Published on

Technology

Mengenal fintech mulai dari pengertian, dasar hukum hingga manfaatnya di Indonesia

Ningtyas Dewanasari Kinasih

Mengenal_fintech_mulai_dari_pengertian__dasar_hukum_hingga_manfaatnya_di_Indonesia.jpg

Kemajuan teknologi digital telah mengubah banyak hal termasuk dalam lingkup keuangan. Salah satu buktinya bisa kamu lihat dari pertumbuhan fintech yang terus berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Lantas, apa sebenarnya itu fintech?

Pengertian fintech

fintech adalah - EKRUT
Fintech pada dasarnya memiliki makna yang luas - EKRUT

Pada dasarnya fintech adalah singkatan dari financial technology, sebuah istilah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan inovasi teknologi dalam layanan keuangan secara umum. Istilah ini dapat digunakan untuk merujuk pada produk, teknologi, hingga model bisnis dalam industri jasa keuangan.

Berikut beberapa definisi fintech lainnya:

  • Definisi fintech menurut World Economic Forum

Fintech adalah kategori luas yang mengacu pada penggunaan  inovatif teknologi dalam desain maupun penyampaian jasa dan produk keuangan. Penerapannya dapat ditemukan dalam berbagai segmen bisnis termasuk pinjaman, saran, manajemen investasi dan pembayaran.

  • Definisi fintech menurut Investopedia

Fintech mengacu pada integrasi teknologi oleh perusahaan jasa keuangan demi meningkatkan penggunaan dan pelayanan kepada konsumen.

  • Definisi fintech menurut Techtarget

Fintech merupakan penggunaan teknologi baru dan delivery model untuk melengkapi proses penyampaian layanan keuangan tradisional.

  • Definisi fintech menurut Bank Indonesia 

Fintech adalah hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, sehingga dapat membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi efisien, ekonomis dan tetap efektif.

Baca juga: Menimbang untung rugi startup fintech P2P lending di tengah pandemi

Penerapan fintech dalam perusahaan dan industri keuangan 

fintech adalah - EKRUT
Mobile payment dan cashless payment adalah salah satu contoh penerapan fintech - EKRUT

Perlu diketahui bahwa bukan hanya startup, namun perbankan hingga perusahaan besar juga mengintegrasikan teknologi dalam sektor keuangan tradisional untuk menjadikannya lebih aman, lebih cepat, dan efisien. Beberapa contoh dari jenis-jenis fintech yang diterapkan dalam industri jasa keuangan tersebut antara lain:

  • Bank digital. Jenis bank baru yang memungkinkan pengguna mengakses fitur-fitur perbankan melalui ponsel cerdas. Beberapa fitur yang ditawarkan seperti analisis pengeluaran, dukungan berbagai mata uang, fitur tabungan cerdas, cashback hingga fitur keamanan lainnya.
  • Mobile payment. Penerapan teknologi yang memungkinkan segala jenis pembayaran dilakukan melalui aplikasi seluler.
  • Robo advisor. Penasihat keuangan berbasis digital yang memanfaatkan teknologi AI dan machine learning untuk membantu pengguna mengelola profi investasi dana yang dilakukan berdasarkan jumlah investasi, risiko, dan tujuan investasi.
  • Insurtech. Inovasi fintech pada industri asuransi untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, meningkatkan penilaian risiko dan memberi pengalaman pelanggan yang baik. Insurtech biasa mencakup asuransi rumah, mobil, hingga keamanan data.
  • Digital lending and credit. Salah satu contoh teknologi perbankan terbuka yang memberi kemudahan pelanggan dalam melakukan peminjaman uang secara elektronik. Beberapa contohnya adalah platform peer to peer lending dan crowdfunding yang memungkinkan pengguna mendapatkan pinjaman dana tanpa perlu keterlibatan bank tradisional.
  • Cryptocurrency dan Blockchain. Ini adalah salah satu contoh inovasi fintech lainnya yang belakangan disebut menawarkan potensi yang menjanjikan untuk meningkatkan berbagai industri secara signifikan. Blockchain menggunakan teknologi enkripsi untuk membuat mata uang kryto menjadi media pertukaran baru yang menjanjikan karena lebih aman dan lebih baik dibanding uang tunai.

Baca juga: 5 Perusahaan Fintech ini telah bergabung dengan EKRUT, kamu tertarik? 

Fintech di Indonesia

fintech adalah - EKRUT
Gopay merupakan salah satu bentuk layanan fintech yang populer di Indonesia - EKRUT

Investasi global di sektor fintech telah meningkat hingga 100 miliar dollar sejak tahun 2010. Pada tahun 2017, investasi fintech naik hingga 18% dengan penerima kebanyakan startup yang berfokus pada teknologi pembayaran dan pemberian pinjaman. Indonesia sendiri tidak lepas dari perkembangan industri fintech. Beberapa tahun belakangan semakin banyak startup model bisnis fintech yang bermunculan. Pada Mei 2019, terdapat 249 perusahaan fintech di Indonesia dengan dua sektor yang tumbuh paling cepat ada pada kategori peer to peer lending dan pembayaran elektronik.

Data statistik Bank Indonesia juga menyebutkan bahwa nilai transaksi e-money tumbuh enam kali lipat antara 2012 dan 2017 menjadi Rp12,3 triliun, sementara data OJK pada akhir 2018 menyebut pinjaman melalui P2P telah mencapai RP22,67 triliun. Di luar kedua jenis model perusahaan fintech tersebut terdapat pula jenis perusahaan fintech lainnya di Indonesia seperti agregator, penilaian kredit, insurtech, perencana keuangan, dan lain-lain.

