Published on

Careers

Mengenal Apa itu Frontliner? Pengertian, Skill-set, Hingga 10 Syaratnya

Anisa Sekarningrum

H1_1._Mengenal_Apa_itu_Frontliner__Pengertian__Skill-set__Hingga_Syaratnya.jpg

Sebuah perusahaan biasanya memiliki seseorang yang bertugas di bagian terdepan untuk melayani pelanggan. Tugas ini diisi oleh seorang frontliner, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu frontliner?


Frontliner adalah profesi yang memberikan layanan penting di sebuah perusahaan - Pexels

Frontliner adalah suatu pekerjaan atau profesi di sebuah perusahaan yang bertugas memberikan layanan penting dan berinteraksi secara langsung dengan pelanggan perusahaan tersebut. Frontliner adalah wakil dari perusahaan kepada publik.

Frontliner dapat bekerja di beberapa industri seperti kesehatan, keamanan publik, transportasi, manufaktur, jasa pengiriman, pendidikan, layanan sosial, penjualan, pemasaran, retail, administrasi, hingga pemerintahan.

Baca juga: Front office: Pengertian, peran, struktur organisasi, dan bedanya dengan back office

Jenis frontliner


Salah satu jenis frontliner adalah petugas kasir - Pexels

Berikut beberapa jenis profesi seorang frontliner.

1. Petugas kasir

Seorang kasir bertugas menangani transaksi keuangan di toko fisik seperti bisnis retail atau toko kelontong. Tugas kasir adalah membantu pelanggan memproses pembelian mereka dengan berbagai metode pembayaran seperti kartu kredit, debit atau uang tunai. Tanggung jawab petugas kasir termasuk menghitung perubahan secara akurat, menjaga lorong toko tetap bersih, mengatur rak pajangan dan membantu pelanggan menyelesaikan masalah seperti mencari tahu letak barang dan harga barang.

2. Front desk agent

Front desk agent umumnya bekerja di konter utama hotel, motel, resort, atau jenis penginapan lainnya. Front desk agent bertugas membantu pelanggan melakukan check-in dan check-out dari kamar mereka, membuat atau mengubah reservasi, dan menyelesaikan masalah lain terkait pemesanan yang mereka lakukan. Front desk agent juga terkadang melakukan layanan lain seperti menawarkan rekomendasi tempat wisata yang bisa dikunjungi tamu di area tersebut dan membantu membawakan tas tamu ke kamar mereka.

3. Petugas pemeliharaan dan perbaikan umum

Petugas pemeliharaan dan perbaikan umum bertugas memeriksa, memperbaiki, meningkatkan, dan memelihara mesin atau bangunan. Beberapa jenis tugas yang mereka lakukan seperti mengecat dinding, memperbaiki lantai, memperbaiki masalah dasar mesin, dan mengganti komponen listrik yang rusak. Tanggung jawab lain dari profesi ini termasuk memesan persediaan dari toko atau distributor, menangani pembayaran pelanggan, menentukan penyebab masalah pada peralatan, dan melakukan pemeliharaan atau pembersihan rutin.

4. Petugas medis darurat

Petugas medis darurat bertugas menyediakan layanan perawatan kesehatan darurat kepada pasien. Petugas medis darurat memberikan layanan perawatan kesehatan darurat kepada mereka yang meminta layanan lewat panggilan 119 atau ambulans. Termasuk membawa pasien ke rumah sakit, memberikan obat-obatan, dan perawatan medis darurat, serta melaporkan pengamatan mereka terhadap pasien kepada staf medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

5. Pekerja sosial

Tugas utama dari pekerja sosial adalah membantu orang-orang memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pekerja sosial bekerja di berbagai industri seperti perawatan kesehatan, pendidikan, hingga kesehatan mental. Mereka bertanggung jawab untuk mengevaluasi kebutuhan klien, membantu klien menghubungkan mereka dengan sumber daya yang dibutuhkan, menyediakan layanan pendukung selama krisis serta menindaklanjuti masalah klien, dan memastikan masalah mereka dapat diselesaikan dengan baik.

