Published on

Lainnya

Apa Itu Letter of Credit (LOC): Pengertian, Fungsi, 8 Jenis, dan Contohnya

Anissa Trisdianty

H1.jpg

Setiap perusahaan besar seringkali melakukan transaksi di dalam dan luar negeri. Perusahaan biasanya perlu menyertakan berbagai dokumen untuk memudahkan proses transaksi tersebut. Letter of credit menjadi salah satunya, terutama dalam hal transaksi internasional.

Baca juga: Apa itu SIUP? Berikut 4 jenis beserta syarat dan prosedur pembuatannya!

Apa itu letter of credit?


Letter of Credit merupakan layanan khusus Bank bagi para importir dan eksportir (sumber: pexels)

Mengutip Totok Budisantoso melalui liputan6.com, dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lain, letter of credit atau  L/C merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh bank berkaitan dengan pembelian barang. Layanan ini berupa penangguhan pembayaran pembelian oleh pembeli (importir) sejak letter of credit dibuka hingga jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan.

Sedangkan menurut Bank Indonesia, letter of credit adalah janji bahwa bank penerbit akan membayar eksportir dalam jumlah tertentu sepanjang dapat memenuhi persyaratan letter of credit.

Sederhananya, letter of credit merupakan surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan importir (nasabah) yang ditunjuk kepada eksportir.

Baca juga: Biaya peluang (opportunity cost): Pengertian, ciri, manfaat, dan contoh perhitungannya

Fungsi letter of credit


Selain memudahkan pembayaran, LOC memiliki fungsi lain yang krusial (sumber: pexels)

Letter of credit memudahkan orang  melakukan pembayaran internasional. Oleh karena itu, letter of credit memiliki banyak fungsi baik bagi importir yang membeli barang maupun bagi eksportir yang menyerahkan barang.

Berikut 3 fungsi utama letter of credit:

1. Sebagai keamanan pembayaran

Letter of credit meyakinkan penerima jika persyaratan letter of credit terpenuhi. Jika pembeli tidak membayar penjual, bank penerbit letter of credit harus membayar penjual selama penjual memenuhi semua persyaratan letter of credit. Ini memberikan keamanan ketika pembeli dan penjual berada di negara yang berbeda.

2. Sebagai penjamin

Letter of credit memberikan ketenangan pikiran kepada pihak yang dijamin bahwa ia dapat melakukan issuing jika pihak yang dijamin tidak dapat melaksanakan L/C yang dijamin dari kontrak asuransi.

3. Sebagai pelindung

Jika pembeli membayar seseorang untuk menyediakan produk atau layanan dan tidak menyediakannya, dia dapat dibayar dengan standby letter of credit. Pembayaran ini dapat menjadi penalti bagi perusahaan yang tidak mampu membayarnya dan serupa dengan pengembalian uang.

Baca juga: 2 Contoh proposal usaha yang benar dan panduan untuk membuatnya

8 Jenis letter of credit


Letter of Credit memiliki berbagai jenis sesuai dengan urgensi kebutuhan (sumber: pexels)

1. Revocable LOC

Revocable letter of credit merupakan letter of credit yang dapat diubah/dibatalkan oleh bank penerbit. Pembatalan ini dapat dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada penerima.

2. Irrevocable LOC

Sedangkan irrevocable letter of credit adalah letter of credit yang syarat-syaratnya tidak dapat diubah atau dibatalkan. Oleh karena itu, bank penerbit terikat oleh kewajiban yang tercantum dalam letter of credit.

3. Back to back LOC

Dengan jenis letter of credit ini, penerima bukanlah pembeli yang sebenarnya, tetapi hanya perantara. Perantara kemudian mendistribusikan barang yang dibeli kepada penerima asli. Nantinya, pihak perantara akan meminta bantuan pihak bank agar pemilik dan penerima barang sebenarnya dapat mengakses letter of credit dengan meminjam letter of credit yang diterima dari luar negeri.

4. Revolving LOC

Revolving adalah letter of credit yang dapat digunakan berkali-kali. Ketika kedua belah pihak dapat menggunakan kembali dana untuk melakukan transaksi yang berbeda. Biasanya, jenis ini hanya dilakukan di bank yang dipercayai dan memiliki hubungan yang baik dengannya.

