Published on

Careers

Mengenal profesi konsultan dan perannya bagi perusahaan beserta proyeksi karier di tahun 2022

Algonz D.B. Raharja

H1_Konsultan.jpg

Pernahkah kalian mendengar profesi konsultan? Tentunya pernah bukan? Ya, profesi yang satu ini cukup populer karena hampir di setiap bidang terdapat konsultan-konsultan khusus yang memang ahli di bidang tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu profesi konsultan, mari kita simak ulasan ringkasnya berikut.

Apa itu konsultan?


Konsultan merupakan ahli dalam bidang tertentu yang bekerja atas kontak klien untuk menjadi mitra dalam pemecahan masalah (Sumber: Pexels)

Jika merujuk pada definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsultan berarti ahli dalam memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan seperti penelitian, dagang, dan sebagainya. Secara singkat, konsultan dapat juga disebut penasihat.

Dalam ranah bisnis, konsultan dipahami sebagai seorang yang memberikan pendapat ahli, analisis, dan rekomendasi kepada organisasi atau individu berdasarkan keahlian mereka masing-masing. Konsultan berperan dalam pemecahan masalah secara objektif atau memberikan strategi untuk prevensi masalah serta usaha peningkatan kinerja dalam suatu perusahaaan.

Profesi konsultan seringkali diperlukan untuk memberikan perspektif dari luar bagi perusahaan atau tim kerja dalam suatu proyek tertentu. Konsultan juga dapat membantu suatu organisasi dalam efisiensi operasional hingga peningkatan produktivitas. Secara umum, konsultan dapat didefinisikan sebagai orang yang memberikan nasihat profesional atau ahli dalam bidang ilmu atau bisnis tertentu untuk organisasi atau individu secara khusus.

Baca juga: 6 Cara menjadi konsultan keuangan yang hebat

Mengapa banyak perusahaan yang membutuhkan konsultan?


Berbagai perusahaan atau bisnis memerlukan konsultan untuk mendapat insight eksternal (Sumber: Pexels)

Pertanyaan di atas tentu saja dapat ditanggapi dengan cukup ringkas, sebabnya konsultan menjadi pihak eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk mendapat insight atau masukan objektif terhadap suatu permasalahan tertentu. Tidak hanya itu, dalam urusan bisnis tertentu peran konsultan amat penting, terutama ketika tim kerja perusahaan mendapat kendala atau mengalami kemacetan kerja. Adanya konsultan dapat membantu perusahaan untuk melihat dan membandingkan analisis internal dengan analisis eksternal secara sinergis.

Kehadiran konsultan juga dapat diadaptasi dalam setiap aspek kinerja perusahaan, baik saat perancangan produk, strategi permodalan, strategi pemasaran, finansial, dan sebagainya. Konsultan umumnya merupakan ahli di bidangnya masing-masing, sehingga kemampuan observasi dan analisisnya amat membantu perusahaan untuk mendapat perspektif lain dari suatu persoalan internal.

Baca juga: Business Development Manager: Ruang lingkup dan peranannya

5 Jenis konsultan di berbagai bidang pekerjaan


Ada banyak jenis konsultan di berbagai bidang pekerjaan. (Sumber: Pexels)

Adapun lima jenis konsultan yang umum dikenal dalam bidang pekerjaan atau bisnis adalah sebagai berikut:

1. Konsultan pemasaran


Konsultan pemasaran memiliki deskripsi kerja untuk menganalisis dan memberikan evaluasi strategi pemasaran (Sumber: Pexels)

Konsultan pemasaran merupakan profesi yang bekerja melibatkan proses penjangkauan pelanggan oleh suatu produk dari sebuah perusahaan. Seorang konsultan pemasaran dituntut untuk dapat mengevaluasi upaya pemasaran produk di masa kini dan saran perbaikan untuk perencanaan pemasaran di periode mendatang. Tak hanya itu, seorang konsultan pemasaran juga perlu merencanakan dan menerapkan media sosial untuk kebutuhan kampanye pemasaran lain sebagai strategi eksternal selain iklan.

Secara khusus, seorang konsultan pemasaran menjadi mitra kerja bagi divisi pemasaran suatu perusahaan. Sehingga, seorang konsultan pemasaran perlu berkolaborasi untuk menyatukan hasil observasi untuk dianalisis dan dipaparkan kepada divisi pemasaran. Saran yang diberikan oleh konsultan pemasaran dapat berupa strategi alur kerja, metode kerja, pembuatan konten marketing, hingga proses pelacakan dan analisis dari implementasi strategi tersebut.