6. Konsultan

Konsultan umumnya adalah pekerja lepas atau kontraktor independen yang membantu mengoptimalkan bisnis dalam berbagai proses atau operasi. Ada berbagai spesialisasi bidang yang ditekuni konsultan seperti pengembangan bisnis, pemasaran, keuangan, teknologi, dan penjualan. Tanggung jawab seorang konsultan bervariasi tergantung bidang yang ditekuni, namun umumnya tugas mereka berkaitan dengan membantu sebuah bisnis menyusun rencana strategi baru, mengoptimalkan efisiensi proses internal, membantu bisnis mengalokasikan kembali sumber daya, dan menentukan tujuan yang realistis.

7. Guru SD

Seorang guru sekolah dasar adalah tenaga pendidik yang mengajar siswa kelas satu sampai kelas enam. Guru SD biasanya memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa mempelajari dasar-dasar dari semua mata pelajaran akademis dasar seperti bahasa, matematika, ilmu sosial, dan sains. Seorang guru SD juga bertugas memberikan instruksi di kelas, membuat kurikulum pembelajaran sesuai standar dari pemerintah, berkolaborasi dengan pendidik lain juga orangtua siswa, dan menyesuaikan cara mengajar mereka sesuai kebutuhan siswa.

8. Perawat bersertifikasi

Perawat yang bersertifikasi adalah tenaga medis profesional yang memberikan layanan pendukung kepada dokter dan tenaga medis lainnya. Perawat bertugas merawat pasien, memberikan obat-obatan, memeriksa tanda-tanda vital pasien, hingga merawat luka pasien. Perawat juga bertugas membantu menulis dan memperbarui rekam medis pasien, menjelaskan prosedur medis kepada pasien, menjelaskan kebersihan dan kesehatan pasien, hingga mengingatkan prosedur kesehatan untuk mencegah penyebaran virus.

9. Teller bank

Seorang teller bank adalah karyawan bank yang bertugas melayani semua transaksi keuangan perbankan pelanggan seperti transfer, menabung, atau transaksi lainnya. Teller bank juga harus bisa membantu dan memberikan solusi untuk pelanggan yang ingin melakukan transaksi perbankan dan menyediakan layanan tunai dan nontunai.

10. Customer service

Seorang customer service bertugas menyediakan layanan kepada pelanggan dan menjaga kepuasan serta kenyamanan mereka. Customer service atau layanan pelanggan juga bertugas menerima keluhan dan masalah dari pelanggan kemudian memberikan solusi untuk masalah mereka tersebut.

Baca juga: Mau jadi Customer Service andal? Catat 6 cara ini!

Tugas frontliner


Salah satu tugas frontliner adalah membantu pelanggan menyelesaikan masalah - Pexels

Frontliner memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab yang menyesuaikan industri, jabatan, keterampilan, dan pengalaman dari masing-masing orang. Namun, secara umum tugas dari frontliner adalah sebagai berikut.

  • Berinteraksi langsung dengan klien atau pelanggan
  • Membantu pelanggan menyelesaikan masalah mereka
  • Memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman positif dan pelayanan terbaik
  • Menyediakan pelayanan langsung untuk pelanggan seperti memperbaiki utilitas atau memberikan perawatan medis
  • Memberikan informasi dan fasilitas kepada klien yang membutuhkan
  • Menangani keluhan dan masalah dari klien tanpa memberikan emosi berlebihan
  • Bersikap ramah kepada semua pelanggan
  • Selalu memberikan salam dan ucapan terima kasih kepada pelanggan setiap melayani dan menjalankan tugas
  • Mempertahankan penampilan yang menarik sesuai standar yang diberlakukan perusahaan seperti mengenakan kartu tanda pengenal serta menata rambut dan seragam agar terlihat rapi
  • Tiba tepat waktu dan tidak terlambat saat shift mereka tiba
  • Memelihara mesin dan memastikan semua peralatan berfungsi dengan baik seperti komputer, kalkulator, mesin kasir, dan peralatan lainnya
  • Bertanggung jawab untuk menangani semua pendataan selama menjalani tugas dan memastikan tidak ada data yang eror

Baca juga: Bekerja di bawah tekanan? Berikut 15 tips mengatasinya dengan efektif!

