Published on

Expert's Corner

Generalist vs Specialist: Harus Pilih yang Mana agar Karier Cemerlang?

Fakhrizal Muttaqien

Infographics_Generalist_vs_Specialist_Harus_Pilih_yang_Mana_agar_Karier_Cemerlang.png

Ketika kamu sedang membangun karier di bidang apapun, sebenarnya kamu bisa menentukan sejak awal untuk menjadi tipe pegawai seperti apa. Secara umum, tipe pegawai terbagi menjadi dua, yaitu genaralist, tipe yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan, atau sebagai specialist, tipe yang berfokus dan menjadi ahli di satu bidang saja.

Namun, sebagian orang ternyata belum mengetahui perbedaan antara generalist dan specialist. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim EKRUT Media kepada followers di Instagram, sebanyak sebanyak 45% responden belum mengetahui perbedaan istilah generalist dan specialist di dunia karier, sementara 55% sisanya sudah mengetahui. Padahal, dengan mengetahui apa itu generalist dan specialist, serta kelebihan dan kekurangannya, dapat membantu dalam menentukan karier di masa depan.

Pada artikel kali ini akan dibahas dari mulai pengertian generalist dan specialist, perbedaan, keuntungan dan kelebihan, mana yang lebih baik, hingga tips untuk mengetahui kamu lebih cocok sebagai generalist atau specialist. Jadi, langsung saja simak ulasannya!

Apa itu generalist dan specialist?

Generalist adalah seseorang yang memiliki pengetahuan di banyak bidang dan memiliki interest, skill, dan hobi yang bervariasi. Orang-orang yang menjadi pemimpin di suatu tim, divisi, atau perusahaan bisa jadi seorang generalist, karena dia harus melakukan banyak tugas dan terkadang lintas departemen. Meskipun pengetahuannya luas, tetapi dia tidak mendalam, karena tidak berfokus di satu bidang saja.

Sedangkan specialist adalah seseorang yang expert di salah satu bidang studi, pekerjaan, atau praktik saja. Mereka berfokus pada bidang atau topik tertentu. Biasanya mereka dilengkapi dengan lisensi atau sertifikasi yang teruji di bidangnya. Namun, karena berfokus pada satu bidang, dia tidak dilengkapi dengan pemahaman atau skill lain di luar bidangnya.

Misalnya, di bidang digital marketing, seorang generalist memahami berbagai bidang di lingkup digital marketing, seperti SEO, algoritma media sosial, copywriting, tools untuk ads, dan lain-lain. Sedangkan seorang specialist, dia akan berfokus ke salah satu bidangnya saja, misalnya SEO saja.

Perbedaan generalist dan specialist


Kelebehian dan kekurangan generalist dan specialist (sumber: EKRUT)

Generalist yang sering dijuluki sebagai “jack of all trades”, sementara specialist dijuluki dengan “master of one”. Keduanya memiliki perbedaan, sekaligus kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari seorang generalist dan specialist. 

Kelebihan dan kekurangan generalist 

Menjadi generalist memiliki kelebihan dan kekurangan. Di antara kelebihan seorang generalist adalah:

  • Memiliki pengetahuan yang luas. Dengan pengetahuan yang luas, dapat membantu seorang generalist membangun koneksi yang baik antar departemen. Jika ada masalah antar departemen, dapat menemukan solusi yang menguntungkan seluruh tim, karena memiliki pemahaman lintas bidang.
  • Karier yang fleksibel. Pemahaman yang luas dan keterampilan yang beragam membuat seorang generalist memiliki karier yang luas juga. Selain itu, dapat terhindar dari kebosanan untuk melakukan satu tugas.
  • Adaptif. Karena seorang generalist memiliki banyak keterampilan, dia bisa lebih berharga bagi perusahaan dan dapat berpindah tugas dengan mudah.

Selain kelebihan, menjadi generalist juga memiliki kekurangan. Di antara kekurangan itu adalah:

  • Cenderung hanya memiliki pengetahuan dasar. Meskipun pengetahuan dan keterampilannya luas, tetapi generalist hanya memiliki pengetahuan dasarnya saja, tidak sampai mendalam.
  • Mudah tergantikan. Mengganti seorang generalist bisa lebih mudah dilakukan daripada mencari specialist baru, karena keterampilan generalist tidak seunik specialist.

Kelebihan dan kekurangan specialist

Sebagaimana menjadi seorang generalist, menjadi seorang specialist juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Di antara kelebihan seorang specialist adalah sebagai berikut:

  • Gaji yang lebih baik. Gaji seorang specialist bisa lebih baik dan lebih besar dibandingkan seorang generalist, karena latar belakang pendidikan dan kualifikasi yang mereka miliki.
  • Persaingan lebih sedikit. Karena menjadi specialist tidak mudah, maka jumlahnya pun tidak akan sebanyak generalist. Dengan begitu, persaingan di pasar kerja pun lebih sedikit.
  • Pengetahuan yang mendalam. Meskipun hanya di satu bidang saja, tetapi pengetahuan seorang specialist akan lebih mendalam dibandingkan generalist.

