Published on

Expert's Corner

Individual Contributor vs Manager: Kamu Tipe yang Mana?

Natasya Primatyassari

Header_Individual_Contributor_vs_Manager_Kamu_Tipe_yang_Mana.png

Jenjang karier yang biasa ditempuh oleh sebagian besar orang adalah dengan cara meniti di tangga manajemen. Posisi ini cenderung dianggap lebih senior dan dihargai dengan remunerasi yang sesuai jika manager mengelola lebih banyak tim. Di sisi lain, tidak semua orang mau menjadi bagian dari manajemen perusahaan. Kemajuan karier saat ini tidak terbatas hanya sebagai manager saja, tetapi dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Dengan spesialisasi yang dimiliki, individual contributor juga tetap dapat memberikan dampak positif di tempat kerja dan berpotensi mendapatkan imbalan yang sepadan.

Baca juga: Clara Jeaniver: Memulai Karier di Korporat hingga Sukses di Startup

Apa yang dimaksud individual contributor?


Individual contributor tidak bertanggung jawab mengelola tim (Sumber: Pexels)

Menurut indeed.com, individual contributor adalah seorang profesional tanpa tanggung jawab manajemen yang berkontribusi pada tim secara mandiri untuk membantu mendukung visi dan misi perusahaan. Individual contributor atau yang biasa disingkat IC tidak selalu pekerja yang berada di level pemula. Mereka sering kali adalah pekerja yang telah mengembangkan keterampilan khusus selama bertahun-tahun, seperti software engineer, animator, atau tenaga ahli penjualan. Meskipun mereka tetap harus melaporkan hasil pekerjaan kepada seseorang di dalam tim, individual contributor tidak bertanggung jawab membawahi orang lain selain diri mereka sendiri.

Baca juga: Ekspektasi Atasan yang Ideal dan Alasan yang Membuat Karyawan Resign

Individual contributor vs manager: apa perbedaannya?


Manager cenderung mengerjakan hal-hal yang bersifat strategis (Sumber: Pexels)

Perusahaan pasti membutuhkan kedua peran tersebut, baik individual contributor maupun manager, untuk menyelesaikan pekerjaan. Manajer bertanggung jawab atas sekelompok orang, yang bisa saja termasuk di dalamnya individual contributor, dan proyek serta proses yang sedang dikerjakan.

Dikutip dari asana.com, peran manager sangat penting dalam hal menyusun strategi, meminimalkan kendala dalam pelaksanaan tugas, dan memastikan karyawan mendapat dukungan serta sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Manager juga berperan dalam memberikan arahan kerja kepada tim, memberikan pelatihan satu per satu, dan membantu menghubungkan perkembangan antardivisi.

Keberadaan manager dapat membantu para individual contributor untuk dapat fokus pada pekerjaan khusus yang harus dilakukan. Peran individual contributor cenderung pada hal-hal taktis, seperti pemrograman aplikasi atau menulis kiriman blog. Karena individual contributor tidak bertanggung jawab atas sekelompok orang seperti manager, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mendedikasikan dirinya dalam mengasah keahlian dan menjadi mahir dalam pekerjaan mereka. Sementara itu, manager sering kali harus menghadiri rapat anggaran dan pertemuan karyawan.

Baca juga: 10 Indikator kepemimpinan yang efektif beserta cara mengukurnya

Kelebihan dan kekurangan sebagai individual contributor


Individual contributor dapat fokus menyelesaikan pekerjaan tanpa harus mengurusi banyak hal (Sumber: Pexels)

Dilansir dari workawesome.com, berikut beberapa hal menarik yang akan didapatkan jika kamu memilih peran sebagai individual contributor.

  • Kamu dapat lebih fokus menyelesaikan pekerjaan tanpa harus mengelola banyak hal lain seperti manager.
  • Kamu hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan keputusan yang kamu buat.
  • Kamu bisa lebih mudah menjadi “ahli” di area tertentu di tempat kerjamu. Jika kamu seorang teknisi komputer, kamu dapat hanya berkonsentrasi pada keahlian tersebut. Namun, jika kamu seorang manager yang membawahi beberapa teknisi komputer, kamu mungkin harus siap sedia membantu mereka jika ada salah satu pekerja yang sedang mengambil libur.
  • Jika kamu memiliki spesialisasi dalam bidang keahlian tertentu, seperti administrator data, gajimu mungkin dapat melebihi gaji manager lain di perusahaan tersebut.
  • Tergantung pada jenis pekerjaan dan bidang industri, kemungkinan besar kamu juga dapat bekerja dari jarak jauh karena tidak perlu mengatur orang-orang yang berada di kantor.

Selain berbagai kelebihan yang telah disebutkan di atas, menjalani peran sebagai individual contributor juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut.

  • Kamu tidak dapat mendelegasikan tugas yang tidak ingin kamu lakukan kepada orang lain. Di sisi lain, manager mungkin dapat mendelegasikan tugas-tugas tersebut kepada bawahannya.
  • Individual contributor tidak memiliki kendali untuk menentukan hal prioritas yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Manager dapat memilih aspek mana yang harus diselesaikan terlepas kamu sebagai individual contributor memiliki pendapat yang berbeda.
  • Berbeda dengan manager yang biasanya memiliki lebih banyak akses untuk bepergian di tempat kerja, baik itu mengikuti pelatihan, seminar, simposium, atau mengunjungi kantor cabang, individual contributor akan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam kantor.