Skill-set yang dibutuhkan frontliner


Komunikasi adalah salah satu skill yang sangat dibutuhkan oleh seorang frontliner - Pexels

Ada beberapa skill-set yang dibutuhkan seorang frontliner untuk membantu melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka dengan lebih maksimal.

1. Komunikasi

Seorang frontliner membutuhkan keterampilan komunikasi agar mereka dapat menyampaikan maksud mereka kepada pelanggan dengan jelas dan sopan. Seorang frontliner menggunakan keterampilan komunikasi secara langsung melalui email dan telepon. Frontliner juga menggunakan keterampilan mendengarkan secara aktif ketika berinteraksi dengan klien dan rekan kerja, sehingga mereka dapat memahami tantangan juga kebutuhan sesuai situasi sehingga mereka dapat mengerjakan tugas secara akurat.

2. Berpikir kritis

Seorang frontliner bertugas untuk membantu menyelesaikan masalah klien. Namun, mereka tidak selalu mengetahui pertanyaan yang akan diajukan pelanggan. Sehingga, seorang frontliner harus dapat menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mengevaluasi masalah yang dialami pelanggan dan membantu mereka menyelesaikan masalah tersebut. Kemampuan berpikir kritis ini juga dapat membantu frontliner membuat rencana proaktif untuk memecahkan masalah kecil sebelum hal tersebut berubah menjadi tantangan yang lebih besar dan kompleks.

3. Empati

Seorang frontliner umumnya akan menghadapi berbagai jenis klien dan masalah mereka, termasuk juga menghadapi klien dengan latar belakang dan budaya yang beragam. Seorang frontliner membutuhkan kemampuan berempati agar dapat membantu klien-klien mereka menyelesaikan berbagai situasi unik sehingga para pelanggan merasa lebih nyaman dan terbantu dalam penyelesaian masalah mereka.

4. Kemampuan beradaptasi

Tanggung jawab seorang frontliner seringkali berbeda berdasarkan kebutuhan klien dan bisnis perusahaan. Sehingga, kemampuan untuk beradaptasi terhadap masalah yang tidak terduga dapat membantu frontliner berhasil menyelesaikan masalah dan tantangan yang mereka hadapi. Kemampuan beradaptasi juga membantu frontliner lebih mudah berinteraksi dengan rekan kerja dan klien.

5. Kemampuan untuk tenang di bawah tekanan

Seorang frontliner seringkali dihadapkan dengan situasi menantang yang harus cepat ditangani. Sehingga, kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan serta manajemen stres akan sangat membantu frontliner melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

6. Kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan untuk memahami bagaimana orang lain berpikir dan bagaimana perasaan mereka. Frontliner adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan klien. Sehingga, mereka membutuhkan kecerdasan emosional untuk dapat memahami pikiran dan perasaan klien, seperti mengamati nada dan suara, bahasa tubuh, dan gerak-gerik klien. Kemampuan untuk mengamati ini akan membantu frontliner dalam menangani klien dengan lebih maksimal.

Baca juga: 8 Cara tepat meningkatkan produktivitas karyawan

Syarat menjadi frontliner


Seorang frontliner harus mampu mengendalikan diri dan tidak terpancing emosi - Pexels

Umumnya, perusahaan memberlakukan beberapa persyaratan untuk seorang frontliner, di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Berpenampilan menarik

Berpenampilan menarik selalu menjadi syarat utama untuk profesi seorang frontliner, salah satu alasan utamanya adalah karena mereka berperan sebagai wakil dari perusahaan. Berpenampilan menarik ini umumnya dinilai dari segi wajah dan penampilan.

2. Tinggi dan berat badan proporsional

Selain berpenampilan menarik, umumnya perusahaan juga menginginkan frontliner mereka memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional.

3. Sehat jasmani dan rohani

Agar dapat melayani pelanggan dengan maksimal, seorang frontliner harus sehat secara jasmani dan rohani.

4. Mampu mengendalikan diri dan tidak terpancing emosi

Kemampuan untuk mengendalikan diri dan emosi sangat dibutuhkan oleh seorang frontliner, karena terkadang ada klien yang bertindak atau berkata kasar sehingga membuat posisi frontliner menjadi kurang nyaman. Selain itu, frontliner juga sebaiknya tidak terpancing emosi apalagi sampai melawan pelanggan dan terlibat adu mulut hingga baku hantam.

