Published on

Careers

5 Perbedaan sales dan marketing dalam bisnis perusahaan

Tsalis Annisa

perbedaan-sales-dan-marketing-EKRUT.jpg

Sales dan marketing adalah dua istilah yang begitu lekat dengan dunia bisnis. Bahkan tak jarang beberapa orang dapat menyalah artikan keduanya. Lalu, apakah perbedaan sales dan marketing? Keduanya memang identik dengan target, hubungan dengan klien, serta kemajuan dalam penjualan. Meski demikian, sales dan marketing ternyata tidak hanya memiliki definisi yang berbeda, tapi juga prinsip dan cara kerjanya masing-masing.

Berikut adalah perbedaan sales dan marketing yang menarik untuk kamu pahami.

Pentingnya menjaga sales dan marketing tetap sinergis

perbedaan sales dan marketing EKRUT 
Sales dan marketing harus berjalan bersamaan karena sebagai pilar perusahaan - EKRUT

Sebagai tiang-tiang penyangga suatu perusahaan, sales dan marketing harus berjalan beriringan sehingga penting bagi perusahaan untuk mampu mengembangkan inovasi yang melibatkan prinsip keduanya.

1. Mengenal prinsip sales

perbedaan sales dan marketing EKRUT 
Sales melibatkan interaksi personal antara sales dengan konsumen agar menimbulkan prospek yang bagus-EKRUT

Proses sales melibatkan interaksi interpersonal. Ini berarti kamu perlu membangun hubungan satu lawan satu dengan seorang klien. Selama berinteraksi dengan klien, kamu akan menganalisis prospek dari hal yang kamu tawarkan berdasarkan latar belakang mereka. Sebisa mungkin apa yang kamu tawarkan adalah hal-hal yang akan membantu klien dalam mencapai tujuannya.

Prinsip tersebut membuat sales tidak lagi bicara tentang harga dan biaya yang harus dibayarkan oleh klien, melainkan suatu diskusi mengenai aspek-aspek yang menyusun harga suatu produk. Sebagai contoh, seorang profesional dalam bidang sales perlu berdiskusi dengan klien mengenai harga produk atau jasa yang akan ditawarkan, serta keuntungan lain apa yang bisa didapatkan oleh klien.

Hal tersebut bertujuan agar klien tidak hanya memahami seberapa besar harga yang harus dibayarkan untuk memperoleh barang atau jasa yang kamu tawarkan. Kemudian bila melihat dari segi tools yang digunakan, sales akan lebih banyak menggunakan perangkat pembuatan invoice, aplikasi meeting, inventaris dan manajemen software

Baca juga: 6 Pertanyaan interview kerja untuk Sales dan jawabannya

2. Mengenal prinsip marketing

perbedaan sales dan marketing - EKRUT 
Divisi sales dan marketing harus sering berkomunikasi antara satu sama lain - EKRUT

Marketing melibatkan hubungan satu dengan banyak orang. Melalui proses marketing, kamu menjabarkan produk, jasa, atau perusahaan kepada khalayak dengan tujuan membangun dan meningkatkan reputasinya. Seorang marketer atau pemasar juga akan menganalisis data yang besar dan memperoleh hasil dalam bentuk rata-rata guna mengetahui apa yang disukai oleh khalayak, bukan berdasarkan klien individual. Kamu harus mampu mendapatkan gambaran mengenai harapan klien saat membeli atau menggunakan barang, jasa, maupun strategi yang kamu tawarkan.

Dengan marketing, kamu mengelompokkan berbagai jenis pengguna untuk semakin memahami pola kerja dan kebutuhan mereka. Alih-alih menawarkan harga spesial, seorang profesional marketing justru harus mampu memberikan penawaran khusus dengan manfaat yang lebih besar. Dengan begitu, klien tidak akan merasa pengeluarannya sia-sia. Mereka justru akan merasa mendapatkan keuntungan dengan menerima penawaran yang kamu berikan. Kamu juga bisa tahu bahwa dalam sehari-hari, marketing kebanyakan menggunakan tools seperti SEO, Project Managemet Tools, Content creation tools dan lain-lain. 

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa perbedaan sales dan marketing, bukan? Selain mengetahui hal ini, ada baiknya kamu juga mengetahui bagaimana pentingnya menjaga sales dan marketing tetap bersinergi.

Baca juga: 7 Cara menjadi marketing handal di perusahaan startup

5 Perbedaan sales dan marketing dalam bisnis perusahaan

5 Perbedaan sales dan marketing dalam bisnis perusahaan
Pekerjaan divisi sales dan marketing identik dengan target dan kemajuan penjualan - Unsplash

Pekerjaan divisi sales dan marketing memang identik dengan target, hubungan dengan klien, serta kemajuan dalam penjualan. Meskipun begitu, sales dan marketing tidak hanya memiliki definisi yang berbeda, tetapi juga prinsip dan cara kerjanya masing-masing. Berikut adalah perbedaan sales dan marketing yang menarik untuk kamu pahami.

1. Proses

Proses kerja divisi sales dan marketing sedikit berbeda. Tim marketing akan menjadi penggerak terlebih dahulu untuk tim sales.

