Published on

startup

Begini perbedaan konsolidasi, merger dan akuisisi

Maria Tri Handayani

konsolidasi-merger-akuisisi---EKRUT.jpg

Meskipun  konsolidasi, merger, dan akuisisi tidak asing dalam dunia bisnis, namun masih banyak orang yang kerap keliru mengartikan ketiga istilah ini. 

Agar kamu tidak melakukan kesalahan yang sama, perhatikan penjelasan tentang perbedaan konsolidasi, merger, dan akuisisi berikut.

Apa itu konsolidasi? 

konsolidasi merger akuisisi - EKRUT
Perbedaan dua budaya perusahaan merupakan salah satu tantangan konsolidasi - EKRUT

Konsolidasi adalah proses di mana dua atau lebih entitas bersatu untuk membentuk entitas yang lebih solid dan kuat. Dalam bisnis bentuk konsolidasi adalah meleburkan beberapa unit bisnis atau perusahaan yang berbeda ke dalam satu organisasi yang lebih besar.

Ketika konsolidasi terjadi, korporasi yang bergabung akan menjadi perusahaan yang menjadi sama sekali baru atau biasa disebut sebagai perusahaan penerus.  
Contohnya pada tahun 1996, dua perusahaan farmasi asal Swiss yakni Sandoz dan Ciba-Geigy melakukan konsolidasi menjadi Novartis. 

Konsolidasi bisnis sendiri biasanya digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi personel dan proses yang berlebihan. Dengan begitu konsolidasi dalam bisnis dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang,konsentrasi pangsa pasar, jajaran produk yang lebih luas, jangkauan geografis yang lebih besar dan basis pelanggan yang lebih besar. 

Meski demikian melakukan konsolidasi tidak lepas dari tantangannya, salah satunya perbedaaan budaya perusahaan yang sudah ada.  

Ada beberapa tipe kategori dalam konsolidasi bisnis yaitu:

  • Statutory consolidation. Ini adalah konsolidasi menurut undang-undang yang terjadi ketika bisnis digabungkan menjadi entitas baru dan perusahaan asli tidak akan ada lagi ada.
  • Statutory merger. Konsolidasi yang terjadi ketika perusahaan yang mengakuisisi melakukan likuidasi atas aset perusahaan yang dibelinya, menggabungkan atau membongkar operasinya. 
  • Variable interest entity. Entitas yang mengakuisisi memiliki kepentingan pengendali dalam perusahaan yang tidak didasarkan pada hak suara mayoritas.
  • Stock acquisition. Kombinasi yang membuat perusahaan yang mengakuisisi membeli saham mayoritas dari sebuah perusahaan sehingga kedua perusahaan dapat bertahan. 

Baca juga: OVO dan DANA dikabarkan akan bergabung pada 2020

Apa itu merger?

konsolidasi merger akuisisi - EKRUT
Dalam merger salah satu perusahaan akan mengambil alih - EKRUT

Merger adalah perjanjian yang menyatukan dua perusahaan yang ada menjadi satu perusahaan baru. Merger juga bisa dipahami sebagai proses di mana perusahaan mengambil alih perusahaan lain termasuk aset dan liabilitasnya. 

Ketika merger terjadi, salah satu perusahaan yang mengambil alih akan tetap aktif sementara yang lainnya berhenti beroperasi. Contohnya seperti Bank CIMB Niaga yang merupakan hasil merger Bank Lippo dan Bank CIMB Niaga. 

Merger dalam bisnis sendiri dapat dibagi ke dalam beberapa kategori, seperti:

  • Horizontal merger. Terjadi ketika kedua perusahaan berada dalam lini bisnis yang sama. 
  • Vertical merger. Terjadi ketika dua perusahaan berada di jalur produksi yang sama namun tahapan produksi berbeda.
  • Conglomerate merger. Terjadi ketika dua perusahaan berada dalam lini bisnis yang sama sekali berbeda. 

Ada berbagai alasan perusahaan memutuskan untuk melakukan merger, misalnya karena alasan kebutuhan ekonomi, mengurangi biaya operasional, sinergi, diversifikasi, pertumbuhan, perencanaan keuangan yang lebih baik, eliminasi kompetisi dan peningkatan nilai. 

Meski demikian, merger juga memiliki risiko. Alih-alih memperkuat perusahaan, merger terkadang justru dapat melemahkan perusahaan. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, misalnya bila kedua perusahaan tidak saling terhubung dengan baik, teknologi tidak kompatibel, atau proses integrasi yang buruk. 