2. Konsultan proyek

Dalam sebuah proyek umumnya terdapat konsultan proyek yang bertugas untuk memberi masukan terkait keahlian operasional, strategis, hingga teknis yang relevan dengan proyek tersebut. Klien konsultan proyek umumnya adalah perusahaan atau institusi yang memerlukan subjek eksternal dalam menentukan parameter proyek, pengembangan rencana, dan tujuan bisnis dari proyek tersebut. Konsultan proyek dapat memantau kemajuan setiap tahap dalam proyek serta dapat memberi intervensi yang diperlukan.

Setiap konsultan proyek dapat bertanggung jawab terhadap penentuan ruang lingkup proyek melalui proses investigasi dan konsultasi dengan klien. Tak hanya itu, konsultan juga perlu menganalisis kekuatan, kelemahan, dan risiko dari perencanaan proyek yang ada. Rekomendasi terkait perbaikan dan identifikasi lain atas proyek juga dapat diberikan oleh konsultan proyek.

Secara umum, konsultan proyek dapat melakukan evaluasi dan kolaborasi lintas divisi untuk menetapkan target dan kerangka waktu berjalannya proyek tersebut. Pemantauan dan perbaikan tiap tahap juga dilakukan agar klien dapat mencegah penundaan proyek yang berakibat pembengkakan anggaran.

Baca juga: 8 Skill teknologi yang paling banyak dicari di tahun 2021

3. Konsultan IT


Seorang konsultan IT bertugas untuk memberi terobosan teknologi bagi suatu institusi (Sumber: Pexels)

Seorang konsultan IT atau teknologi bertugas untuk membantu individu atau bisnis dalam melakukan pembelian teknologi atau keputusan strategis dalam penyelesaian tantangan teknologi. Konsultan IT dapat bekerja dalam proses integrasi sistem dan penyedia layanan lain sesuai kebutuhan bisnis.

Dalam suatu institusi atau perusahaan, keberadaan konsultan IT dapat membantu tim TI internal untuk mendapat masukan positif terkait rekomendasi teknologi, produk, layanan, dan permasalahan IT hingga optimalisasi penggunaan teknologi sebagai penunjang pekerjaan di perusahaan. Belakangan, konsultan IT juga dibutuhkan untuk memperkuat jaringan keamanan data dalam suatu perusahaan atau cyber security yang amat berharga bagi keberlangsungan bisnis.

4. Konsultan bisnis

Hampir serupa dengan deskripsi kerja konsultan lainnya, konsultan bisnis bertugas untuk memberi masukan terhadap perencanaan bisnis suatu perusahaan. Konsultan bisnis juga dapat digunakan dalam proses pembangunan suatu perusahaan sedari awal.

Bagi perusahaan yang masih berkembang, konsultan bisnis dapat menjadi partner dalam pembentukan strategi bisnis atau pengembangan business plan terhadap rencana produk yang akan diproduksi nantinya. Konsultan bisnis juga dapat membantu pemilik usaha untuk mendapat ide-ide segar terkait peluang atau potensi bisnis pada sektor-sektor tertentu.

5. Konsultan keuangan


Konsultan keuangan dapat membantu bagian finansial untuk merencanakan keuangan perusahaan (Sumber: Pexels)

Dalam urusan finansial perusahaan, peran konsultan finansial atau keuangan amat penting. Adanya unsur eksternal dapat dijadikan tandem bagi auditor keuangan eksternal sehingga keuangan perusahaan dapat diobservasi dan dianalisis secara objektif oleh dua pihak eksternal ini.

Konsultan keuangan umumnya dapat menggunakan hasil audit eksternal sebagai bahan analisis dan lantas memberi masukan atas kondisi keuangan perusahaan. Tak cuma itu, konsultan keuangan juga dapat memberikan strategi penghematan keuangan perusahaan atau perampingan pengeluaran yang masif dan tidak terkontrol dari perusahaan. 