5. Unrestricted LOC

Jenis letter of credit satu ini, baik pihak eksportir maupun importir tidak dibatasi melakukan negosiasi di bank manapun. Sehingga, memberikan kemudahan dan juga fleksibilitas kepada pihak terkait.

6. Sight LOC

Pada letter of credit ini, dokumen dapat dibayar setelah dilihat atau setelah dokumen yang benar diserahkan. Misalnya, majikan dapat menulis catatan kepada pemberi pinjaman  dengan letter of credit untuk mendapatkan uang yang mereka butuhkan segera.

7. Usance LOC

Usance letter of credit adalah jenis LOC yang  baru saja dibayar untuk masa tenggang  tertentu. Usance letter of credit juga dikenal sebagai acceptance letter of credit. Misalnya, perusahaan membeli bahan dari pemasok dan menerima barang pada hari yang sama. Faktur akan dikirim bersama barang yang dikirim, tetapi mungkin perlu waktu hingga 30 hari bagi perusahaan untuk membayar.

8. Red clause LOC

Red clause adalah jenis letter of credit yang memungkinkan bank pembayar menyetor dari bank penerbit ke penerima pembayaran. Disebut red clause karena secara khusus ditulis dengan tinta merah.

Baca Juga: Sebenarnya apa itu omzet? Berikut pengertian dan panduan untuk meningkatkannya!

Contoh letter of credit pada bisnis


Aplikasi Letter of Credit seringkali digunakan saat transaksi ekspor-impor antar negara (sumber: pexels)

Setelah memahami definisi, fungsi dan jenis penggunaan letter of credit (LoC) sebagai sistem pembayaran untuk perdagangan internasional, mari kita lihat contoh aplikasi letter of credit (LoC) dalam bisnis melalui alur berikut ini:

  • Perusahaan A yang berlokasi di Amerika Serikat menerima pesanan gerbong dari Pembeli B yang berada di Indonesia. Pihak B adalah importir baru yang belum pernah bekerja sama dengan Pihak A.
  • Untuk alasan ini, Pihak A mengusulkan untuk menggunakan letter of credit (LoC) sebagai metode pembayaran untuk perdagangan. Setelah disetujui, Pihak B harus menerima letter of credit (LoC), mendaftarkannya ke bank dan membayar jumlah total barang yang dipesan. Bank akan mengeluarkan komitmen pinjaman setelahnya.
  • Selanjutnya, bank Indonesia menghubungi bank pembayar AS dan mengkonfirmasi bahwa importir membayar bank penerima.
  • Perusahaan A dapat mengirimkan produk ke negara tujuan sesuai dengan spesifikasi pesanan. Pihak A juga harus menyerahkan dokumen yang diperlukan seperti faktur, detail pengiriman, bea cukai, detail perusahaan, dan detail pembeli. Semua dokumen ini diperlukan sebagai bukti pengiriman barang.
  • Setelah tiba, bank yang membayar akan mengembalikan uang tersebut kepada penjual.

Untuk contoh format letter of credit, kamu bisa unduh di sini.

Baca juga: Apa itu rekber (rekening bersama)? Kenali pengertian dan cara kerjanya di sini

Transaksi perdagangan internasional kini telah dilakukan dengan cara yang saling menguntungkan. Lebih penting lagi, letter of credit (LoC) menjamin keamanan kedua belah pihak dalam bertransaksi. Namun, perlu dicatat bahwa letter of credit (LoC) membutuhkan waktu bagi importir dan eksportir untuk memenuhi persyaratan dokumen. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika transaksi perdagangan internasional dapat dilakukan pada waktu yang cukup.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Selain itu, jika kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru. Yuk, sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

Sumber:

  • kompas
  • merdeka
  • liputan6

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Motif_Ekonomi.jpg

    Lainnya

    Sebutkan 4 Macam Motif Ekonomi? Berikut Informasi Selengkapnya!

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    H1_GMV.jpg

    Lainnya

    GMV (Gross Merchandise Value): Pengertian dan Cara Menghitungnya

    Algonz D.B. Raharja

    06 July 2022
    5 min read
    cover_(11).jpg

    Lainnya

    DP (Down Payment): Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Keuntungannya

    Detty Risetya

    05 July 2022
    5 min read

    Video