial media. Gunakan media sosial sesuai dengan kebutuhan. Kamu tidak perlu mengumbar setiap detail kejadian yang ada di hidupmu.

Foto-foto yang mengandung informasi yang bersifat rahasia dan pribadi seperti foto KTP, foto kartu kredit, foto kartu keluarga, dll sebaiknya jangan sampai terunggah di media sosial atau forum manapun karena dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Catat, ini 6 cara optimalkan media sosial untuk pemasaran

Apa yang perlu kita lakukan jika terkena doxing


Laporkan ke platform terkait apabila menjadi korban dari doxing. (Sumber: Pexels)

Apabila kamu telah melakukan berbagai tindakan pencegahan doxing, namun kamu tetap menjadi korban doxing, berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Laporkan ke platform terkait

Laporkan serangan ke platform tempat informasi pribadimu di-posting. Cari persyaratan layanan platform atau pedoman komunitas yang relevan untuk menentukan proses pelaporan mereka untuk jenis serangan doxing ini dan ikuti.

2. Libatkan penegak hukum

Jika seorang doxer membuat ancaman pribadi terhadapmu, hubungi pihak kepolisian setempat. Setiap informasi yang mengarah ke alamat rumah atau informasi keuangan harus diperlakukan sebagai prioritas utama, terutama jika ada ancaman yang dapat dipercaya.

3. Dokumentasikan

Ambil tangkapan layar atau unduh halaman tempat informasimu di-posting. Cobalah untuk memastikan bahwa tanggal dan URL terlihat. Bukti ini penting untuk referensi kamu sendiri dan dapat membantu penegak hukum atau lembaga lain yang terlibat untuk menyelesaikan kasus doxing ini.

4. Lindungi akun keuangan milikmu

Jika doxer telah mempublikasikan nomor rekening bank atau kartu kredit milikmu, segera laporkan ke lembaga keuangan terkait. Penyedia kartu kredit kemungkinan akan memblokir kartumu dan mengirimkan yang baru karena adanya tindakan doxing ini. Kamu juga perlu mengubah kata sandi rekening bank dan kartu kredit online tersebut.

Baca juga: Inilah prediksi tren media sosial 2022 yang perlu kamu ketahui

Setelah mengetahui bagaimana bahaya doxing di atas, jangan lupa untuk selalu berhati-hati dalam membagikan informasi yang sifatnya pribadi di sosial media. Selalu lakukan tindakan preventif yang telah disebutkan di atas untuk mencegah terjadinya doxing dan penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT OfficialNah, kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

Sumber:

  • Kaspersky
  • Norton
  • Fortinet
  • Kominfo

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Bedanya_Port_HTTPS_dengan_HTTP_yang_Perlu_Diketahui.jpg

    Technology

    Bedanya Port HTTPS dengan HTTP yang Perlu Diketahui!

    Anisa Sekarningrum

    04 July 2022
    5 min read
    H1_Gamification.jpg

    Technology

    Gamification: Definisi, Elemen, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan

    Algonz D.B. Raharja

    04 July 2022
    5 min read
    h1.jpg

    Technology

    Cache Adalah: Definisi, Manfaat, Kekurangan, dan Jenisnya

    Tio Derma

    04 July 2022
    6 min read

    Video