Published on

Technology

Seperti apa peluang bitcoin di tahun 2021 ini?

Maria Tri Handayani

peluang-bitcoin---EKRUT.jpg

Beberapa pakar sebelumnya telah memprediksi bahwa tahun 2020 akan menjadi tahun yang baik bagi perkembangan Bitcoin. Harga mata uang kripto ini diprediksi masih akan terus mengalami peningkatan terutama untuk jangka panjang. Seperti apa sebenarnya peluang Bitcoin pada tahun 2020 ini?

Prediksi pakar di awal tahun 2020 

peluang bitcoin - EKRUT
Bitcoin tumbuh 9 juta persen dalam waktu 10 tahun - EKRUT

Ketika pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada Januari 2009, Bitcoin bernilai kurang dari satu dolar. Pada tahun 2017 nilai Bitcoin sempat naik menjadi hampir 20.000 dollar walau kemudian anjlok lebih dari 3.000 dollar di tahun berikutnya. 

Terlepas dari pergerakan naik turun tersebut, beberapa orang masih menganggap peluang Bitcoin masih cukup menjanjikan dan menguntungkan. Pembeli Bitcoin di masa-masa awal bahkan kini telah mendapat return hingga 9 juta persen. 

Pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020 beberapa pakar juga memprediksi peluang Bitcoin pada tahun 2020  dengan proyeksi cukup baik. 

Alex Mashinsky, pendiri crypto lending platform Celcius Network percaya bahwa masa depan cryptocurrency ini menjanjikan. Ia memprediksi Bitcoin dapat bernilai 30.000 dollar pada akhir tahun 2020.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Antoni Trenchev, salah satu pendiri Nexo yang memproyeksikan harga Bitcoin akan mencapai level tertinggi hingga 50.000 dollar menjelang akhir tahun 2020.

Baca juga: Kenali 3 tipe trader ini di pasar cryptocurrency

Selain karena ketidakpastian ekonomi dan geopoliikal global, salah satu faktor yang dianggap mendasari optimisme ini adalah periode halving pada bulan Mei 2020. Melihat sejarahnya, periode halving telah memicu penguatan pasar Bitcoin, dan banyak orang percaya bahwa pada paruh tahun 2020 pun efeknya akan serupa. 

Perlu diketahui bahwa periode halving pada tahun 2012 memicu peningkatan harga bitcoin hingga 8.000 persen, sementara pada periode halving pada 2016 meningkatkan nilai hingga 2.000 persen. 

Meski demikian tidak semua orang memiliki anggapan yang sama. Pasalnya performa yang baik di masa lalu tidak menjadi jaminan kondisi yang sama akan terulang kembali. Beberapa orang juga masih menganggap peluang Bitcoin sebagai gelembung yang beresiko. 

Salah satunya ekonom pemenang Nobel Prize, Joseph Stiglitz yang menentang Bitcoin karena menganggap Bitcoin dibuat untuk menghindari peraturan dan tidak melayani fungsi sosial yang berguna. 

Adakah harapan pertumbuhan jangka panjang?

peluang bitcoin - EKRUT
Beberapa pakar memprediksi pertumbuhan Bitcoin pasca halving - EKRUT

Mata uang kripto memang tidak lepas dari tekanan pandemi Corona. Pasalnya beberapa investor memilih meninggalkan aset yang dianggap berisiko di tengah ekonomi yang tidak stabil. 

Sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi global, harga Bitcoin sempat  mencapai angka 10.351 USD pada 12 februari 2020. Namun di bulan Maret nilai harga Bitcoin sempat turun bebas hingga menyentuh 3.950 USD.

 Meski begitu sebagian orang masih tetap percaya bahwa peluang Bitcoin dan mata uang kripto masih positif. Mereka berpendapat bahwa pandemi adalah kesempatan yang baik untuk berinvestasi karena dapat mengambil manfaat dari penurunan harga. 

Bitcoin kemudian  mengalami peningkatan harga untuk pertama kalinya sejak jatuh pada awal Maret pada Minggu (26/4) dengan nilai mencapai sekitar 7.612 USD.

Selain itu seperti yang dijelaskan sebelumnya, periode halving di bulan Mei membuat harapan orang akan naiknya peluang Bitcoin. Halving telah selesai dilakukan pada 11 Mei 2020.

Namun, Tone Vays, mantan wakil presiden J.P.Morgan berpendapat bahwa kenaikan setelah halving tidak mungkin langsung terjadi. Menurutnya volatilitas akan memengaruhi pasar cryptocurrency dalam jangka pendek. 

Tidak hanya Tone Vays, Tim Draper, salah satu investor Bitcoin juga mengatakan hal serupa pada CoinTelegraph. Ia berpendapat bahwa kemungkinan kenaikan harga Bitcoin baru akan semakin terlihat setelah enam bulan pasca halving.

Begitu juga Tyler Winklevoss dan Cameron Winklevoss, pendiri Gemini Cryptocurrency yang mengatakan bahwa periode halving akan mempersiapkan Bitcoin untuk putaran pertumbuhan eksponensial berikutnya. 

Baca juga: Cryptocurrency resmi jadi komoditas di Indonesia

Laporan terbaru dari Bloomberg di awal Juni 2020 juga mengungkapkan bahwa Bitcoin diprediksi akan mengulang rekor tertinggi dari tahun 2017, bahkan mungkin mencapai 28.000 USD. 

Analisis Bloomberg didasarkan fakta bahwa pergerakan harga Bitcoin  di 2,5 tahun terakhir yang terlihat mirip dengan pola selama 2,5 tahun setelah kenaikan Bitcoin ke rekor tertinggi pada Desember 2013. 

Laporan ini menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 akan mempercepat pendewasaan Bitcoin sebagai aset. Pasalnya pihaknya berpikir berpikir bahwa Bitcoin akan mendapat manfaat dari pandemi corona karena beberapa alasan. 

Pertama, penurunan di pasar ekuitas akibat virus Corona tidak menyebar ke Bitcoin. Kedua, virus Corna mempercepat perpindahan mata uang kertas ke digital. Ketiga, kebijakan pelonggaran kuantitatif baru dari bank sentral di seluruh dunia dapat membantu nilai Bitcoin. 

Jadi, akankah berbagai prediksi mengenai peluang Bitcoin di tahun 2020 ini menjadi nyata? Kita lihat saja nanti.

peluang bitcoin - EKRUT

Sumber: 

  • coinrivet.com
  • businessinsider.com
  • forbes.com
  • katadata.co.id
  • kontan.co.id
     

Tags

Share