Dalam proses marketing, kamu akan menyediakan berbagai informasi mendasar seperti produk atau layanan yang ditawarkan, harga barang, profil target audiens yang sesuai, dan di mana kamu dapat menjangkau konsumen tersebut. Tim marketing memiliki fokus untuk membangun kesadaran merek dan menjelaskan bagaimana produk atau layanan tersebut dapat menjawab kebutuhan konsumen.

Dalam proses sales, kamu akan fokus menggali informasi yang sudah dimiliki oleh target audiens, berinteraksi dengan mereka, memberikan informasi tambahan yang relevan, serta bersedia menjawab berbagai pertanyaan. Tim sales memiliki fokus untuk memberikan nilai jual yang kuat, menyediakan solusi bagi konsumen, dan membuat penawaran untuk mengubah potensi prospek menjadi penjualan.

2. Tujuan

Tujuan utama marketing adalah mempromosikan perusahaan, produk, atau layanan, dan mengomunikasikan nilai sebuah brand. Upaya mengomunikasikan nilai ini memang membantu perusahaan memperoleh penjualan, tetapi perlu diingat bahwa perusahaan perlu membangun kepercayaan brand terlebih dahulu melalui pemasaran. Tujuan tim marketing seringkali bersifat jangka panjang karena kampanye yang dilakukan dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

Bagi tim sales, tujuan utamanya adalah menghasilkan konversi sesuai target dan volume penjualan. Tujuan tersebut cenderung berjangka pendek karena sasaran penjualan diukur dari bulan ke bulan.

3. Tools and resources

Saat ini kegiatan sales dan marketing sudah banyak terbantu dengan berbagai macam aplikasi maupun perangkat lunak yang dapat mengoptimalkan strategi pemasaran dan penjualan. Salah satu contohnya melalui media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh kedua divisi tersebut. Bagi kebutuhan marketing, media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan perusahaan melalui konten-konten yang dibuat, sedangkan bagi kebutuhan sales dapat digunakan sebagai bagian dari strategi penjualan secara digital. 

Meskipun begitu, terdapat beberapa tools yang diciptakan secara spesifik sesuai keperluan setiap departemen sebagai berikut.

  • Marketing tools, meliputi Conversion Rate Optimization (CRO), Search Engine Optimization (SEO) tool, aplikasi manajemen proyek, perangkat lunak untuk menganalisis data, dan aplikasi pendukung untuk membuat konten.
  • Sales tools, meliputi aplikasi pengingat pertemuan, alat pencatat dokumen, perangkat lunak untuk membuat faktur, aplikasi manajemen surel, dan perangkat lunak untuk mencatat persediaan.

4. Strategi

Divisi marketing dapat mengambil pendekatan strategis yang berbeda menyesuaikan jenis kampanye dan target audiens. Strategi pemasaran yang populer digunakan seperti, pemasaran melalui internet atau blog, pemasaran melalui media cetak, Search Engine Optimization (SEO), dan pemasaran melalui media sosial.

Hampir sama dengan strategi pemasaran, divisi sales juga dapat menggunakan berbagai metode penjualan menyesuaikan dengan industri, produk, pasar, dan target pelanggan. Beberapa metode yang sering digunakan adalah penjualan langsung melalui tatap muka, penjualan berdasarkan minat dan kebutuhan pelanggan, serta inbound selling yang dapat meningkatkan ketertarikan publik terhadap produk atau layanan perusahaan.

5. Prospek

Perbedaan lain antara sales dan marketing adalah prospek. Divisi sales sudah mengetahui calon pelanggannya kemudian mereka menindaklanjuti setiap prospek yang masuk. Tim sales sudah mendapat data mengenai orang-orang yang tertarik dengan produk atau layanan perusahaan, mulai dari nama hingga nomor telepon, sehingga mereka dapat menghubungi konsumen dengan cepat dan memberikan informasi tambahan yang dapat mempengaruhi konsumen melakukan pembelian.

Di sisi lain, tim marketing bergerak untuk mendapatkan prospek baru. Prospek marketing lebih besar daripada prospek sales karena mereka mencoba menentukan target audiens dan menciptakan brand awareness. Divisi marketing berfokus untuk menjangkau calon konsumen yang memiliki ketertarikan agar divisi sales dapat mengonversikannya menjadi penjualan atau pendapatan.

Baca juga: 8 Tren digital marketing 2020 yang patut pemilik brand ketahui

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa perbedaan sales dan marketing, bukan? Kedua divisi tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dan memegang posisi yang krusial dalam bisnis perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan mencari sosok yang unggul dalam bidang ini.

Jika kamu tertarik untuk bekerja di bidang sales atau marketing, coba daftarkan dirimu di EKRUT agar membantumu mendapatkan pekerjaan yang cocok tanpa perlu melamar ke sana kemari.

perbedaan sales dan marketing - EKRUT 
Last update: 16 September 2021

Sumber:

  • linkedin.com
  • thebalancemb.com
  • targetjobs.co.uk
  • blog.hubspot.com
  • webfx.com
  • uschamber.com

Tags

Share