Baca juga: Perkiraan Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan dan yang Akan Berkurang di Tahun 2025

Kelebihan dan kekurangan sebagai manager


Manager mempunyai banyak kesempatan berinteraksi dengan orang lain (Sumber: Pexels)

Jika kamu lebih tertarik meniti karier dalam tangga manajemen dan memutuskan menjadi manager, berikut hal-hal menyenangkan yang mungkin kamu dapatkan seperti dikutip dari workawesome.com.

  • Jabatan manager identik dengan keberadaannya yang diperlukan oleh perusahaan atau membawa kemajuan yang signifikan di tempat kerja.
  • Manager memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain, baik itu dengan orang-orang yang kamu kelola atau manager dari divisi lain. Beberapa orang mungkin menganggap hal ini sebagai aspek yang tidak menarik, tetapi jika kamu memilih menjadi manager sudah pasti kamu akan dekat dengan hal-hal seperti ini.
  • Berbicara mengenai remunerasi, beberapa perusahaan cenderung memberikan nominal yang lebih tinggi untuk jabatan manager. Meskipun tidak dapat dipastikan, mayoritas perusahaan melakukan hal tersebut.
  • Sebagai manager, kamu juga dapat mendelegasikan tanggung jawab yang terkait dengan jabatanmu.
  • Terdapat banyak peluang untuk menghadiri seminar yang dapat membantumu menjadi manager yang lebih baik sekaligus memaksimalkan potensi diri. Beberapa seminar yang mungkin kamu ikuti seperti, “Cara Menangani Konflik”, “Manajemen Waktu”, atau “Berbicara Efektif di Depan Umum”.

Satu hal yang perlu diingat bahwa memilih peran sebagai manager juga tidak mudah. Banyak konsekuensi yang harus dijalani seperti berikut.

  • Manager harus menyelesaikan berbagai masalah yang dialami oleh karyawan berkaitan dengan kinerja mereka. Hal-hal seperti ini akan memakan banyak waktu dalam kehidupan seorang manager.
  • Tekanan yang tinggi karena kamu akan diminta untuk memberikan presentasi di berbagai pertemuan atau seminar. Jika kamu tidak nyaman berbicara di depan umum, hal ini dapat menghambat kinerjamu.
  • Kamu harus dapat membimbing karyawan yang bekerja untuk perusahaan dan memaksimalkan potensi mereka.
  • Sebagai manager, kamu bertanggung jawab atas evaluasi tahunan yang mungkin akan menyita sebagian besar waktu dalam pekerjaanmu.

Baca juga: 12 Cara Menjadi Manajer yang Baik dan Sukses

Keahlian yang diperlukan


Berbeda peran berbeda juga keahlian yang diperlukan (Sumber: Pexels)

Keterampilan yang diperlukan sebagai individual contributor sangat berbeda dengan keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi seorang manager. Individual contributor menaruh fokus pada keterampilan khusus dalam bidang keahlian mereka, sedangkan seorang manager perlu membangun keterampilan yang lebih luas, seperti komunikasi, penyelesaian konflik, pemikiran yang strategis, dan kecerdasan emosional.

Keterampilan yang dimiliki juga menjadi salah satu aspek penting yang harus dipertimbangkan ketika ingin mempromosikan seseorang. Hanya karena mereka adalah ahli pemrograman bukan berarti mereka langsung siap untuk mengelola tim. Alih-alih mempromosikan individual contributor yang unggul dalam keahlian mereka, kamu perlu memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada calon manager agar mereka memiliki keterampilan yang tepat untuk menjalani peran barunya.

Baca juga: 8 Cara Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Kemi Kemajuan Karier

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi manager adalah salah satu indikator yang menunjukkan pertumbuhan karier. Ketika kamu memiliki kinerja yang baik dalam pekerjaan, kamu akan dipromosikan untuk mengelola tim. Namun, jenjang karier yang konvensional seperti ini tidak menjelaskan satu fakta penting bahwa tidak semua orang ingin menjadi manager dan hal tersebut wajar terjadi.

Kamu tidak perlu rendah diri karena individual contributor yang hebat juga memiliki peranan yang penting seperti halnya manager. Individual contributor adalah orang-orang yang dapat diandalkan oleh tim untuk memecahkan masalah dan memberikan arahan di lapangan. Pada akhirnya, apa pun peran yang kamu pilih, baik sebagai individual contributor maupun manager, bukan untuk dilombakan atau diperdebatkan mengingat setiap orang memiliki keahliannya masing-masing. Memahami apa yang kamu cari dalam karier dapat membantu mempertimbangkan jalan mana yang harus diambil.

Demikian artikel EKRUT Media Prime kali ini. Selain melalui EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • asana.com
  • indeed.com
  • springworks.in
  • workawesome.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Infographic_Ekspektasi_Atasan_yang_Ideal_beserta_Alasan_yang_Membuat_Karyawan_Resign.png

    Expert's Corner

    Ekspektasi Atasan yang Ideal dan Alasan yang Membuat Karyawan Resign

    Nurina Ulfah

    05 October 2022
    7 min read
    4_Faktor_Penyebab_Overpaid_Talent_di_Tech_Industry.png

    Expert's Corner

    4 Faktor Penyebab Overpaid Talent di Tech Industry

    Natasya Primatyassari

    29 September 2022
    7 min read
    Copy_of_Infografis_Rekomendasi_WFC_Ternyaman_di_Jakarta_Selatan.png

    Expert's Corner

    Rekomendasi Work From Cafe Ternyaman di Jakarta Selatan

    Gloria Renatha

    28 September 2022
    6 min read

    Video