Apa itu akuisisi?

konsolidasi merger akuisisi - EKRUT
Akuisisi merupakan salah satu cara perusahaan untuk memasuki pasar asing - EKRUT

Sementara itu, akuisisi adalah ketika satu perusahaan membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan lain untuk mendapat kendali atas perusahaan itu. Pembelian lebih dari 50% saham dari perusahaan target ini juga memungkinkan pihak yang melakukan akuisisi untuk dapat membuat keputusan tanpa persetujuan dari pemegang saham perusahaan.  

Sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain dengan berbagai alasan. Bisa jadi mereka ingin melakukan diversifikasi, mencapai pangsa pasar yang lebih besar, sebagai cara memasuki pasar asing, bagian dari strategi pertumbuhan, mengurangi persaingan atau untuk mendapatkan teknologi baru. 

Contoh perusahaan yang pernah melakukan akuisisi antara lain seperti Google yang melakukan akuisisi terhadap android di tahun 2005.

Pada saat itu Android awalnya hanya perusahaan startup seluler yang tidak begitu dikenal. Langkah akuisisi ini memungkinkan Google untuk bersaing di pasar yang dimiliki oleh Microsoft dengan windows mobile dan iPhone Apple. 

Baca juga: Apa Itu IPO? Pahami deskripsinya sebelum membeli saham

Perbedaan konsolidasi, merger, dan akuisisi 

konsolidasi merger akuisisi - EKRUT
Perbedaan konsolidasi, merger dan akuisisi ada di hasil akhirnya - EKRUT

Setelah memahami pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara sederhana perbedaan konsolidasi, merger, dan akuisisi dapat dipahami sebagai berikut: 

  • Konsolidasi. Penggabungan perusahaan menjadi bisnis baru. Misal, perusahaan A dan B bergabung menjadi perusahaan penerus yang disebut perusahaan C. 
  • Merger. Penggabungan dua korporasi menjadi satu di mana salah satu perusahaan dianggap tidak ada. Misal, perusahaan A dan B melakukan merger, di mana perusahaan A menjadi perusahaan yang tetap ada, sementara aset dan liabilitas dari perusahaan B dianggap tidak ada lagi. 
  • Akuisisi: Pengambil alihan perusahaan tanpa merger dan konsolidasi. Misal perusahaan A mengambil alih perusahaan B dengan membeli sebagian besar atau seluruh aset perusahaan B. Meski begitu eksistensi kedua perusahaan A dan B masih ada.

Keuntungan dan kerugian dari konsolidasi, merger dan akuisisi

konsolidasi, merger dan akuisisi EKRUT 
Salah satu dampak melakukan proses konsolidasi, merger dan akuisisi adalah terciptanya pengangguran baru - EKRUT

Apabila suatu perusahaan melakukan proses konsolidasi, merger dan akuisisi maka akan menimbulkan beberapa keuntungan sekaligus kerugian, apa saja itu? Simak di sini. 

Keuntungan melakukan konsolidasi, merger dan akuisisi

Adapun keuntungan yang akan diperoleh dengan melakukan konsolidasi, merger dan akuisisi adalah: 

  • Memperluas ekpansi bisnis ke wilayah baru 
  • Meningkatkan pangsa pasar
  • Mengurangi biaya operasi 
  • Mencegah melakukan penutupan bisnis yang tidak menguntungkan
  • Menghindari replikasi 

Kerugian melakukan konsolidas, merger dan akuisisi

Sementara itu, bila dilihat dari segi kerugiannya. Proses konsolidasi, merger dan akuisisi akan menghasilkan: 

  • Menaikkan harga produk atau layanan
  • Menciptakan pengangguran
  • Menciptakan kesenjangan komunikasi
  • Sulit mencapai skala ekonomi 

Itulah penjelasan mengenai kerugian, keuntungan dan perbedaan konsolidasi, merger dan akuisisi.

Meskipun sekilas ketiganya terlihat mirip karena melibatkan penggabungan beberapa perusahaan, namun hasil akhir dari ketiganya berbeda. Jadi, jangan sampai salah menggunakan istilah konsolidasi, merger dan akuisisi lagi, ya. 

konsolidasi, merger, akuisisi - EKRUT
Last update 30 August 2020

Sumber: 

Tags

Share