Beberapa contoh perusahaan fintech yang ada di Indonesia antara lain: 

  • Amartha. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2010 silam dengan fokus memberi layanan P2P lending.
  • Bareksa. Startup yang didirikan pada tahun 2013 ini memberi layanan jual beli produk finansial reksa dana secara online.
  • Gopay. Dibuat untuk mendukung layanan pembayaran non tunai dalam super apps Gojek, kini Gopay menjadi salah satu layanan fintech pembayaran terpopuler di Indonesia.
  • AkuLaku. Perusahaan aplikasi kredit virtual finansial yang didirikan oleh William Li dan Gordon Hu sejak pertengahan 2016 lalu.
  • KoinWorks. Platform P2P lending online yang menghubungkan investor dengan pelaku UKM atau individu yang mencari pinjaman dana.
  • Halofina. Platform robo-advisor yang didirikan tahun 2017 untuk membantu pengguna mengelola keuangan pribadi berdasarkan tujuan mereka.
  • Pintek. Platform fintech yang didirikan sejak tahun 2018. Fokus layanan adalah untuk menyediakan pinjaman khusus pada sektor pendidikan.

Dasar hukum fintech di Indonesia


Fintech bisa dilakukan setelah selesai mengurus perizinan OJK. (Sumber: Pexels)

Peraturan fintech sendiri telah diresmikan dalam Peraturan Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa fintech adalah lembaga jasa keuangan apabila memenuhi syarat berbentuk perseroan terbatas atau koperasi.

Perseroan terbatas atau koperasi wajib untuk memiliki modal pribadi sejumlah satu miliar rupiah saat didirikan. Sedangkan untuk mengajukan perizinan wajib memiliki modal senilai Rp2,5 miliar. Batas maksimal pemberian pinjaman untuk fintech adalah Rp2 miliar dari modal yang sebelumnya sudah disebutkan. Perlu kamu ketahui bahwa pemberian modal pinjaman baru bisa dilakukan oleh fintech setelah selesai mengurus perizinan OJK.

Manfaat fintech di Indonesia


Salah satu manfaat fintech adalah akses pendanaan yang lebih baik. (Sumber: Pexels)

Fintech adalah salah satu inovasi teknologi yang memberikan banyak manfaat. Beberapa manfaat fintech adalah sebagai berikut.

1. Akses pendanaan lebih baik

Manfaat pertama dari fintech adalah lebih mudah untuk mengakses pendanaan. Layanan teknologi tersebut telah menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Sehingga lebih mudah bagi kamu untuk mengakses dan memahami cara mendapatkan bantuan pendanaan yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.

2. Transaksi keuangan jadi lebih mudah


Transaksi keuangan lebih muda dengan fintech. (Sumber: Pexels)

Manfaat penting fintech adalah untuk mempermudah transaksi keuangan. Saat melakukan berbagai transaksi keuangan, kamu tidak perlu repot untuk pergi ke bank atau ATM. Kamu bisa mengakses melalui smartphone atau perangkat lainnya untuk menyelesaikan aktivitas finansial. Lebih mudah bukan?

3. Taraf hidup masyarakat meningkat

Disebutkan sebelumnya manfaat fintech adalah masyarakat bisa mendapatkan pendanaan dengan lebih mudah. Apabila masyarakat mendapatkan akses untuk mendapatkan dana tersebut, membiayai aktivitas finansial pun akan lebih baik dan mudah. Hal itu akan berdampak baik dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.

4. Mendukung inklusi keuangan


Fintech adalah teknologi yang mendukung peningkatan inklusi keuangan masyarkat. (Sumber: Pexels)

Selanjutnya, manfaat fintech adalah mendukung meningkatnya inklusi keuangan masyarakat. Inklusi keuangan sendiri adalah keterlibatan masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi, seperti jual beli atau simpan pinjam. Salah satu fungsi fintech adalah untuk menjembatani berbagai transaksi ekonomi masyarakat, sehingga inklusi keuangan turut meningkat.

5. Mempercepat perputaran ekonomi

Manfaat terakhir dari fintech adalah mempercepat perputaran ekonomi. Akses keuangan dan bertransaksi yang lebih mudah akan mendukung arus  perputaran ekonomi untuk semakin cepat. Fintech juga memiliki peran dalam membantu pelaku usaha untuk mendapatkan modal dengan bunga yang cenderung rendah melalui salah satu produk fintech yaitu, pinjaman online.

Perusahaan yang mengembangkan fintech di Indonesia cukup banyak, jika kamu tertarik untuk bekerja dalam bidang tersebut, daftarkan diri kamu di EKRUT. Kamu akan dihubungkan dengan berbagai perusahaan ternama.

Baca juga: Tren Penggunaan E-Wallet Di Indonesia, Mana Yang Unggul?

Dilihat dari perkembangannya. fintech adalah salah satu sektor yang terus bertumbuh dengan cepat dan dianggap dapat menjadi salah satu kontributor tercapainya inklusi keuangan. Meski demikian, tak dipungkiri perkembangan fintech di Indonesia disebut-sebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti risiko pencucian uang, fenomena winner takes all, dan penyalahgunaan data pribadi.

fintech adalah - EKRUT

Sumber:

  • suara.com  
  • katadata.co.id
  • ocbcnisp.com

Tags

Share