Careers

5 Manfaat memiliki kemampuan inisiatif dalam dunia kerja beserta cara meningkatkannya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Luqman Hafidz

A passionate reader who's contributing in making the world a better place by his pieces of writing.

H1_5_Manfaat_memiliki_kemampuan_inisiatif_dalam_dunia_kerja_beserta_cara_meningkatkannya.jpg

Semakin ketatnya persaingan di dunia kerja terkadang menghadapkan kita untuk selalu menjadi yang lebih unggul dibanding rekan kerja lainnya. Ada beberapa cara etis dan baik untuk menjadi karyawan unggul, salah satunya yakni memiliki inisiatif. Selain memberikanmu kesempatan untuk mendalami bidang pekerjaanmu secara lebih komprehensif, memiliki inisiatif yang tinggi akan membuat kinerjamu mendapat perhatian lebih dari rekan kerja maupun atasan, dengan begini kesempatan untuk mendapat penilaian yang baik dalam Key Performance Indicator tahunan akan lebih terbuka lebar.

Baca juga: 4 Indikator Kinerja Karyawan untuk Penilaian Evaluasi dari Perusahaan

Apa itu inisiatif?


Inisiatif merupakan prakarsa atau tindakan yang didasari oleh kemauan diri sendiri (Sumber: Shutterstock)

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia versi daring, Inisiatif merupakan prakarsa atau tindakan yang didasari oleh kemauan diri sendiri. Secara lebih spesifik, dapat didefinisikan bahwa memiliki inisiatif di dunia kerja berarti memiliki kemampuan untuk memprakarsai hal-hal yang bukan kewajiban utamamu dalam bekerja namun dapat mempermudah pekerjaan bahkan menghasilkan kinerja yang lebih baik untuk diri sendiri, tim, maupun perusahaan secara general.

5 Manfaat memiliki kemampuan inisiatif dalam dunia kerja


Inisiatif yang dilakukan secara konstan dan kontiniu akan menambah daya saingmu di dunia kerja (Sumber: Shutterstock)

Mempermudah pekerjaan dan menghasilkan kinerja yang lebih baik mungkin terdengar too good to be true. Berikut lima manfaat nyata yang bisa kamu dapatkan hanya dengan menambah inisiatif dalam pekerjaanmu saat ini.

1. Menjadi ahli

Ketika insiatifmu tinggi dalam bekerja, kamu akan mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam dan lambat laun menjadi ahli dalam bidang pekerjaanmu. Hal ini penting karena pada dewasa ini, hal yang paling dibutuhkan pada sebuah perusahaan adalah orang-orang yang mengetahui apa yang dilakukannya. Semakin tinggi inisiatifmu, semakin dalam juga pengetahuanmu akan bidang pekerjaan yang kamu tekuni.

Baca juga: 8 Jenis Pekerjaan yang Banyak Dicari di Startup

2. Menjadi pionir

Pernah mendengar kalau kita bangun kesiangan rezeki kita dipatok ayam duluan? Hal ini bisa menjadi salah satu analogi yang masuk akal. Dengan menjadi pelopor dan yang terdepan dalam bidang pekerjaanmu, kamu menjadi orang tanggap yang tahu semua informasi penting. Menjadi pionir akan membuatmu menjadi orang paling up-to-date. 

3. Menjadi mandiri

Memiliki inisiatif yang tinggi akan membawamu pada kemandirian. Hal ini didapatkan karena kamu akan mencari banyak data dan memecahkan banyak masalah tanpa menggunakan banyak bantuan dari luar. Bukan berarti menjadi antipati atau tidak berkomunikasi sama sekali. Namun kamu hanya bertanya apabila masalah yang kamu hadapi memang butuh pemecahan bersama atau kebijaksanaan dari atasanmu untuk membantu memecahkannya. Karena acapkali orang yang terlalu banyak bertanya cenderung jadi menjengkelkan.

Baca juga: 11 Skill Yang Dibutuhkan Tahun 2022 Ini Wajib Kamu Kuasai

4. Menambah koneksi

Pernah mendengar kekuatan orang dalam dalam mendapatkan suatu pekerjaan? Suka atau tidak, praktik seperti itu masih terjadi di banyak tempat. Namun kamu tidak perlu khawatir dengan back-up yang belum begitu kuat dari kolega terdekatmu, Pastikan kamu memiliki inisiatif yang tinggi dalam mempertahankan koneksi yang baik dengan mantan bos, rekan kerja di perusahaan sebelumnya, serta klien-klien yang telah bekerjasama dalam suatu projek. Tak ada yang pernah tahu kalau suatu saat mereka mempunyai projek baru dan membutuhkan keahlian yang kamu miliki. Lakukanlah inisiatif untuk menjaga hubungan baik agar koneksimu semakin kuat dan bertambah.

5. Menjadi daya saing

Kombinasi empat hal di atas akan membuatmu memiliki daya jual yang tinggi, karena pada akhirnya semua hal yang telah kamu capai akan membawamu pada posisi jabatan yang lebih tinggi, atau job offering yang lebih kompetitif dari yang kamu dapatkan sekarang. Namun perlu dipahami semua pihak bahwa memiliki inisiatif hari ini tak akan berarti kamu akan menambah daya jual dan saingmu besok atau lusa. Empat poin yang dilakukan secara konstan dan kontiniu akan membawamu pada label ini secara bertahap.