Selain kelebihan, seorang specialist juga memiliki kekurangan, di antaranya:

  • Membutuhkan waktu yang lama. Untuk menjadi seorang specialist tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Butuh waktu lebih lama untuk sekolah, mengambil sertifikasi, dan lisensi agar menjadi seorang specialist.
  • Peluang karier lebih sedikit. Karena seorang specialist memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sangat spesifik, lapangan kerjanya pun spesifik dan lebih sedikit. Namun, saat dia menemukan pekerjaan yang tepat, dia bisa mempertahankannya hingga bertahun.

Mana yang lebih baik, menjadi generalist atau specialist?

Tim EKRUT Media telah melakukan survei tentang apakah mereka sudah bisa menentukan untuk menjadi generalist atau specialist. Hasilnya, sebanyak 26% memilih untuk menjadi generalist, 50% menjadi specialist, dan 24% masih bingung untuk menentukan. 


Survei pilihan menjadi generalist atau specialis dari followers Instagram EKRUT (Sumber: data internal EKRUT) 

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden memilih untuk menjadi specialist daripada generalist. Alasannya, karena specialist sudah ahli di bidangnya, sehingga dinilai lebih valuable dan pekerjaannya lebih dihargai oleh atasan. Meskipun begitu, tidak sedikit juga yang memilih menjadi generalist. Alasannya, seorang generalist bisa belajar banyak hal dan tidak hanya mengerjakan satu bidang saja, sehingga ilmunya lebih komplit. Selain itu, seorang generalist dinilai bisa lebih mandiri, tidak ketergantungan dengan orang lain dan kalau ada perampingan perusahaan, posisinya lebih aman.

Lalu, manakah yang lebih baik dalam karier? Jika berkaca pada kelebihan dan kekurangan dari generalist dan specialist, maka jawabannya adalah, tergantung. Tergantung pada posisi apa yang kamu incar, tempat kerja seperti apa yang menjadi impianmu, dan lain-lain. Untuk memberikan gambaran, berikut ini beberapa aspek perbandingan antara generalist dan specialist.

1. Keterampilan yang dibutuhkan

Dalam sebuah perusahaan, peran dan tanggung jawab dari suatu posisi bisa beragam. Seorang generalist unggul dalam keserbagunaan karena memiliki keterampilan yang beragam, sehingga tidak hanya bisa mengerjakan satu bidang saja. Selain itu, seorang generalist juga memiliki keleluasaan untuk berpindah dari satu bidang ke bidang lainnya, sehingga memudahkan mereka untuk naik ke level manajerial yang lebih umum. Sementara bagi seorang specialist yang keterampilannya lebih terfokus, posisi dan tanggung jawabnya pun lebih terfokus dan tidak seleluasa generalist. Namun, dengan keahlian yang sangat mendalam itu, seorang specialist akan menjadi andalan bagi perusahaan.

2. Profitabilitas

Jika kamu menginginkan bayaran yang tinggi, maka menjadi specialist adalah pilihan yang tepat. Mengambil sertifikasi dan lisensi untuk keahlian tertentu memberikan kamu kesempatan untuk mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Namun, perlu diingat juga, bahwa umumnya CEO mengambil peran generalist sebelum mendapatkan posisi dan bayaran yang tinggi.

3. Kredibilitas

Kredibilitas didapatkan dari sertifikasi, lisensi, dan pengalaman yang dimiliki terhadap suatu keterampilan. Meskipun lulus dengan gelar menjadi nilai “plus” di resume-mu, tetapi kebanyakan perusahaan kini tidak terlalu melihat itu. Selama kamu memiliki kredibilitas yang dapat dibuktikan, kamu tetap bisa bersaing. Menjadi seorang specialist akan memberikanmu rasa kredibilitas yang didukung dengan sertifikasi dan lisensi. Pengetahuan dan keterampilan seorang generalist mungkin terlalu luas untuk dianggap sebagai ahli yang kredibel di bidang tertentu, karena tidan memiliki sertifikasi sebagai bukti. 

4. Ketersediaan lapangan kerja

Peran seorang specialist meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pada saat yang sama, generalist juga diminati. Kondisi pandemi yang baru melanda baru-baru ini mendorong dunia ke dalam digitalisasi. Seorang generalist bisa lebih beradaptasi dengan kondisi tersebut dan lebih berani untuk dapat berpindah dari satu industri ke industri lain.

Selain itu, seorang generalist akan banyak diminati oleh perusahaan-perusahaan rintisan yang cenderung bekerja dengan komposisi yang ramping, tetapi dapat meng-handle berbagai tugas. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya perusahaan rintisan yang bermunculan, sehingga membuat ketersediaan lapangan kerja bagi generalist semakin banyak juga. Namun, itu juga bukan kerugian bagi seorang specialist, karena dia tetap lebih laku di bidang yang membutuhkan pengetahuan teknis yang berat, seperti perawat kesehata atau teknisi IT.