5. Rasa ingin tahu dan jiwa sosial tinggi

Seorang frontliner bertugas melayani pelanggan sehingga harus memiliki rasa ingin tahu dan jiwa sosial yang tinggi agar dapat membantu semua pelanggan dengan berbagai masalah mereka. Terutama untuk membantu pelanggan yang pemalu dan enggan bertanya atau meminta bantuan, seorang frontliner harus memiliki inisiatif untuk menawarkan bantuan terlebih dahulu sebelum diminta.

6. Pandai bergaul dan bersosialisasi

Seorang frontliner dituntut untuk pandai bergaul dan bersosialisasi karena tugas keseharian mereka selalu terlibat dengan manusia. Kemampuan bersosialisasi ini akan membantu mereka menjadi lebih dekat dengan pelanggan sehingga membuat pelanggan merasa lebih nyaman.

7. Kemampuan untuk bekerja sama

Frontliner umumnya bekerja sendiri saat melayani pelanggan, namun mereka tetap tergabung dalam sebuah tim sehingga kemampuan untuk bekerja sama dapat membantu mereka bekerja lebih baik.

8. Berkomitmen tinggi

Seorang frontliner adalah wakil dari perusahaan yang langsung menghadapi klien, sehingga mereka dituntut untuk memiliki komitmen tinggi agar dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pelanggan atas nama perusahaan.

9. Cekatan dan energik

Frontliner bertugas memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan, sehingga mereka harus cekatan agar klien mendapatkan pelayanan secepat mungkin sehingga mereka tidak menunggu terlalu lama. Selain itu, frontliner yang energik akan memberikan citra baik di depan pelanggan, sehingga klien dapat mempercayakan masalah mereka untuk dibantu dan diselesaikan oleh frontliner.

10. Sopan dan berbudi pekerti tinggi

Bersikap sopan dan berbudi pekerti tinggi adalah syarat yang paling penting untuk dimiliki seorang frontliner sebagai garda terdepan perusahaan, karena pelanggan akan melihat pelayanan frontliner sebagai citra dari perusahaan tersebut.

Baca juga: 7 Dampak multitasking dalam pekerjaan beserta cara mengatasinya

Tips menjadi frontliner yang baik


Salah satu tips menjadi frontliner yang baik adalah dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan - Pexels

Simak beberapa tips berikut ini agar dapat membantumu menjadi frontliner yang baik.

  • Memberikan respon cepat saat melayani pelanggan
  • Dapat berkomunikasi dengan baik kepada pelanggan secara lisan dan tertulis
  • Mampu menjadi pendengar yang baik dan mampu meyakinkan pelanggan
  • Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
  • Bersedia menerima keluhan dan komplain dari pelanggan dengan sabar
  • Berusaha menyelesaikan permasalahan dengan cepat
  • Menguasai produk perusahaan dengan baik
  • Mampu memberikan informasi dengan benar sesuai kebutuhan pelanggan
  • Tidak mengumbar janji yang dapat memperburuk citra perusahaan
  • Selalu menggunakan bahasa yang sopan dan berperilaku sopan

Itu tadi informasi mengenai frontliner beserta tips untuk menjadi frontliner yang baik. Semoga dapat membantumu, ya! Apakah kamu tertarik bekerja sebagai seorang frontliner? Coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Sumber:

  • indeed.com
  • guruakuntansi.co.id
  • kuliahpendidikan.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    zoom-fatigue-EKRUT.jpg

    Careers

    Hati-Hati Terkena Zoom Fatigue, Berikut 10 Cara untuk Mengatasinya

    Lita Lia

    07 July 2022
    6 min read
    contoh-surat-izin-tidak-masuk-kerja---EKRUT.jpg

    Careers

    6 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja beserta Cara Membuatnya

    Anisa Sekarningrum

    07 July 2022
    7 min read
    cara-interview-kerja-yang-baik-EKRUT.jpg

    Careers

    12 Cara Interview Kerja yang Baik Agar Bisa Diterima

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read

    Video