Baca juga: 5 Jenis Program Kerja yang Efektif dan 3 Contohnya

Cara meningkatkan kemampuan inisiatif


Memiliki energi positif untuk menjaga konsistensi inisiatif di level yang tinggi merupakan praktik yang harus kita lakukan. (Sumber: Shutterstock)

Mengapa kita harus memiliki inisiatif yang tinggi di kantor? Bukankah sudah ada surat perjanjian kerja yang mengatur hak serta kewajiban? Betul, surat perjanjian kerja memang telah mengatur semua hal yang menjadi hak serta kewajiban, namun dengan memiliki inisiatif yang tinggi kamu akan lebih cepat mendapatkan jabatan yang kamu impikan. Setelah mengetahui manfaat yang didapat dengan memiliki inisiatif yang tinggi, kini saatnya kamu mengetahui cara meningkatkan inisiatifmu di kantor. 

Ada tiga hal yang menjadi core utama saat kamu memulai menambah inisiatifmu dalam dunia kerja. Pertama adalah menentukan tujuanmu, langkah selanjutnya adalah dengan membuka diri dan tahap ketiga adalah menjaga konsistensi. Ketiga hal tersebut bukanlah hal yang perlu dilakukan sekali, namun seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa hal-hal ini harus dilakukan secara konsisten dan kontiniu.

Pertama-tama kamu harus menentukan apa yang menjadi tujuanmu, sekedar menambah pendapatan, mendapatkan posisi yang lebih senior atau gabungan keduanya. Dengan memiliki tujuan yang jelas, tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tersebut akan lebih mudah diidentifikasi.

Hal yang kedua adalah membuka diri. Hal ini mungkin terdengar sepele, namun pada praktiknya saat kita mendapatkan masukan, kritik, ataupun saran seringkali kita merasa paling benar dan tidak mau mendengar. Menginisiasikan diri untuk meminta kritik dan saran dari rekan kerja akan membuka pandangan kita akan hal-hal yang baru, maka dari itu bersifat terbuka akan mempermulus proses level-up inisiatif.

Hal terakhir adalah menjaga konsistensi, proses ini merupakan tahapan terberat karena proses pertama dan kedua tidak akan selalu mulus. Suatu contoh Saat kita mendapat masukan bahwa tujuan yang telah ditentukan pada tahap pertama ternyata harus dimodifikasi ulang karena kurang relevan dengan keadaan, memiliki energi positif untuk menjaga konsistensi inisiatif di level yang tinggi merupakan praktik yang harus kita lakukan.

Contoh inisiatif dalam dunia kerja yang relevan untuk dipraktikkan


Semua level pekerjaan perlu mengaplikasikan inisiatif yang tinggi (Sumber: Shutterstock)

Mari ibaratkan kamu baru saja pindah kantor dengan pekerjaan yang sama namun gaji yang lebih tinggi, perusahaan dimana kamu sekarang bekerja merupakan tempat yang lebih bonafit dibanding sebelumnya. Kamu juga telah mendengar bahwa perusahaan ini sangat memperhatikan kinerja serta memiliki jenjang karir setiap karyawannya. Tentu dengan segala kelebihan yang ada dibanding kantor sebelumnya kamu perlu menambah inisiatifmu.

Hal pertama yang kamu lakukan adalah memahami apa yang menjadi tugas utamamu, seberapa banyak beban pekerjaan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Setelah beberapa minggu melaksanakan pekerjaanmu, biasanya setiap pekerja mulai mendapatkan gambaran yang cukup jelas memahami kewajibannya. Setelah ini, kamu bisa mulai membuat mind map hal yang bisa kamu tambah dan dan hal yang harus lebih efisien dalam pekerjaan. Dengan begini kamu akan menjadi ahli dan tahu apa yang kamu kerjakan.

Baca juga: 3 Cara Membuat Mind Mapping dan 7 Tools yang Dapat Digunakan

Berikutnya, mulailah melakukan action plan atas apa yang telah dipetakan pada tahap sebelumnya. Perlu dipahami pada praktiknya hal ini merupakan praktik terus-menerus dan tidak ada absolut benar maupun salah, semua level pekerjaan perlu mengaplikasikan inisiatif yang tinggi untuk perbaikan pribadi, tim, dan perusahaan akan berdampak positif pada efektifitas kerja.

Penasaran dengan tips dan trik pencarian kerja lainnya? Kamu bisa cari informasi selengkapnya di EKRUT! Daftarkan diri untuk mendapatkan info menarik dan lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan minat kamu. Yuk, sign up di EKRUT sekarang!

sign up EKRUT

Sumber:

  • mindtools
  • indeed
  • youthemployment
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    BEP_(Break_Event_Point)_Pengertian__konsep__tujuan__3_komponen_dan_cara_perhitunganya.jpg

    startup

    BEP (Break Event Point): Pengertian, Tujuan, dan 3 Komponennya

    Sylvia Rheny

    06 December 2022
    5 min read
    tipe-tipe-kepemimpinan-EKRUT.jpg

    Careers

    10 Tipe Kepemimpinan Dalam Tim, Kamu Termasuk yang Mana?

    Tsalis Annisa

    06 December 2022
    5 min read
    cara-membuat-grafik-di-excel---EKRUT.jpg

    Technology

    Cara Membuat Grafik di Excel dengan Mudah Beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    05 December 2022
    6 min read

    Video