Baca juga: 10 Cara mengatur keuangan yang mudah dan efektif

Skill-set untuk menjadi konsultan


Beberapa skill-set yang perlu dikuasai oleh seorang konsultan. (Sumber: Pexels)

Untuk dapat menjadi konsultan yang mumpuni, seseorang perlu memiliki kemampuan lengkap sesuai keahliannya. Adapun beberapa kemampuan yang dapat menunjang seseorang dapat menjadi konsultan adalah sebagai berikut:

1. Networking


Networking merupakan keahlian utama bagi seorang konsultan agar mendapat klien (Sumber: Pexels)

Salah satu keahlian yang paling penting bagi seorang konsultan adalah networking jejaring sosial. Seorang konsultan diharapkan memiliki jalinan kolega yang bergerak di bidang selaras dengan keahliannya. Jika seorang konsultan bergerak pada bidang bisnis, maka ia harus sedapat mungkin memiliki lingkup jejaring seperti pemilik perusahaan atau eksekutif perusahaan. Dengan kemampuan ini, seorang konsultan akan berpotensi untuk mendapat tawaran pekerjaan konsultasi bagi perusahaan-perusahaan tersebut dan membuka jalan kariernya.

2. Negotiation and closing

Dua kemampuan ini merupakan hal utama bagi seorang konsultan, yaitu negosiasi dan kesepakatan. Seorang konsultan diharuskan memiliki kemampuan negosiasi untuk meyakinkan klien tentang analisis atau sarannya. Lebih daripada itu, negosiasi dilakukan untuk memberi pemahaman secara mendalam terhadap kebutuhan kliennya. Sedangkan untuk teknik closing, dibutuhkan seorang konsultan untuk secara persuasif dapat memperoleh kesepakatan dari para kliennya. Hal ini berarti bahwa klien juga telah menyetujui saran dari konsultan dalam suatu permasalahan tertentu.

3. Komunikasi dan pitching


Kemampuan komunikasi perlu dikuasai oleh seorang konsultan untuk memaparkan ide (Sumber: Pexels)

Kemampuan utama lain dari seorang konsultan adalah komunikasi dan pitching atau proses pelemparan ide dalam pertemuan dengan klien. Kemampuan komunikasi diperlukan untuk membangun relasi dan pemaparan substansi konsultasi secara efektif. Sedangkan, pitching dilakukan untuk secara sopan dan tepat melontarkan ide kepada klien agar tidak terkesan menggurui atau konotasi negatif lainnya.

4. Problem solving

Dari semua kemampuan konsultan tadi, kemampuan pemecahan masalah adalah hal yang paling pokok. Setiap konsultan diharapkan mampu memberikan pemecahan masalah bagi klien dan memberikan saran terkait strategi atau rencana solusi. Kemampuan problem solving amat penting bagi kinerja konsultan karena pada umumnya perusahaan atau pemilik bisnis menyewa konsultan untuk memecahkan permasalahan tertentu sesuai keahlian konsultan yang disewa.

5. Kemampuan observasi dan analisis


Kemampuan observasi dan analisis digunakan konsultan untuk menghasilkan evaluasi atau saran (Sumber: Pexels)

Kemampuan lain yang juga diperlukan untuk dapat menjadi konsultan adalah memiliki kemampuan observasi yang luas dan teliti. Selanjutnya, seorang konsultan juga dituntut untuk dapat menganalisis temuan atau hasil observasi dengan tajam dan lugas. Hasil dari observasi dan analisis inilah yang nantinya dapat mendasari saran atau strategi yang ditujukan pada klien.

Proyeksi karier konsultan di tahun 2022


Konsultan tetap dibutuhkan seiring pesatnya bisnis dan pembangunan di Indonesia (Sumber: Pexels)

Untuk menjadi konsultan di tahun 2022, tentunya seseorang perlu memenuhi dulu kemampuan dan juga beberapa hal lain seperti kualifikasi pendidikan, sertifikasi, hingga pengalaman yang baik. Dilansir Indeed, proyeksi rerata gaji seorang konsultan di Indonesia mencapai Rp 5.268.098. Tentunya besaran ini dapat meningkat seiring perkembangan dan pengalaman seorang konsultan.

Baca juga: Strategi Pivot dalam bisnis startup dan implementasinya

Berbagai proyek pembangunan dan juga persaingan bisnis di tahun 2022 juga tentunya membuka potensi karier bagi konsultan di berbagai bidang secara dinamis. Bagi kamu yang memiliki pengalaman sebagai konsultan dan sedang mencari pekerjaan, tidak usah ragu untuk mendaftarkan dirimu lewat EKRUT. EKRUT akan membantumu menemukan klien atau agensi konsultan yang tepat buatmu.

Silakan klik tautan di bawah ini untuk mendaftar lewat EKRUT.

sign up EKRUT

Sumber:

  • https://www.flexjobs.com/blog/post/what-is-a-consultant-job-v2/
  • https://www.consultancy.uk/career/what-is-a-consultant
  • https://digitalmarketinginstitute.com/blog/what-skills-do-i-need-to-be-a-marketing-consultant

Tags

Share