5. Sustainability

Berbicara tentang sustainability atau keberlanjutan dalam bekerja, seorang generalist lebih unggul daripada specialiast. Hal itu karena dalam seorang generalist dapat melakukan pekerjaan yang beragam, sehingga tidak mudah jenuh karena pekerjaan yang sama. Berbeda dengan specialist yang mungkin akan melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya. Bagaimana pun repetisi dalam bekerja adalah hal yang monoton dan melelahkan. Namun, selama kamu terbuka untuk belajar, kamu akan menemukan hal baru dalam pekerjaanmu setiap harinya.

Tips untuk memutuskan menjadi generalist atau specialist


Tips bagi yang belum bisa menentukan jadi generalist atau specialist (sumber: EKRUT)

Berdasarkan pada survei sebelumnya, selain ada responden yang sudah memutuskan arah kariernya menjadi generalist atau specialist, ada juga yang masih bingung untuk menentukannya. Kebanyakan dari mereka belum mengetahui bahwa dirinya lebih cocok untuk menjadi generalist atau specialist. Kamu dapat mengetahui apakah akan berfokus pada satu bidang keahlian atau beberapa bidang setelah menilai preferensi dan sifat pribadimu. Beberapa tips berikut dapat kamu lakukan untuk membantumu memutuskan menjadi generalist atau specialist.

1. Evaluasi ketertarikanmu

Setelah kamu menemukan bidang apa yang kamu minati untuk karier ke depannya, pertimbangkan apakah kamu ingin mempersempitnya pada topik yang lebih khusus atau berfokus secara luas. Misalnya, jika kamu seorang writer, kamu bisa evaluasi diri, apakah kamu ingin menjadi writer yang umum dan dapat menulis apapun atau berfokus pada satu bidang kepenulisan saja, seperti menjadi copywriter.

2. Pertimbangkan kariermu di masa depan

Tanyakan lagi kepada dirimu, apakah karier yang kamu pilih saat ini adalah sesuatu yang kamu nikmati hingga bertahun-tahun ke depan atau tidak? Menjadi spesialis di dalam bidang tertentu adalah komitmen, maka dari itu penting mengetahui bidang apa yang benar-benar kamu nikmati sebelum mengambil spesialisasinya. Jika kamu masih tidak yakin dengan apa yang kamu minati saat ini, kamu bisa mempertimbangkan sesuatu yang lebih umum dan mengambil spesialisasi di kemudian hari.

3. Pertimbangkan kedalaman dan keluasan pengetahuannya

Ketika akan memutuskan menjadi generalist atau specialist, petimbangkan apakah kamu lebih suka kedalaman pengetahuan atau keluasan pengetahuan. Sebagai seorang specialist, kamu akan belajar suatu topik secara mendalam, sedangkan seorang generalist akan belajar suatu bidang secara lebih luas.

4. Explore dulu berbagai bidang yang kamu minati

Mungkin saat ini kamu berada di fase meng-explore berbagai posisi, misalnya, ingin menjadi front-end developer atau back-end developer dulu, sebelum akhirnya memutuskan menjadi mobile developer atau full stack developer. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Hagai Tambayong di EKRUT TV, jika kamu masih di awal karier, kamu bisa coba untuk meng-explore posisi-posisi yang spesialis dulu, supaya kamu mendapat exposure yang cukup detail, tanpa mengurangi keinginan belajar di bidang yang lain. Kalau kamu sudah mengeksplorasinya, kamu bisa menentukan apakah akan tetap di posisi yang sama dan mengambil specialist di bidang tersebut atau beralih menjadi generalist untuk mendapat posisi lebih tinggi yang mencakup bidang yang lebih luas.

Itulah pembahasan tentang generalist dan specialist, dari mulai pengertian, kelebihan dan kekurangan, mana yang lebih baik, hingga tips untuk menentukan menjadi generalist atau specialist. Baik menjadi seorang generalist atau specialist, keduanya memiliki peran dan tempat masing-masing, tinggal bagaimana kamu merasa cocok dengan salah satunya.

Demikian artikel dari EKRUT Media Prime kali ini, selain dari artikel, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • forbes.com
  • indeed.com
  • jobstreet.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Header_Aldio_Gojek.png

    Expert's Corner

    Aldio Judisya: Peka Adalah Skill Utama Pekerja Social Media

    Aldio Judisya

    23 September 2022
    8 min read
    Heading_9_Perusahaan_yang_Menerapkan_WFA_1.png

    Expert's Corner

    9 Perusahaan yang Menerapkan WFA (Work From Anywhere) di Indonesia

    Natasya Primatyassari

    14 September 2022
    7 min read
    Header_Menilik_Teknologi_Blockchain.png

    Expert's Corner

    Menilik Teknologi Blockchain di Dunia Olahraga untuk Mendukung klub Kebanggaan

    Fakhrizal Muttaqien

    13 September 2022
    8 min read

    Video