careers

Kerja cerdas dan kerja keras, apa bedanya?

Tsalis Annisa

03 June 2019

kerja-cerdas-EKRUT.jpg

Kamu mungkin sudah akrab dengan istilah kerja keras, tapi pernahkah kamu mendengar tentang kerja cerdas? Tanpa harus menambah jam kerja ekstra, bekerja dengan cerdas berarti memusatkan fokus terhadap suatu tugas agar bisa dikerjakan dengan lebih efektif dan efisien. 

Kerja keras telah lama dianggap sebagai satu-satunya kunci menuju kesuksesan. Padahal, prinsip kerja cerdas juga berperan penting dalam menjaga hasil kerja tetap maksimal. Tanpanya, jam kerja tambahan yang kamu jalani hanya akan memberikan rasa lelah dan malah menurunkan produktivitas.

Perbedaan kerja keras dan kerja cerdas

Setiap orang memiliki makna kerja cerdas yang berbeda, tergantung tujuan yang hendak diraih dan definisi sukses yang kamu pegang. Namun, faktor penting yang ada pada kerja cerdas adalah pemahaman terhadap kebutuhan diri sendiri.

Memahami kebutuhan diri sendiri berarti kamu tahu kapan harus bekerja sendiri, meminta bantuan orang lain, mengesampingkan hal lain yang mengganggu kinerja, serta memperkuat potensi yang kamu miliki dalam pekerjaan.

Dengan kata lain, kamu tidak sekadar berusaha mati-matian untuk mencapai suatu tujuan. Kamu telah memahami keunggulan diri dan mampu memanfaatkan sumber daya di sekitarmu untuk mencapai tujuan tersebut dengan secepat dan seefisien mungkin.

Meski demikian, bekerja keras tidak serta-merta menjadi suatu perilaku yang keliru. Kerja keras dan kerja cerdas sama-sama penting. Tidak ada yang lebih baik di antara keduanya, sebab kamu harus mampu bekerja keras sekaligus cerdas untuk mencapai tujuan. 

Kerja keras diperlukan saat kamu harus menyelesaikan proyek, menyusun laporan, serta melakukan kegiatan lain yang bertujuan untuk merampungkan suatu tugas. Sementara kerja cerdas bermanfaat ketika kamu melakukan brainstorming, menyusun strategi marketing, berdiskusi, dan kegiatan sejenisnya.

Tips agar bisa bekerja cerdas

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa membantumu untuk bekerja dengan cerdas: 

1. Memprioritaskan tugas yang harus dikerjakan

Beragam tugas yang diberikan sekaligus dapat menurunkan konsentrasi dan fokus. Ini disebabkan karena otak memiliki kemampuan yang terbatas untuk memikirkan lebih dari satu hal pada saat yang sama.

Uraikan tugas-tugas tersebut dalam daftar hal yang harus dikerjakan. Kemudian, prioritaskan tugas yang membutuhkan usaha dan waktu lebih besar. Lakukan tugas ini pada awal jam kerja ketika konsentrasi sedang berada pada puncaknya.

2. Memberikan batasan waktu untuk menyelesaikan suatu tugas

Setelah menentukan apa yang harus kamu kerjakan terlebih dulu, kini berikan diri sendiri batasan waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut. Batasan waktu sangatlah penting, sebab tugas semudah apa pun akan menjadi tidak efektif bila dikerjakan dalam waktu lama.

Adanya batasan waktu juga membantumu mengerjakan sesuatu dengan lebih cepat. Sisa waktu yang ada dapat kamu gunakan untuk beristirahat sejenak sehingga kamu lebih fokus mengerjakan tugas selanjutnya.

3. Menciptakan rutinitas dan berkomitmen menjalaninya 

Begitu tercipta suatu rutinitas yang teratur, kamu akan mampu menyelesaikan suatu tugas dengan cepat dan efisien. Kamu tidak lagi harus berpikir keras mengenai suatu tugas atau mempersiapkan banyak hal sebelum menjalaninya.

Buatlah hari-harimu menjadi sepraktis mungkin, mulai dari bangun tidur, bekerja, hingga kembali pulang. Rutinitas sangat bermanfaat untuk memangkas berbagai hal yang dapat mengganggu fokus dalam bekerja.

4. Menghindari multitasking

Alih-alih membantumu menyelesaikan beberapa tugas sekaligus, multitasking justru akan memecah fokus saat bekerja. Pasalnya, multitasking tidak membuat kamu menyimak beberapa hal sekaligus, tapi justru mengalihkan perhatian dengan cepat antara dua hal atau lebih.

Upaya yang kamu berikan untuk menyelesaikan tugas-tugasmu akhirnya menjadi tidak maksimal. Jadi, hindarilah multitasking dan fokuslah terhadap apa yang kamu kerjakan pada satu waktu.

5. Berkomunikasi dengan baik

Akan ada waktunya bagi kamu untuk bekerja bersama orang lain. Miskomunikasi dan kesalahpahaman dalam suatu tim berpengaruh besar terhadap hasil pekerjaan yang dilakukan bersama-sama.

Mulailah menjadi pendengar yang aktif dan fokus pada satu topik ketika berkomunikasi dengan rekan kerja. Pahami apa yang dibutuhkan oleh tim, dengarkan keinginan orang lain, lalu sampaikan gagasanmu dengan jelas.

Meraih kesuksesan tidak cukup hanya dengan bekerja keras. Tanpa strategi yang cerdas, kerja keras dapat menguras produktivitas dan memengaruhi hasil pekerjaanmu.

Mulailah menerapkan prinsip-prinsip kerja cerdas agar kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan efektif. Begitu kamu mampu bekerja dengan cerdas, kamu akan merasa lebih terinspirasi, tertantang, produktif, dan kreatif.

Rekomendasi bacaan: 

Sumber:

Tags

Share