Published on

Technology

Grab dan Shopee akhirnya kantongi lisensi digital banking

Nur Lella Junaedi

Grab-dan-Shopee-akhirnya-kantongi-lisensi-digital-banking-EKRUT.jpg

Demi terus mengembangkan digitalisasi dalam dunia perbankan, empat perusahaan raksasa ini telah diberikan lisensi penuh digital banking oleh bank Sentral Singapura atau Monetary Authority of Singapore.

Ke empat perusahaan tersebut yakni konsorsium Grab-Singtel, Ant Grup induk dari perusahaan Alibaba, Sea Group induk dari perusahaan Shopee dan Greenland Financial Holdings yang merupakan perusahaan real estate China.

Bentuk dari lisensi yang diberikan oleh bank sentral Singapura ini terbagi menjadi dua lisensi yakni: 

  • Lisensi digital wholesale bank yang diberikan kepada Ant Group dan Greenland Financial Holding. 

Nantinya lisensi ini hanya memperbolehkan perusahaan untuk memberikan layanan perbankan yang menyasar pelanggan korporat dan UMKM.

  • Lisensi digital full bank, diberikan kepada Grab-Singtel dan Sea Group yang nantinya bisa memberikan layanan perbankan bagi customer tingkat korporasi dan retail. 

Termasuk memberikan layanan pembukaan rekening, deposito, kartu kredit dan debit.

Baca juga: Lazada dan Citi Bank luncurkan kartu kredit

Dalam penentuan pemberian lisensi ini, pihak dari Bank Sentral Singapura telah menerapkan proses seleksi yang ketat sebelum memberikan lisensi kepada empat perusahaan di atas. 

Adapun beberapa persyaratan yang menjadi pertimbangan di antaranya: 

  • Kemampuan mengelola bisnis digital banking yang prudent dan berkelanjutan.
  • Prospek kontribusi dan pertumbuhan bagi pusat keuangan di Singapura.
  • Proporsi nilai bisnis yang menggabungkan teknologi inovatif untuk melayani kebutuhan pelanggan dan segmen yang belum mendapat pelayanan keuangan perbankan.

Diharapkan setelah memiliki lisensi ini ke empat perusahaan tersebut akan mulai bisa membuka layanan digital banking pada tahun 2022. 

Perlu kamu ketahui bahwa digital banking adalah bentuk digitalisasi dari semua layanan dan aktivitas perbankan tradisional yang nantinya bisa  diakses oleh pelanggan melalui saluran komunikasi elektronik dan interaktif. 

Nantinya melalui digital banking ini pelanggan bisa memperoleh layanan seperti perbankan tradisional pada umumnya misalnya transfer uang, pembukaan rekening, bayar tagihan, pendaftaran produk keuangan dan lainnya. 

Baca juga: Begini kelanjutan wacana merger Grab dan Gojek

Meski begitu, digital banking tidak memiliki kantor fisik layaknya kantor perbankan pada umumnya karena semua layanan dilakukan secara online.  

https://www.ekrut.com/signup?utm_source=blog&utm_medium=media&utm_campaign=artikel

Sumber: 

 

Tags

Share